Support Me on SociaBuzz

Support Me on SociaBuzz
Dukung Blog Ini

Change this year failure into a-next-year-achievement


gambar dari www.pixabay.com
Tahun 2015 udah mau pamitan. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, beranda sosial media saya mulai penuh dengan link blog teman-teman penulis yang berisi catatan pencapaian mereka selama 2015 juga resolusi 2016.

Panduan Remaja Masa Kini agar Sukses Dunia Akhirat [Resensi Buku Teen Hand Book]

Resensi :
Remaja adalah generasi harapan bangsa. Oleh karenanya, remaja harus memiliki pondasi yang kokoh agar masa remaja tak habis dengan kesia-siaan dan kelak akan bertumbuh menjadi seorang yang sukses.

Buku ini berisi panduan bagi remaja agar sukses dalam bergaul, belajar dan meraih cita-cita. Terbagi atas 6 (enam) bab, yaitu : Mencapai Cinta yang Hakiki, Idola, Kamu Mau Kemana?, Cita-cita, Mari Belajar dan Akhlak yang Mulia.

Hadapi Masalah dengan Berserah kepada Allah dan Kembali pada Al-Quran [Resensi Buku Ya Allah Aku Galau, Aku Lelah, Aku Putus Asa]

Resensi :
Kehidupan modern, di satu sisi memang memanjakan manusia dengan kemajuan teknologi dan kemudahan fasilitas, tetapi di sisi lain, membuat manusia kian rentan terhadap masalah. Tuntutan hidup yang terus meningkat, persaingan yang kian ketat, pola pikir dan tujuan hidup yang kian pragmatis, serta kondisi ruhiyah yang kian melemah, adalah diantara faktor-faktor yang menggerogoti tingkat ketahanan manusia terhadap masalah.

Review Buku Passport to Happiness : Perjalanan Panjang Menemukan Makna Cinta dan Kebahagiaan

(sumber : www.salsabeela.com)

Review :
Ada banyak cara bisa kita tempuh, untuk menyembuhkan luka sekaligus mencari makna kebahagiaan yang hakiki. Dan Ollie menempuhnya dengan cara melakukan perjalanan,  demi mencapai kedua tujuan itu.

Perceraian yang dialaminya menyadarkan Ollie akan satu hal, bahwa ia telah terlalu banyak mendahulukan kepentingan orang lain dan alpa untuk mencintai diri sendiri. Perpisahan membuat hatinya hancur, dan ia memutuskan untuk melakukan perjalanan. Karena ia yakin, perjalanan itu menyembuhkan.

Belanja di Sistalisius, bukti kecintaan kita pada produk etnik lokal



Kalian sudah tahu belum? Bahwa terhitung akhir tahun ini, kita akan menyongsong diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)? Itu berarti, lalu lintas perdagangan dan investasi di kawasan Asia Tenggara bakal lebih terbuka. Akan muncul banyak tantangan dan peluang baru. Produksi barang dan jasa kita pun akan bersaing dengan produksi negara se- Asia Tenggara.

Huawei Mate S, Membuka Akses Lewat Ketukan​

Smartphone yang diaktifkan dengan ujung jari, itu mah sudah biasa. Nah, sekarang Huawei menawarkan satu terobosan baru. Yaitu fitur Knuckle Sense 2.0 yang memungkinkan layar mengenali sentuhan buku jari untuk mengakses ragam fiturnya. Ups, buku jari? Nggak salah?


Resensi Novel Pulang : Saat Dunia di bawah Cengkeraman Shadow Economy

Kisah ini bermula dengan kedatangan serombongan pemburu dari kota di bawah pimpinan Tauke Muda, atau Tauke Besar ke desa (talang). Adalah Bujang, putra dari Samad dan Midah, yang kemudian ikut rombongan pemburu itu beserta beberapa pemuda talang, masuk hutan untuk memburu babi. Tauke Besar adalah saudara angkat Samad. Dulunya, Samad bekerja sebagai begal untuk ayah Tauke Besar. Dan Samad telah berjanji suatu hari nanti akan menyerahkan anaknya kepada Tauke Besar.

Belanja Cuci Gudang Akhir Tahun? Di MatahariMall.com aja :D


gambar dari www.pixabay.com
Pintu mal itu baru akan dibuka tepat pukul sepuluh. Namun kerumunan orang telah bersesakan di depan pintu sejak setengah jam yang lalu. Termasuk dua gadis remaja yang pagi itu rela bolos sekolah. Saat jarum jam menunjukkan tepat pukul sepuluh... pintu pun terbuka. Semua orang menyerbu masuk. Dan dalam tempo beberapa menit saja, kehebohan langsung terjadi. Betapa tidak! Semua jenis barang diobral dengan harga hanya $10! Mulai dari set peralatan makan, bed cover, peralatan dapur, peralatan sekolah, dan sebagainya.

Mengatasi Vlek Dengan Perawatan Terpercaya di La Bella Aesthetic Clinique


La Bella Aesthetic Clinique
Kali ini, saya mau berbagi cerita tentang perawatan kecantikan. Aslinya, saya termasuk yang malas ke salon. Selain makan waktu, saya juga paling nggak suka disakitin. Ups. Maksudnya, kalau ke salon untuk facial, ‘kan selalu ada proses ekstraksi komedo tuh. Nah, saya paling males kalo wajah dicongkel-congkel.

 

Tetapi, berhubung udah sering diingetin suami : sesekali ke salon dong ngerawat wajah, akhirnya saya nurut juga. Udah dibayarin, masa’ sih nolak? Hehe. Selain itu, merawat wajah juga ‘kan salah satu wujud rasa syukur kita kepada Allah, dan dengan sering-sering bersyukur, insya Allah akan membuat kita merasa lebih bahagia. (baca juga : 5 Kiat (bagi wanita) untuk meraih kebahagiaan).


Ringankan Tangan untuk Mencegah Dosa Riba


gambar dari sini

Di era digital ini, kita nggak perlu populer, jadi motivator atau jadi tokoh terkenal terlebih dahulu untuk bisa menginspirasi banyak orang. Dengan fasilitas internet dan sosial media, setiap kita insya Allah bisa menginspirasi banyak orang melalui tulisan ataupun perbuatan. Tinggal diunggah ke sosial media, maka ramai orang bisa memetik manfaat dan inspirasi darinya.

[RESENSI] Novel Puya ke Puya : Keteguhan Menjaga Tradisi Tanah Toraja

Diantara tema yang selalu menarik perhatian juri sayembara novel DKJ, adalah yang bermuatan lokalitas. Novel ini adalah salah satu buktinya. Sebuah novel yang sarat dengan kisah seputar adat Toraja, dan mengantarkannya sebagai pemenang ke-IV dalam sayembara novel DKJ 2014,

Dikisahkan, kematian Rante Ralla, sang ketua adat Kampung Kete’ di tanah Toraja, memerlukan biaya sangat besar untuk upacara mengantarkan mayat (rambu solo) ke alam tempat menemui Tuhan (puya). Ketua adat harus diupacarakan besar-besaran, dipotongkan puluhan kerbau dan ratusan ekor babi demi derajat. (hal. 12).

#4 Curhat Session : USAHA vs KEMENANGAN

gambar dari sini
Setahun berlalu sudah, sejak bagian pertama dari tulisan ini saya post di blog ini (baca : Usaha vs Hasil). Kali ini tulisan saya terinspirasi kisah yang dibawa si sulung usai mengikuti lomba Cerdas Cermat Matematika tingkat SMP se-kota Tanjungpinang. Jadi, saat masuk babak final, kelompoknya sempat tertinggal 10 poin. Teman satu kelompoknya bahkan sempat menangis karena ketertinggalan itu sementara waktu terus bergerak. Namun, secara perlahan-lahan mereka terus mengejar, hingga berhasil mendahului 2 poin. Alhamdulillah, dengan izin Allah, 2 poin di depan itu akhirnya mengantarkan anak saya dan kelompoknya menjadi juara pertama.