Support Me on SociaBuzz

Support Me on SociaBuzz
Dukung Blog Ini
Showing posts with label tips nulis. Show all posts

Kiat Mengatasi Hambatan Bekerja (dengan menulis) dari Rumah



gambar dari sini


Tulisan ini adalah lanjutan artikel saya sebelumnya : Meraih Penghasilan dari rumah dengan menulis. Dari beragam komentar yang masuk, ternyata nih ya, meraih penghasilan dari rumah dengan menulis itu tidak semudah teorinya, dan dari hambatan-hambatan yang pernah dirasakan para komentator, saya coba rangkum solusinya pada artikel ini. Mudah-mudahan, beberapa poin dalam tulisan ini bisa menjadi masukan untuk teman-teman yang ingin serius bekerja dengan menulis dari rumah.

Ada lima elemen yang setidaknya harus kita miliki saat sudah memancang tekad ingin bekerja dan meraih penghasilan dari rumah (dengan menulis), yaitu :

Meraih penghasilan dari rumah dengan menulis






 Suatu hari di grup WA, seorang teman pernah bertanya : ada nggak pekerjaan yang bisa dilakukan dari rumah tetapi bisa menghasilkan uang?
Jawabannya : ada. Dan jenisnya juga bisa bermacam-macam. Tergantung hobi dan kemampuan. Tekad dan kemauan. Ada tidaknya waktu dan kesempatan.   

Di sini, saya akan memberi contoh beberapa jenis pekerjaan yang dapat dijalankan dari rumah dan semuanya meng-induk pada aktivitas menulis. Jadi, contoh-contoh pekerjaan ini memang lebih pas ditujukan buat teman-teman yang hobi menulis. Aktivitas menulis termasuk pekerjaan yang fleksibel, bisa dilakukan tanpa meninggalkan rumah dengan ditunjang sarana berupa listrik, komputer / laptop, internet dan buku-buku referensi.


3 Elemen Yang Harus Ditaklukkan dalam Menulis


mas penyiarnya :)
Sabtu sore tanggal 19 September, saya berkesempatan mengisi talkshow singkat di Rasi FM Bandung seputar novel duet saya yang baru terbit : Rahasia Pelangi. Begini ini enaknya jaman teknologi sekarang ya, talkshow radio cukup dilakukan via telpon aja tanpa saya harus pergi ke Bandung.

Dari beberapa pertanyaan yang diajukan mas Tom Tom penyiarnya, saya tampilkan 3 (tiga) pertanyaan saja yang menurut saya paling relevan dengan praktek menulis, ini dia :

  1.   Dari mana mendapat ide awal untuk menulis Rahasia Pelangi?
  2. Adakah hambatan yang ditemukan selama menggarap buku ini?
  3.  Apa harapan kepada para pembaca buku Rahasia Pelangi?

Tiga Langkah Praktis Mengeksekusi Ide Menjadi Tulisan

gambar dari sini

Untuk mulai menulis, kita pasti memerlukan ide. Tanpa ide, apa yang mau ditulis? Sayangnya, ide tak selalu datang sendiri, lebih sering, kitalah yang harus terlebih dulu berusaha mencari dan menjemputnya. Samalah halnya dengan rejeki, kadang-kadang dia datang begitu saja dan menjadi surprise dari Allah, tetapi, rata-rata harus diusahakan terlebih dulu, diiringi dengan doa, dan datangnya pun tak melulu dari pintu yang sedang berusaha kita buka. Tetapi rejeki juga bisa datang dari pintu yang lain. Tergantung kehendak Yang Maha Pemberi Rejeki.

DRAFT NASKAHMU NGGAK KUNJUNG KELAR? INI (BISA JADI) SOLUSINYA

Teman-teman yang sedang atau sudah pernah menulis buku, mungkin pernah merasakan kejenuhan saat draft naskahmu nggak kunjung kelar. Jika itu berupa novel, mungkin mulai jenuh dengan draft cerita yang nggak kunjung usai.

Jangan panik dulu atau memutuskan untuk langsung berhenti ya sob, 4 (empat) alternatif solusi berikut ini mungkin bisa membantu :

[REPOST] Mau Jadi Penulis yang Eksis? Bangun Motivasi Dulu Dong

Orang gagal selalu punya seribu dalih
Orang sukses selalu punya seribu cara

Pada artikel sebelumnya (baca: Sosial Media Bisa untuk Belajar Menulis Loh), saya sudah menyajikan tips-tips memanfaatkan media sosial untuk belajar menulis. Nah, pada sajian kali ini, saya ingin mengajak sobat Nida untuk memahami bahwa selain teknik atau teori-teori kepenulisan, ada modal lain yang tak kalah penting untuk sobat Nida miliki jika ingin menjadi seorang penulis yang konsisten. Apa itu?

Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya pada artikel tersebut, bahwa dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi, setiap orang bisa mengakses berbagai informasi yang ia butuhkan, termasuk informasi tentang teknik-teknik kepenulisan secara gratis dan cepat lewat berbagai situs dan blog yang menyajikan ilmu tentang teknik kepenulisan.

[REPOST] Sosial Media Bisa untuk Belajar Menulis Loh

foto : Google

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” ― Pramoedya Ananta Toer

Menulis adalah sebuah aktivitas yang mengasyikkan, kaya manfaat, juga menghasilkan. Peningkatan teknologi informasi termasuk meningkatnya akses penggunaan terhadap media sosial disinyalir turut mendorong peningkatan minat banyak orang untuk menulis.

Menulis Antologi Remaja

Tahun 2015 sudah di depan mata. Dan dalam dunia perbukuan, sudah pasti, masing-masing penerbit telah membuat perencanaan buku-buku jenis apa yang akan diterbitkan tahun depan. Diantara jenis buku popular yang selalu diproduksi adalah antologi. Atau buku yang berisi kumpulan tulisan oleh beberapa orang penulis. Seperti jenis-jenis buku yang lain, Antologi juga punya masa pasang surut, tetapi, eksistensinya tetap stabil.

Salah satu antologi paling popular di dunia adalah seri chicken soup. Seri ini juga dulunya pernah ditolak oleh banyak penerbit sebelum kemudian nasibnya berubah total, dengan menjadi seri paling mendunia, paling banyak dialihbahasa dan terus mengalami cetak ulang.

Belajar dari Doraemon


gbr dari sini
Sampai kapan kamu akan terus menulis?

Kalau ini ditanyakan kepada saya, jujur saja, saya juga belum tahu sampai kapan. Dan jujur juga, saya termasuk yang beberapa kali mengalami maju-mundur-maju-mundur antara ingin terus bertahan menulis, mengurangi frekuensinya atau berhenti sama sekali.

Tips Membaca Cepat (ala saya) :D

gambar dari sini
Mungkin ada yang bakal komentar, ini postingan iseng amat ya, masa' cara baca cepat juga dikasih tahu? Memang apa pentingnya? Ya penting tidaknya tergantung kebutuhan masing-masing lah ya. Kalau anda seorang yang menekuni dunia tulis menulis, baca membaca, review mereview buku, pasti ada gunanyalah membaca cepat ini.

Berikut beberapa tips membaca cepat ala saya. Karena namanya juga 'ala', jadi ya tentu aja nggak ada dasar teoritis yang baku, dan so far, dalam kasus saya ini hanya berlaku untuk buku-buku populer. Buat anda yang konsentrasinya adalah pada buku-buku ilmiah, lagi kuliah S-1 atau S-2 misalnya, saran saya, jangan gunakan tips ini, saya nggak tanggung jawab kalau anda bakal kagak ngerti maksimal dengan isi diktat dan modul yang anda baca :p

Nulis kagak maju-maju? Trus, harus ngapain dong?

Udah lama juga nggak curhat di blog. Soalnya kadang bingung juga nyari topik buat dicurhatin. Kalo isinya keluhan doank, ya what for?

Jadi, kali ini saya hanya mau cerita kalo saya lagi mandeg buat nulis. Tiap kali buka laptop dan coba ngelanjutin draft novel, baru 1-2 halaman udah stuck. Besoknya buka lagi, ya begitu lagi. Walhasil nggak maju-maju deh :)

Saya juga nggak ngerti kenapa. Apa karena capek karena baru aja nyelesain satu novel yang buat ukuran saya lumayan berat. Atau karena pikiran ini mulai terbelah bagi dengan hal-hal lain, ya tuntutan kerjaan, keluarga, dan lain-lain.

Kenapa saya (suka) nonton Indonesian Idol part-2



Melanjutkan catatan tempo hari, kali ini tips yang diberikan oleh juri lainnya (Anang Hermansyah – red) sedikit berbeda dari komentar yang udah kita obrolin pada bagian lalu. Jika Ahmad Dhani menyarankan para kontestan untuk mempertahankan karakter yang dimiliki, maka mas Anang justru menyarankan agar seorang penyanyi harus “fleksibel”, serba bisa, bisa menyanyikan lagu apa aja, karena ketika manggung, seorang penyanyi harus bisa mengakomodir apapun request penontonnya, minta ngedangdut, ya nyanyi dangdut, minta ngepop, ya nyanyi lagu pop.

Kenapa Saya (suka) nonton Indonesian Idol? (part-1)



 Malam final Indonesian Idol 2014 udah lama berlalu. Dan saya, termasuk penonton yang nyaris nggak pernah miss untuk nonton acara ini sejak pertama kali diadakan. Hanya saja, nggak setiap tahunnya saya nonton mulai dari awal. Pada beberapa even, saya hanya nonton pas udah babak-babak akhir doang.

Sebelum even ini digelar di Indonesia, saya juga udah setia ngikutin even ini di negeri asalnya, yaitu American Idol. Tetapi sejak jurinya Simon Cowell cabut, saya nggak nonton lagi. Tahu deh kenapa, rasanya nih acara jadi kurang greget setelah ditinggal juri yang komentarnya pedes banget ini.

LHO, KOK DIBUANG?




Saat menulis ini, saya baru saja selesai merevisi dan mengedit novel duet saya,dan salah satu point revisi yang menjadi request editor adalah, mengurangi panjang naskah dari 59 ribu kata menjadi 35 ribu kata, it means, ada lebih kurang 24rb kata yang harus dikurangi alias dibuang. Dan usai revisi, saya baru berhasil mengurangi sekitar 19rb kata, yang kalau dihitung dengan jumlah lembar, ini setara dengan....err, 50 lembar A4 spasi 1!

8 kesalahan dalam menulis novel

Tulisan ini saya terjemahkan dari sini. Ada beberapa kesalahan yang terkadang kita lakukan dalam menulis novel, tak peduli kita ini seorang pemula atau telah memiliki jam terbang cukup tinggi. Apa itu? Mari kita intip :

- Menulis dan menyunting secara bersamaan
Saat menulis, apakah itu novel perdana atau novelmu yang kelima belas, terkadang pikiran kita selalu dipenuhi dengan bermacam peraturan, lakukan ini, jangan lakukan itu. Duh, cape deh! Semua peraturan ini bisa mengganggu proses menulis. Jadi, saat menulis, ya menulis aja. Tinggalkan semua aturan buat sementara! Kamu bisa melakukannya (melaksanakan aturan)  saat proses menyunting.

Jika kamu mencoba menyunting saat menulis, itu tak hanya membatasi kreativitas, tapi juga bisa membuatmu mengalami kebuntuan (writer's block). Memang sih, ada beberapa penulis yang bisa menulis sambil menyuntingnya sekaligus. Jika kamu tergolong type yang demikian, ya lakukan aja. Tapi jika kamu meragukan kemampuanmu untuk menyunting sambil menulis, sebaiknya tulis draft pertamamu, setelah itu baru lakukan penyuntingan.

BUKU INSPIRATIF vs PENDAMPING


Untuk mulai menulis, Saya hanya perlu membaca buku pendamping satu paragraf awal, itu sudah bisa memancing ide-ide lain muncul.

Apa yang saya dapat dari Novel Persona Non Grata di awal cerita adalah detail setting yang menggambarkan tentang hiruk pikuk supermarket. kemudian disusul ketegangan di bangku kasir. begitulah awalnya, sehingga satu dua chapter terselesaikan. belajar bagaimana mengurai setting dan membuat konflik awal yang menegangkan.

TIPS NULIS : PREMIS

Setiap novel (idealnya) diawali dengan premis. Secara sederhana, premis dapat diartikan sebagai ide dasar dari sebuah cerita. Premis tidak perlu puitis dan berbunga-bunga, melainkan cukup ditulis dengan beberapa kalimat yang solid.

Premis yang solid akan membantu penulis untuk memetakan langkah selanjutnya. Menuangkannya menjadi sinopsis, menguraikannya menjadi outline, memasukkan unsur konflik, karakter dan sebagainya yang akan membuat cerita terus berkembang.

THE DEADLINE BRINGS ME HERE


Hari ini, saya mampir di blog mbak Windy Ariestanty, dan menemukan satu tulisannya yang berjudul "Tenggat Waktu". Jujur, saya terkesan dengan tulisan ini, dan beberapa bagian dari tulisan ini, saya setuju.
Mbak Windy bilang, kalau deadline-lah yang membuatnya memiliki pencapaian-pencapaian, dan tak dapat membayangkan hidupnya tanpa deadline.

BAGAIMANA MEMBUAT SINOPSIS YANG BAIK

Tidak semua penulis terbiasa menulis dengan diawali sinopsis. Ada yang lebih suka menulis dan membiarkan jalan cerita berkembang sesuai imajinasi dan keinginan. Tetapi, saat melihat syarat-syarat pengiriman naskah ke penerbit yang pasti menyebutkan perlunya sinopsis, maka mau tidak mau, sebagai penulis kita juga kudu mempersiapkan sinopsis yang baik karena sinopsis adalah penilaian awal redaksi sebelum mulai membaca naskah kita.

Information Dump

Saya baru mengetahui istilah ini dari pembicaraan dengan salah satu editor saya tempo hari. Berangkat dari situ, saya lalu mencari-cari informasi tentangnya, baik dari internet maupun dari buku-buku panduan menulis yang pernah saya baca. Dan dari hasil diskusi dengan mbak editor juga dari pencarian tersebut, inilah sedikit uraian saya tentang "Inforamtion Dump" di dalam menulis fiksi, yang coba saya uraikan dalam bentuk tanya jawab.

Apa itu Information Dump?

Kalau menurut Wikipedia, Information dump is the insertion of a big passage of uninterrupted exposition text into a narrative. Dalam prakteknya, ini terkait fakta-fakta tidak penting yang tidak perlu diketahui pembaca dari sebuah fiksi.

Contohnya?

Saya ambil contoh dari salah satu draft novel saya :

"Sebuah kandelir kristal besar menggantung di langit-langit ruangan, mengilap seperti perhiasan emas yang disepuh, seketika mengembalikan ingatan Talitha pada film bollywood terakhir yang ia tonton bersama Sashi.

Kalimat yang dicoret adalah contoh fakta yang dapat digolongkan Information Dump, karena fakta tersebut tidak terlalu penting untuk disampaikan.

Apa tujuan menghilangkan Information Dump?

Salah satunya adalah agar ritme narasi kita tetap stabil, tidak bertele-tele sehingga dapat menjaga konsistensi pembaca untuk menikmati karya kita.

Kapan kita dapat melakukan "pencukuran" Information Dump?

Bisa di awal, bisa juga di akhir. Untuk yang di awal, ini biasanya dilakukan oleh penulis yang terbiasa merencanakan tulisannya matang-matang. Dalam Buku Draft 1 karya Winna Efendi, salah satu trik menyiapkan karakter tokoh cerita yang kuat adalah dengan membuat semacam biodata tokohnya : siapa namanya, seperti apa ciri-ciri fisiknya, bagaimana sikapnya, apa musik favoritnya, dsb. Namun dalam penulisannya, tidak semua daftar dalam biodata ini perlu dicantumkan, pilih yang penting-penting saja atau yang dapat mendukung cerita, jadi proses pencukuran Information Dump bisa dilakukan di sini, untuk menyingkirkan info tentang tokoh yang tak terlalu penting diketahui.

Untuk yang di akhir, ini dilakukan pada proses self-editing, yaitu dengan menyingkirkan fakta-fakta atau kalimat yang dirasa tidak efektif.

Bagaimana cara mengetahui kalau kalimat yang kita buat termasuk Information Dump atau bukan?

Cara sederhana, cobalah mencoret satu kalimat yang dicurigai sebagai Information Dump, lalu baca narasi sebelum dan sesudahnya. Kira-kira terasa janggal nggak dengan penghilangan kalimat itu? Jika terasa janggal atau ada sesuatu yang 'hilang', boleh jadi, kalimat itu sebenarnya kita butuhkan untuk meningkatkan eksplorasi cerita. Tetapi jika penghilangannya tidak memberi efek apapun, dan narasi kita justru menjadi lebih efektif, maka boleh jadi, kalimat tersebut memang termasuk Information Dump.

Semoga bermanfaat :)