Riawani Elyta: USAHA vs HASIL

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Monday, 24 November 2014

USAHA vs HASIL

buku saya koleksi mbak Linda Satibi... :)
Apakah usaha selalu berbanding lurus dengan hasil? Jawabannya, belum tentu. Karena ada faktor lain dibalik keberhasilan, berupa doa, keikhlasan, ridho orang tua, dan satu hal yang paling tak bisa diganggu gugat : takdir Allah.

Saat kita hanya menjadikan usaha sebagai indikator, maka sudah pasti, akan melahirkan pertanyaan yang tak putus2, mengapa gagal? mengapa begini hasilnya? bukankah saya sudah berusaha dengan keras?

Satu contoh sederhana dari lika-liku saya yang baru seumur jagung di dunia penulisan. Saya telah menerbitkan novel A, B, C dan antologi D di penerbit E. Diantara semuanya, novel C adalah yang paling menguras energi, menghabiskan banyak waktu dalam prosesnya, riset jangan ditanya, juga proses self-revisi yang entah hingga berapa kali dan harus membuang >50 halaman.


Tetapi, sampai hari ini....inilah novel saya di penerbit E yang angka sellingnya paling rendah. Saat-saat tertentu, saya merenung, dari sisi selera pasar, apakah yang satu ini tak cukup marketable? ataukah segmentasinya terbatas? atau juga faktor harga? semuanya bisa menjadi jawaban.

Namun, di saat-saat lain pula, saya kembali merenung dengan sudut pandang berbeda, bukankah keberhasilan tak melulu soal selling dan royalti? Keberhasilan juga akan bermakna luas jika kita memandangnya dengan hati dan pikiran yang luas pula. Dan tidakkah saya seharusnya mensyukuri sisi yang lain, bahwa untuk novel A, B dan D yang prosesnya cukup singkat, selling dan respon pembaca Alhamdulillah cukup memadai termasuk salah satunya mengalami cetak ulang? Boleh jadi.....yang satu itu adalah caraNya menguji tingkat kesyukuran saya, juga keinginan saya untuk belajar membaca hikmahNya.

Dan Alhamdulillah, kenyataan ini tak sampai membuat saya galau. Saya justru lebih merasa tertohok saat anak kedua saya bertanya dengan seriusnya : Ma,Eza sudah belajar dengan keras, sudah berdoa sungguh-sungguh, tetapi kenapa Eza tidak juga sepintar abang? Kenapa Eza tidak pernah juara kelas seperti abang, padahal....abang jarang belajar dan setiap kali berdoa pasti buru-buru?

- bersambung -

7 comments:

  1. yang penting usaha terus mba, jangan berhenti usaha. btw, nulisnya singkat... sambil momong anak ya? :D

    ReplyDelete
  2. udah jam 1 malem ini ngetiknya, hehe, ngantukkk :D

    ReplyDelete
  3. Persis seperti yang saya pikirkan. Ditunggu kelanjutannya.

    ReplyDelete
  4. keren banget tipsnya. blog yang seperti ini yang saya suka..selalu memberikan informasi yang bermanfaat untuk para pembaca..update trus sob by
    cara mendapatkan uang dari internet

    ReplyDelete
  5. Setiap kali membaca tulisanya Mbak Elyta pasti sambil senyum2 sendir, kenapa ? Karena begitu banyak pelajaran yang di petik dari tulisan2 nya. Kalo sudah gini, kalo mau beli novel ke penulis yang tulisanya begitu menginspiratif seperti Mbak Elyta :-)

    ReplyDelete
  6. Setiap kali membaca tulisanya Mbak Elyta pasti sambil senyum2 sendir, kenapa ? Karena begitu banyak pelajaran yang di petik dari tulisan2 nya. Kalo sudah gini, kalo mau beli novel ke penulis yang tulisanya begitu menginspiratif seperti Mbak Elyta :-)

    ReplyDelete
  7. Setiap kali membaca tulisanya Mbak Elyta pasti sambil senyum2 sendir, kenapa ? Karena begitu banyak pelajaran yang di petik dari tulisan2 nya. Kalo sudah gini, kalo mau beli novel ke penulis yang tulisanya begitu menginspiratif seperti Mbak Elyta :-)

    ReplyDelete