Riawani Elyta: Meraih penghasilan dari rumah dengan menulis

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Wednesday, 7 October 2015

Meraih penghasilan dari rumah dengan menulis






 Suatu hari di grup WA, seorang teman pernah bertanya : ada nggak pekerjaan yang bisa dilakukan dari rumah tetapi bisa menghasilkan uang?
Jawabannya : ada. Dan jenisnya juga bisa bermacam-macam. Tergantung hobi dan kemampuan. Tekad dan kemauan. Ada tidaknya waktu dan kesempatan.   

Di sini, saya akan memberi contoh beberapa jenis pekerjaan yang dapat dijalankan dari rumah dan semuanya meng-induk pada aktivitas menulis. Jadi, contoh-contoh pekerjaan ini memang lebih pas ditujukan buat teman-teman yang hobi menulis. Aktivitas menulis termasuk pekerjaan yang fleksibel, bisa dilakukan tanpa meninggalkan rumah dengan ditunjang sarana berupa listrik, komputer / laptop, internet dan buku-buku referensi.


Meskipun di luar yang saya bagikan ini, masih banyak jenis pekerjaan menulis lainnya yang juga berpotensi menghasilkan (uang), saya lebih suka membahas aktivitas menulis yang memang sudah pernah dan sedang saya lakoni. Jadinya saya juga nggak sembarang kasih contoh tanpa bukti. Apa saja jenisnya? Ini dia :


  1.  Penerjemah

Teman punya kemampuan bahasa asing yang baik khususnya bahasa Inggris? Kemampuan ini bisa digunakan untuk menerima jasa penerjemahan tulisan. Saat ini banyak perusahaan atau instansi atau individu yang membutuhkan jasa penerjemah, mulai dari terjemahan buku, narasi, profil, brosur, pamflet, dan lain-lain. Jika merasa kurang pede, kita bisa mengajak partner untuk bekerja secara tim.

Kita bisa mempromosikan jasa ini melalui blog, atau dengan membagikan kartu nama, atau bisa juga secara sederhana melalui lisan pada orang-orang yang kita kenal. Untuk lebih efektifnya lagi, kita juga bisa memberikan contoh naskah yang telah diterjemahkan kepada calon pemakai jasa.

Mengenai biayanya, tergantung dari jenis naskah yang diterjemahkan, tingkat kesulitan dan juga kegunaannya. Pada umumnya, biaya penerjemahan dihitung per jumlah halaman. Dan tentunya ini bisa dinegosiasikan dengan si pemesan. Jangan lupa membuat kesepakatan tenggat waktu dan penuhilah tenggat tersebut untuk meraih kepercayaan konsumen.


2.      Penulis web konten

Media online saat ini berkembang sangat pesat sehingga memunculkan peluang meraih penghasilan sebagai seorang penulis web konten. Ada banyak situs online yang membuka penawaran secara terbuka, dan kita tinggal mengajukan lamaran sesuai persyaratan yang ditentukan. Tetapi ada juga yang cukup melalui jaringan dan relasi.

Pada umumnya, penulisan web konten meliputi artikel-artikel ringan seputar gaya hidup, kesehatan, kecantikan, finansial dan lain-lain sesuai segmen medianya. Kapasitas per artikel juga tidak terlalu panjang, rata-rata sekitar 300 - 600 kata. Jadi, peluang untuk menjadi penulis web konten ini relatif lebih mudah.

Tetapi, ada hal penting yang harus kita perhatikan saat mempertimbangkan tawaran sebagai penulis web konten. Karena saat ini, tak sedikit juga media online yang memberikan persyaratan cukup “keras”. Misalnya saja, harus mampu menulis minimal sepuluh artikel per hari. Nah, kira-kira, waktu dan kemampuan kita mendukung nggak ya untuk menulis sebanyak ini? Jangan sampai, hanya demi memenuhi persyaratan, semua artikel tinggal copy-paste-pindah posisi-ubah redaksi. Bagi kita yang punya idealisme dalam menulis, saya yakin pasti ada rasa bersalah kalau menulis dengan model seperti ini.

Jadi, lebih baik kita pilih yang tidak membebani diri dan imbalannya juga cukup memadai. Karena bagaimanapun, menulis adalah pekerjaan yang harus dan sangat layak untuk dihargai.

3.      Membuka kursus menulis online

Buat teman-teman yang selain hobi menulis juga senang menularkan ilmunya,  membuka kursus online bisa dijadikan alternatif. Tetapi sangat dianjurkan teman juga sudah mempunyai portofolio yang memadai. Misalnya saja kita mau buka kursus online menulis cerpen koran, maka paling tidak kita sudah memiliki belasan atau puluhan cerpen yang pernah dimuat di koran nasional. Karena soal ajar-mengajar ini juga butuh tingkat kepercayaan yang tinggi bukan?


4.      Menulis untuk media cetak

Media cetak seperti koran dan majalah membuka peluang untuk bermacam-macam jenis tulisan, seperti puisi, cerpen, essai, resensi, catatan ringan hingga komedi. Ini bisa kita jadikan sarana mempublikasikan tulisan sesuai minat dan segmen media yang dituju. Range honornya juga bervariasi, mulai dari Rp.150.000 - > 1 juta.

Nah, mengingat ada ratusan bahkan ribuan orang yang mengirimkan karyanya ke media sementara hanya sedikit saja yang lolos, tentu saja kita harus banyak berlatih dan sering membaca media yang hendak dituju agar kenal dengan selera dan segmentasi termasuk visi misinya. Bergabung dengan komunitas menulis untuk media sangat dianjurkan, karena sesama anggota komunitas dapat saling menyemangati dan memberi info terbaru seputar pemuatan karya di media.


5.      Menulis buku

Mungkin, dibandingkan keempat jenis pekerjaan di atas, menulis buku terkesan yang paling berat. Karena kita harus menghasilkan tak kurang dari seratusan halaman dan harus berjuang pula menembus dinding penerbit. Namun yang terlihat berat ini sebenarnya bisa disiasati agar menjadi lebih mudah.

Contohnya saja, jika kita ingin menulis buku non fiksi, kita bisa merintisnya dengan mempublikasikan artikel-artikel ringan di blog di bawah tema yang sama, dan setelah jumlahnya banyak, kita bisa mengumpulkannya hingga mencukupi syarat untuk halaman sebuah buku. Non fiksi tidak hanya sebatas buku “serius” yang menyajikan tulisan bab per bab yang terstruktur lho, tetapi juga dapat berupa personal literature yang berisi pengalaman pribadi penulis, baik itu yang bernuansa inspiratif, humor ataupun rangkuman pengalaman travelling.

Kita tentu sudah familier dengan nama Raditya Dika. Sebelum menjadi seleb writer seperti sekarang, Raditya juga mengawali karir menulisnya dengan mempublikasikan cerita-cerita lucunya di blog lalu dibukukan serta diterbitkan di bawah genre personal literature.

Buat teman yang ingin menulis fiksi atau novel, ini bisa disiasati dengan menyiapkan pondasinya terlebih dulu, mulai dari menemukan ide, menyusun premis dan sinopsis, menentukan karakter, setting, dan lain-lain. Adanya pondasi ini akan memudahkan kita dalam proses menulis novel sampai selesai. Jika masih bingung bagaimana membuat pondasi novel yang baik dan lengkap, teman-teman bisa mendapatkan bimbingannya melalui kelas privat menulis novel online Smart Writer. Cukup dengan mengikuti paket kelas standard selama lebih kurang 1 – 2 bulan, teman-teman akan mendapatkan modul lengkap persiapan menulis novel, didampingi oleh dua orang mentor dan masih dapet bonus dua eksemplar novel. 

Untuk info lebih lengkapnya teman-teman boleh berkunjung ke blog Smart Writer. Jika ingin mendapatkan update tips-tips menulis dan info terbaru seputar dunia kepenulisan, teman-teman tinggal menuliskan alamat email di kolom follow by email pada blog Smart Writer tersebut.

Meskipun dikerjakan dari rumah, untuk meraih penghasilan yang maksimal tentunya dibutuhkan fokus dan upaya yang maksimal juga bukan? Apalagi jika kita seorang ibu rumah tangga yang juga harus memberikan prioritas pada urusan keluarga dan rumah tangga. Nah, agar kita bisa bekerja dengan fokus tanpa terganggu aktivitas di dunia maya, ingin mencari sumber ide dan referensi atau sekadar refreshing melalui film-film yang baru rilis, ingin tetap mencukupi kebutuhan minum air putih agar tubuh tetap fit (maklum, kadang keasyikan nulis bikin kita lupa minum), dan lain-lain, teman-teman bisa meng-install aplikasi-aplikasi yang sangat membantu kita agar bisa maksimal bekerja dari rumah, silahkan cek link-link install-nya di sini ya. 

Demikian beberapa jenis pekerjaan menulis yang dapat saya contohkan pada artikel kali ini. Semoga bermanfaat.

Tanjungpinang, 7 Oktober 2015

Riawani Elyta
Penulis novel dan non fiksi.
Kontributor konten web Sayap Sakinah.
Mentor Kelas Menulis Smart Writer.

20 comments:

  1. bekerja dari rumah tidak semudah yg dibayangkan ya mba, karena rebutan perhatian sama anak suami dan kerjaan rumah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepakaaat. apalagi enggak ada ART. makin sulit membagi waktu hahahah

      Delete
    2. Bener mbak Kania, harus nyiapin waktu khusus yang bebas gangguan dan fokus di push pd waktu yg terbatas itu. Makasih ya udah mampir :)

      Salut juga sama Naqiyyah ni biar nggak punya art tetep produktif :)

      Delete
  2. bekerja dari rumah perlu konsisten juga ya dan ini yang saya belum punya msh santai dan banyak leyeh-leyehnya padahal kemauan punya buku besar hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Tapi santai juga gpp koq asal konsisten biar dikit2 lama2 jadi buku juga hehe.
      Makasih udah berkunjung :)

      Delete
  3. Tantangan bekerja dari rumah ini kalo menurutku adalah harus mampu "nge-push" diri sendiri buat konsisten kerja, mbak. Soalnya kan bos sekaligus anak buahnya kan diri sendiri :D

    Salut sama mbak Elyta yang produktif terus! ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju banget intan. Harus jadi boss plus karyawan ini butuh motivasi yg luar biasa.
      Salut juga buat intan yang gigih ikut lomba dan kuiz ...insya Allah hasilnya juga datang dgn gigih yaa ;)

      Delete
  4. sepertinya memang mudah ya mbak jika hanya membaca sepintas, dapat uang hanya cukup dirumah. saya sendiri belum bisa mengoptimalkan secara menyeluruh soalnya masih suka terbentur dunia nyata mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sekilas tampak mudah..tp pas dikerjakan ternyata sulit juga...butuh niat en perencanaan juga biar terwujud.
      Makasih ya udah mampir :)

      Delete
  5. nggg ide nulis non fiksi itu boleh ditiru, makasih mbk sudah menginspirasi :)

    ReplyDelete
  6. udah nyoba nulis mbak, tapi belum tembus penerbit. katanya cari fans dulu dari blogger. hahahah. jadinya nyoba blogging. menurut mbak gimana itu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nurut saya keduanya harus seiring sejalan :) bloggingnya aktif nulis juga rajin spy tulisannya makin bagus. Jadi ketika udah layak nembus penerbit , pembaca blognya juga udh banyak :)

      Delete
  7. Alhamdulillah ya mbak, kita bisa bekerja dari rumah...bersyukur banget..

    ReplyDelete
  8. Wah keren mbak... tapi buat kerja di rumah harus punya komitmen juga... hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener...komitmen juga penting :)

      Delete
  9. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  10. Kalau Blogger masuk kategori penulis web konten berarti, Mak?
    Salut lihat Mak Riawani, buku-bukunya udah banyak, masih juga sempat posting blog hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau yang diisi blog sendiri kayanya enggak deh. Penulis web konten itu yang nulis di web or media online dan dia dapet honor dari situ.
      Disempet2in aja nih mak. Hehe. Makasih ya udah mampir :)

      Delete