Riawani Elyta: Apa Makna Buku Yang Dicetak Ulang?

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Sunday, 14 August 2016

Apa Makna Buku Yang Dicetak Ulang?

Novel The Secret of Room 403


“Editor saya bilang, novel saya sudah dicetak ulang. Tapi, saya belum pede mau publish, karena tiras cetaknya nggak begitu besar.”

“Wah, selamat mbak. Tidak penting jumlahnya besar atau kecil. Namanya cetak ulang, berarti bukunya banyak yang baca ‘kan?”

Inilah sepenggal obrolan via WA antara saya dan Shabrina WS tempo hari. Shabrina benar, buat seorang penulis, tidaklah penting berapa persisnya jumlah buku yang dicetak ulang, tetapi, ketika sebuah buku dicetak ulang, setidaknya, itu sudah mengisyaratkan tingkat serapan pasar dan respon konsumen yang cukup baik.

Dan, tentu saja, di saat pasar novel saat ini (kabarnya) sedang lesu, ditambah maraknya novel-novel yang dipublikasi via wattpad dan webtoon yang dapat diakses dengan gratis, kabar cetak ulangnya novel The Secret of Room 403 ini terasa membahagiakan.

Dari sisi penerbit sendiri, cetak ulang bisa mengindikasikan beberapa hal : tingkat serapan pasar, tingkat permintaan, upaya memastikan stok tetap tersedia dalam jumlah cukup, dan sebagainya. Jadi, tidak semua cetak ulang selalu terhubung dengan buku yang telah habis terjual.

Apapun alasannya, tetap saja, buat seorang penulis, buku yang dicetak ulang, entah besar atau kecil tirasnya, membawa arti dan kebahagiaan tersendiri. Setidaknya, ini bisa jadi penyuntik optimisme bahwa dunia buku belum lagi pudar. Masih banyak orang yang terus membutuhkan dan menanti buku cetak, tak tergantikan oleh e-book dan buku online yang dipublikasi gratis melalui berbagai situs.

Baru-baru ini juga, seorang teman penulis pictbook anak mengabari tentang angka royaltinya yang mencapai puluhan juta rupiah. Hmm, tentu saja, kabar seperti ini menjadi angin segar buat para penulis buku agar tetap bertahan, dan terus kreatif menghasilkan buku yang bagus (serta dicari / dibutuhkan banyak orang).

Terlepas dari soal angka-angka, buat saya pribadi, menulis buku sudah menjadi semacam candu, terutama buku fiksi / novel. Meskipun saat ini aktivitas menulis saya sudah terpecah-pecah menjadi banyak cabang, dan meski tingkat pasaran untuk novel dewasa lumayan segmented, tetap saja, saya selalu rindu dan berusaha untuk tetap menulis novel.

Ya. Di tengah kesibukan yang terus meningkat, juga godaan-godaan pekerjaan yang proses dan hasilnya lebih instan dari dunia blogging, saya selalu butuh motivasi dan penguat untuk terus menulis buku. Jujur saja, menulis buku, terutama buku fiksi / novel, lebih dari sekadar menuangkan kata-kata, tetapi harus dibekali dengan riset yang mendalam, juga separuh diri dan emosi saya ikut terlibat didalamnya. Dan ini semua adalah sebuah proses yang cukup melelahkan. Jadi, saya pun tak letih memelihara harapan, bahwa para pembaca yang mengapresiasi titik peluh dan lelah-letihnya para penulis buku serta menghargai karya literasi, akan terus ada dan bertambah.

Terima kasih saya ucapkan untuk kalian semua yang sudah berkenan membeli, membaca dan meresensi novel The Secret Room of 403. Izinkan saya untuk mengunggah beberapa testimoni yang kalian kirimkan lewat media sosial, whatssap dan email berikut ini :





Buat yang belum memiliki atau membacanya, mudah-mudahan, secuplik kabar ini cukuplah untuk meyakinkan kalian bahwa tak ada ruginya untuk turut memiliki dan membaca novel ini, hehe.





13 comments:

  1. Wah keren lho baru terbit udah cetak ulang. Buat kita, ini hal langka yah hehe.. Alhamdulillah masih ada yg mau baca buku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah.....surprise dan bersyukur banget rasanya di jaman ini ngalamin cetak ulang :D

      Delete
  2. selamat ya mbak...semoga terus menginspirasi... :)

    ReplyDelete
  3. Selamat, Kakak! ^_^
    Namanya cetak ulang berarti memang banyak yang suka.

    ReplyDelete
  4. Selamat mbak bukunya cetak ulang. Terus semangat menulis dan berkarya :D

    ReplyDelete
  5. pengin punya novelnya mbak...

    oya kalo saya lebih suka baca buku, bukan ebook atau di watpadd

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mbak....mata sy gak kuat baca ebook

      Delete
  6. baru liat covernya aku lgs tertarik mw beli deh mbak... bikin pengen tau banget soalnya :).. tebakan pertama td, ini horor genre, tp kyknya bukan yaa :D.. makanya jd penasaran mau baca

    ReplyDelete
    Replies
    1. History thriller..ada travellingnya juga...semoga nanti berkesempatan baca yaa

      Delete
  7. Apapun itu, mendengar kata cetak ulang saya yang belum terlalu paham dengan dunia penulis pun ikut senang.

    Membacalah maka moodmu akan balik hahahaha, pepatah abal-abal ala saya nih mba. Kalo stuck, slalu cari bacaan atau nggak nonton film :)

    ReplyDelete