Riawani Elyta: Jejak Langkahku di 2015 : Tahun terkabulnya doa dan perenungan

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Sunday, 3 January 2016

Jejak Langkahku di 2015 : Tahun terkabulnya doa dan perenungan

Sedikit terlambat menulis ini. Di saat teman-teman yang lain telah mengisi blognya dengan resolusi 2016. But, it’s better to be late than never. Karena pada tahun-tahun sebelumnya, saya memang tidak pernah mendokumentasikan perjalanan dan pencapaian saya pada tahun yang telah terlewati.

Saya pikir, untuk apa saya melakukannya? Memangnya, siapa yang butuh informasi tentang pencapaian saya dalam setahun?

Tetapi, saat saya berpikir ulang, sepertinya itu bukan sesuatu yang merugikan. Apalagi, seiring perputaran waktu, saya semakin lupa pada peristiwa yang telah tertinggal jauh. Bahkan saat ada yang bertanya : berapa buku yang sudah kamu tulis dan terbitkan? Terkadang saya harus membuka kembali list nya yang saya simpan di blog ini (baca : profilku).

Jadi, di permulaan tahun ini saya akan menulis hal-hal yang sudah saya alami dan saya capai di tahun lalu. Tentu, catatan ini nggak akan mencakup semuanya. Setelah sebelumnya saya menulis beberapa target yang gagal di tahun lalu (baca : change this year failure into-a-next-year-achievement), kali ini saya ingin menuliskan beberapa pencapaian dalam bidang yang saya cintai - menulis.

Saya menyebut tahun 2015 sebagai tahun terkabulnya doa-doa. Karena banyak doa dan harapan saya tentang aktivitas menulis yang dikabulkan Allah swt. Berikut diantaranya :

Pertama, menjadi penanggung jawab (Pj) antologi.
Sekitar awal tahun lalu, saya melempar survey di grup menulis di mana saya menjadi adminnya, yaitu Be A Writer (BAW) Community. Saya ingin tahu hal-hal apa yang bisa memicu semangat dan motivasi mereka untuk menulis. Waktu itu, jawaban terbanyak mereka adalah minta diadakan audisi antologi.

Berbekal jawaban ini, saya memberanikan diri mengajukan proposal kepada penerbit. Tujuan saya ketika itu, tak lain untuk menyemangati dan memotivasi teman-teman di grup yang rata-rata memang penulis pemula. Dan saya berharap, niat ini diridhoi Allah.
Alhamdulillah, gayung bersambut. Tak lama setelah itu, penerbit Indiva memberi proyek antologi bertema jomblo. Tetapi dateline-nya ......alamak! Hanya 2 minggu!

Kepalang udah ngajuin, saya lalu lemparkan ke grup dengan dateline 10 hari, dan mereka ternyata menyanggupi! Maka, kerja keras pun dimulai. Dalam sepuluh hari, saya juga menulis naskah saya untuk antologi itu. Tiga hari sisanya untuk memilih naskah yang layak, dan hari terakhir untuk menyunting. Tak ayal, mata saya sempet bengkak karena kecapekan.

Alhamdulillah, kerja keras ini berbuah manis. Antologi Jomblo Prinsip Atau Nasib terbit satu bulan kemudian, dan di luar dugaan, dua minggu beredar udah cetak ulang!



Beberapa bulan kemudian, Indiva kembali kasih proyek antologi. Kali ini disiapkan untuk menyambut Ramadhan. Alhamdulillah, proses penulisan-seleksi-sunting sampai dikirim ke penerbit hingga terbit pas di bulan Ramadhan, semuanya berjalan lancar.



Buat saya, menjadi Pj antologi adalah sesuatu yang bermanfaat untuk melatih tanggung jawab dan disiplin. Apalagi, di masa sekarang kerjaan sebagai Pj sudah nggak diminati teman-teman penulis. Karena memang bukan hal mudah untuk menyeleksi puluhan naskah, menyuntingnya, hingga mengoordinir teman-teman yang terpilih sebagai kontributor.

Alhamdulillah, doa saya agar semangat teman-teman BAW kembali bangkit, dikabulkan Allah dengan lahirnya kedua antologi ini.

Kedua, membuka kelas menulis novel online
Keinginan membuka kelas menulis sebenarnya udah muncul sejak tahun 2014, dan udah saya diskusikan bersama teman yang juga penulis novel, Leyla Hana. Tapi awalnya niat ini sempat maju mundur. Alasan terbesar karena kami merasa nggak pede. Emangnya siapa sih Riawani Elyta dan Leyla Hana? Udah sekaliber mana sampe berani buka kelas novel?



Tetapi, keraguan dan kalimat pesimis itu kami tepis jauh-jauh. Selama tiga bulan kami mempersiapkan modul dan sistematika untuk kelas ini. Dan saat  gelombang pertama dibuka, Alhamdulillah responnya sangat menggembirakan. Bahkan di luar dugaan kami, sampai hari ini kelas ini sudah membuka tiga gelombang dengan total peserta mencapai 25 orang.

Insya Allah, tahun ini gelombang keempat akan segera dibuka ditambah dengan kelas menulis non fiksi.

Ketiga, menjadi kontributor media online
Di pertengahan tahun, sempat terbetik keinginan saya untuk lebih banyak menulis sesuatu yang banyak manfaatnya. Terpikir oleh saya untuk menulis non fiksi. Walaupun ketika itu saya juga tengah menulis buku non fiksi, tetapi, proses penulisan sebuah buku hingga terbit bukanlah waktu yang sebentar.

Alhamdulillah, Allah kembali mengabulkan doa saya. Di timeline facebook, saya membaca lowongan untuk menjadi kontributor Ummi-online. Saya mencoba melamar, dan diterima! Dan saat mulai aktif menulis artikel, dalam hati saya inginkan bahwa tulisan-tulisan saya untuk Ummi, saya niatkan untuk menjadi amal jariah.

Dan sama sekali di luar dugaan saya, dalam kurun waktu 3 bulan, saya telah menulis 118 artikel untuk Ummi online. Andai semua artikel ini dibuat untuk job review, sekarang saya udah jadi jutawan kali yak, hehe. Tetapi, saya merasa bahagia, karena niat saya dikabulkan Allah, dan mungkin karena niat yang memang untuk amal, Allah jugalah yang telah menguatkan saya untuk menghasilkan tulisan sejumlah itu. Dan Alhamdulillah, pada bulan Juni saya mendapat reward sebagai best contributor of the month, yaitu penghargaan yang diberikan kepada kontributor dengan jumlah artikel terbanyak setiap bulan.



Pada bulan Oktober, saya mulai menulis untuk web Sayap Sakinah. Mungkin ada yang bertanya, kenapa saya kok berpindah ke media online yang skala jangkauannya lebih kecil? Karena Sayap Sakinah ini, sesungguhnya adalah web yang lahir dari keinginan dan diskusi saya bersama Afifah Afra. Jadi, saat buku duet kami Sayap Sakinah terbit, kami punya keinginan untuk memiliki portal online yang menyajikan informasi-informasi seputar dunia muslimah. Maka, web Sayap Sakinah pun diluncurkan. Kapan persisnya saya juga lupa. Awalnya ditangani oleh satu orang admin. Tetapi, karena dalam perjalanannya sedikit stagnan, sayapun menawarkan diri untuk menjadi kontributor tetap di web ini. Itung-itung sebagai bentuk tanggung jawab atas keinginan dan mimpi yang pernah kami canangkan. Selain saya dan Afifah Afra, Alhamdulillah, belakangan, adik saya turut serta menjadi kontributor Sayap Sakinah.

Ini juga menjadi kebahagiaan tersendiri buat saya, karena adik saya termotivasi untuk menulis, dan sudah menghasilkan beberapa artikel di web tersebut di tengah kesibukannya sebagai ibu rumah tangga dan menjalankan bisnis rumahan.

Insya Allah, ke depan kami berencana ingin menulis buku bersama. Mudah-mudahan niat ini nantinya akan dikabulkan dan diridhoi Allah. Amin.

Keempat, buku duet saya terbit.
Setelah melewati proses panjang dan berliku, terutama untuk novel Rahasia Pelangi yang harus melewati masa 3 tahun (baca : behind the scene Rahasia Pelangi) akhirnya, Allah memperkenankan buku duet saya terbit. Pertama adalah buku Sayap-sayap Mawaddah bersama Afifah Afra, yang merupakan sekuel Sayap-sayap Sakinah, disusul novel Rahasia Pelangi bersama Shabrina WS.



Buat saya, Afifah Afra dan Shabrina WS lebih dari sekadar teman berduet dalam menulis, tetapi mereka berdua adalah sahabat yang sangat berarti buat saya. Shabrina dengan kelembutannya dan kalimat-kalimatnya yang selalu menyejukkan, serta Afifah Afra yang tegas, cerdas, dan kadang agak ngeboss adalah dua sisi yang membuat diri saya merasa tergenapi.
Semoga, persahabatan ini akan terus langgeng dan kami tetap terus menerbitkan buku-buku duet selanjutnya.

Kelima, menang lomba blog
Untuk yang ini, sebenarnya saya malu nulisnya, karena pencapaian saya di tahun ini baru seuprit, setelah puluhan kali ikut lomba blog lalu kalah. Hehe. Yang pertama adalah saat menang 8share, dan satunya lagi saat jadi salah satu pemenang Sistalisius. Hadiahnya juga masih ucil-ucil, belum yang dalam bentuk duit jut-jut atau gadget seperti teman-teman yang lain, bahkan untuk lomba 8share, sampai hari ini saya belum terima hadiahnya, ups!

Tetapi, ada satu hikmah yang saya peroleh dari kemenangan di 8share, artikel saya dijadiin specials sehingga viewernya sampe ribuan dalam sehari, (baca : Belum Sebulan Bergabung dengan 8share, celengan saya nambah Rp.600 ribu ) dan yang nggak kalah penting, saya jadi termotivasi untuk menabung sesuai tanggal serta menabung khusus uang Rp.20 ribu. 

Ini adalah viral dari FB-nya Amalia Putri dan Vindry serta menjadi specials 8share yang paling banyak mendapat unique visits dari yang saya bagiin. Alhamdulillah, udah dua bulan ini saya konsisten menabung dan nggak sedikit teman-teman yang juga terinspirasi untuk melakukan hal serupa. Mudah-mudahan konsistensi ini bisa terus saya pertahankan bersama teman-teman yang melakukannya.

Nah, inilah beberapa pencapaian saya di tahun 2015 yang nggak bakal terealisasi tanpa izin dan ridho dari Allah. Untuk tahun 2016 ini, seperti juga tahun-tahun yang lewat, saya nggak pernah menuliskan resolusi saya, karena saya type orang yang spontan. Saya cenderung melakukan sesuatu berdasarkan dorongan terkuat yang saya alami seiring waktu yang berjalan. Bukan sesuatu yang memang udah saya rencanakan sejak awal.

Tetapi, saya kepingin tahun ini bisa lebih aktif menulis buku, membaca dan meresensinya. Tiga aktivitas yang sangat saya cintai. Meskipun era blog monetize sedang berada di puncaknya, saya belum berencana untuk fokus di bidang ini. Saya masih kepingin jadi blogger lepas. Lagi pingin curhat, ya curhat, lagi pingin ikut lomba atau GA, ya ikut. Lagi males ngisi blog, ya nggak diisi. Hehe.

Sebaliknya, meskipun dunia perbukuan lagi redup, saya tetap ingin konsisten di bidang ini. Saya ingin mendedikasikan diri dan pemikiran saya untuk membuat dunia perbukuan kembali bergairah, meski dalam kontribusi sekecil apapun itu.

Setiap kali saya melihat buku-buku saya yang berderet di lemari, mereka seperti ngomong ke saya, saat dunia perbukuan lagi di atas angin, kamu bela-belain siang malam nulis buku, tapi saat lagi suram, masa’ sih kamu udah nggak setia? hehe. Untung deh omongan itu hanya muncul dalam khayalan saya, andai buku-buku itu bisa ngomong beneran, pasti udah merinding saya.

Untuk kalian yang udah mampir di post ini, mohon Amin-kan juga ya doa dan harapan saya untuk tahun 2016 ini, saya doakan, mudah-mudahan harapan dan resolusi kalian juga akan diridhoi Allah untuk menjadi kenyataan.

(bersambung)

30 comments:

  1. Aamiin. Smoga smua tercapai ya Mbak :) Ayo mbak nulis resensi lagi, aku kangen baca resensimu :D

    ReplyDelete
  2. Aamiin. Semoga terwujud doa dan harapannya :-)

    ReplyDelete
  3. Betul, mbaaaa... Fokus di buku dan resensi aja deh, biar sainganku dikit xixi...enggak kok, tapi memang sebaiknya kita melakukan sesuatu yg kita cintai. Mbak Lyta passionnya memang di buku dan resensi karena cetar-cetar. Kalo aku justru merasakan banyak peruntungan di blog, makanya lebih banyak ngblog. Mba Lyta udah jadi penulis langganan di dua penerbit, udah siplah. Sedangkan aku, apalah ahahah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. leyla emang hokinya di blog, perasaan tiap bulan menang mulu hahaha. Nulis buku juga udah dari jaman lawas hehe

      Delete
  4. Hahahaa... ngakak baca komennya Mak Leyla Hana.

    Ish keren nih mba Irawati, prestasinya segudang euy

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak, nggak mungkin nyaingin mbak Leyla di sirkuit blogging hahaha, dia udah di lap 1 gue masih di lap 30 :D

      Delete
  5. Masya Allah cetar. Menurutku Mbk Lyta udah keren selalu fokus dengan amanah. Kini sesuai dg kata hati mbk, semoga berkah di tahun selanjutnya, amin.

    ReplyDelete
  6. Wah, keren! Semoga tahun ini semakin cetar ya, Mbak. Aamiin.

    ReplyDelete
  7. aamiin..semoga makin sukses ya di jagat raya kepenulisan tanah air mba...klu sy lg down banget nulis cerpen...apalagi mulai belajar nulis novel..sepertinya masih suka di blog yg kadang masih naik turun juga...yg penting tetap nulis sambil nyebarkan semangat menulis kepada generani di tanah kelahiran bapak sastra indonesia..kononlah gitu...tapi generasi di sini sepertinya malas nulis ya..lho kok jadi curhat ga jelas :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Ana, biarpun sedikit kontribusi kite2 ni mudah2an lama2 ada manfaatnya juga ya buat generasi kota kite ni hehe. Amiiin makasih Ana :)

      Delete
  8. Aamiin smg tercapai Mba resolusinya. Keren nih pencapaiannya.
    Saya jg pengen bgt kayak Mba Ria, terjun di tulis menulis. kudu belajar terus, nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuk kita tetep semangat terus yukk :D

      Delete
  9. Semoga resolusi tahun 2016 nya tercapai ya mba, aamiin :)

    ReplyDelete
  10. jejak 2015 sudah baik tuh mba

    ReplyDelete
  11. Kak Lyta... prestasinya sudah banyak ya, luar biasa! saya jadi ikut termotivasi, semoga di 2016, semakin cetar membahana badai :). Amin...

    ReplyDelete
  12. ah keren lah mbak Lyta, sering denger nama mbak dari novelis lainnya, sukses selalu untuk mbak ya

    ReplyDelete
  13. aamiin ... semoga tercapai resolusi nya mbak

    saya bantu ikut doain

    ReplyDelete