Riawani Elyta: Change this year failure into a-next-year-achievement

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Thursday, 31 December 2015

Change this year failure into a-next-year-achievement


gambar dari www.pixabay.com
Tahun 2015 udah mau pamitan. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, beranda sosial media saya mulai penuh dengan link blog teman-teman penulis yang berisi catatan pencapaian mereka selama 2015 juga resolusi 2016.


Jujur aja, untuk tahun ini, saya pingin banget menulis hal serupa, karena tahun-tahun sebelumnya memang tidak pernah. Paling-paling hanya sekadar nyetatus di facebook atau twitter, lalu jejak status itupun berlalu dengan cepatnya. Saya jadi nggak punya catatan khusus yang mendokumentasikan perjalanan hidup dan pencapaian saya selama setahun. Padahal, catatan itu penting banget, bukan? Sebagai bahan evaluasi kita untuk melangkah lebih baik lagi?

Jadi, supaya tahun ini jangan sampai kelewat lagi, dan kebetulan ada even giveaway Tinta Perak, saya mau terlebih dulu memulai kaleidoskop saya dengan menuliskan target atau keinginan yang gagal saya penuhi di tahun 2015 ini.

Ya. Saya memang tidak menggunakan istilah resolusi. Karena saat saya flashback artikel blog saya setahun lalu, ternyata saya memang tidak mencatat resolusi saya secara khusus. 'cause I really understand who I am. Meskipun sudah bikin rencana ini-itu untuk direalisasikan, tetapi kalau di tengah jalan muncul hal baru yang lebih menarik dan menantang, ya udah, rencana ditunda  dulu, dan saya pun memilih berbelok untuk mencoba hal yang menantang tersebut. Apalagi, jika peluang itu belum tentu muncul di tahun-tahun yang akan datang.

Tetapi, meski tidak menulis resolusi secara khusus, bukan berarti saya nggak punya annualy target atau target tahunan lho. Nah, untuk tahun 2015 ini, ada beberapa target terkait upaya peningkatan kesehatan jasmani dan rohani, yang belum berhasil saya penuhi. Ya. Buat saya, menjaga kesehatan jasmani dan rohani itu sangat penting. Juga harus seiring sejalan. Jika jasmani kita sehat, insya Allah kita juga bisa lebih mudah merealisasikan rencana-rencana baik jangka pendek maupun jangka panjang. Punya rencana ingin jadi traveller sepuluh tahun lagi, tapi sekarang baru naik kendaraan sebentar udah teler, gimana kondisi sepuluh tahun yang akan datang? Ya nggak?

Begitu juga kesehatan rohani. Rohani yang sehat akan membangun mental yang kokoh sehingga kita pun nggak gampang down atau putus asa saat dihadapkan dengan rintangan dan kegagalan. Rohani yang sehat akan selalu mendekatkan kita kepada Allah. Dan rohani yang sehat, juga nggak gampang terserang penyakit-penyakit hati : iri, dengki, sombong, egois, dan sebagainya.

Pingin tahu target apa aja yang gagal saya penuhi? Saya ceritakan satu-satu ya.

Pertama, kesehatan jasmani. Sejak awal tahun, saya sudah memasang target untuk berolahraga secara rutin agar tubuh saya nggak gampang sakit dan lebih bugar. Asli, saya ngiri dengan tante saya. Meski usianya sudah di atas 70, beliau masih kuat mengerjakan semua pekerjaan rumah, mulai dari mencuci, menyetrika, memasak hingga beres-beres rumah. 

Sedangkan saya, di usia yang baru kepala tiga ini, udah gampang flu dan masuk angin. Dan karena saya bekerja di kantor, otomatis lebih banyak waktu saya habiskan dengan duduk di belakang meja. Kalau jarang olahraga, apa jadinya kesehatan otot dan tulang belulang saya sekian tahun ke depan? Jangan-jangan udah selembek ubur-ubur.

Target saya juga sebenarnya nggak muluk-muluk. Kebetulan, saya punya alat olahraga style glider di rumah. Ini nih alatnya :

gambar dari www.olx.co.id
Jadi, saya menargetkan bisa rutin berolahraga dengan alat ini selama minimal 30 menit, tiga kali seminggu. Pada bulan-bulan pertama, Alhamdulillah rutinitas ini masih terjaga. Tetapi, saat menjelang bulan puasa hingga sekarang, duh, asli keteteran. Jangankan mau olahraga tiga kali seminggu, mau dilakuin dua minggu sekali juga rasanya udah beraaat.

Kok bisa gitu?
Penyebab utamanya, karena saya terbiasa tidur larut malam. Rata-rata saya baru bisa tidur di atas pukul sebelas malam setiap hari. Maka pagi harinya, usai sholat shubuh, badan rasanya lemes mau dibawa olahraga. Mau olahraga sepulang kantor, badan juga udah capeeek banget. Ketimbang olahraga, lebih baik istirahat. Itupun jarang-jarang banget bisa istirahat dengan baik. Karena anak bungsu saya udah minta diajak main.

Tetapi untuk tahun depan, saya nggak boleh kompromis lagi untuk urusan olahraga. Soalnya punggung saya sekarang gampang pegal karena banyak duduk. Juga gampang capek karena otot-otot tubuh kurang terlatih sehingga peredaran darah pun jadi kurang lancar.

Jadi untuk solusinya, mulai tahun depan saya berencana untuk menata ulang jam tidur saya. Sekurang-kurangnya tiga kali seminggu saya harus “memaksa” diri untuk bisa tidur lebih cepat dan bangun lebih pagi agar tubuh juga siap untuk diajak berolahraga. Saya juga berencana untuk memberi hadiah atau reward untuk diri saya setiap bulan jika saya mampu menjalankan rutinitas berolahraga selama sebulan penuh. Apa bentuk hadiahnya? Saya belum tahu. Lihat nanti, tergantung mood, keinginan dan kondisi budget waktu itu, hehe.

Kedua, kesehatan rohani. Untuk yang ini, sebenarnya saya rada malu buat cerita. Tapi demi tercapainya target ini tahun depan, malu nggak malu, saya harus cantumkan di sini supaya  lebih termotivasi. Ya. Saya sebenarnya punya target untuk rutin menunaikan sholat tahajud. Diantara banyak jenis ibadah sunnah, sholat tahajud ini tergolong yang paling sulit saya kerjakan. Penyebabnya juga masih erat hubungannya dengan kebiasaan saya yang sering tidur larut malam. Meskipun saya sudah pasang alarm untuk bangun dini hari, kerap kali alarmnya doank yang bunyi, sayanya tetep molor sampe shubuh. Walhasil, hanya di bulan Ramadhan aja saya bisa rutin sholat tahajud, selebihnya? Hiks. Menyedihkan.

Jadi, mulai tahun depan, saya memasang target untuk bisa beribadah tahajud secara rutin. Mungkin nggak akan langsung bisa rutin setiap malam, paling enggak 1-2 kali seminggu dulu. Biar sedikit tetapi konsisten. Baru setelah itu ditingkatkan pelan-pelan.  Dan untuk mencapainya, selain menata ulang jam tidur, saya juga harus lebih menguatkan niat dan komitmen untuk melakukannya.

Untuk target yang ini saya nggak merencanakan reward apa-apa untuk diri saya, karena efek yang saya rasakan pada hati dan jiwa saya setiap kali usai menunaikan sholat tahajud, itu terasa jauh lebih membahagiakan dan menenteramkan ketimbang reward dalam bentuk materil apapun.

Ya. Sholat tahajud adalah salah satu ibadah paling tokcer untuk meningkatkan kesehatan rohani kita, selain juga merupakan ibadah sunnah yang paling disukai Allah. Itu sebabnya, sholat tahajud sangat dianjurkan oleh Rasulullah dan punya banyak keutamaan dibandingkan ibadah sunnah lainnya.

Semakin bertambah usia, saya sadari bahwa keinginan saya akan pencapaian prestasi-prestasi dunia mulai berkurang. Sebaliknya, dorongan untuk meningkatkan prestasi ukhrawi justru kian menggedor-gedor dengan kencangnya. Seakan ada suara dalam hati saya yang terus mengingatkan bahwa sejatinya, tujuan utama hidup kita adalah untuk mengabdi kepada Allah dan mempersiapkan bekal sebaik mungkin untuk kehidupan di akhirat nanti.

Selain sholat tahajud, target lain yang gagal saya capai terkait kesehatan rohani ini adalah pada kuantitas buku yang saya baca dan resensi. Ya. Membaca buku juga bermanfaat untuk kesehatan rohani lho. Karena buku bisa memberi kita ilmu, wawasan, inspirasi, pencerahan sekaligus membangkitkan kontemplasi.

Di awal tahun, saya menargetkan membaca dan meresensi 50 buku. Dan target itu juga saya cantumkan di goodread. Ternyata oh ternyata, saya hanya mampu membaca dan meresensi 13 buku (aslinya 15, tetapi 2 judul nggak terdaftar di goodread). 

pencapaian 2015 saya untuk jumlah buku yang dibaca dan diresensi di goodread

Lumayan sedih rasanya. Karena pada tahun sebelumnya, adanya challenge berhasil mendorong saya menuntaskan 111 jumlah buku yang dibaca dan diresensi. Dan Alhamdulillah, saya dapet reward dari penerbit berupa Laptop, piagam dan paket buku.

reward Indiva reading and reviewing challenge 2014

Tapi tahun ini? Merosot jauh deh.
Kalau dikaji penyebabnya, selain karena nggak ada challenge untuk memotivasi, tahun ini saya juga lebih fokus ke aktivitas menulis, baik menulis artikel untuk media online dan blog pribadi, juga menulis buku. Nah, untuk tahun depan, saya ingin  lebih rajin membaca buku dan meresensi. Karena aktivitas membaca dan menulis itu seperti dua sisi mata uang. Bagaimana mau menghasilkan tulisan yang baik dan berbobot kalau jarang membaca, ya nggak?

Dan kenapa harus plus meresensi? Karena aktivitas meresensi akan mendorong kita untuk membaca dengan lebih saksama disertai proses pemahaman dan analisa, sehingga isi buku pun akan lebih lama nempel di kepala dan membekas di hati kita. Karena tahun ini pencapaian saya hanya 13 buku, untuk tahun depan saya nggak mau muluk-muluk, cukup 20 buku aja.

Nah, itu tadi target yang gagal saya penuhi tahun ini dan insya Allah ingin saya realisasikan di tahun yang akan datang. I wish to change this year failure into a-next-year achievement. Buat kalian yang mampir di tulisan ini, saya minta doanya supaya resolusi ini tercapai ya. Saya juga mendoakan tahun yang akan datang akan membawa kebaikan, keberkahan, kesuksesan dan kebahagiaan serta kesehatan jasmani dan rohani untuk kita semua. Amiin.

http://tintaperak.com/giveaway-tinta-perak/






13 comments:

  1. Waduh belum buat resolusi untuk tahun 2016. Eh iya aku lihat mbak sekarang (tahun ini) malah kurang banyak menerbitkan novel. Beda dgn tahun 2014 yang hampir tiap bulan ada terus lahiran novel.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Golden time novel udah turun drastis 2 tahunan ini. Seiring pasar buku yg lagi lesu

      Delete
  2. waktu awal tahun 2015 aku berkeinginan mau menerbitkan novel lagi krn tahun 2014 aku fokus haml, ternyata...lebih fokus baby. Hehehe..nikmati saja ya mba, Insallah 2016 pengen nulis novel lagi
    aamiin untuk semua pengharapan mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak tahun depan juga sy mau nulis novel lagi. Amiin. Makasih yaa

      Delete
  3. Kalo buku-buku yang ga ada di GR kan bisa dimasukkin secara manual mbak. Aku aja banyak juga baca buku yang ga terdaftar, alhasil aku masukkin manual sendiri :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Goodread suka lelet pas masukin data buku

      Delete
  4. rencana yang berhasil saya wujudkan di tahun 2015 ini adalah berhasil membeli ranjang & lemari yang lebih besar dari kepunyaan saya sebelumnya, yeay :D :D

    semoga target yang ditetapkan di tahun 2016 nanti bisa tercapai yah Mbak, amin..

    ReplyDelete
  5. ia, resolusi saya 2016 juga pengen hidup sehat dengan olahraga dan jaga makan, semangat ya mbaa...

    ReplyDelete
  6. Terimakasih sudah ikut GA mbak Riawani, tulisan yg menarik, semoga tahun ini resolusinya tercapai semua ya :-)

    ReplyDelete