“Kenapa
setelah 24 buku, baru sekarang menggelar launching di kota kelahiran sendiri?”
Pertanyaan
ini tercetus di sela-sela wawancara, dari seorang rekan penyiar RRI.
Sebelum
saya menuliskan jawaban atas pertanyaan itu, saya mau mengilasbalik
sejenak (maafkan jika sedikit panjang dan beraroma curhat) :