Riawani Elyta: Sambut Lebaran dengan Kembali ke Fitrah

New Romance Novel by Riawani Elyta

New Romance Novel by Riawani Elyta
Love Catcher
Tuesday, 4 June 2019

Sambut Lebaran dengan Kembali ke Fitrah


Hari Lebaran merupakan hari yang dinanti setelah berpuasa selama satu bulan lamanya. Ada kesedihan meninggalkan Ramadhan dan harap untuk bertemu bulan mulia penuh keutamaan tersebut tahun depan. Ada kegembiraan manakala Ramadhan menjadikan kita hamba yang lebih baik dalam memaknai kehidupan.

Lebaran tidaklah identik dengan berfoya – foya, barang – barang baru, ajang pamer pencapaian pribadi saat bersilaturahmi dan balas dendam dengan makan dan minum sepuasnya. Lebaran yang hakiki adalah manakala kita mampu mengendalikan diri dengan baik, tetap melaksanakan kebaikan dan amal ibadah yang biasa kita lakukan di bulan suci Ramadhan dan menjadi muslim yang lebih baik lagi.


Puasa Ramadhan merupakan ajang latihan yang sangat tepat untuk membiasakan kita melakukan berbagai hal sesuai dengan tuntunan Islam yang mulia. Pola hidup teratur dan disiplin, menahan diri dari berbagai hal yang dilarang Allah, tidak berlebih – lebihan dan memperbanyak amal shalih menjadi keutamaan yang ada di bulan suci ini. Diharapkan dengan kebiasaan – kebiasaan baik yang terbangun selama bulan Ramadan, maka di luar bulan suci Ramadan pun, kita tetap mampu mengendalikan hawa nafsu terhadap kehidupan dunia yang fana ini.

Selain itu, dengan melaksanakan puasa dengan benar dan baik, maka kita akan memperoleh manfaat yang luar biasa bagi fisik kita untuk menjalani hari – hari pada bulan – bulan selanjutnya. Kesehatan yang lebih prima, tubuh yang lebih bugar, otak yang lebih meningkat konsentrasinya, kulit yang lebih berseri dan kesehatan mental dan jiwa yang lebih meningkat.


Agar suasana Ramadhan yang indah ini terus terjaga, kita sangat dianjurkan untuk berpuasa selama enam hari di bulan Syawal dan melaksanakan puasa sunnah setiap Senin dan Kamis setiap minggunya dan puasa Ayyamul Bidh tiga hari setiap bulannya. 

Introspeksilah diri, jika kita justru merasa tertekan manakala harus menjalankan ibadah puasa dan bergembira dengan berakhirnya puasa. Sebaliknya, justru kita seyogyanya merasa sedih manakala bulan mulia ini dengan cepat berlalu. Orang – orang salaf terdahulu bahkan senantiasa berdoa agar mereka mampu dipertemukan lagi dengan bulan Ramadhan di sepanjang sebelas bulan di luar bulan Ramadhan.

Maka, jadilah diri yang semakin baik, kembali ke fitrah sebagai hamba di hari lebaran, sesuai namanya, Hari Raya Idul Fitri. Dalam surat Ar Rum ayat 30, Allah menjelaskan tentang fitrah,
“Maka, hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Ituah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya”. 

Fitrah manusia secara umum diartikan sebagai penciptaan manusia yang diberikan dua potensi, yakni potensi untuk berbuat baik dan berbuat buruk. Maka sebaik – baiknya jalan adalah dengan terus berbuat baik. Oleh karena itu, kembali ke fitrah manusia di saat lebaran adalah ketika manusia kembali ke jalan Allah yang lurus. Agar kelak bisa menghadap Allah dengan penuh kebahagiaan. Dan mendapat ganjaran terbaik dari Allah berupa surga nan abadi.
 
sumber : kompasiana.com
Selamat menyambut Idul Fitri 1440 H. Taqabbalallahuminna waminkum, taqabbal ya kariim. Shiyamana wa shiyamakum.

Sumber :
mediamuslimah.com

No comments:

Post a Comment