Riawani Elyta: Mulut Segar, Puasa Nyaman, Ini Dia 5 Tipsnya

New Romance Novel by Riawani Elyta

New Romance Novel by Riawani Elyta
Love Catcher
Wednesday, 15 May 2019

Mulut Segar, Puasa Nyaman, Ini Dia 5 Tipsnya


Dalam pergaulan, bau mulut sering membuat orang yang mengalaminya menjadi tidak nyaman. Berdasarkan studi, sebagian besar masalah bau mulut atau halitosis disebabkan oleh adanya masalah pada gigi dan gusi, sementara masalah lainnya disebabkan oleh adanya penyakit di tubuh dan makanan atau minuman yang dikonsumsi, kurangnya kebersihan mulut, kebiasaan yang tidak baik misalnya merokok dan diet yang berlebihan.

Beberapa penyakit yang diketahui bisa menyebabkan bau mulut antara lain gangguan saluran pencernaan seperti infeksi bakteri penyebab sakit maag dan penyakit asam lambung, sinusitis, xerostomia yakni mulut kering karena gangguan produksi air liur akibat bakteri yang menumpuk di rongga mulut serta beberapa penyakit lain seperti diabetes, gangguan hati hingga infeksi saluran pernapasan. 

Selain itu, juga terdapat beberapa jenis makanan yang disinyalir bisa menyebabkan bau mulut diantaranya bawang putih, susu dan beberapa produk olahannya, telur, daging merah, rempah – rempah, makanan olahan, junk food, gorengan, kopi dan lain-lain. 

Ketika berpuasa selama lebih kurang 13 – 14 jam, produksi air liur di dalam mulut kita otomatis berkurang. Air liur adalah bagian dari sistem pencernaan yang membantu proses pemecahan makanan sehingga mudah meluncur ke dalam kerongkongan. Air liur juga merupakan agen antibakteri dan melawan bakteri yang ada di mulut. Jika air liur ini sedikit atau bahkan mengering, maka sel – sel mati dan bakteri akan menumpuk di lidah, gusi dan bagian dalam pipi. Sel – sel ini kemudian mulai membusuk dan mengeluarkan bau tak sedap. Segera setelah kita berbuka, barulah kelenjar ludah distimulasi dan mengeluarkan air liur sehingga bau tak sedap pun akan berkurang sedikit demi sedikit.

Agar mulut tetap segar dan nyaman untuk menjalankan aktifitas puasa seharian, berikut tips – tipsnya :

  1.  Kurangi makanan penyebab bau mulut ketika sahur

Pilihlah makanan yang tidak berkontribusi menyebabkan bau mulut ketika sahur. Usahakan mengonsumsi makanan sehat dengan porsi seimbang.

2.       Bersihkan mulut dengan cara yang benar

Membersihkan gigi dan lidah dengan baik merupakan salah satu cara untuk mengurangi bakteri di mulut. Sikatlah gigi dengan cara yang benar selama lebih kurang dua menit dengan sikat yang lembut. Setelah itu bersihkan lidah dan sela – sela gigi dengan benang gigi. Kamu juga bisa menggunakan obat kumur untuk membantu berbagai masalah mulut. Lakukan hal ini setelah makan malam dan setelah sahur.



Membersihkan mulut dengan benar akan membersihkan setiap bagian yang memiliki kemungkinan menjadi tempat terselipnya sisa makanan yang jika mengalami pembusukan akan menyebabkan bau mulut.

3.       Banyak minum air putih dan makanan yang memiliki kadar air tinggi saat berbuka dan sahur

Usahakan untuk minum air putih, buah dan sayur dengan kandungan air yang tinggi. Hal ini akan membantu mencukupi jumlah cairan dalam tubuh termasuk di dalam mulut.

4.       Atasi masalah gigi dan gusi

Jika kamu memiliki masalah dengan gigi dan gusimu misalnya plak pada gigi, gigi berlubang, mahkota gigi yang tinggal setengah dan lain sebagainya, kamu bisa mengunjungi dokter gigi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

5.       Konsumsi makanan pencegah bau mulut

Beberapa makanan seperti apel, prebiotik, teh hijau, peterseli, jeruk, lemon dan tomat bisa membantu mengurangi bau mulut tak sedap. Kamu bisa mengonsumsi makanan ini di saat malam harinya.


Baca : 5 Jenis Buah Ini Dapat Membantu Memutihkan Gigi
 
Jadi, jangan cemas dengan bau mulut yang timbul saat siang hari bulan puasa ya. Dengan mencoba tips-tips diatas, in sya Allah, kita bisa berpuasa dengan nyaman dan mulut yang segar bebas bau. Puasa khusyuk, hati pun tenang.

Referensi :
https://ilovelife.co.id
https://doktersehat.com
https://manfaat.co.id
https://www.alodokter.com
https://hellosehat.com
https://www.sahabatnestle.co.id

1 comment: