Riawani Elyta: Mama, Sosok Wanita Inspirasiku

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Saturday, 1 April 2017

Mama, Sosok Wanita Inspirasiku

Kali ini saya ingin bercerita tentang sesosok wanita yang menjadi inspirasi dalam hidup saya. Dia bukanlah sosok pahlawan wanita yang kisahnya banyak tertoreh didalam lembar-lembar sejarah. Bukan pula sosok wanita peraih penghargaan kelas nasional yang namanya kerap menghiasi berbagai media cetak. Namun dia....adalah wanita yang paling berperan dan berjasa dalam perjalanan hidup saya. Dia yang tak lain adalah mama (angkat) saya. Delapan tahun sudah mama kembali ke pangkuanNya, namun inspirasi yang dia tanamkan dalam hati dan memori saya, sampai hari ini tak pernah luntur sedikit pun.

Mama adalah seorang wanita karir. Namun apa yang mungkin tak banyak dilakukan orang, mama tak pernah melalaikan kewajibannya sebagai seorang ratu rumah tangga. Setiap pagi sebelum pergi bekerja, mama pasti menyempatkan diri untuk memasak. Siang harinya pas jam istirahat, mama juga pasti pulang ke rumah untuk menyiapkan makan siang. Kami memang tinggal di kota kecil, dan dari kantor mama ke rumah hanya butuh waktu sepuluh menit.

Mama selalu memastikan bahwa makanan yang tersedia di rumah memenuhi syarat empat sehat lima sempurna. Nasi, lauk-pauk, sayur, buah, dan juga susu. Untuk makanan cemilan di sore hari pun, mama lebih suka membuat sendiri ketimbang membeli. Mama juga tidak membiasakan kami untuk makan di luar ataupun memberi uang jajan berlebihan.

Dalam hal pendidikan, mama juga memberi saya inspirasi yang tak kurang hebatnya. Mama telah menanamkan pendidikan religius pada saya sejak dini. Sejak balita, saya sudah diwajibkan belajar mengaji, sholat dan berpuasa. Semakin besar, mama mulai memberi target pada saya untuk mengkhatamkan Al-Quran setiap bulan Ramadhan. Dan pendidikan sejak dini ini, ternyata memberi efek sangat mendalam setelah saya tumbuh remaja dan dewasa. Saya selalu merasa gelisah kalau belum sholat, tak peduli meski orang-orang di sekitar saya tidak satu pun mengerjakan shalat. Sampai hari ini, Alhamdulillah saya terus termotivasi untuk mengkhatamkan Al-Quran setiap kali bulan Ramadhan tiba.

Hal lain yang mama tanamkan adalah bagaimana membentuk mental positif. Salah satunya melalui kompetisi. Ya. Mama kerap mengikutsertakan saya pada perlombaan-perlombaan tingkat anak-anak. Perlahan saya sadari, inilah cara mama mendidik saya untuk mengerti arti perjuangan, keberanian, memiliki mental seorang juara yang siap menghadapi kekecewaan jika kalah dan tak lantas tinggi hati saat menang. 

Satu hal tentang kompetisi ini yang juga saya kagumi darinya, mama selalu  mengikutsertakan saya dalam lomba-lomba yang bertujuan untuk syiar Islam dan mengasah kemampuan intelektual seperti lomba mengaji, pidato dan cerdas cermat, dan bukannya lomba-lomba yang mengandalkan kelebihan fisik semata seperti modelling atau lomba busana.

Mental positif inipun mama tanamkan melalui didikan akan sifat kedisiplinan sejak kecil. Dimulai dari jadwal bangun tidur dan kembali tidur malam yang harus selalu tepat waktu, harus tidur siang, harus selalu minum susu dan belajar, juga harus menyiapkan sendiri keperluan sekolah sejak saya masuk Sekolah Dasar. 

Uniknya, mama tidak pernah menemani atau mengawasi saya belajar, atau pun mengingatkan saya sudah membuat PR atau belum. Tetapi setiap kali pembagian rapor, mama pasti sangat teliti melihat perkembangan nilai-nilai saya. Jika menurun, mama akan bertanya kenapa. Dari sini saya belajar pentingnya arti tanggung jawab. Sayalah yang harus bertanggung jawab dengan nilai-nilai pelajaran saya sendiri. Jika saya mau nilai bagus, maka saya harus belajar tekun. Jika menurun, maka saya harus berani mengemukakan alasan yang tepat dan berkomitmen untuk memperbaikinya.

Mama jugalah sosok yang mengajarkan saya akan arti ketabahan dan ketegaran. 13 tahun lamanya, kami hidup bersama abang angkat saya yang menderita gangguan jiwa. Dan selama itu pula, banyak cobaan dan ujian harus kami hadapi (kisah selengkapnya di sini). Namun mama tak pernah mengeluh. Tak pernah putus asa mengupayakan pengobatan untuk abang angkat saya meski harta benda kami terus terkikis hingga tahun demi tahun kami lewati dalam kondisi serba prihatin.
Di mata saya, meski mama bukanlah sosok seorang pahlawan atau seorang wanita yang populer di masyarakat, mama-lah sumber inspirasi terbesar buat saya. Mama-lah sosok yang telah menumbuhkan karakter-karakter positif pada saya sejak kecil. Mama-lah yang menyadarkan saya bahwa seorang wanita karir tetaplah harus mengutamakan keluarga, harus menanamkan pendidikan agama kepada anak-anaknya sejak dini, dan harus mendidik anak-anaknya dengan karakter yang positif.

Pelajaran-pelajaran ini pula yang berusaha saya tanamkan pada anak-anak saya sekarang. Meskipun dalam prakteknya, saya belum bisa melakukan sebaik mama, namun saya tak ingin menyerah. Saya bertekad agar inspirasi yang sudah mama tanamkan akan terus hidup dan terpelihara dengan saya melakukan hal yang sama pada anak-anak saya. Tentu saja dengan menyesuaikan pola asuhnya dengan kondisi sekarang yang jauh lebih kompleks.

Demikianlah sekilas kisah saya tentang mama, sosok wanita inspiratif yang telah memberikan banyak sekali pelajaran berharga buat saya dan perjalanan hidup saya. Dan apa yang membuat semua tentang mama menjadi begitu luar biasa di mata saya, karena mama ....ikhlas dan gigih melakukan semua itu hingga akhir hayatnya meski saya bukanlah anak yang terlahir dari rahimnya.
http://www.ruangbacadantulis.com/2017/03/zia-giveaway-2017.html
banner dari sini





22 comments:

  1. Super Kak. mama emang sosok yang sangat mengerti kita, saya sebagai anak laki - laki walau bandal bandal sikit selalui di ingatin hal hal yang baik

    ReplyDelete
  2. Kl sy manggilnya mamak. Mrk memang luar biasa....

    ReplyDelete
  3. Inspiratif banget nih, ternyata di balik kesuksekan kak Ria ada sosok mama yang luar biasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trims Asad. Sy belum bisa sehebat mama

      Delete
  4. Ibuk selalu jadi sosok istimewaaa 😊
    Rela berkorban, ketulusan hati dan juga tanggung jawab beliau sangat menginspirasi. Salam kenaal mbak ria 😊 semoga dapet giveawaynya yaa mbaak. . Aamiin..

    ReplyDelete
  5. Seorang ibu sampai kapanpun memang akan selalu menjadisosok yang spesial di hidup kita ya Mba :)

    ReplyDelete
  6. mama yang luar biasa. beruntung sekali ya menjadi anaknya :)

    ReplyDelete
  7. Mamanya super kak, bisa menumbuhkan kedisiplinan dan menjadikan kakak sosok wanita karir yang tetap taat sama agama.

    ReplyDelete
  8. Ibu kita memang luar biasa..... Rasanya semakin sayang ketika sudah ditinggalkan dia untuk selamanya....

    ReplyDelete
  9. My mom is the best. Walau sekarang hanya bisa mengirim doa untuk beliau. semoga tenang di alam sana. Aamiin.

    ReplyDelete
  10. Mama yang luar biasa melahirkan anak-anak yang hebat, sangat menginspirasi kak. Salam buat mamanya ya, semoga selalu sehat dan bahagia :D

    ReplyDelete
  11. Mak saya yg sy ingat selalu memasak makanan yg rasanya enak tuk kami...Meski hidup pas Pasan. ..Mak sy ingin anaknya makan yg bagus ..Dia tak perhitungan tuk selera anak....Eh kok ikutan curcol

    ReplyDelete
  12. Mama yang luar biasa kak.. Pasti kak Ria udah menganggap beliau seperti mama kandung sendiri ya..

    ReplyDelete
  13. Nggak salah kalau ada yang bilang masa depannsuatu negera dilihat dari perempuannya... Karena perempuan yang menanamkan nilai nilai kabikan sejak dini kepada anak

    ReplyDelete
  14. Ibu adalah orang yang banyak berjasa dalam hidup anak mu, tak dapat dibayar ataupun digantikan segala bentuk pengorbanannya.

    ReplyDelete
  15. i lope you pull mamaku sayang yang baik hati, rela bangun pagi buatin sarapan di saat yang lain masih tidur mamak udha bangun bongkar2 bongkar dapur

    ReplyDelete
  16. Inspirasi anak ialah ibunya, karena ibulah yang mengerti tentang anaknya, dan rela bekorban untuk anak-anaknya. Menarik ceritanya mbak. Semoga abang angkatnya yang mengalami gangguan jiwa, bisa sembuh dari sakitnya.

    ReplyDelete