Riawani Elyta: 5 Bekal Penting agar Sukses Bekerja di Rumah

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Saturday, 8 October 2016

5 Bekal Penting agar Sukses Bekerja di Rumah

Bekerja di Rumah
Pada artikel sebelumnya, kita sudah berbincang tentang alasan mengapa wanita lebih memilih untuk bekerja di rumah. Pada tulisan kali ini pula, saya akan mengajak teman-teman mengenali bekal apa saja yang harus dipersiapkan sebelum mulai bekerja di rumah.

Kita langsung saja ya. Berikut daftar bekal yang harus anda persiapkan saat telah memutuskan untuk bekerja di rumah :

      1.       Manajemen ruang dan waktu
a.       Manajemen ruang 
Sekecil apapun pekerjaan yang akan anda rintis, sebaiknya, lakukan perencanaan manajemen ruang sejak awal. Milikilah ruang kerja khusus yang terpisah dari ruang keluarga. Sesuaikan luas ruang kerja ini dengan kebutuhan bakal pekerjaan anda. Jika anda ingin membuka usaha menjahit misalnya, maka anda memerlukan ruang yang cukup untuk memuat properti usaha (mesin jahit, meja panjang, lemari pajangan dan penyimpanan alat, peralatan pendukung, dan lain-lain), bahan pakaian baik dari pelanggan maupun untuk ketersediaan stok, manekuin atau etalase jika anda juga ingin sekaligus menjual busana jadi, serta ruang gerak yang cukup untuk melayani pelanggan dan melakukan pekerjaan menjahit itu sendiri. Jika anda berencana menggunakan asisten, pikirkan juga kapasitas yang cukup untuk ruang gerak dan properti yang digunakan oleh asisten anda.
  
Memiliki ruang kerja yang nyaman dan tepat fungsi akan meningkatkan semangat serta motivasi anda untuk menghasilkan yang terbaik meskipun pekerjaan itu dilakukan di rumah.

b.      Manajemen waktu 
Pada umumnya waktu untuk bekerja di rumah bersifat fleksibel, tetapi ada baiknya anda mempersiapkan manajemen waktu kerja yang terpisah dengan waktu untuk keluarga dan waktu untuk diri sendiri. Pemisahan waktu ini sangat membantu anda fokus dalam bekerja, meningkatkan citra di mata pelanggan dan meminimalisir tekanan. 

Bayangkan jika anda tetap menerima pelanggan di saat anda tengah menikmati makan siang, ataupun melayani calon konsumen seraya menenangkan si kecil di gendongan yang sudah waktunya tidur siang, konsentrasi anda pasti akan buyar bukan? Selain itu, pelanggan juga merasa tidak nyaman dengan pelayanan yang anda berikan dan menganggap anda hanya melayani mereka dengan separuh hati.

      2.       Kesehatan fisik dan mental
Saat anda memutuskan untuk bekerja di rumah, anda harus siap untuk melakukan lebih banyak : berpikir lebih banyak, beraktivitas lebih banyak, berinteraksi dan berkomunikasi dengan lebih banyak orang, dan seterusnya. Selain itu, anda juga harus siap dengan berbagai kemungkinan termasuk resiko dan konsekuensi terburuk sekalipun.

Perubahan ini tentu saja memerlukan stamina fisik dan psikis yang prima. Fisik dan mental yang sehat akan membantu meningkatkan kinerja otak untuk memikirkan ide-ide kreatif dan memecahkan persoalan, menghadapi klien dengan beragam tingkah polahnya, dan mengambil keputusan yang tepat di saat krusial.

Oleh karena itu, mulai sekarang, milikilah pola hidup yang lebih teratur, perbanyak konsumsi makanan dan minuman sehat, serta jaga keseimbangan pikiran dan hati agar kesehatan fisik dan psikis selalu prima.

      3.       Maksimalkan pengetahuan dan penggunaan teknologi
Di masa kini, teknologi memegang peran vital dalam berbagai sendi kehidupan termasuk dalam bidang usaha dan bisnis. Interaksi bisnis yang dilakukan dengan cara konvensional sudah kian menurun, karena selain kurang efektif juga memakan lebih banyak biaya. Untuk apa susah payah melakukan promosi door-to-door jika mempromosikan lewat sosial media lebih mampu menjangkau banyak calon pelanggan? Untuk apa menyewa ruko mahal sebagai tempat usaha jika transaksi cukup dilakukan secara online?

Oleh sebab itu, terus tingkatkan pengetahuan anda dalam hal penggunaan teknologi dan maksimalkan peran fungsinya. Pelajari jenis-jenis aplikasi yang bisa memudahkan pekerjaan anda, miliki beragam jenis kanal sosial media dan optimalkan penggunaannya untuk promosi dan pemasaran, serta terus tingkatkan keterampilan berkomunikasi dan berpromosi secara efektif dan menyenangkan.

      4.       Prospek relasi dan jaringan
Salah satu kunci keberhasilan dalam usaha adalah jaringan atau network. Semakin besar interaksi dan jaringan yang anda bangun, maka potensi untuk meningkatkan calon pelanggan dan memperkenalkan usaha anda juga kian bertambah. Maka, sebelum memulai usaha, buatlah catatan tentang pertemuan-pertemuan yang akan anda hadiri setiap minggu atau setiap bulan, khususnya pertemuan yang dihadiri orang-orang yang prospektif untuk jenis usaha anda. Pelajari juga cara-cara yang tepat dalam memperkenalkan produk dan menggaet calon konsumen serta kemungkinan eksplorasinya agar usaha anda cepat berkembang.

      5.       Modal
Sekecil apapun usaha yang akan anda rintis di rumah, tetap saja membutuhkan modal. Setidak-tidaknya, untuk membuka usaha minim modal seperti reseller online sekalipun, anda tetap memerlukan gadget, pulsa dan jaringan internet yang memadai. Semakin besar usaha, semakin besar pula modal yang anda butuhkan.

Lakukan pencatatan dan kalkulasi secara cermat di awal perencanaan tentang biaya-biaya yang harus anda keluarkan untuk bakal usaha anda. Tetapkan target yang ingin anda capai dalam jangka waktu tertentu dan rencana alternatif jika target anda belum berhasil. Perhitungan ini akan membantu anda dalam menentukan besar modal yang anda butuhkan dan sumber-sumber mana yang akan anda gunakan untuk mendapatkan modal yang cukup.


Demikianlah lima bekal yang harus anda persiapkan sebelum mulai bekerja di rumah. Anda tentu saja bisa menambahkan daftar diatas dengan bekal-bekal lain yang anda anggap perlu. Semakin banyak bekal anda persiapkan, insya Allah anda akan semakin siap untuk mulai bekerja secara profesional dari rumah. Pada artikel lanjutan nanti, insya Allah kita akan berdiskusi tentang pekerjaan apa saja yang bisa dilakukan  dari rumah. So....keep stay tune ya :)

23 comments:

  1. paling berat manajemen waktu mba rasanya planning sll gagal klo dirumah hehehe urusan anak, domestik pasti ada saja itulah saya mesti memperbaiki diri lagi.
    ditunggu lagi mba postingan selanjutnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener...urusan domestik itu nggak bisa kita atur2 waktunya ya, kapan anak tiba2 rewel, sakit, dll

      Delete
  2. yang palin sulit itu manajemen waktu, kalau di rumah maunya santai saja apalagi lihat kasur maunya gogoleran saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha iya....ada magnet dari kasur en dapur

      Delete
  3. Pas banget mba, hehehe secara saya milih kerja di rumah. hehehe makasih sharingnya. :)

    ReplyDelete
  4. Hayuklah semangat... (nyemangatin diri sendiri)😃

    ReplyDelete
  5. ah modal nih yang belum ada...hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisnis yang minim modal aja dulu mbak hehe

      Delete
  6. Bener banger nih mba, management waktunya susah banget sama istiqomah fokus biar hasilnya aduhaiii... Thanks sharinggnya mbaa

    ReplyDelete
  7. Bener banger nih mba, management waktunya susah banget sama istiqomah fokus biar hasilnya aduhaiii... Thanks sharinggnya mbaa

    ReplyDelete
  8. Daku udah kerja dari rumah & malah susah bagi waktu karena sambil momong anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sih kalo anak masih usia balita dan SD

      Delete
  9. harus disiplin malahan ya, lebih disiplin dari pada kerja di kantor sebenarnya ya, godaan besar di rumah :)

    ReplyDelete
  10. Manajemen waktu itu yang emang sulit Mbak, plus konsistensi kali yak :)

    ReplyDelete
  11. meskipun kerja di rumahan tetap harus profesional

    ReplyDelete
  12. Pengen juga sih kerja d rumah, santai, tp urusan networking itu lho yg menurut aku paling berat, he he

    ReplyDelete
  13. betul banget semuanya mba. makanya kalo anak sekolah saya cepet2 nulis hihi

    ReplyDelete
  14. dr semuanya, managemen waktu yg paling waw apalagi memanage mood yang kadang baik kdang nggk,hiks

    ReplyDelete