Riawani Elyta: Empat Alasan Mengapa Wanita Lebih Memilih Bekerja di Rumah

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Wednesday, 5 October 2016

Empat Alasan Mengapa Wanita Lebih Memilih Bekerja di Rumah

Bekerja di Rumah
[LIFESTYLE] Bekerja dari rumah, saat ini telah menjadi pilihan banyak kaum wanita. Tentu saja, bukan tanpa alasan mengapa wanita lebih memilih untuk bekerja di rumah. Berikut diantaranya :
      1.      Situasi psikis
Menurut Brilyantini dalam bukunya Sukses Bekerja Dari Rumah, setidaknya ada dua jenis situasi psikis yang kerap dialami wanita dalam hubungannya dengan pekerjaan, yaitu :

a.    Bagi wanita karir, situasi yang dialami antara lain : sudah bosan dengan pekerjaan di kantor, merasa tidak nyaman dengan suasana kerja, dan muncul perasaan bersalah saat harus terus menerus meninggalkan anak-anak
b.      Bagi seorang ibu rumah tangga, situasi yang dialami pada umumnya adalah jenuh dengan rutinitas. Apalagi jika anak-anak mulai besar sehingga punya lebih banyak waktu senggang.

       2.      Kondisi finansial
Kebutuhan rumah tangga dan harga barang yang terus meningkat namun tidak dibarengi dengan peningkatan penghasilan, mendorong banyak ibu rumah tangga untuk ikut mencari penghasilan tambahan. Dan tentu saja, pilihan paling “aman” untuk bekerja tanpa mengabaikan anak-anak, adalah dengan bekerja di rumah.

      3.      Kebutuhan eksistensi
Kebutuhan eksistensi erat kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Menurut teori hierarchy of needs yang dikemukakan oleh Abraham Maslow, tingkatan kebutuhan dasar manusia terbagi atas lima : kebutuhan fisik, keamanan, love belonging, esteem, dan self actualization. 

Ketika kebutuhan dasar sudah terpenuhi, maka akan muncul kebutuhan kedua, begitu seterusnya hingga sampai pada kebutuhan tertinggi yaitu aktualisasi diri. Dan untuk aktualisasi ini, erat hubungannya dengan reputasi, personal branding, rasa gengsi dan pemenuhan materi. (sumber : www.tabloidnova.com). Maka, salah satu cara untuk menggapai kebutuhan ini, adalah dengan bekerja. Baik berupa pekerjaan formal maupun non formal yang bisa dilakukan dari rumah.

4.      Aturan agama 
Didalam Islam, wanita tidak dianjurkan untuk bekerja. Tugas untuk menafkahi keluarga terletak di bahu suami. Para ulama memiliki pandangan berbeda dalam hal ini. Terdapat segolongan yang mengharamkan wanita untuk bekerja di luar rumah, sebagian membolehkan dalam keadaan darurat, dan sebagiannya lagi menyatakan mubah (boleh) selama ada ijin suami dan tidak menyalahi aturan agama. 
Bagi kaum wanita yang sependapat dengan golongan pertama dan punya keinginan untuk bekerja, maka pilihan satu-satunya tentu saja adalah dengan bekerja dari rumah.

Salah satu atau beberapa alasan diatas, boleh jadi menjadi alasan anda juga saat memutuskan untuk bekerja di rumah. Namun, sebelum mulai bekerja di rumah, sebaiknya siapkan dulu checklist jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut ini :
1.   Bagi anda yang sebelumnya bekerja, siapkan jawaban untuk daftar pertanyaan berikut : siapkah anda menerima konsekuensi saat keluar dari pekerjaan? siapkah anda menghadapi ritme kehidupan yang berbeda? Apakah anda memiliki ketersediaan dana yang cukup untuk menopang kehidupan selama merintis pekerjaan di rumah? Sudahkah anda merencanakan pekerjaan apa yang akan dilakoni di rumah dan melakukan sejumlah persiapan?

2.   Bagi anda yang sebelumnya seorang ibu rumah tangga murni atau belum pernah bekerja, berikut daftar pertanyaannya : sudahkah memiliki gambaran dan rencana tentang pekerjaan yang akan anda lakukan di rumah? Siapkah anda mengelola waktu agar pekerjaan tidak berantakan dan keluarga tetap terurus? Siapkah anda menjadi seorang profesional meskipun bekerja dari rumah? Sudahkah anda memiliki perencanaan pengelolaan finansial yang memisahkan antara dana pribadi dan dana untuk keperluan pekerjaan?


3.   Bagi keduanya, baik wanita karir maupun ibu rumah tangga, renungkan pula motivasi utama anda untuk bekerja di rumah. Apakah karena ingin tetap dekat dengan keluarga, ingin membantu perekonomian keluarga, ingin menyalurkan hobi, bakat dan potensi, ingin membunuh rasa bosan, atau demi memenuhi kebutuhan aktualisasi diri. Pengenalan akan motivasi utama ini sangat membantu dalam menentukan jenis pekerjaan yang akan dilakukan dan bagaimana pengelolaannya.

Bekerja dari rumah memang memiliki banyak keuntungan, hati dan pikiran menjadi lebih tenang, pengelolaan atas waktu dan manajemen pekerjaan sepenuhnya menjadi milik kita, atau dengan kata lain, kita menjadi “boss” atas pekerjaan kita sendiri, dan kita juga bisa memilih jenis pekerjaan yang sesuai dengan passion, minat dan bakat kita. 

Namun demikian, bukan berarti bekerja di rumah tak butuh perencanaan dan pengelolaan yang matang, agar aktivitas tersebut dapat berlangsung dalam jangka waktu panjang dan memberi hasil yang positif tanpa mengurangi perhatian kita terhadap keluarga.Insya Allah, pada obrolan akan datang kita akan membahas bekal apa saja yang harus dipersiapkan saat kita lebih memilih bekerja di rumah. So....stay tune ya :)


23 comments:

  1. Ditunggu selanjutnya mba, cita-cita saya pengen banget kerja di rumah berdaster ria sambil leyeh-leyeh, planning sesuka hati, menetapkan target sesuai kemampuan. Semoga bisa terealisasi aamiin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiiin.....aku masih 2 ways ini, pagi kerja pake seragam, malam kerja pake daster, hehe

      Delete
  2. Makin kece mbk artikelnya, memang kudu bekal dalam bekerja dari rumah
    Aku pun memilih karena ada hal yang jadi prioritas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyup, prioritas juga bisa bikin kita termotivasi untuk kerja dari rumah

      Delete
  3. enak kalo ngerjain dari rumah, mb. bisa pakai daster. hihi. yang penting tugas selesai tepat waktu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul banget.....bisa pake daster en gak perlu dandan2 hehe

      Delete
  4. Aku pun pengen resign, tapi belum siap, Mbak. Rencana kalau udah berkeluarga (eh malah curcol), baru resign.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama, aku juga pingin pensiun dini, tapi pinginnya dapet pesangon gede *maunya*

      Delete
  5. Aku udah kerja dari rumah sejak 1,5 tahun lalu, salah satu motivasinya jg buku mba brilyantini ini..

    ReplyDelete
  6. karena kerja di luar itu sesungguhnya gak mudah dan gak bebas waktunya. #tsurhat :)

    ReplyDelete
  7. Aku juga pengen Mbak punya bisnis sendiri di rumah. Tapi masih belum punya modal. Hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. mulai dari yang minim modal aja dulu, misalnya jadi reseller online

      Delete
  8. aku termasuk ambil yang mubah, selama suami mengijinkan

    enaknya sih kalo perempuan belajar bisnis online, itu sangat2 ngebantu perekonomian dan tetep bisa dikerjain dari rumah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener...bisa bantu ekonomi keluarga

      Delete
  9. kerja di rumah bagi perempuan emang pilihan paling ideal ya mbak, tapi lagi2 emang idealisme hrs paralel dan harmoni dgn realita.. sy lagi mencoba kerja di rumah nih^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, fleksibel kuncinya, tapi idealisme tetep gak boleh luntur

      Delete
  10. Belum pernah kerja kantoran jadi ga bisa bandingin. Hihihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 asyik sih sebenenrya, di kantor kita punya banyak temen...tapi kadang idealisme goyah oleh kepentingan, hehe. Di rumah lebih nyaman dan bisa disesuaikan dgn keinginan, tapi ya sepi karena kerja sendiri

      Delete
  11. anak lebih membutuhkan dampingan ortu

    ReplyDelete
  12. aq msh single kak tpudh dilema mw plih karir atw... hihi tp artikel ini bermanfaat banget, jd bahan pertimbangan

    ReplyDelete