Riawani Elyta: Campaign #1 Giveaway Novel Pre Wedding Rush

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Friday, 1 April 2016

Campaign #1 Giveaway Novel Pre Wedding Rush


Sinopsis :
Life goes on. Tapi terkadang ada kenangan-kenangan indah yang membuat seseorang enggan melangkah menuju masa depan. Itulah yang terjadi dengan Menina. Hubungannya dengan Lanang, sang mantan pacar, begitu membekas di hatinya, bahkan sampai ia dilamar oleh pria lain yang lebih mencintainya.

Ketidakmampuannya melupakan masa lalu membuat Menina secara impulsif memutuskan melakukan perjalanan terakhir bersama Lanang ke Yogyakarta. Siapa yang bisa meramalkan apa yangakan terjadi? Saat Menina dan Lanang berada di Yogyakarta, terjadilah gempa bumi 5,9 SR yang memakan banyak korban.

Menina menyaksikan begitu banyak hal yang membuatnya kembali berpikir tentang hubungannya bersama Lanang dan juga calon suaminya. Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka?

Judul               : Pre Wedding Rush
Penulis            : Okke Sepatumerah
Penerbit         : Stiletto Book
Tahun             : 2013
Tebal              : 204 hal

----------------------
Diantara tumpukan buku-buku Stiletto, saya memilih novel ini sebagai pembuka campaign. Simply karena penulisnya adalah mbak Okke Sepatumerah. Kebetulan, saat ini saya juga tengah membaca novel terbarunya, dan saya cukup kepincut sama gaya bertuturnya yang lancar, lugas serta enak dinikmati.

Jadi, kita mulai saja ya. Untuk tema, dari judul dan sinopsisnya, saya yakin kalian bisa nebak kalau ini adalah cerita tentang kegalauan perempuan yang mau married. It’s sound too common, right? Tetapi, percayalah, beda penulis, pasti beda rasanya.

Novel ini ditulis dengan pov 1 dari sudut pandang Menina. Alur cerita yang dibuka pada situasi tahun 2013, lalu ditarik mundur ke tahun 2006 dan terus bergerak maju pada rentang waktu tersebut. Cerita ditutup dengan kembali pada tahun 2013. Apa yang unik, bahwa novel ini memang diselesaikan mbak Okke pada tahun 2006, namun beliau melakukan rewrite pada tahun 2013.

Selain Menina dan Lanang, novel ini juga didukung beberapa tokoh lainnya seperti Dewo calon suami Menina, pasangan suami istri Sigit – Ayako, teman-teman Menina, dan lain-lain. Kehadiran para tokoh ini menggerakkan konflik cerita dengan smooth dalam pola yang tergolong umum : Diawali oleh perkenalan permasalahan – proses sang tokoh dalam menghadapi masalahnya – mengalami hal tak terduga yang mempengaruhi keputusan sang tokoh – kompromi dan pertimbangan – ending.

Hal-hal yang saya suka dari novel ini :
  1.  Gaya bertutur mbak Okke – as I’ve said before –bikin saya sulit melepaskan novel ini sampai lembar terakhir. Penulisan mbak Okke benar-benar mengalir, tidak bertele-tele namun juga tidak terburu-buru sehingga semua porsi terasa pas. Ya dialognya, deskripsinya, juga narasinya. Walhasil, target 5 hari untuk menyelesaikan novel ini dapat saya ringkas menjadi setengah hari saja. 
  2.  Penggambaran karakter tokoh-tokohnya yang kuat, membuat saya bisa dengan mudah mengenali watak Menina, Dewo dan Lanang begitupun bayangan akan penampilan fisik mereka. Saya juga berhasil dibuat sebel sama watak Lanang yang sama sekali not my cup of tea.  Semaunya, nggak terencana, nggak pedulian, baru berani bertanggung jawab saat kepepet, dan seterusnya. Tetapi – yeah – di luar sana, nyatanya nggak sedikit pria-pria dengan tipe seperti ini yang mampu mengacaukan hati wanita termasuk mengacaukan rumah tangga, ehh. 
  3. Situasi saat gempa di Yogyakarta dan peristiwa-peristiwa yang mengikutinya, dapat dideskripsikan dengan baik oleh mbak Okke. Tidak terlalu dramatis dan emosional, tetapi juga tidak lantas datar-datar saja. Sebagai pembaca, saya dapat merasakan bagaimana kacaunya situasi saat itu dan bagaimana dampak psikis yang dialami oleh para korbannya.
 Hal-hal yang saya kurang sreg :
1. Covernya yang terkesan sexy tetapi kurang matching sama isi cerita yang didominasi oleh kisah tentang perjalanan.
2. Adegan smoking yang nyaris mendominasi isi cerita. Emang sih, saya ngerti kalau para perokok berat itu, hampir nggak bisa lepas sama rokok saat melakukan sesuatu atau bahkan “sekadar” memikirkan sesuatu. Tetapi.....saya pikir, karena penulis punya hak penuh dalam menentukan jalan cerita, nggak salah jugalah kalo hal-hal yang seperti ini bisa diminimalisir. Kita nggak pernah tahu siapa yang bakal baca tulisan kita dan apa pengaruhnya pada yang baca, bukan?

-------------------------------------

Saatnya untuk giveaway!
Simak ketentuannya ya :
1. Follow media sosial Stiletto Book (Twitter @Stiletto_Book dan Instagram @Stiletto_Book) dan like fanpage FB Stiletto Book, serta media sosial Riawani Elyta (twitter @RiawaniElyta, Instagram @riawani_elyta, like fanpage FB Riawani Elyta).
2.    Bagi yang memiliki blog, silakan follow blog ini dan sematkan banner di bawah ini pada side bar blog  kalian lalu tautkan ke master post campaign di link ini :  http://www.riawanielyta.com/2016/03/campaign-dan-giveaway-akucintabuku.html
3.      Berikut pertanyaannya :
“Kalau mau menikah memang banyak sekali godaannya, Nduk. Namanya goro-goro.” (hal. 193).
Nah, menurut kamu, apa aja goro-goro yang bisa menimpa orang-orang yang mau menikah? Sehingga nggak sedikit yang kemudian memutuskan untuk menunda atau membatalkan pernikahan karena besarnya pengaruh goro-goro tersebut.
4.   Tulis jawabanmu di kolom komentar di bawah ini bersama : a) nama akun media sosial (FB dan / twitter), b) nama blogmu (bagi yang memiliki blog). c) alasanmu ingin memiliki novel ini.
5.  Bagikan info giveaway ini di media sosial, mention @RiawaniElyta dan @Stiletto_book dengan hestek #Campaign1 #AkuCintaBuku.
6.      Jawaban ditunggu selambatnya 5 April 2016 pukul 24.00 wib.

1 orang pemenang akan mendapatkan 1 eks novel Pre Wedding Rush (alamat kirim hanya ke wilayah di Indonesia). Bagi pemenang juga dianjurkan untuk menulis resensinya karena di akhir campaign nanti, akan dipilih 1 resensi terbaik dari resensi para pemenang.

Ditunggu jawaban kamu yaa :D




20 comments:

  1. sukses ya mba utk GA nya
    semoga kita semua bisa menghadap-Nya dalam keadaan khusnul khatimah, amin ^_^

    ReplyDelete
  2. Fb/ Twitter : Ratna Hana Matsura/ @ratnaShinju2chi
    Blog : http://tulisanelratnakazuhana.blogspot.co.id/


    apa aja goro-goro yang bisa menimpa orang-orang yang mau menikah?

    1/ Mendadak merasa tidak siap mental
    2/ Salah satu calon mempelai meninggal
    3/ Kembalinya sang mantan
    4/ Masalah ridha orangtua dan atau perselisihan keluarga dua belah pihak
    5/ Salah satu mempelai ketahuan memiliki selingkuhan
    6/ Menyadari pernikahan beda agam itu dilarang
    7/ Merasa takut mengalaimi kegagalan pernikahan akibat trauma masa lalu
    8/ Karena memang tidak suka dengan pernikahan yang sudah diatur akibat perjodohan. Awalnya manut, tapi di jalan menyadari pernikahan tanpa cinta pasti akan sulit terlaksana.

    Alasan kenapa ingin mendapatkan buku ini

    Setelah membaca reviewnya, novel ini sepertinya sangat menarik. Di mana penulis menceritakan setting waktu yang lebih cepat sebelum mengalaminya. Lalu tentang katanya gaya bahasanya yang asyik dan penokohan yang kuat. Jadi penasaran ingin incip-incip. Seberapa menarikkan novel ini?

    ReplyDelete
  3. fb: Amirotun Nafisah
    tweet: @namirotun1
    blog: remajasesuaikaidah.blogspot.co.id

    goro goro yang menimpa orang mau menikah?
    1. Belum bisa move on dari mantan kekasih, tidak bisa menyingkirkan sang mantan dari pikiran, sehingga untuk menikah dengan kekasih baru masih tidak sepenuh hati.

    2. karena keadaan ekonomi keluarga yang berbeda, padahal kedua mempelai saling cinta, tapi karena ekonomi keluarga yang berbeda yang satu kaya yang satu miskin, keluarga kaya merasa tidak pantas.

    3. tiba tiba sang calon kecelakaan yang menyebabkan lumpuh, cacat, atau sebagainya, sehingga harus melakukan perawatan.

    4. terlalu lama mengambil keputusan, sehingga salah satu dari mempelai bosan untuk menunggu, padahal dia sudah tidak sabar untuk menikah, dan batal, lalu menikah dengan yang lain.

    5. tiba-tiba mendapat penyakit yang tak terduga, atau baru mengetahui dirinya memiliki penyakit berbahaya yang menular saat melakukan hubungan, contohnya HIV/AIDS

    6. keduanya saling tidak mencintai, tapi dipaksa oleh keluarga.

    7. orang tua masih percaya akan mitos mitos, contohnya bila sang laki2 anak pertama dan sang perempuan anak ke3 ada anggapan bahwa orangtua dari laki2 atau perempuan akan meninggal.

    8. trauma akan pernikahan masa lalu

    9. orangtua mempelai ada yang meninggal tiba2

    10. tidak cukup biaya untuk menikah.

    11. belum siap untuk berumah tangga.

    12. adanya pihak ketiga yang menghancurkan, dan tidak terima atas pernikahan mereka.

    13. kepercayaan yang berbeda.


    alasan pingin punya novel tsb?

    seperti yang mbak riawani katakan "sulit melepaskan novel ini sampai lembar terakhir". Penulisan mbak Okke benar-benar mengalir, tidak bertele-tele namun juga tidak terburu-buru sehingga semua porsi terasa, penokohannya yag kuat, sampai sampai mbak riawani bisa membayangkan fisik mereka, sudah paham dengan watak masing masing tokoh, dekskripsi gempa di jogja yang baik sekali, kacau sekali katanya, wah sepertinya novelnya keren banget, bisa membuat pmbaca ikut merasakan, dan seperti melihat kejadian nyatanya, mungkin bila saya membacanya nanti bakal ga bisa lepasin juga dari novel tersebut, sepertinya penuh tanda tanya sekali, saya penasaran apasih hebatnya sih lanang itu, secantik apalah si menina itu, mengapa pula dewo mau denganya, apa dia tidak tersakiti kalau saat si lanang dan menina pergi barsama ke yogya. lagian si lanang itu kalau memang tidak terima dengan pernikahan menina dengan dewo, kenapa kalian memutuskan hubungan? ada apakah??

    ReplyDelete
  4. Facebook : PidaAlandrian (foto profil rambut cewek warna hijau)
    Twitter : @PidaAlandrian92
    Instagram : pidaalandrian
    URL Blog : http://collection-of-book.blogspot.co.id/

    Goro-goro yang bisa menimpa orang-orang yang mau menikah?
    Gugup > rasa gugup ini sangat mengganggu bagi pasangan yang ingin menikah. Karena rasa gugup inilah yang membuat pasangan berpikir hal-hal yang negatif baik itu tentang kelangsungan pernikahan ataupun pasangannya sendiri.

    Godaan pada calon pengantin laki-laki (misalnya) > Godaan ini yang sangat mengganggu menjelang pernikahan. Tiba-tiba timbul perasaan tidak nyaman terhadap pasangan kita, akan banyaknya perempuan yang seolah-olah menyukai atau jatuh cinta padanya.

    Hal negatif pasangan > Saat akan menikah, hubungan dgn pasangan akan semakin dekat. Saat itu terjadi kita akan melihat kekurangan pasangan. Jika kita tidak bisa menerima kekurangan pasangan dengan baik, maka pernikahan yang sudah di siapkan akan batal. Jadi, berusahalah untuk mencintainya apa adanya.

    Beda pendapat > ketika sedang mempersiapkan pernikahan, tiba-tiba orang tua kita menginginkan konsep pernikahan yang sederahan saja, tapi pasangan yg ingin menikah maunya yang mewah, karena bagi mereka pernikahan keduanya ini merupakan sekali seumur hidup. Atau sebaliknya, yang cowoknya mau konsep pernikahan sederhana, tapi yg cewek mau yg mewah, hal ini bs menyebabkan pernikahannya di tunda atau juga bisa berakibat di batalkan.

    Godaan masa lalu.
    Godaan mantan pacar dari pasangan.
    Saling berkomunikasi satu sama lain > hal ini sangat penting menjelang pernikahan.

    Alasan ingin memiliki novel ini :

    Aku suka covernya 
    Alur cerita yang di gambarkan melalui review di atas sangat membuat saya penasaran akan jalan cerita keseluruhannya. Apalagi di sinopsisnya, ada tentang Gempa yang terjadi di Yogyakarta ketika Menina dan Lanang melakukan perjalanan ke sana.
    Membuat saya sangat bertanya-tanya, apa Gempa yg banyak memakan korban itu yang membuat menina berpikir ulang akan hubungannya dgn Lanang dan juga Calon suaminya? krn banyaknya memakan korban?

    Sekian jawaban serta alasan saya tentang goro-goro dan alasan ingin memiliki novel Pre Wedding Rush ini.
    Semoga berkenan dengan jawabanku 

    Salam Pida Alandrian

    ReplyDelete
  5. FB : er lin tang
    twitter : @er_lin_tang
    blog : http://pawonelintang.blogspot.com

    Goro-goro menjelang pernikahan, saya sendiri menyebutnya ujian pranikah, ya, karena dulu sbelum nikah sama bapaknya lintang memang ada beberapa "hambatan" yang bikin gemes-gemes gimana gitu. hehehe, tapi ya sudahlah ya, akhirnya ujian itu terlewati sampai sekarang menjelang 5 tahun *malah curcol.

    menurut saya beberapa "goro-goro" pernikahan itu antara lain :
    1. timbulnya keraguan dalam hati calon pengantin, merasa belum mampu dan bayangan-bayangan buruk pada pernikahan.
    2. CLBK, cinta lama belum kelar. calon pengantin tiba-tiba gagal move on dan teringat kembali sang mantan.
    3. restu orangtua, terkadang orangtua ini saklek banget dengan bobot, bibit dan bebet.
    4. finansial, terkadang ada gengsi yang membuat over budget. dan ternyata tidak siap atau harus menguras dana yang harusnya jadi dana masa depan.
    5. pengaruh adat dan budaya, layaknya orang jawa terkadang masih percaya pada "pitung" atau hitung-hitungan "weton" lahir. atau pernikahan beda suku, ini juga bakal sedikit menyita pikiran.
    6. pengurusan administrasi yang sulit atau tidak lancar.

    kenapa pengen novel ini?
    uraian singkat mbak ria sangat menarik apalagi konflik sebelum nikah juga saya alami. saya suka alur flashback, dan setting gempa jogja sangat-sangat memberi kesan yang dalam bagi saya.

    ReplyDelete
  6. A. FB: Bintang Permata Alam / Twitter: @Bintang_Ach
    B. Link blog: http://ach-bookforum.blogspot.co.id/

    Dalam persiapan pernikahan, tidak selamanya mempelai wanita dengan pria pernah bertemu sebelumnya. Dalam arti, tidak melalui proses pacaran atau pun jatuh cinta pada pandangan pertama. Ada istilah proposal nikah. Dalam proses ini, calon pengantin laki-laki dan perempuan tidak pernah bertatap muka secara langsung sebelumnya. Mereka memilih berdasarkan proposal yang dibuat oleh calon pasangan mereka. Mulai dari foto, status, pekerjaan, dan lain-lain. Begitulah cara mereka mempertimbangkan dalam menentukan pilihan jodoh. Begitu cocok, maka mereka akan melakukan ta’aruf hingga kemudian menikah.

    Dalam hal seperti ini, ‘goro-goro’ itu bisa saja terjadi. Tidak pernah bertemu sebelumnya, secara tidak langsung juga membuat setiap calon mempelai saling tidak tahu menahu tentang keadaan jasmani maupun rohani masing-masing secara jelas. Terlebih dengan kondisi jasmani, apabila pada saat pertemuan pertama—lebih tepatnya pada saat ta’aruf—kondisi jasmani si calon mempelai tidak sesuai keinginan, maka juga akan memeranguhi si calon mempelai yang satunya untuk menentukan pilihan. Lanjut atau tidak, ya?

    Selain itu, ‘goro-goro’ lain juga bisa saja datang dari lingkungan sekitar masing-masing mempelai. Omongan orang-orang yang kurang mengenakan tentang calon pasangan kita, juga akan membuat kita berpikir ulang dan mempertimbangkan lagi tentang pilihan kita untuk menikahi si calon pasangan. Iya, terkadang manusia memang lebih banyak memercayai omongan orang lain. Tapi, memang disitulah godaannya, kita harus cermat memahami mana omongan yang bertujuan baik dan mana omongan yang bertujuan menghancurkan. Sebagai seorang calon pengantin, kita juga dituntut untuk peka terhadap perasaan calon pasangan kita. Apakah keputusan berhenti di tengah jalan akan menyakiti perasaannya atau tidak?

    Selain itu, setiap calon pengantin juga diharap untuk waspada dengan masa lalunya. Maksudku, orang yang pernah menjadi bagian di masa lalunya. Istilah lainnya, mantan bisa datang kapan saja dalam kehidupan kita. Dan, itu bukan tidak mungkin juga akan memengaruhi jalan menuju hari pernikahan kita. Dalam hal ini, setiap calon pasangan diharap untuk bisa memantapkan hatinya. Mereka harus bisa memantapkan hati masing-masing, bahwa tujuan mereka sekarang ini adalah untuk menikah, bukan untuk meladeni sesuatu yang berpotensi menghancurkan yang datang dari masa lalu. Itulah sebabnya manusia dilarang untuk menoleh ke belakang, sebab, jauh di belakang sana, banyak bahaya mengintai. Tidak mau kan bahaya melumpuhkanmu begitu saja?

    Jika ada yang mengatakan belum siap mental, menurutku itu bukan jawaban yang tepat. Karena, pada saat manusia sudah memutuskan untuk menikah, maka saat itu ia sudah siap mental secara otomatis. Beberapa goro-goro lain juga bisa berupa musibah. Seperti mendadak calon pasangan ada yang jatuh sakit, salah satu keluarga atau saudara ada yang meninggal, atau pun kejadian lain yang tak bisa diprediksi sebelumnya.

    Selain itu, seseorang bisa saja mengubah keputusan untuk menunda pernikahan karena faktor pekerjaan. Terkadang, ambisi kita yang sangat besar terhadap dunia kerja juga memengaruhi kita dalam mengambil keputusan untuk soal asmara. Memang, sebelum menikah manusia dianjurkan untuk memiliki pekerjaan yang mapan terlebih dahulu, namun bukan berarti kita terus berkutat dengan pekerjaan. Sisihkan sedikit waktu untuk berpikir tentang masa depan. Yakni masa depan untuk membangun sebuah rumah tangga. Selain itu, faktor ekonomi juga menjadi salah satu alasan mengapa seseorang menunda masa pernikahannya. Di jaman yang sekarang ini, segalanya serba membutuhkan uang dan serba mahal. Oleh sebab itulah, faktor ekonomi harus pula dijadikan prioritas utama ketika kita mengambil keputusan untuk menikah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang sih, kita tidak dianjurkan untuk membuat pesta pernikahan yang sangat megah, namun coba kalian pikir, di jaman sekarang ini… apakah ada biaya pernikahan yang terlampau murah? Apakah hanya dengan bekerja sebulan saja kita sudah bisa mempersiapkan segalanya? Mungkin iya jika ijab kabul saja, namun apakah pernikahan hanya berhenti di ijab Kabul itu saja? Setelah pernikahan, ada tantangan lain yang lebih besar. Menghidupi istri, mencukupi kebutuhan rumah tangga, dan membesarkan anak. Jadi, menurutku faktor ekonomi juga menjadi salah satu prioritas terpenting pada saat seseorang memutuskan untuk menikah.

      Berbeda prinsip dan pemikiran terkadang juga menjadi salah satu faktor kandasnya sebuah hubungan. Bedanya, karena konteks yang dibahas adalah peristiwa menjelang pernikahan, maka mau tidak mau mereka juga enggan untuk melanjutkan pernikahan tersebut. Mahar atau mas kawin yang tidak sesuai terkadang juga harus diwaspadai lo, pihak perempuan bisa saja membatalkan pernikahan karena mahar yang diberikan oleh pihak laki-laki tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Atau mungkin,, tidak sesuai dengan yang sudah disepakati sebelumnya?

      Selain itu, yang ada lingkungan sekitarku, budaya dan mitos kuno kadang juga memengaruhi. Salah satu contoh, laki-laki dan perempuan yang lahir tepat di hari Wage dan Pahing tidak diperbolehkan untuk menikah, Dikhawatirkan rumah tangga mereka tidak akan berjalan lancar dan mulus. Hmm, sebenarnya masih ada contoh lain lagi sih, tapi aku lupa, hehe. Tapi intinya itu, banyak masyarakat yang masih terikat dengan hokum adat atau budaya setempat.

      Hmmm.. kalau menurut aku itu saja sih Kak, semoga bisa membawa keberuntungan yaa. Aamiin.

      C. Alasan aku pengin novel ini:
      1. Aku suka novel tentang pernikahan
      2. Penasaran dengan gaya penulisan kak Okke Sepatumerah
      3. Ingin me-review buku ini.
      4. Suka dengan penamaan di novel ini. Keren!
      5. Suka dengan alurnya yang maju mundur. Pasti seru!

      Udah, itu aja Kak. Semoga beruntunggg yaaaa :)))

      Delete
  7. Twitter : @rifki_jampang
    FB : rifki jampang
    blog : https://jampang.wordpress.com/

    jawaban :

    Goro-goro
    Kalau mau menikah memang banyak sekali godaannya, Nduk. Namanya goro-goro.” (Hal. 193)
    Ketika anak manusia ingin menjalankan sebuah ibadah, selalu ada pihak yang tidak senang. Dialah setan yang tekutuk. Dia akan melakukan segala upaya untuk menggoda manusia untuk menunda ibadahnya, bahkan jika perlu membatalkannya. Karena menikah adalah salah satu dari bentuk ibadah, maka setan tak akan tinggal diam. Dia akan hadir dalam berbagai bentuk dan rupa, semisal :
    1) Keragu-raguan yang muncul di dalam hati dan pikiran calon pengantin dengan memunculkan berbagai pertanyaan. Apakah aku sudah siap? Apakah dia bisa menerimaku apa adanya? Apakah dia benar-benar jodohku? Apakah kami akan bahagia setelah menikah? Dan berbagai macam pertanyaan serupa lainnya.
    2) Merasa belum mengenal dekat satu sama lain sehingga membutuhkan waktu lagi untuk bisa mengenal lebih dalam. Padahal, perkenalan yang mendalam dan mendetil hanya baru bisa dilakukan setelah melakukan pernikahan.
    3) Kepercayaan terhadap hari dan tanggal baik. Padahal, semua hari dan tanggal itu baik. Tak ada yang tak baik.
    4) Kepercayaan terhadap mitos bahwa satu keluarga tidak boleh menikahkan dua orang anak di tahun yang sama. Nyatanya tidak ada ketentuan hukum agama dan negara yang menyatakan demikian.
    5) Kepercayaan bahwa jika seorang adik lebih dahulu menikah dibanding kakaknya, maka sang kakak akan sulit mendapatkan jodoh. Padahal yang harus diyakini adalah jodoh meruapakan salah satu ketetapan dari Tuhan. Tak ada yang dapat menghalangi dan tak ada yang mampu mempercepat kedatangannya.
    6) Kepercayaan bahwa anak urutan kesekian tidak boleh menikah dengan anak urutan kesekian karena akan menyebabkan salah satu anggota keluarga akan meninggal dunia. Sejatinya, jodoh dan maut adalah misteri Ilahi. Tak ada siapapun yang bisa memastikannya.
    7) Pasangan yang akan menikah tidak sekufu atau sederajat dalam ekonomi, pendidikan, atau status sosial. Padahal Seiman dan seagama adalah sekufu yang wajib dipegang teguh, sementara dalam hal lain masih bisa dipertimbangkan. Janji Allah dalam Al-quran menyatakan bahwa jika yang menikah itu berasal dari golongan tidak mampu, maka Allah yang akan memberikannya kekayaan.
    8) Itsar yang salah. Itsar adalah mendahulukan kepentingan orang lain dibandingkan kepentingan pribadi. Seseorang yang akan menikah, kemudian meminta agar calonnya memilih saudara atau sahabatnya yang usianya lebih tua untuk dinikahi, dan bukan dirinya, adalah itsar yang salah. Sebab itsar hanya berlaku dalam muamalah. Sementara menikah adalah ibadah.
    9) Kehadiran kembali sang mantan yang terus membayang-bayangi. Mungkin inilah salah satu alasan mengapa Islam melarang berpacaran.
    10) Kedua belah pihak tidak menemukan titik temu dalam pembahasan masalah-masalah pernikan, seperti proses nikah dan resepsi karena adanya perbedaan pandangan dan kepentingan
    Hal-hal di atas masih bisa dicarikan solusi agar sebuah pernikahan tidak ditunda apalagi dibatalkan jika memang calon pasangan sudah yakin dan siap untuk menikah. Memberikan pengertian dengan cara yang baik kepada masing-masing pihak yang terkait dalam proses pernikahan, sepertinya bisa menjadi solusi. Musyawarah bisa dilakukan untuk mengambil jalan yang terbaik untuk semua pihak.
    Sementara di sisi lain, ada pula hal-hal yang tidak bisa dicegah yang akan menyebabkan sebuah pernikahan ditunda atau dibatalkan. Musibah dengan berbagai bentuknya sepertia terjadinya kecelakaan, sakit, atau meninnggal dunia baik yang dialami oleh calon pengantin ataupun anggota keluarga masing-masing. Yang demikian menurut saya bukanlah kategori goro-goro, melainkan takdir dari Allah.

    Alasan :
    Saya ingin tahu lebih jelas tentang cerita dalam novel “Pre Wedding Rush” dan ingin mengetahui apakah ada di antara goro-goro yang saya sebutkan di atas dialami oleh tokoh atau terjadi di dalam cerita novel tersebut. Hal lainnya karena saya belum memiliki novel tersebut dan merasa tertantang untuk belajar membuat resensinya.

    ReplyDelete
  8. Fb : Hanum Bella Ardya Garini
    Twitter : @Hanumbellaa
    Blog : blackvanillalatte.blogspot.co.id

    Goro-goro sebelum menikah :
    - Utamanya adalah pasti ada keraguan diantara kedua mempelai. Muncul banyak pertanyaan pertanyaan di benak mereka. Seperti 'apakah dia jodoh terbaik untuk saya?' 'apakah saya bisa membangun rumah tangga yang sakinah?' 'bagaimana saya menjalani hari saya ke depannya?' pokoknya banyak sekali pertanyaan mengahantui kedua mempelai.
    - Lebih sering bertengkar. Hal ini dapat dipicu dari hal kecil seperti kecemasan atau kegugupan menjelang hari pernikahan.
    - Mantan pacar kembali. Apalagi cinta pertama salah satu mempelai. Karena sejatinya, cinta pertama adalah hal yang sulit untuk dilupakan. :')
    - Kekurangan pasangan mulai terlihat menjelang hari H. Membuat salah satu dari mereka akan dilanda keraguan kembali.

    Alasan pengin punya buku itu karena saya ingin menambah pengetahuan saya mengenai lika-liku pra menikah atau setelahnya(?) walaupun masih lama untuk membina hubungan seperti itu :"). Saya juga akan meminjamkannya pada teman-teman saya untuk di baca agar kelak mereka tahu bagaimana problema yang akan mereka hadapi pra menikah. Sehingga kita sama-sama tahu bagaimana cara mengatasinya nanti.

    ReplyDelete
  9. Blog: shabrinaws.blogspot.com

    Goro-goro sebelum nikah:
    1. Hitungan hari yang gak cocok.
    2. Ketemu mantan xixixi.
    3. Dijodohin dan tiba-tiba ortunya sadar, alias perjodohan dibatalkan.

    #Alasan pengen novel ini, penasaraaaan pastinya. 😉

    ReplyDelete
  10. FB: Dinu Chan
    Twitter: @Chan_Dinu
    Blog: risalahkiranawinata.blogspot.co.id


    Goro-goro yang kebanyakan terjadi yang saya perhatikan, salah satunya terlihat sekali terjadi dalam keluarga; pada kakak perempuan saya, kakak sepupu lelaki, dll itu seperti ini:

    1. Seseorang dari masa lalu tiba-tiba muncul kembali. Menghubungi entah menelepon langsung atau via media sosial. Dari sedikit-banyak percakapan, kurang-lebih jadi membuat si calon mempelai itu bimbang, gundah, gamang, dkk. Terlebih dipermanis kabar, jika si masa lalu itu sudah mapan atau lebih mapan dr calon pasangan. Atau, kembalinya si sosok lalu itu sembari mengungkapkan sudah lama mencari jejak sang mempelai, memohon jangan meninggalkannya lagi, parahnya kalau ada ungkapan dramatis-melankolis yang mengancam: "aku lebih baik mati", atau "aku akan melajang selamanya" atau "Kamu jahat, kamu sudah berubah ternyata, melupakan kisah kita". Mirip sinetron banget, tapi begitulah. Hmm, betul-betul virus pokoknya.

    2. Orangtua salah satu calon mempelai tak kunjung cocok dan sreg dengan tanggal pernikahan juga resepsinya dikaitkan dengan hitung-hitungan berbagai macam entah apa. Alhasil, pelaksanaan akad molor lagi, molor terus. Hingga dirasa sudah pas. Dalam masa itu, kedua calon bisa terserang godaan lagi. Bisa seperti kejadian di no.1 atau mereka sendiri yang terjebak godaan syaithon. Begitulah lagi.


    ※ Alasan ingin mendapat novel ini; saya kepincut dengan ulasan Mba Riawani. Seimbang, dan tetap mengundang rasa ingin tahu :)

    ReplyDelete
  11. Nama : Daivara Rezuki Wijaya
    Facebook : Ken Rezuki
    Twitter : @dairezuki

    Nah, menurut kamu, apa aja goro-goro yang bisa menimpa orang-orang yang mau menikah? Sehingga nggak sedikit yang kemudian memutuskan untuk menunda atau membatalkan pernikahan karena besarnya pengaruh goro-goro tersebut.

    1) Ada rasa ragu dan tidak merasa cocok satu sama lain. Hal ini bisa membatalkan suatu pernikahan. Pernikahan merupakan sesuatu yang sakral, apabila tidak merasa cocok, buat apa di lanjutkan? Jika pada akhirnya akan bercerai.

    2) Di jodohkan dan tidak saling mencintai. Biasanya seseorang yang di jodohkan dengan orang tua mereka belum tentu saling mencintai. Walaupun beberapa orang mengatakan, menikah akan menimbulkan cinta, namun beberapa orang tidak seperti ini. Bagi mereka, cinta merupakan pondasi untuk membina suatu hubungan yang lebih jauh, yaitu pernikahan. Kalau mereka terpaksa, kan kasihan juga. Takutnya pas di hari H, salah satu mempelai kabur karena tidak mau mau menikah sama seseorang yang tidak ia cintai.

    3) Kedatangan tamu yang tak di undang, MANTAN. Nah, jika sebelum hari pernikahan ada tamu yang tak di undang seperti mantan, apalagi mantan terindah yang selalu membuat galau dan sulit di lupakan, sang mempelai bisa saja menunda atau membatalkan pernikahan. Apalagi si mantan terindah itu ngajak balikan yeu:v Nah pasti sang mempelai akan di landa rasa bingung yang luar biasa dan merasakan rasa sakit kembali sehingga tidak mampu melaksanakan janji suci tersebut.

    4) Salah satu pasangan atau keduanya mengalami kecelakaan. Biasanya, di sinetron-sinetron, hal ini juga merupakan hambatan dalam suatu pernikahan. Apalagi sang mempelai meninggal dunia, akhirnya pernikahan harus di batalkan.

    5) Salah satu mempelai ketahuan selingkuh. Kayanya pernikahan memang banyak hambatannya, apalagi ketika mau menikah, si pasangan ketahuan selingkuh. Aduh nyesek pastinya. Hal ini akan membatalkan pernikahan pastinya, seperti film Aku, Kau dan KUA. Tapi ada syukurnya juga, kita ga jadi menikah dengan seseorang yang doyan selingkuh, hadeuh:3

    6) Mitos-mitos sebelum menikah. Nah pasti aja ada orang tua yang masih percaya dengan hal gituan. Mengenai hari pernikahan yang bagus, warna untuk pernikahan, makanan yang harus di sajikan, dan melakukan ritual-ritual yang ribetnya naudzubillah. Terkadang mitos-mitos itu akan menghambat pernikahan dan bisa menunda pernikahan sampai waktu yang tepat. Katanya sih biar keluarganya langgeng, banyak rezeki dan sejahtera, padahal itu kan kehendak yang kuasa eleuh-_-

    7) Takut menikah atau trauma terhadap pernikahan. Hal ini dapat membatalkan suatu pernikahan, karena ia pernah mengalami trauma dalam suatu pernikahan. Seorang anak juga bisa mengalami hal itu, apalagi jika pernikahan orang tuanya tidak sebaik yang di kira. Akan ada ketakutan yang muncul di dalam hatinya dan membuat ia merasa takut untuk menikah.

    Alasan saya ingin mendapatkan novel ini karena kebetulan saya belum menikah, bukan ga laku, cuma belum ingin saja:v *Banyak Alasan* saya ingin mengetahui kehidupan seseorang pra menikah dan setelah menikah:3 Apalagi di jelaskan banyak sekali goro-goro yang terjadi di novel ini. Nah, saya juga penasaran dengan cerita yang di sajikan mbak okke, bagaimana akhir cerita Menina. Apalagi menurut saya, cerita ini bisa di jadikan pembelajaran kepada kaum hawa yang belum menikah seperti saya-_- dan kepada wanita-wanita muda yang ingin menikah. Kebetulan saya belum ada jodoh, sementara jodoh saya masih dengan orang lain, Pre-wedding Rush nya bisa kali ya berjodoh dengan saya dulu?:v

    Sekian, terima kasih:)

    ReplyDelete
  12. FB: Rio Dwi Cahyono
    Twitter: @riodwi_cahyono
    Blog: www.riodwicahyono.blogspot.com

    Goro-Goro dalam menghadapi pernikahan:
    1. Tidak adanya rasa percaya diri dalam membangun sebuah rumah tangga
    2. Kurangnya kesiapan mental
    3. Tidak adanya restu dari orang tua
    4. Perbedaan suku, adat, dll yang menghalangi dalam mengadakan pernikahan
    5. Hal hal yang tidak diinginkan yang terjadi sebelum pernikahan (mempelai kecelakaan, diculuk, dll)
    6. Dijodohkan oleh ortu

    Ingin memiliki novel ini karena:
    1. Aku suka sekali membaca
    2. Pengen nambah koleksi buku
    3. Suka meresensi buku, tapi belum pernah meresensi buku tema pernikahan (jadi tertantang meresensinya)
    4. Ingin belajar tentang gaya bahasa, alur, penciptaan konflik, dll yang ada dalam buku ini

    Terima kasih :D

    ReplyDelete
  13. a) facebook : Gilang Maulani
    Twitter : @gemaulani
    b) Blog : giegilangmaulani.blogspot.com

    Jawaban :

    1. Munculnya orang ketiga, baik dari masa lalu maupun yang baru ditemui dan lebih merasa nyaman dengan orang tersebut dibandingkan calon sebelumnya.

    2. Salah satu pihak terkena musibah, misalnya sakit parah, kecelakaan, meninggal, salah satu anggota keluarga meninggal, terkena bencana alam, biaya pernikahan hilang (dicuri , dipakai menolong orang)

    3. salah satu pihak berbohong tentang statusnya (mengaku lajang padahal sudah menikah dan memiliki keturunan)

    4. merasa terlalu banyak perbedaan di antara keluarga masing-masing (adat istiadat, kepercayaan, gaya hidup)

    5. terlalu mempercayai ramalan yang membuat salah satu atau kedua belah pihak merasa ragu dan takut hal yang diramalkan benar-benar terjadi.

    c) Alasan saya ingin mendapatkan novel ini :
    Saya belum menikah dan mulai menginjak usia yang sering diberikan pertanyaan kapan menikah. Jika suatu hari nanti dipertemukan dalam keadaan sulit yang dialami Minena saya sudah siap untuk mengambil keputusan. Saya juga menyukai novel dengan alur maju, mundur kemudian maju. Novel dengan alur seperti ini lebih menarik dan asik dibaca. Pernyataan mba Riawani yang tidak bisa melepaskan novel ini hingga lembar terakhir, membuat saya semakin penasaran dan sangat ingin mendapatkan novel ini untuk menuntaskan rasa penasaran saya terhadap keputusan Minena.

    ReplyDelete
  14. “Kalau mau menikah memang banyak sekali godaannya, Nduk. Namanya goro-goro.” (hal. 193).
    Nah, menurut kamu, apa aja goro-goro yang bisa menimpa orang-orang yang mau menikah? Sehingga nggak sedikit yang kemudian memutuskan untuk menunda atau membatalkan pernikahan karena besarnya pengaruh goro-goro tersebut.

    Hoho tau begini isi novel Pre Wedding Rush langsung deh dakuw beli n baca, pas gagal nikah kemarin yg dibeli Seribu Kerinduan tapi cukup membuat termehek mehek juga hehe.

    Berdasarkan pengalaman pernah gagal nikah, penyebabnya BANYAK BANYAK *dah mirip tagline iklan onlineshop itu belum? :-P diantaranya gagal dapat restu orangtua dan perbedaan suku. Dan yang paling buat gagal itu ya pada restu orangtua. "Daripada adek jadi pintu neraka buat abang, adek ikhlas mengakhiri ini semua" *tsaaah, hampir sebulan saya merayakan kesedihan akibat gagal nikah.

    Sekarang kalau ingat kejadian itu, saya udah senyum senyum aja hehe.

    Kemudian, 6 bulan berlalu, Allah rupanya telah menyiapkan rencana yang luarbiasa indah, saya menikah dengan cara dijodohkan, dan MasyaAllah, saya bahagia. Alhamdulillah. Dan "goro goro" nya malah gak ada.

    Adapun beberapa teman saya, goro goro yang sebabkan menunda menikah yakni :
    - Mahar belum terkumpul
    - Biaya nikah dah terkumpul nih, eh kerampokan,akhirnya minjem
    -Si calon dalam keadaan sakit parah
    -Nyelesein kuliah dulu
    -Si calon selingkuh atau malah menerima lamaran orang lain, sebaliknya si calon diam diam melamar orang lain
    -Si calon kabur tanpa kabar berita
    -Mantan datang minta balikan dan malah melamar *godaan banget ini, apalagi kalau mantan terindah, haha
    -Perbedaan Suku
    -Perbedaan Agama
    -Perbedaan Usia
    -Perbedaan lokasi domisili, calon mertua gak mau jauh jauh dari anaknya
    -Fisik calon kurang cantik / tampan atau malah cacat
    - Si calon tidak berlimpah materi
    - Si calon berasal dari keluarga broken home atau ortunya pelaku kriminal
    - Si calon meninggal dunia

    Dan masih banyak lagi drama drama atau goro goro jelang menikah atau malah yang buat pernikahan ditunda bahkan terpaksa gagal .

    Alasan Pengen Punya Novel Pre Wedding Rush :
    Penasaraaan dengan Menina, bagaimana dia mengatur perasaannya saat secara impulsif memutuskan untuk melakukan perjalanan bersama terakhir dengan Lanang, sang Mantan Pacar ke Yogyakarta, sebelum ia menikah dengan Dewo, calon suaminya. Wah salut daku, Menina oh Menina caramu itu nekad namanya. Demi dan supaya apa sih Meninaaa? Walau daku sempat hampir menyusul calonku ke daerah tempat ia bekerja, tapi aku gak senekad itu.

    Kemudian penasaran berikutnya adalah, jadi Menina nikah sama siapaaa? Lanang atau Dewo?

    Oh c'mon, let me read this novel! Let me, let me! Hehe

    Nama : Nurul Fauziah
    FB : Nurul Fauziah
    Twitter : @nufazee
    IG: @nufaz3e
    Blog : www.nufazee.com
    Email : nufazee@gmail.com

    ReplyDelete
  15. Pre-Wedding Blues. Mungkin perasaan seperti tidak pantas bagi pasangan. Atau bisa juga perasaan seperti kegalauan untuk meninggalkan kebebasan (saat menikah kita tidak bisa bebas lagi karena komitmen yang dijalin sangat sakral). Bisa juga karena kehadiran orang di masa lalu yang menyebabkan perasaan rindu yang membeludak sehingga kebablasan (padahal mau nikah).
    Saya kurang tahu pastinya goro-goro tersebut, karena past setiap orang berbeda-beda.

    @putripramaa
    http://ladistances.blogspot.com/
    Alasan utama saya adalah saya penasaran dengan tulisan Mbak Okke. Kalau saya menang, saya akan menyebutkannya di resensi saya nanti, meskipun sebagian besar alasan saya mungkin sama dengan calon pembaca lain.

    ReplyDelete
  16. Nama: Widi Utami
    Twitter: @mustikaungu
    FB: Widi Utami

    Goro-goro sebelum nikah:
    Cukup banyak goro-goro sebelum nikah yang saya alami, dhawuh yai saat itu, 'ini ujian niat menikah."
    ��

    1. Keluarga calon terserang keraguan tentang saya yang menyandang tunarungu parsial. Hal yang dipikirkan antaralain; apa bisa melaksanakan kewajiban sebagai istri jika tunarungu? Bagaimana tanggapan keluarga besar jika tahu calon istri tunarungu? Bagaimana tanggapan tetangga... Dlsb. Ini cukup mengguncang diri saya, nyaris memutuskan untuk mundur dari proses penjajakan. ��
    2. Tetiba orang yang saya kagumi diam-diam datang kembali dan berniat untuk menjalani taaruf. Hihihi.
    3. Masa lalu suami datang dan menceritakan jika sedang menjalani proses cerai. Orang tersebut ingin ketemu suami lagi. Bayangkan sendirilah tujuannya. *nyengir dah*
    4. Orang yang sempat menjalani penjajakan dengan suami sebelum menjalani penjajakan dengan saya, tetiba menghubungi lagi setelah sebelumnya menghilang tidak bisa dihubungi. *Aaakkk. Baper*
    5. Tetiba merasa belum mencintai suami. Merasa ragu apa bisa menjalani pernikahan tanpa bekal cinta. Merasa lebih nyaman dengan sahabat laki-laki yang telah kenal sejak SMA daripada dengan suami yang baru kenal 2 bulan sebelum khitbah. Suami tiba-tiba menjadi sosok yang sangat menyebalkan, sering terjadi kesalah pahaman ketika berkomunikasi via sms.
    6. Saudara yang paling dekat saat itu mengalami guncangan karena wacana saya akan menikah dalam waktu dekat. Saudara tsb merasa dilangkahi dan shock karena usianya jauh lebih tua dari saya, sudah lelah dengan pertanyaan orang, 'kapan nikah?'. Tidak main-main, nyaris tiap malam dia nangis dan saya stress dibuatnya, mencoba mengabaikan tetapu sangat sulit karena kami memang sangat dekat. *huks*

    Dan masih banyak lagi. Tetapi yabg diceritakan di atas sudah cukup menguras emosi. ������

    Alasan ingin memiliki buku ini:
    1. Gratis. Lumayan, uang anggaran buku bisa disimpan buat beli pampers. *emak-emak*
    2. Menambah koleksi perpus pribadi yang minim novel dewasa. ��
    3. Terpacu adreanalin untuk ikut lomba resensi buku. Mengasah kembali ilmu resensi yang didapatkan saat SMA.

    Hihihi. Thank you, kak Lyta. Banner di blog nyusul, ya. Laptop dibawa suami ke luar kota. ��

    ReplyDelete
  17. Haloo mba, ikutan ya :D

    Goro-goro yang bisa menimpa orang-orang yang mau menikah?
    Menurutku, jawabannya adalah “sindrom pre-wedding blues”, yang mencakup beberapa hal, yakni :

    (1) Terlalu memikirkan hari H pernikahan

    Tak dipungkiri bahwa untuk menyiapkan sebuah pernikahan, sama sekali bukan perkara mudah nan praktis. Urusannya njelimet pasti. Dari mulai konsep pesta, gedung, undangan, makanan, mas kawin, dll. Belum lagi kalo terbentur masalah keuangan dan harus melakukan penyesuaian ketat di sana sini. Pasti pusiiiiiiiing. Menguras energi, menguras air mata. Nggak jarang kondisi yang serba kusut kayak gini, bikin emosi mudah terpancing. Lalu ribut sama calon. Akhirnya ga jadi nikah. Duh!

    (2) Intervensi keluarga dalam merencanakan pernikahan

    Ini juga menjadi poin penyebab gagalnya sebuah pernikahan. Dibantuin sama keluarga dalam menyiapkan pernikahan rasanya memang menyenangkan. Tapi kalo bantuan itu udah bertransformasi menjadi “ikut campur berlebihan” pasti bakal menimbulkan konflik.

    (3) Dan yang terakhir adalah perasaan orang-orang yang mau menikah itu sendiri. Ini menjadi poin paling besar menurutku. Tiba-tiba mulai dihantui perasaan “gamang“. Mulai menimbang-nimbang pertanyaan “IS HE/SHE THE RIGHT ONE?. Pokoknya jadi tiba-tiba ga yakin, padahal sebelumnya dah ngerasa yakin dan cinta banget sama pasangan.
    Situasi ini akan menjadi super keruh, kalo ada orang ke-3 yang hadir. Bisa jadi ketemu orang baru yang kelihatannya lebih oke dari semua hal dibanding calon pasangan. Atau bisa jadi juga ketemu mantan pacar di masa lalu. Terus ngerasa cintanya belum kelar. Nah, poin ini paling bahaya nih. Alamat gagal nikah kalo bapernya diturutin.

    Terakhir, aku mau mengutip kutipan bagus di novel yang beberapa hari lalu aku baca mengenai sindrom sebelum nikah,

    “Nikah itu kan komitmen seumur hidup. Saat kamu ikhlas buat ngejalanin sisa hidupmu dengan nggak lagi egois karena dirimu bukan lagi milik kamu sendiri.”




    FB : Intan Novriza Kamala Sari
    Twitter : @inokari_
    Blog : www.ketimpukbuku.com

    Alasan :

    Aku belum pernah membaca karya seorang Okke Sepatumerah sebelumnya. Mba Elyta bilang kalo kepincut sama gaya bertuturnya yang lancar, lugas serta enak dinikmati. Nah penasaran dong, kira-kira apa aku akan kepincut juga ga ya?

    Selain itu aku memang sedang menggandrungi novel-novel bertema pernikahan (lagi nyiapin bekal hehe) dan aku yakin Pre Wedding Rush ini bakal ngasih banyak pesan moral kece. Terlebih dalam menghadapi orang ke-3 persis saat sedang merencanakan pernikahan. Ga mau lah someday galau gara-gara ini. Pengen belajar dulu dari pengalaman Menina dan Lanang.

    ReplyDelete
  18. Nama: Amilatun Sakinah
    Twitter: @amilatunS
    Blog: http://amilatunsakinah.blogspot.co.id/
    Jawaban:
    1. Jarak pinangan yang terlalu panjang menuju pernikahan
    2. Niat pernikahan yang belum ikhlas
    3. Gangguang orang ketiga, baik itu keluarga, teman, atau orang asing
    4. Kepercayaan yang hilang

    Itu dulu, soalnya baru menuju persiapan ke sana hidup beliaku ini :D

    Saya juga ingin membaca ini, seperti kata saya tadi, persiapan. Bisa untuk referensi, kan. :)

    ReplyDelete
  19. FB: Cindi Riyanika Priyadi
    Twitter: @cindiriyanika
    IG: @cindiriyanika
    Blog: riyanika.wordpress.com


    Perjalanan menuju pernikahan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada berbagai macam ujian yang datang dalam beragam bentuk ke setiap orang yang dalam novel Pre Wedding Rush disebut sebagai goro-goro (hal. 193). Nah menurut saya, Goro-goro ini datang melalui beberapa perantara sebab antara lain:

    1. Terjebak cinta masa lalu. Di masa lalu ada cinta yang dimiliki calon pengantin. Cinta masa lalu yang mungkin masih menggantung, yang tidak tegas mengucap putus. Lalu hadir rasa takut bagaimana seseorang di masa lalu itu akan kembali dan akan ada penyesalan dengan pernikahan yang dijalani.

    2. Tidak ada restu orangtua. Tidak sedikit pasangan yang memutuskan menunda atau membatalkan rencana menikah karena tidak mendapat restu orangtua dengan berbagai macam alasan, di antaranya masalah ekonomi, bentuk fisik, sifat yang dinilai kurang baik hingga hitungan berdasarkan hari lahir (jawa).

    3. Mendapatkan pekerjaan impian. Seseorang yang memimpikan sebuah pekerjaan sebagai ideal job-nya dan ada syarat tidak diijinkan menikah, bisa jadi alasan ini membuat pasangan memutuskan untuk menunda atau bahkan membatalkan rencana menikah.

    4. Mendadak ragu. Banyak hal yang membuat seseorang mendadak ragu dengan keputusannya karena bisikan-bisikan atau pikiran-pikiran yang datang silih berganti. Misal: bisakah jadi istri yang baik, bisakah dia jadi suami yang baik, bagaimana nanti mendidik anak-anak, sudah benarkah keputusan yang diambil, dsb.
    Komentar-komentar dari tetangga atau teman-teman tentang keputusannya menikah juga bisa jadi menimbulkan keragu-raguan di benak si calon pengantin.

    5. Malasah Ekonomi. Tingkat kemapanan juga bisa menjadi salah satu penyebab untuk menunda atau bahkan membatalkan pernikahan.

    6. Karena perjodohan dan belum cinta pada calon pasangan. Jaman memang sudah modern. Namun, tradisi perjodohan masih tetap ada hingga sekarang. Terkadang langsung jatuh cinta pada pandangan pertama, tapi juga ada yang belum ada cinta namun harus tetap dilanjutkan karena atas nama keluarga.

    Setelah membaca sekilas tentang novel ini, saya jadi sangat tertarik untuk ikut giveaway karena kisah dalam novel Pre Wedding Rush hampir sama dialami oleh sahabat saya yang sedang mengahadapi ujian dalam memutuskan hal terbesar dalam hidupnya yaitu pernikahan. Jika saya mendapatkan novel ini, saya ingin membuat resensi dan mempersembahkannya untuk sahabat saya. Saya yakin, dalam novel Pre Wedding Rush akan ada saripati terbaik yang (mungkin) bisa memotivasi sahabat saya keluar dari 'goro-goro' yang sedang ia hadapi serta bisa memberi saya refrensi untuk memberinya 'tanda cinta' berupa novel Pre Wedding Rush. Selain itu, saya ingin mengetahui bagaimana Mbak Okke, selaku penulisnya menyajikan dan mengemas konfliknya, point of view, latar, alur, serta karakter-karakternya. Lalu, tidak kalah penting, saya ingin mengobati rasa penasaran apakah yang dimaksud dengan 'goro-goro' yang ada di novel Pre Wedding Rush ini.
    Semoga jika nanti saya terpilih, akan bisa jadi titik awal saya bisa semakin lebih rajin membaca lalu menulis resensi. Karena selama ini hanya berhenti di aktifitas membaca saja...hehe

    ReplyDelete