Tips Mengambil Keputusan yang Tepat

 


Setiap harinya, kita dihadapkan dengan berbagai pilihan. Mulai dari memutuskan hal-hal kecil seperti akan sarapan apa, pakai baju yang mana, mau membersihkan rumah dari ruangan yang mana dan berbagai pilihan lainnya yang menuntut kita untuk memutuskan. Bahkan jika dihitung-hitung, rata-rata kita akan mengambil ratusan hingga ribuan keputusan perharinya.

 

Selain keputusan kecil, kita juga dihadapkan dengan keputusan besar. Keputusan yang bisa mengubah hidup kita atau life changing.Tentunya kita harus memutuskan keputusan yang baik agar hidup kita juga baik. Mengambil keputusan besar atau kecil, tetaplah harus dilakukan dengan baik. Karena keputusan besar kita akan mempengaruhi keputusan-keputusan kecil kita. 

 

 Misalnya kita memutuskan akan memiliki gaya hidup yang lebih sehat. Maka keputusan besar kita ini akan diikuti dengan mengubah pola hidup seperti tidur lebih cepat, katakanlah kita memutuskan untuk tidur jam 9 malam. Lalu memutuskan untuk makan lebih cepat lagi, katakanlah pada pukul 17.15 sore atau maksimal pukul 19.00. Dilanjutkan dengan keputusan untuk bangun lebih pagi lagi, pukul 04.00 pagi misalnya. Sehingga kita bisa melakukan ibadah, berolahraga, atau kegiatan lainnya misalnya membaca buku, belajar dan lain sebagainya.

 

 Tak berhenti sampai disini, kita pun harus memutuskan harus memakan apa untuk sarapan pagi, makan siang, makan malam hingga cemilan diantaranya. Ini pun berimbas pada pilihan belanja kita, bahwa kita akan membeli apa. Sedemikian banyaknya hingga seperti di awal artikel ini, dikatakan bahwa kita secara rata-rata mengambil keputusan ratusan hingga ribuan perharinya.

 

Mengambil keputusan baik bisa memberi kita energi positif untuk menjalani hari dengan baik. Energi ini juga akan memantik kekuatan agar pekerjaan yang kita jalani lebih cepat selesai, kita bisa lebih produktif dan jika ini telah menjadi kebiasaan, maka kehidupan berkualitas akan kita miliki.

 

Sebaliknya saat kita tak memutuskan apapun terhadap pilihan-pilihan yang harus kita ambil, maka otak akan tidur. Dan tubuh akan bereaksi hanya untuk melakukan hal-hal yang dianggap nyaman baginya. Saat tubuh merasa lelah saat melakukan aktivitas, katakanlah rutinitas bagi kita, maka otak akan menghadirkan alasan untuk berhenti sesaat. Lalu hal ini pun menjadi kebiasaan kita.

 

Kala kita jenuh melakukan sesuatu, kita akan lebih memilih beristirahat. Jika ini telah menjadi kebiasaan kita, maka kehidupan kita akan kembali berulang di siklus yang sama. Sementara waktu terus berjalan. Tentunya kita bisa menebak bagaimana ending kisah ini. Tubuh menua sementara tidak ada kemajuan yang berarti dalam kehidupan. Mengambil keputusan berarti bertindak. Jika tidak, maka tubuh akan diam dalam kondisi yang dianggapnya nyaman.

 

Tetapi, seandainya kita tak merasa nyaman dengan kehidupan yang kita jalani, tubuh merasa mudah lelah, kita menginginkan kehidupan yang lebih baik. Di titik ini, kita merasa bahwa kita harus memutuskan untuk mengubah cara kita menjalani hidup, maka kita harus melakukan sesuatu, yakni memutuskan. Cara efektif untuk mengetahui apakah hidup kita telah baik atau berada di tempat yang tepat adalah dimulai pada malam hari sebelum kita tidur.

 

Apakah kita bersemangat menghadapi hari esok, lalu bangun pagi penuh semangat, tersenyum menjalani kegiatan, saat bertemu orang-orang dan melakukan pekerjaan, apapun itu dengan kualitas pekerjaan terbaik, cara terbaik sesuai ajaran agama dan menghindari cara pintas, apalagi cara-cara yang bertentangan dengan kaidah dan hukum agama.

 

Saat kita memutuskan untuk memilih kehidupan yang baik, atau mengambil keputusan yang disebut life-changing yang akan mempengaruhi keputusan-keputusan kecil kita, berikut tips-tips untuk bisa mengambil keputusan yang baik agar kehidupan kita berjalan sesuai harapan kita :

 

1.    Memutuskan dengan kepala dingin dan ambil waktu khusus untuk memikirkannya

Keputusan tidak lepas dari unsur emosional saat kita akan memutuskannya. Untuk keputusan-keputusan besar, putuskanlah segala sesuatu dengan kepala dingin. Gunakan waktu khusus untuk benar-benar berpikir dengan jernih. Jangan sampai kita memutuskan dalam kondisi marah, tertekan, depresi, sedih karena keputusan yang diambil akan bersifat irasional.

 


2.    Mulai dengan pertanyaan “why”

Untuk langkah ini, lakukan dengan mempertimbangkan tujuan hidup yang kita miliki. Kenali pula kekuatan dan kelemahan yang ada di diri kita. Jangan terlalu banyak mendengarkan suara di luar sana. Apalagi tentang penilaian orang lain terhadap keputusan yang akan kita ambil.

“why” atau mengapa adalah pertanyaan tentang mengapa kita harus mengambil pilihan tersebut. Jika jawabannya karena sejalan dengan tujuan hidup kita, maka kita telah mengambil keputusan yang tepat.

Pendapat orang lain kita butuhkan manakala kita membutuhkan informasi, masukan dan pendapat objektif terhadap keputusan yang akan diambil. Dan bukannya memutuskan apa yang akan kita lakukan. Terbiasa membiarkan orang lain memutuskan untuk kita akan membuat kita menjadi pribadi yang kurang bertanggung jawab terhadap kehidupan kita. Karena manakala keputusan tersebut pada akhirnya salah, kita akan cenderung menyalahkan orang lain.

 

3.    Cari informasi mendalam tentang suatu keputusan

Informasi mendalam bisa kita peroleh dengan bertanya, berkonsultasi dengan berbagai pihak yang memang berkompeten. Selain itu masih banyak sumber info lainnya mulai dari buku, internet, pelatihan dan lain sebagainya. Namun jangan terlalu melebar. Fokuslah pada tujuan yang ingin kita capai dan miliki informasi terfokus pada cara pencapaiannya. Setelah berbagai info kita miliki, analisislah dengan baik. Melakukan analisis yang salah bisa mengakibatkan kita salah dalam memutuskan.

 

4.    Menimbang sisi positif dan negatif

Ada banyak cara untuk melakukan hal ini. Bisa dengan memberi nilai lalu menjumlahkannya agar logis. Bisa pula dengan membuat daftar positif negatif dari sebuah keputusan.

 Misal kita memutuskan untuk pindah kerja ke kota lain dengan potensi penghasilan lebih besar. Maka sisi negatifnya bisa jadi kita harus tinggal berjauhan dengan keluarga, harus mengurus diri sendiri, dan sebagainya. Sisi positifnya adalah penghasilan yang lebih besar, karir yang bisa jadi lebih berkembang dan lain sebagainya. Lalu berilah penilaian dan jadikan masukan untuk memutuskan sesuatu.

 


5.    Fleksibel untuk cara dan bukan target atau tujuan

Adakah keputusan yang salah? Keputusan salah atau keputusan yang kita anggap salah berpeluang memberikan kita kesempatan belajar. Dan di saat inilah memberi kita ruang untuk memikirkan alternatif atau cara lain untuk bisa mencapai tujuan kita. Ingat, fleksibel atau terbuka terhadap cara bukan dengan tujuan yang ingin kita capai.

Tujuan bisa berupa karir yang baik, menjadi penulis produktif yang menghasilkan 5 buku pertahunnya, menjadi motivator bagi anak muda dan lain sebagainya.

 

Sementara cara mencapainya yang berimbas pada pilihan yang harus kita putuskan meliputi cara kita menjalani hidup, alokasi waktu yang harus kita berikan setiap harinya, berapa banyak buku yang harus kita baca, pelatihan yang harus kita ikuti dan masih banyak lagi keputusan yang harus diambil untuk mencapai tujuan hidup kita.

 

6.    Lengkapi keputusan dengan tiga hal

Sebuah keputusan agar bisa berjalan sesuai keinginan harus memiliki tiga kelengkapan. Yakni komitmen 100% untuk melaksanakannya, tindakan yang konsisten dan kemauan untuk terus belajar untuk memperbaiki cara yang kita lakukan manakala kita menemui masalah.

 

Membiasakan diri melakukan keputusan-keputusan yang tepat dalam kehidupan akan membantu kita terbiasa bertindak tepat dalam kehidupan. Hal ini akan mengurangi potensi trial and error. Kita juga memiliki banyak waktu untuk lebih produktif yang pada akhirnya berimbas ke kehidupan yang lebih produktif, berkualitas dan bernilai.

Di sisi lain, juga mengurangi potensi masalah yang bisa mengakibatkan kita demotivasi, perasaan tertekan hingga depresi. Selamat mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupanmu ya.

 

 

Sumber :

hellosehat.com

youtube.com

tipspengembangandiri.com

 

 

1 comment

  1. Iya bener banget Mbak Lyta, kita dihadapkan ratusan pilihan tiap harinya.
    Tantangan sekarang adalah mengalahkan ego rebahan :D

    ReplyDelete