Papua, Sekeping Syurga di Timur Indonesia


Papua, Alam yang Menyimpan Berkah
Alam Papua yang indah, memberi berkah tersendiri kepada masyarakat sekitar. Salah satunya, ekowisata birdwatching di Pegunungan Arfak yang dikelola oleh Hans Mandacan, pria asal Kampung Kwau, Pegunungan Arfak, Papua. Diakui Hans, demikian ia disapa, bisnis ini semakin lancar selama beberapa tahun terakhir.
 
Hans Mandacan
Pegunungan Arfak, selain memiliki jeram Sungai Prafi yang memikat pada bagian hulunya dan keindahan alam yang mempesona, juga kaya dengan beragam spesies burung. Diantaranya adalah Cenderawasih Belah Rotan (Cicinnurus magnificus), Parotia Arfak (Parotia Sefiliata), Namdur Polos (Amblyornis inornatus) dan Paruh Sabit Kuriruri (Epimachus fastuosus). Empat jenis burung di Arfak ini, selalu menarik banyak wisatawan untuk melihat dan berburu foto. 
Cenderawasih Belah Rotan
Parotia Arfak (ilustrasi)
Namdur Polos
Paruh Sabit Kuriruri

Hans dan masyarakat setempat menyadari, bahwa ekowisata birdwatching dan alam sekitarnya, penting untuk dijaga kelestariannya. Masyarakat Kampung Kwau memiliki motto tersendiri dalam hal penjagaan hutan, seperti yang diungkapkan oleh Hans, bahwa hutan ibarat mesin uang bagi masyarakat, karena hutan memiliki segalanya. Jika masyarakat menjaga hutan, maka itu berarti menjaga sang “mesin”. 

Maka, dengan saling bahu membahu, Hans bersama masyarakat setempat terus berusaha melindunginya dari tindakan pengrusakan. Contohnya saja, untuk turis-turis yang datang untuk melihat burung-burung, mereka hanya diperkenankan untuk melihat dan memotret. Tidak diperbolehkan untuk menyentuh apapun apalagi mengambil.
Pegunungan Arfak
Pegunungan Arfak dan ekowisata birdwatching-nya, hanyalah satu dari sekian destinasi alam di Papua yang menyimpan pesona luar biasa dan menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat setempat. Selain keindahan yang mempesona, alam Papua terutama kekayaan hutannya, telah menyokong masyarakatnya secara ekonomi dan menjadi sumber mata pencaharian.

Selama ratusan tahun pula, hutan Papua telah menjadi pemasok makanan, obat-obatan tradisional dan kebutuhan bagi kebudayaan masyarakat lokal, khususnya masyarakat adat di Papua. Maka, dapatlah dikatakan, bahwa alam Papua ditakdirkan sebagai berkah yang memberi manfaat kepada masyarakat sekitar.
Daun Gatal, salah satu hasil hutan Papua yang digunakan sebagai obat

Ancaman Terhadap Sang Paru-paru Dunia
Kita patut bersyukur, keberadaan hutan Papua merupakan berkah tak terhingga dari Sang Maha Pencipta. Tidak hanya untuk masyarakat Indonesia tetapi juga dunia! Karena hutan Papua, merupakan salah satu paru-paru dunia yang berkontribusi penting dalam menjaga keseimbangan alam dan mengurangi pemanasan global. Hutan Indonesia menduduki urutan ketiga terluas di dunia dengan salah satu sumbangan terbesar adalah dari hutan hujan Kalimantan dan Papua. Menurut data Forest Watch Indonesia (FWI), sebuah lembaga independen pemantau hutan Indonesia, sejumlah 82 hektar luas daratan Indonesia masih tertutup hutan.

Secara administrasi, propinsi Papua yang sebelumnya bernama Irian Jaya, terbagi atas 2 (dua) provinsi yaitu provinsi Papua yang beribukota Jayapura dan provinsi Papua Barat yang beribukota Manokwari. Total luas hutan di kedua provinsi ini adalah 33 juta ha, dengan rincian 25 juta ha berada di Papua dan 8 ha berada di Papua Barat.
Dan hutan di Papua, menjadi harapan terakhir bagi hutan Indonesia yang utuh, dengan 38 % hutan primer yang tersisa di Indonesia, berada di Papua. Tidak hanya dari segi luasannya, hutan Papua juga menyimpan “harta karun” lainnya, yaitu memiliki tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, dengan 20.000 spesies tanaman, 602 jenis burung, 125 mamalia dan 223 reptil!

Sementara di Papua Barat, ekosistem hutannya yang mencapai 90% tutupan hutan, disinyalir sebagai hutan hujan terbesar kedua di dunia, yang sebagian besar belum dijelajahi. Provinsi yang terletak di bentang laut kepala burung ini adalah “rumah” bagi 1800 spesies ikan, habitat bagi 75% karang keras dunia dan hingga hari ini spesies baru terus ditemukan. Selain itu, provinsi ini juga memiliki hutan mangrove terluas di dunia dan luas lahan gambut yang signifikan.

Sayangnya, hutan di Papua juga tidak luput dari tindakan deforestasi. Tiap tahunnya, hutan di Provinsi Papua rata-rata mengalami deforestasi sebesar 143.680 ha, dan untuk Provinsi Papua Barat, per tahun rata-rata mengalami deforestasi sebesar 25 % atau 293 ribu ha. Ini mengakibatkan luas hutan di Papua secara keseluruhan terus berkurang. Tercatat pada tahun 2005 – 2009, total luas hutan di Papua adalah 42 juta ha, dan pada tahun 2011, atau hanya berselang tiga tahun, telah menyusut menjadi 30,07 juta ha. Tidak berhenti sampai disitu, hutan tanah Papua semakin tergerus pada tahun-tahun berikutnya, sebagaimana dapat kita lihat pada grafis deforestasi sejak tahun 2012 - 2017 berikut ini :
Ada 2 (dua) faktor yang disinyalir menjadi penyebab tingkat kehilangan tutupan hutan yang cukup besar di Papua, yaitu :
  • Ekspansi industri yang berbasis lahan (penebangan hutan, perkebunan, hutan tanaman dan pertambangan
  • Pemekaran wilayah administrasi pemerintahan
Jika tutupan hutan di Papua terus berkurang, tentu saja dapat mengganggu keseimbangan alam. Diantaranya seperti yang terjadi pada tahun 2014, tatkala Sungai Wariori meluap menjadi banjir sehingga ratusan warga sekitar sungai harus dievakuasi, ditengarai sebagai akibat pembabatan hutan di sekitar sungai.

Pada bulan Maret 2019, BNPB merilis laporan tentang peristiwa banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua yang menelan 79 korban jiwa dan 43 orang hilang. Ditemukannya kayu gelondongan yang terbawa arus mengindikasikan bahwa telah terjadi pembalakan hutan di cagar alam Cycloop, Jayapura.

Papua Barat, Provinsi Konservasi Pertama di Dunia
Meskipun melalui proses yang cukup panjang dan berliku, kita patut mengapresiasi kepedulian banyak pihak terhadap kelangsungan ekosistem alam di Papua. Dan  salah satunya berhasil mengantarkan Papua khususnya Papua Barat pada sebuah kebijakan yang menggembirakan.

Peristiwa penting bagi kelangsungan ekosistem hutan di Papua Barat, ditorehkan pada tanggal 21 Maret 2019. Yaitu dengan ditetapkannya Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) Provinsi Pembangunan Berkelanjutan atau disebut Perdasus Konservasi. Perda ini menjadi payung hukum terhadap perlindungan keindahan dan kekayaan alam Papua Barat dan sekaligus menjadikan Provinsi Papua Barat sebagai provinsi konservasi pertama di Indonesia bahkan dunia.
Lahirnya Perdasus ini, membawa misi sebagai berikut :
  • Melindungi ekosistem laut dan darat di Papua Barat, yang diakui merupakan ekosistem paling utuh yang tersisa di Indonesia
  • Mempromosikan pengembangan mata pencaharian berkelanjutan
  • Mengakui hak-hak masyarakat adat
  • Memberdayakan masyarakat Papua melalui perlindungan hak-hak sumber daya alam dan penyediaan pembangunan yang adil dan berkelanjutan
  • Menempatkan konservasi di garis depan dari setiap kegiatan ekonomi dan pembangunan di provinsi Papua Barat
Perdasus ini juga – menurut Rukka Sombolinggi, tokoh masyarakat setempat – bisa menjadi contoh bagi pemerintah di tempat lain, tentang bagaimana otonomi khusus memberi keleluasaan mengelola kawasan tanpa mengorbankan masyarakat adat setempat.

Pengelolaan Alam Berkelanjutan di Papua bersama Econusa
Selain melalui Perdasus, kita juga patut bersyukur atas optimisme dan kepedulian terhadap pelestarian alam di Papua yang dihembuskan oleh EcoNusa Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang bertujuan mengangkat pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan di Indonesia dengan memberi penguatan terhadap inisiatif-inisiatif lokal.

Dan untuk wilayah timur Indonesia, Yayasan EcoNusa bergerak dengan menjembatani komunikasi antara pemangku kepentingan di Tanah Papua dan Maluku, yang bertujuan untuk memaksimalkan praktik terbaik dalam perlindungan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan berdasarkan prinsip keadilan melalui kegiatan nyata bersama masyarakat lokal.

Berikut adalah program prioritas EcoNusa di wilayah Indonesia Timur termasuk di Papua :
  •           Advokasi kebijakan dan kerjasama strategis
Yaitu dengan memfasilitasi para pemangku kepentingan untuk memiliki pemahaman bersama terkait kondisi di tanah Papua khususnya, sehingga dapat menetapkan arahan strategis di berbagai level untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia Timur.
  •  Pengembangan kapasitas dan ketahanan masyarakat adat
Yaitu dengan mengidentifikasi peluang dalam mempromosikan berbagai kegiatan kewirausahaan di tingkat lokal berbasis aset, salah satunya dengan mengidentifikasi produk potensial yang dapat memperkuat upaya perlindungan hutan dan memberikan pendapatan kepada masyarakat.
EcoNusa mempromosikan noken, tas khas tanah Papua
  •          Gerakan Laut Berkelanjutan
Merupakan sebuah gerakan bersama dengan berfokus pada pengelolaan laut berkelanjutan termasuk pengelolaan perikanan yang lebih baik
  •    Dukungan komunikasi strategis untuk Indonesia Timur
Yaitu dengan menetapkan strategi mempertahankan persentase maksimum tutupan hutan sambil meningkatkan mata pencaharian masyarakat setempat, yang kemudian dikomunikasikan dengan pihak luar dengan cara terbaik sehingga memperoleh feedback terbaik juga dari berbagai pihak bagi perlindungan alam dan pembangunan berkelanjutan di Papua.
  •           Jaringan Komoditi Adat
Merupakan bentuk kerjasama dengan LSM lokal dan pemerintah daerah untuk mendapatkan inisiatif lokal yang kemudian diangkat sebagai praktik terbaik dalam pengelolaan sumber daya alam oleh orang Papua asli.
  •          Koral
Adalah singkatan dari Koalisi NGO untuk Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan, merupakan deklarasi sejumlah organisasi masyarakat untuk mewujudkan tata kelola yang mengarusutamakan kedaulatan bangsa, keadilan dalam pengelolaan sumber daya perikanan dan kelautan, rekomendasi yang berbasis ilmiah, keterbukaan informasi dan partisipasi publik dan kelestarian ekosistem pesisir dan laut.

  •          Jaringan Ekowisata Adat
Yaitu bentuk kerjasama dengan pemerintah daerah dan masyarakat adat untuk mengumpulkan praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan usaha wisata atau ekowisata yang ramah lingkungan dan berkeadilan oleh orang asli Papua. Fakta penting tentang masyarakat adat dapat kita lihat pada grafis berikut :
  •          Sekolah EcoInvolvement
Merupakan program pengembangan kapasitas untuk administrator desa atau kampung dan masyarakat lokal yang tinggal dekat area konsesi perkebunan sawit di Papua dan Maluku.
  •           Mari Cerita (MaCe) Papua
Ini adalah agenda dua bulanan untuk mengenalkan praktik-praktik terbaik di Tanah Papua, terutama terkait upaya konservasi lingkungan berbasis masyarakat.
  •           Sekolah EcoDiplomasi
Yaitu program kerjasama dengan anak muda di Papua sebagai diplomat lingkungan yang aktif mengkomunikasikan isu hutan, laut, dan perubahan iklim kepada publik.
Lebih jauh tentang sepak terjang EcoNusa Foundation, kegiatan-kegiatan yang sudah dilaksanakan dan pencapaiannya, bisa kalian akses di situs econusa.id. Kalian juga bisa bergabung menjadi sukarelawan bersama EcoNusa dengan cara mendaftar melalui situs ini, untuk turut serta berkontribusi dalam penjagaan alam di wilayah Indonesia Timur termasuk Papua.

Papua, Tentang Impian Yang Terus Terpatri
Di antara daftar keinginan terbesar saya selain menunaikan ibadah haji di tanah suci, adalah berkunjung ke Papua. Wilayah paling timur Indonesia ini memang menyimpan cerita tentang pesona yang nyaris tiada habisnya. Selain memiliki hutan yang menjadi paru-paru dunia, alam dengan keberagaman hayati terbanyak di dunia, kandungan emas terbesar diantara penghasil emas yang tersebar di Indonesia, Papua juga memiliki destinasi wisata alam yang luar biasa indah. Saking indahnya sehingga wilayah berbentuk kepala burung ini dijuluki sebagai “sekeping syurga yang jatuh di bumi.” 

Memang, butuh dana yang lumayan besar jika ingin mengunjungi wilayah ini, apalagi dari kota asal saya yang berada di belahan barat Indonesia. Tetapi, belajar dari pengalaman para pemimpi yang di kemudian hari mimpinya terwujud, kita memang harus punya mimpi terlebih dulu, lalu berusaha keras untuk mewujudkannya. Demikian pula halnya dengan mimpi saya yang terus terpatri untuk menginjakkan kaki ke Papua. Berikut adalah tempat-tempat yang ingin saya kunjungi jika saya berkesempatan ke Papua kelak :

  •        Raja Ampat
Siapa yang tidak kita kenal salah satu wisata paling populer di negeri ini? Kawasan Raja Ampat ini terdiri dari empat pulau besar yaitu Waigeo, Misool, Salawati dan Batanta. Terdapat pula pulau – pulau kecil di sekitarnya. Salah satu keistimewaan Raja Ampat, adalah terdapatnya biota laut yang jenis ikannya saja mencapai 1.511 jenis!
Raja Ampat sendiri merupakan sebuah kabupaten dan bagian dari Provinsi Papua Barat. Jika ingin datang kesini, kita bisa melalui Sorong untuk kemudian melanjutkan dengan kapal cepat yang berlayar dua kali sehari menuju Waisai, ibukota kabupaten Raja Ampat.
Perairan Raja Ampat merupakan satu dari 10 perairan terbaik di dunia. Wilayah laut dan darat Raja Ampat yang memiliki luas 4,6 juta hektar ini juga menjadi rumah bagi 540 jenis karang dan 1.511 jenis ikan serta ribuan biota laut lainnya. Selain lautnya yang menyerupai titisan surga di bawah air, wilayah darat Raja Ampat pun tidak kalah mempesona. Pantai – pantai yang tersebar memiliki pasir pantai yang sehalus tepung, terdapat pula pulau – pulau yang membentuk deretan tebing tinggi. 

Di sini terdapat beberapa tempat yang sudah terkenal di luar negeri ketimbang di tanah air kita sendiri seperti Piaynemo, Teluk Kabui, dan Wayag. Tak kalah menariknya, disini juga terdapat hutan tropis dimana kita bisa menyaksikan secara langsung burung cenderawasih yang merupakan burung khas Papua dan termasuk jenis satwa langka. 

Satu hal lagi yang tak boleh dilewatkan saat kita berkunjung kesini adalah seni budaya masyarakat setempat. Masyarakat disini telah memahami dan sadar betul bahwa keindahan alam mereka merupakan daya tarik wisata yang besar. Sehingga desa – desa wisata telah banyak berdiri disini. Satu diantaranya adalah Desa Arborek. Di desa ini, kita bisa melihat tarian khas masyarakat disana, mencoba makanan khas yang terbuat dari sagu yang bernama sinole serta melihat pembuatan anyaman daun pandan, warisan budaya yang diturunkan dari generasi ke generasi. Itu baru satu lho. Ada banyak desa – desa yang menawarkan pengalaman yang berbeda.   
Bagi kita yang menyukai wisata sejarah, disini juga terdapat peninggalan sejarah misalnya peninggalan perang dunia ke II, gua – gua dengan lukisan tangan peninggalan manusia jaman purba dan peninggalan kerajaan penduduk di masa lampau yang memiliki kaitan erat dengan Kesultanan Tidore.

Dari informasi yang saya baca, ketika kita berkunjung ke destinasi wisata ini, kita tak perlu khawatir soal tempat untuk menginap. Tersedia fasilitas yang semakin hari semakin baik. Mulai dari resort hingga penginapan dengan harga bersahabat akan dengan mudah kita jumpai di tempat ini.

  •        Danau Sentani
Papua memiliki sebuah danau yang sangat indah, yaitu Danau Sentani. Danau ini dikelilingi 22 pulau dan memiliki pemandangan bak lukisan yang biasanya menghiasi ruang tamu di rumah – rumah tempoe doeloe. Bukit – bukit hijau nan mempesona mengitari danau yang memiliki air tenang berwarna kebiruan. 

Danau yang memiliki luas 9.360 hektar dan berada di ketinggian 75 mdpl ini memiliki 30 jenis spesies ikan tawar dimana empat diantaranya merupakan spesies endemik, yakni ikan gabus Danau Sentani, ikan pelangi Sentani, ikan pelangi merah dan hiu gergaji. 
Terdapat atraksi menarik yang biasanya diselenggarakan setiap pertengahan tahun. Yakni pertunjukan budaya dan seni masyarakat setempat ditambah dengan hidangan kuliner khas yang bisa dinikmati. Festival ini sendiri menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang datang ke destinasi wisata ini. 
Festival Danau Sentani

  •       Teluk Cendrawasih
Teluk Cendrawasih merupakan salah satu taman nasional di Indonesia yang diresmikan pada tahun 1993. Memiliki luas yang mencapai lebih dari 1,4 juta hektar dengan hampir 90% wilayahnya berupa air, lokasi ini merupakan pusat penelitian hiu paus atau whale shark di Papua. Menurut berbagai sumber, lokasi ini merupakan tempat menyelam terbaik di nusantara.
Teluk Cendrawasih
Ikan hiu paus di Teluk Cendrawasih
Di perairan teluk ini terdapat lebih kurang 196 jenis molusca dan 209 jenis ikan. Ditambah lagi dengan kura – kura, penyu, hiu dan lumba-lumba. Lokasi yang didominasi dengan pohon kasuarina ini juga merupakan rumah bagi sebagian populasi mega fauna atau hewan berukuran besar seerti hiu paus, ikan duyung (dugong), Napoleon Wrasse dan populasi predator-predator laut.
Sebagai tambahan informasi, hiu paus merupakan hewan raksasa terbesar di bawah laut. Dan menjadi daya tarik bagi para penyelam untuk datang kemari. Dan kemunculan hewan ini memang tidak setiap saat. Biasanya hewan ini akan muncul di sekitar bulan Mei hingga Oktober sehingga para penyelam yang sangat tertarik pada hewan ini biasanya akan datang di sekitar bulan – bulan tersebut. 
Seorang penyelam sedang menikmati diving di Teluk Cendrawasih
Selain keindahan surga bawah air, terdapat sebuah pulau yang memiliki spot berfoto yang instagrammable yakni Pulau Roon. Terdapat sebuah gereja tua yang unik disana. Keunikannya terdapat pada arsitektur yang kuno dan kitab injil kuno, terbitan tahun 1898 yang disimpan dengan baik rapi. Di pulau ini kita juga melihat langsung burung dan kelelawar yang hilir mudik sepanjang hari.

Selain itu kita juga bisa menemui pulau – pulau berjajar seperti pulau Mioswar. Disini terdapat goa – goa cantik. Disini bahkan terdapat sumber air panas yang mengandung belerang tanpa kadar garam. Wow. 

Nah, goa ini merupakan peninggalan dari zaman purba dan di dalamnya terdapat kerangka leluhur etnik wandau. Dan tercatat bahwa mereka adalah orang pertama yang mendatangi pulau ini. Tidak sampai disitu saja lho, di kawasan ini juga terdapat air terjun dengan pemandangan yang tak terlupakan. Di beberapa goa yang terdapat di lokasi ini, juga ditemukan kerangka manusia, piring – piring antik dan peti – peti berukir.

Dan yang lebih amazing lagi, disini kita juga bisa menemui gua di dalam air yang bernama Tanjung Mangguar yang berada di kedalaman 100 kaki. Di kawasan ini juga terdapat pulau Rumberpon dimana kita bisa melihat rusa dan burung secara langsung. Di dasar laut di dekat pulau ini terdapat pula bangkai pesawat militer yang tenggelam. 

Untuk menuju kawasan ini, terdapat pesawat yang menuju ke arah Biak. Dari Biak, kita akan melanjutkan penerbangan dengan pesawat perintis menuju Manokawari atau Nabire. Karena seperti yang kita ketahui, Teluk Cenderawasih ini berada di lima kabupaten yakni Teluk Wondana, Manokwari, Nabire, Yapen (masuk provinsi Papua Barat) dan kabupaten Waropen di provinsi Papua.

Alam Papua, Destinasi Wisata Hijau yang Tak Terbantahkan
Dari uraian diatas, sesungguhnya tidak ada keraguan untuk menyebut Papua destinasi wisata hijau. Namun, tidak ada salahnya terlebih dahulu kita kutip definisi destinasi pariwisata dan daya tarik wisata menurut Undang-undang RI Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan, yaitu :
Destinasi pariwisata adalah kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administrasi yang didalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan. Sedangkan daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan dan nilai berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya dan hasil buatan manusia yang menajdi sarana atau tujuan wisatawan.
Maka, dengan mengacu pada definisi tersebut, inilah elemen-elemen yang dimiliki alam Papua, yang membuatnya layak disebut sebagai destinasi wisata hijau :
  • Keberadaan hutan Papua yang menyimpan kekayaan ekowisata, tidak hanya menjadi destinasi wisata favorit para turis mancanegara, tetapi juga berfungsi sebagai paru-paru bumi dengan menyumbang tutupan hutan ketiga terbesar di dunia
  • Berbagai keindahan alam yang natural dan menjadi daya tarik wisata, dapat kita temukan di bumi Papua, mulai  dari hutan, pegunungan, danau, teluk, sungai, pantai, lembah, hingga keindahan alam bawah laut. Hal ini sejalan dengan pengelompokan objek dan daya tarik wisata menurut Suwantoro dalam bukunya Dasar-dasar Pariwisata, yaitu yang dikategorikan kedalam objek wisata alam atau wisata hijau mempunyai daya tarik karena keindahan alam, pegunungan, sungai, pantai, hutan dan sebagainya.
  • Dengan ditetapkannya Papua Barat sebagai provinsi konservasi pertama di dunia, menjadikan destinasi wisata alam di wilayah ini terjamin kelestariannya sehingga eksistensinya sebagai destinasi wisata hijau tetap terpelihara dan sejalan dengan pembangunan yang berkelanjutan
  • Alam Papua memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, baik flora maupun fauna. Diantaranya adalah Raja Ampat yang merupakan taman laut terbesar di Indonesia dengan ribuan biota laut, dan Taman nasional Lorents yang memiliki 42 spesies mamalia, sebagian besarnya adalah hewan langka serta 1000 spesies ikan.

Kontribusi untuk Tanah Papua
Tentu, sebagai penulis, khususnya blogger, kita pun bisa berkontribusi terhadap kelestarian Papua meskipun belum pernah menginjakkan kaki kesana, yaitu antara lain dengan :
  •        Mengumpulkan dan mengakses informasi yang terpercaya tentang Papua
Selama ini, kita mungkin hanya mengetahui Papua sebatas permukaannya saja, atau hanya informasi-informasi tentang hal-hal yang sudah diketahui secara umum. Maka, sebagai penulis yang terbiasa mengakrabi referensi, sudah selayaknya kita mengasup lebih banyak informasi tentang Papua, tentunya dari sumber yang terpercaya seperti econusa.id, agar kita memiliki persepsi yang jernih dan tepat tentang Papua, serta wawasan dan pengetahuan yang lebih mendalam tentang Papua.
  •           Mempromosikan dan mempublikasikan Papua lewat tulisan
Dari informasi-informasi yang sudah kita kumpulkan dan kita lakukan analisa terhadapnya, langkah selanjutnya yang bisa kita lakukan adalah mempublikasikan dan mempromosikan tentang Papua didalam tulisan kita, dengan tujuan untuk semakin memperkenalkan Papua kepada dunia luar, upaya-upaya positif berbagai pihak yang selama ini peduli terhadap kelestarian Papua, dan hal-hal apa saja yang bisa dilakukan para pihak untuk kelestarian dan pembangunan di Papua yang berkelanjutan.
  •           Menghimbau untuk menjaga kelestarian alam
Papua adalah bukti nyata akan anugerah Tuhan yang harus dijaga kelestariannya. Maka, segala tindakan yang pernah dilakukan oknum-oknum tertentu dan berdampak pada kelestarian alam Papua, upaya-upaya pelestariannya yang telah dan terus dilakukan, dapat kita jadikan contoh dan acuan untuk menghimbau setiap orang tentang pentingnya menjaga kelestarian alam.
Dan jika kita berkesempatan mengunjungi destinasi wisata di Papua, inilah yang harus kita lakukan dalam rangka menjaga kelestarian alamnya :
  •           Menjaga kebersihan dan kenyamanan
Yaitu dengan tidak mengotori tempat yang kita kunjungi, tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan dimana pun kita berada.
  •           Mematuhi aturan dan adat setempat
Sebagai pengunjung, kita harus mematuhi aturan wilayah setempat, baik yang ditetapkan oleh pemerintah daerah maupun hukum adat yang berlaku, sehingga keharmonisan dengan alam dan warga setempat tetap terjaga.
  •           Tidak melakukan tindakan destruktif
Kita harus mengendalikan diri untuk tidak merusak alam yang kita datangi dan nikmati. Bahkan untuk objek tertentu, kita pun tidak boleh menyentuhnya, misalnya saja objek burung-burung pada ekowisata birdwatching.

Kesimpulan :
  • Alam Papua tidak hanya memiliki keindahan yang mempesona, tetapi juga merupakan berkah Tuhan bagi masyarakat Papua dengan memberi begitu banyak manfaat yang menopang ekonomi dan kehidupan.
  • Hutan Papua juga tidak luput dari tindakan deforestasi dan pengrusakan. Hal ini perlu menjadi kepedulian kita bersama, mengingat hutan Papua, merupakan salah satu paru-paru dunia yang menyumbang luasan tutupan hutan nomor tiga terbesar di dunia.
  • Diantara bentuk kepedulian para pihak terhadap pelestarian alam Papua, ditandai dengan lahirnya Perdasus Provinsi Pembangunan Berkelanjutan yang menetapkan Papua Barat sebagai provinsi konservasi pertama di Indonesia bahkan dunia.
  • Apresiasi yang mendalam patut kita tujukan kepada EcoNusa Foundation yang fokus dan konsisten dalam menjaga pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan di Indonesia dengan memberi penguatan terhadap inisiatif-inisiatif lokal, khususnya di tanah Papua.
  • Papua, tak diragukan lagi merupakan destinasi wisata hijau unggulan di Indonesia, dengan sejumlah elemen hijau yang dimilikinya, seperti hutannya yang berfungsi sebagai paru-paru dunia, kandungan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia yang dimilikinya, keindahan alamnya yang menjadi daya tarik wisata, dan sebagainya.
  • Sebagai bangsa Indonesia, kita pun mampu dan harus ambil bagian dalam melestarikan Papua. Sebagai penulis misalnya, kita bisa memfungsikan peran kita untuk mempublikasikan Papua secara positif dan meluas, serta turut menjaga kelestarian alam Papua saat kita berkesempatan menginjakkan kaki di sana.
Raja Ampat
Papua dengan segala yang tersimpan di dalamnya merupakan paket lengkap dari Tuhan yang telah menitiskan gambaran kepingan surga-Nya di muka bumi. Sungguh, betapa beruntungnya kita menjadi insan Indonesia dan bagian dari sebuah maha karya. Maka, terhadap anugerah yang luar biasa ini, kita pun ikut bertanggung jawab untuk menjaga dan melestarikannya. Sebaliknya, anugerah dapat menjadi bencana jika kita mengabaikannya. Semoga, destinasi wisata hijau di tanah Papua akan terus lestari, berkontribusi pada bumi, bermanfaat bagi masyarakat setempat dan tetap memancarkan pesonanya yang tak terbantahkan sebagai “a piece of heaven from the east of Indonesia”. Sekeping Syurga di Timur Indonesia.

Bahan bacaan :
econusa.id 
tokohinspirasi.id

Kompasiana.com 
phinemo.com 
nativeindonesia.com

Gambar :

IG dan twitter econusa.id
wikipedia.org
greener.co
youtube.com
infopublic.id
wisatalova.com
rimbakita.com
cnnindonesia.com
papuaparadise.com
merdeka.com
pemburuombak.com

28 comments

  1. Papua ini punya sumber daya alam yg luarrr biasa.
    Kita kudu bahu-membahu untuk menjaganya sekuat tenaga
    Semoga semua pihak bisa bekerjasama melindungi hutan Papua agar tetap lestari.. Aamiin..

    ReplyDelete
  2. Papua ini emang juara alam dan wisatanya, mempunyai magnet tersendiri buat wissatawan dan traveller.
    Ahh mupeng banget lihat poto2nya...
    Pen ke Teluk Cendrawasih ..

    ReplyDelete
  3. Saya suka merasa beruntung ya yang tinggal di Papua bisa terus menikmati alam yang seindah ini. Mudah-mudahan saya dan keluarga bisa ke sana suatu hari nanti

    ReplyDelete
  4. bersyukurnya kita masi punya destinasi hijau seperti di tanah papua. semoga hutan papua tetap lestari dan terjaga keanekaragaman hayatinya. terlebih sekarang sudah ada econusa yang bisa menjembatani pemgelolaan SDA disana

    ReplyDelete
  5. kalau bicara Papua saya selalu takjub dengan keindahan alamnya, juga kekayaan SDA nya

    ReplyDelete
  6. Sudah lama banget akutu denger bahwa alam papua itu sangat indah dan banyak yang bilang juga syurga dunia ada dipapua.. walaupun aku belum pernah ke papua, membaca tulisan ini tambah yakin bahwa papua memang syurganya indonesia timur ya.. sangat indah

    ReplyDelete
  7. Banyak orang yang hanya mengenal Raja Ampat tempat wisata yang indah di Papua, padahal masih banyak lagi keindahan alam di Papua yang bisa dilihat ya. ekowisata birdwatching ini seru banget aku pinigin lihat juga secara langsung

    ReplyDelete
  8. Sampai sekarang, aku masih penasaran.. Bawa noken digantungin di kepala itu berat nggak sih? :D Eh bener kan ya kalau noken digantung di kepala?

    ReplyDelete
  9. MasyaAllah tak kusangka sungguh indah sekali mba alam Papua. Habitat burungnya juga langka dan banyak juga ya mba

    ReplyDelete
  10. Papua ini benar-benar surga yang terpercik di tanah Indonesia.
    Hutannya menyumbang banyak manfaat sebagai paru-paru dunia.
    Keanekaragaman hayatinya benar-benar membanggakan :)

    ReplyDelete
  11. Alhamdullillah, kini tulisan tentang Papua semakin mudah ditemukan.

    ... dan semakin beragam.

    Aku juga jadi tahu tentang destinasi healing forest dan kini ekowisata birdwatching di Papua!

    ReplyDelete
  12. Papua memang surganya Indonesia, banyak sekali yang belum terjamah sama banyak orang, jadi masih bagus dan keren banget. Aku jadi mau ke Papua juga :)

    ReplyDelete
  13. Destinasi impian aku banget nih ..Mudah2an ada takdirnya bisa ke sana menikmati keindahannya yang luar biasa.

    ReplyDelete
  14. Miris ya mba luas hutan papua makin tahun makin tergerus buat lahan pertanian sawit, dsb, PR buat kita untuk menjaga kelestarian hutan papua tetap stabil dan menjadi paru2 buat indonesia juga dunia

    ReplyDelete
  15. Papua kayak surga ya kak.. Astagaaa pengen kesana.. Faunanya anda cantik2 begitu.. Baru tau dan lihat parotika aku. Slama ini dengerrnya cendrawasih aja...

    ReplyDelete
  16. Waaaah, aku antara happy banget dan sedih baca artikel blog Mbak Ria ini. Happy karena jadi tahu kita masih punya hutan primer yang sedemikian kaya, tapi sedih lihat data deforestasinya. Semoga hutan kita tetap terjaga ya Mbak.... Dan hopefully suatu saat punya rejeki untuk menjejakkan kaki di Papua :) :love

    ReplyDelete
  17. Selain Danau Toba, ternyata Papua juga jadi sekeping surga ya mbak. Aku senang banget kalau bisa jalan ke Papua sambil menikmati pemandangan alam serta hutan yang begitu indah di sana. Semoga makin banyak pemulihan hutan di Papua ya mbak.

    ReplyDelete
  18. aku sendiri punya harapan suatu saat pengen traveling bareng keluarga ke papua mba. mau lihat langsung seindah apa surga papua kita

    ReplyDelete
  19. Setuju banget. Papua ini salah satu surge dunia yang dimiliki Inonesia ya. Ya alamnya indah, kekayaan alamnya melimpah, budayanya juga unik. Kepengen deh suatu saat bias menginjakkan kaki d tanah Papua

    ReplyDelete
  20. Alhamdulillah kalau udah ada yang meperjuangkan Papua ini jadi propinsi konservasi ya mbak. emang pembangunan di sana butuh diawasin lebih sih supaya gak ada yang ngawur ya. Eman2 kalau pembangunan Papua gak menyesuaikan dengan kondisi alam dan keinginan masyarakatnya.

    ReplyDelete
  21. Mutiara hitam dari timur Indonesia kalau kata penyiar televisi siapa aku lupa
    Di sini meskipun masih alami, termasuk yang memberikan uang banyak kepada negara karena freeportnya ya Bun. Semoga kapan-kapan aku bisa main ke Papua aamiin.

    ReplyDelete
  22. Papua memang harus masuk prioritas untuk konservasi mba. Deforestasinya udah gila-gilaan di sana. Kayu-kayu udah puluhan ribu kubik meter dibawa ke berbagai pulau lain di Indonesia. Harus ada peran aktif dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, untuk tak semata-mata memandang hutan sebagai modal kekayaan mereka.

    ReplyDelete
  23. Selama ini hanya mengenal tempat wisata di Papua itu Raja Ampat saja. Ternyata banyak sekali keindahan alam di bumi Papua ya.

    ReplyDelete
  24. Yang paling menyedihkan dari hutan di Papua ini adalah ancaman deforestasi yang dimulai dari penanaman kebun sawit. Jangan sampai Papua seperti Sumatera dan Kalimantan yang telah banyak kehilangan hutan demi sawit.

    ReplyDelete
  25. Aku pas zaman kuliah itu dulu pas ada penelitian ttg buah merah asal Papua yang ngehits banget katanya bisa mengobati AIDS. Inget terus sampe sekarang

    ReplyDelete
  26. Wah awal scroll dan lihat photo yang di post keren sekali ya memang Papua ini bagi yang suka alam dan hunting photo kece gini, baper pengen kesana

    ReplyDelete
  27. Surga banget sih emang alam Indonesia, apalagi Papua yang htannya masih hijau banget. Hewan aslinya juga masih ada. Tinggal kita aja nih mau melestarikan atau jadikan perumahan. semoga selalu asri alam Papua.

    ReplyDelete
  28. Kalau ke Papua, Raja Ampat gak boleh kelewat dong ya. Belum afdol rasanya ke Papua kalau belum ke Raja Ampat

    ReplyDelete