Riawani Elyta: Mewujudkan Mimpi yang t'lah beku di Kota Batu

New Romance Novel by Riawani Elyta

New Romance Novel by Riawani Elyta
Love Catcher
Wednesday, 4 December 2019

Mewujudkan Mimpi yang t'lah beku di Kota Batu


Hujan rintik-rintik menyambut kedatangan kami di kota Batu, petang itu. Langit yang gelap seolah akan runtuh. Jam menunjukkan pukul empat sore. Dan waktu untuk kami berada di kota ini, hanya tersisa kurang dari 24 jam.

Ya. Kedatangan kami kemari – saya dan teman-teman kantor - , memang bukanlah murni untuk liburan. Melainkan memanfaatkan sisa waktu setelah urusan dinas di Malang selesai. Dan sesuai jadwal, besok siang kami sudah harus kembali ke kampung halaman kami di Tanjungpinang.

Tak ayal, saat seorang teman bertanya,”Kita tetap ke museum? Hujan-hujan begini?”
Kami semua serentak menjawab, tegas tanpa ragu. “Ya.”

Maka, setelah check in di hotel dan sholat, tanpa menunda-nunda waktu lagi kami segera menuju Museum Angkut, yang untungnya hanya berjarak kira-kira 1 km dari hotel.
Kami bersyukur mendapatkan penginapan yang dekat dengan museum transportasi nomor satu di Asia ini. Jadi, waktu yang singkat ini bisa kami manfaatkan untuk mengunjungi Museum Angkut. 
 
dok. pribadi
Sesampai di Museum Angkut dengan menaiki mobil rental, langkah kami bergegas memasuki zona terdekat : Zona Hall Utama. Di sini, kami serasa ditarik mundur ke masa lampau, sekaligus dibuat terpesona dengan beragam alat transportasi dari masa silam, terutama motor dan mobil antik. 



dok. pribadi

dok. pribadi

Setelah berfoto-foto sejenak, teman-teman pria kemudian main simulator pesawat. Saya menggunakan waktu ini untuk kembali berfoto-foto di zona sekitar area simulator. Hujan kian deras saat kami melanjutkan ke Zona Pecinan. Karena ini adalah area outdoor, kami tidak sempat berfoto-foto, melainkan hanya berdiri berpindah-pindah seraya menunggu hujan reda. Tetapi, hujan justru semakin deras. Dan senja mulai turun. Akhirnya, kami memutuskan untuk minum minuman hangat di sebuah warung lalu pulang. Sungguh, rasanya ingin sekali waktu bergerak lebih lambat agar kami bisa lebih lama berada di Museum Angkut.
 
gunung Arjuno (dok. pribadi)

gunung Arjuno (dok. pribadi)

Keesokan paginya, saat saya menyibak gorden jendela, tampaklah Gunung Arjuno dan pemandangan sekelilingnya yang begitu indah dan hijau. Udara lembap sisa hujan semalam turut melengkapi kesyahduan pagi. Namun, saya tidak bisa berlama-lama menikmati romantisme alam ini. Usai sarapan, kami segera bergegas menuju destinasi tak kalah populer berikutnya, kebun apel. 
kebun apel (dok. pribadi)

Supir mengantarkan kami menuju salah satu kebun apel terdekat. Meskipun di sepanjang jalan banyak yang menjual apel, rasanya belum afdol, kalau belum merasakan memetik langsung dari pohonnya.

Maka, waktu yang tinggal beberapa jam menjelang pulang, kami gunakan dengan memetik apel dan makan langsung di kebun. Apel malang punya citarasa yang berbeda dengan apel impor. Rasa asamnya sedang, tidak mengandung banyak air, dan nyaman di perut.

dok. pribadi

Dari kebun apel, kami singgah ke Jatim Park 3 atau Dino Park yang terletak di Jalan Raya Ir. Soekarno. Karena kami datang pada pukul sebelas siang, atau persis saat tempat ini baru dibuka, belum banyak wahana yang beroperasi. Dan mengingat waktu yang kian mepet, kami hanya sempat merasakan bermain di Jurassic Action. Selama lebih kurang 15 menit, kami dibawa masuk ke ruang gelap dan duduk di atas kereta yang dilengkapi senjata. Layar besar di depan kami lalu menampilkan sekawanan dino yang “menyerang”, dan kami melawan mereka dengan mengarahkan tembakan kepada dino-dino yang ada di layar. Usai bermain, kami pun istirahat sejenak untuk makan, foto-foto, lalu segera bergerak menuju bandara. 



dok. pribadi


Pengalaman singkat di kota ini, sungguh, membekaskan memori yang begitu dalam di  hati dan ingatan saya. Diantara semua tempat wisata yang pernah saya kunjungi di negeri ini, kota Batu, Malang, adalah yang panggilannya paling kuat, membangun impian untuk datang kembali. Belumlah puas rasanya menikmati kemajuan teknologi dan perkembangan transportasi di Museum Angkut, merasakan sensasi memetik apel di kebun seraya menghirup udara segar, dan memacu adrenalin di wahana Dino Park.



Dan, saya tidak ingin mewujudkan impian ini sendirian. Saya ingin berkunjung kembali bersama keluarga saya, terutama anak-anak saya yang sangat menyenangi dinosaurus. Saya ingat, saat balita, putra bungsu saya sangat menyukai segala yang berbau dinosaurus. Dia bahkan bisa mengingat persis nama-nama dinosaurus, jenis dan tempat asalnya. Tidak terhitung berapa banyak buku bacaan dan mainannya waktu itu, yang bertema tentang dino. Saat pertama kali dia menonton televisi yang menayangkan tentang pameran robot Dino, kedua matanya langsung berbinar, dan dia terus-terusan berseru, “Mau lihat Dino! Mau ketemu Dino!”

Ah. Muncul sebait rasa bersalah saya, karena sayalah yang lebih dulu “mencuri” impiannya dengan “bertemu” replika Dino di Jatim Park 3 tanpa bersamanya. Dalam hati saya berjanji, saya ingin mewujudkan impian masa kecilnya untuk berkunjung ke “dunia” dino di Jatim Park 3. Impian yang mungkin saja sudah membeku dalam ingatannya, namun tidak pernah lekang dari hati dan keinginannya.
 
dok. pribadi
Dan, tidak hanya ketiga destinasi tersebut yang menarik di kota ini. Terdapat banyak objek wisata lain yang nggak kalah mengasyikkan. Ada Taman Wisata Selecta, Museum D’Topeng, Omah Kayu, Wisata Paralayang, Labirin Coban Rondo, Bukit Bulu Coban Rais, Air Terjun Coban Talun, Batu Night Spectacular, Batu Secret Zoo, Eco Green Park, Museum Satwa, Jelajah Lima Benua, Kusuma Water Park, Alun – alun, Pasar Wisata Batu hingga Batu Wonderland. Aah, ternyata masih sangat banyak yang belum saya kunjungi, dan baru bisa saya pandangi di internet dan televisi dengan hati yang menggembung oleh rasa ingin.

            Berlibur ke Batu bersama keluarga, tentu butuh perencanaan yang matang, terutama dalam hal budgeting. Untuk menuju kota Batu dari kampung halaman saya, terhitung cukup jauh. Dari Tanjungpinang saya harus menyeberang ke Batam dan dilanjutkan dengan penerbangan ke Malang. Untuk biaya tiket sekeluarga saja, angkanya sudah tembus delapan digit.

Maka, untuk menyiasati anggaran, saya harus mencari akomodasi dengan harga yang bersahabat tetapi fasilitasnya tidak asal hemat. Maklumlah, membawa keluarga dan anak-anak, banyak hal harus dipertimbangkan agar liburan tetap nyaman. Terutama dalam urusan akomodasi. Setelah searching sana – sini, yess, akhirnya saya menemukan pilihan yang tepat : OYO Hotels. 

Jaringan OYO Hotels Indonesia yang berasal dari india ini memang baru beroperasi di Indonesia sejak tahun lalu, namun hingga hari ini, OYO hotels telah melebarkan sayapnya di 121 kota di Indonesia, termasuk di Batu, Malang. Apa yang menarik, hotel – hotel yang menjadi mitra Oyo Hotels memiliki fasilitas yang berstandar baik dengan harga yang super duper bersahabat ! Bayangkan, dengan rate mulai dari 100 ribuan, kita sudah bisa menikmati kamar dengan fasilitas lengkap : tempat tidur, wifi gratis, AC, televisi dan kamar mandi. Ada 4 (empat) kategori akomodasi OYO Hotels yang dapat kita pilih sesuai budget dan kebutuhan : OYO Rooms, Premium, Capital O , Spot On dan OYO Hotels.
Selain itu, OYO Hotels juga membawa angin segar dalam dunia industri perhotelan dengan sejumlah keunggulan inovatif yang dimilikinya yaitu :

  •   Mengusung konsep Manchise

OYO Hotels merupakan startup yang pertama kalinya memperkenalkan konsep Manchise, atau manajemen franchise. Dengan konsep ini, pemilik hotel tidak perlu repot mengiklankan dan membuat tata kelola hotel karena semuanya sudah dikerjakan oleh OYO dengan standar yang tidak perlu diragukan.

  •  Mudah dipantau

OYO memiliki lebih dari 20 aplikasi sehingga pemilik hotel bisa melihat pendapatan hotel mereka, data dan ranking hotel sehingga membantu dari sisi manajemen. Tidak hanya sampai disitu, para customer dan operator juga memiliki aplikasi yang akan membantu untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
  •  Memiliki sistem audit
OYO Hotels menyediakan aplikasi Krypton Apk untuk keperluan audit hotel baik secara keseluruhan maupun hingga ke setiap kamar. Ini dapat memastikan bahwa review pelanggan tidak asal-asalan melainkan sesuai dengan kondisi yang ada.
  • Membantu meningkatkan lapangan pekerjaan
OYO Hotels juga memiliki tujuan mulia, yaitu menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan dalam bidang perhotelan dengan meningkatkan tingkat hunian hotel. Untuk itu, setiap mitra yang bekerjasama dengan OYO memiliki standar yang telah teruji, mendapat pelatihan untuk peningkatan SDM seperti pelatihan bahasa Inggris dan teknologi. Karena OYO Hotels menyasar hotel dengan standar bintang dua hingga guest house, ini juga dapat membantu para pemilik hotel yang memiliki properti kecil untuk lebih profesional dalam menjalankan bisnis mereka. Jadi, jika kita memilih untuk menginap di hotel mitra OYO, selain mendapatkan harga yang sangat terjangkau, kita juga bisa membantu membuka lapangan kerja bagi saudara – saudara kita.
sumber : oyorooms.com

sumber : oyorooms.com

sumber : oyorooms.com


Jika saya mendapat voucher diskon 70% dari OYO, saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mewujudkan mimpi mengunjungi kembali Kota Batu, Malang bersama keluarga tercinta. Yang pertama saya lakukan adalah segera cek jadwal libur sekolah, ambil cuti, dan pesan tiket pesawat jauh-jauh hari agar bisa dapet harga yang lebih miring. Kedua, saya akan mencari hotel di Kota Batu sebagai bakal akomodasi kami sekeluarga. Ketiga, jika Allah memperkenankan impian saya, inilah tempat-tempat wisata pilihan yang akan saya kunjungi bersama keluarga  dan anak-anak saya di kota Batu :   
 
Jatim Park 3
 Ini sudah tentu menjadi destinasi utama kami. Saya yakin anak-anak akan senang sekali menikmati berbagai atraksi yang ditawarkan oleh wahana Jatim park 3, mulai dari jelajah 5 zaman yang akan membawa pengunjungnya masuk ke dalam ruang waktu kehidupan dino sejak jaman prasejarah, Museum Dino dan Museum Rimba yang menyajikan pameran tulang-tulang raksasa dino dan  berbagai jenis makhluk prasejarah, juga berfoto-foto seru di spot-spot menarik di Life with Dino dan berfoto bersama replika tokoh– tokoh dunia di Museum Lilin. Saya juga nggak sabar membawa anak-anak saya ke wahana The Legend Star (saat kunjungan singkat saya, wahana ini belum buka) yang berisi replika tempat-tempat terkenal di dunia, yang dari banyak review menyebutkan, berada di sini kita seakan-akan diajak berkeliling dunia!
dok. pribadi

dok. pribadi

        Batu Night Spectacular (BNS)
Saya tertarik untuk berkunjung kesini, karena selain memang belum pernah, wahana ini hanya buka pada malam hari, sehingga bisa menjadi alternatif untuk jalan-jalan di waktu malam di kota Batu. Tempat ini juga memiliki wahana yang seru – seru seperti Bangku Terbang, Marry Go Round, Ali Baba, Mini Boom-Boom Car, Mini Train, Rumah Kaca, Rumah Hantu, Rodeo, Sepeda Gila, Trampoline, Playground, Fun House dan masih banyak permainan lainnya yang pasti disukai anak-anak. Saya juga ingin sekali menyaksikan pertunjukan Spectacular show di sini seperti  Laser Show, Air Mancur Menari, Multimedia Show dengan panjang layar 50 M (terpanjang di Indonesia).
 
sumber : piknikasik.com
Lampion Garden
Ini adalah primadonanya wahana di BNS dan menjadi wahana tersendiri yang berisi begitu banyak lampion. Jadi, dengan mengunjungi BNS, kita bisa sekaligus menikmati keindahan lampion-lampion di Lampion Garden. Apalagi, tiket masuk kesini lumayan murah, dengan Rp.15 ribu per orang, kita sudah bisa berfoto dengan beraneka lampion, khususnya lampion berupa karakter animasi yang disukai anak-anak seperti Putri Salju dan 7 kurcaci, Alice in the Wonderland, dan masih banyak lainnya. Terdapat pula bangunan – bangunan terkenal dari negara – negara di dunia seperti Menara Eiffel, Menara Pisa, Monas dan masih banyak miniatur lainnya.
 
sumber : tripadvisor.com
    Wisata kuliner
Saya dan anak-anak adalah penyuka kuliner. Jadi, belum lengkap pergi berlibur kalau belum mencicipi kuliner-kuliner khasnya. Apalagi, pada kunjungan saya yang singkat sebelumnya, saya baru sempat berkunjung ke beberapa resto saja di kota Malang, diantaranya restoran Tugu dan Warung Areg. Untuk di Kota Batu, Malang ini, kuliner-kuliner favoritnya yang masih pingin saya jajal antara lain Soto Lamongan, Dim Sum Malang, Rawon, Bakso Malang, dan segudang kuliner Malang lainnya yang menggugah selera. 
restoran Tugu (dok. pribadi)

menu Nasi Bakar komplit (dok. pribadi)

dok. pribadi
     Museum Angkut
Last but not least, tentu saja ke Museum Angkut. Berkunjung kesini, selain untuk bersenang-senang, juga sekaligus memberikan pengalaman wisata edukatif kepada anak-anak saya tentang sejarah dan perkembangan transportasi di seluruh dunia, memperkenalkan replika-replika dari tempat-tempat terkenal di dunia, dan menuntaskan perjalanan saya kemari yang belum selesai :D.






Nah, kalo kamu, kemana nih rencana liburannya? Pingin akomodasi yang murah, nyaman dan lengkap, kalian tinggal cek aja di aplikasi OYO Hotels ya. Kabar baiknya lagi, OYO Hotels juga sering jor-joran kasih promo, mulai dari harga diskon, gratis voucher, nginep berhadiah, dan lain-lain. Nah, tunggu apa lagi? Jangan pake lama mikirnya ya, keburu ludes dipesen entar :D.

2 comments:

  1. OYO Hotels di Batu memang keren-keren tuh Mba, teman saya ada yang sering nyaris tiap minggu berburu hotel keren dan murmer karena promo OYO di Batu.

    Saya jadi kangen Batu deh, kangen makanannya, kangen suasananya yang dingin, apalagi aksesnya udah nggak macet lagi sekarang :)

    ReplyDelete