Riawani Elyta: Hidup Sehat di Usia 40

New Romance Novel by Riawani Elyta

New Romance Novel by Riawani Elyta
Love Catcher
Wednesday, 27 November 2019

Hidup Sehat di Usia 40

Belakangan, saya seperti merasa ada yang salah dengan tubuh saya. Lebih gampang capek, mengantuk, pegal-pegal dan masuk angin. Banyak ahli kesehatan mengatakan, untuk usia kepala empat seperti saya, beberapa “onderdil” tubuh memang mulai mengalami penurunan : metabolisme, kepadatan massa tulang, fleksibilitas, jangkauan visual, dan sebagainya.


Dan salah satu kebiasaan jelek kita, kalau belum sakit, biasanya malas mengevaluasi pola hidup sehari-hari. Bener ‘kan? Tetapi, tentu aja saya ogah sakit. Sebagai wanita karir yang juga ibu dari 3 (tiga) anak dan punya segudang aktivitas : menulis, blogging, influencer, dan ketua forum, kesehatan menjadi syarat mutlak agar saya bisa menjalani semuanya dengan optimal. Oleh karenanya, saat tubuh mulai mengirim sinyal negatif seperti yang sudah saya sebutkan diatas, saya segera mengevaluasi gaya hidup yang sudah saya jalani, terutama dalam dua tahun terakhir, di saat usia saya mulai memasuki 40.

Nah, dari evaluasi saya terhadap gaya hidup dan rutinitas saya sehari-hari, inilah hasilnya :
Kebiasaan baik 
1.      Olahraga teratur
Rutinitas ini Alhamdulillah telah saya jalani dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya, saya termasuk malas berolahraga. Tetapi, mengingat pada usia 40an, kepadatan massa tulang cenderung terus menurun, maka, untuk menjaganya agar tetap padat, mau tidak mau saya harus rutin berolahraga.

Jogging adalah olahraga favorit saya. Nggak full lari-lari sih. Biasanya saya kombinasikan dengan jalan cepat.  30 menit per jogging, tiga kali dalam seminggu. Sesekali saya juga ikut senam aerobik di kantor (1-2 x seminggu).

2.      Makan buah dan sayuran
Ini sudah jadi kebiasaan saya sejak remaja. Saya memang penyuka buah dan sayuran. Setiap kali makan, saya selalu mengambil ekstra porsi untuk buah dan sayuran. Begitu pula saat dinas luar kota, sepiring buah dan sayuran adalah menu wajib saya saat sarapan. Saya menyukai hampir semua jenis buah. Begitu pula sayuran, bahkan termasuk yang rasanya pahit seperti daun pepaya dan pare.



3.      Menjaga kesehatan spiritual
Banyak teori medis dan fakta membuktikan, stress dan banyak pikiran dapat melemahkan imunitas dan menggerogoti kesehatan tubuh. Oleh karenanya, kesehatan spiritual pun penting untuk dijaga.
Semakin bertambah usia, entah kenapa cobaan hidup rasanya semakin beragam, hehe. Dan untuk menghadapinya, saya tidak hanya harus menyikapinya dengan lebih bijak, tetapi juga harus mengendalikan emosi, menjaga ketenangan hati dan pikiran, dan semua itu hanya bisa dicapai jika spiritual saya sehat. Maka, untuk menjaga kesehatan spiritual ini, saya melakukan ibadah rutin sesuai agama saya : sholat, berdoa, mengaji dan berzikir. Dengan rutin beribadah, serta mencurahkan persoalan kepadaNya dalam doa, saya merasa lebih tenang dan kuat dalam menjalani hidup.


Kebiasaan buruk
1.      Banyak ngopi dan minum minuman manis
Sebagai seorang coffee lover, sulit sekali rasanya jika harus men-skip kopi dari keseharian. Dalam sehari, saya rata-rata minum tiga cangkir kopi. Pagi saat sarapan, siang atau sore, dan malam sebelum tidur. Semuanya dari jenis coffee mix.

Selain kopi, kadang-kadang saya juga mengonsumsi soft drink. Biasanya sih saat jemput anak-anak pulang sekolah atau les. Karena perjalanan pulang ke rumah cukup jauh (kira-kira 30 menit), biasanya saya beli soft drink untuk diminum saat perjalanan. Meskipun air putih selalu tersedia, tetap saja keinginan untuk minum yang manis-manis dan dingin lebih menggoda. Apalagi saat hari tengah panas-panasnya.

Kebiasaan ini, saya sadari memang kurang baik untuk kesehatan. Meskipun selama ini gula darah saya cenderung rendah, itu bukan alasan untuk bisa mengonsumsi yang manis-manis sesuka hati, bukan? Begitu pula halnya kopi. Sebenarnya sih saya sudah dilarang untuk sering minum kopi karena penyakit maag yang saya idap. Tetapi, begitulah. Kebandelan saya belum kunjung hilang. Selain itu, kandungan caffein yang tinggi pada kopi ternyata juga memicu kebiasaan buruk saya berikutnya : begadang.

2.      Begadang
Ini mulai jadi kebiasaan saya kira-kira sejak 10 tahun lalu. Cukup lama ya? Berawal dari kebiasaan menunggu semua anak terlelap baru saya mulai menulis, eh, lama-lama jadi terbiasa. Paling cepat saya baru tertidur diatas pukul sebelas malam.
Kebiasaan buruk inipun diperburuk dengan kebiasaan saya minum kopi sebelum tidur. Dengan alasan agar bisa fresh saat menulis di tengah malam. Maka, tak pelak lagi, insomnia pun sudah menjadi “sahabat” saya sehari-hari.

3.      Kurang minum air putih
Ini biasanya terjadi saat di kantor, karena selama berjam-jam saya berada di kantor, dengan kondisi toilet kantor yang kurang bersih (terkadang juga tidak ada air), membuat saya males ke toilet, dan otomatis membuat saya males minum air putih.


4.      Kurang rutin mengonsumsi herbal
Sudah lama saya mengetahui bahwa herbal atau bahan-bahan alami baik bagi kesehatan. Selain untuk menjaga kesehatan dan membantu proses penyembuhan penyakit, herbal memiliki keunggulan lainnya yaitu bersumber dari alam sehingga bebas pengawet dan aman bagi tubuh. Tetapi, satu hal yang baru akhir-akhir ini saja saya ketahui, bahwa herbal baru “bekerja” maksimal untuk tubuh kita saat dikonsumsi secara rutin. Nah, selama ini, saya mengonsumsi herbal hanya saat kepingin atau saat sakit. Karena saya selalu merasa repot saat harus menyiapkan dan meracik ramuan herbal sendiri.


Dari daftar diatas, kebiasaan buruk saya jumlahnya lebih banyak ya? Dan, saya akui, memperbaiki gaya hidup menuju healthier lifestyle bukanlah hal yang mudah. Tetapi, bagaimanapun juga harus saya lakukan! Biar pelan asal konsisten. Jika tidak, saya khawatir, kualitas kesehatan saya bakal terus menurun di tahun-tahun mendatang.

Dan, inilah upaya saya dalam meraih hidup sehat di usia 40, disamping dengan mempertahankan kebiasaan hidup sehat yang sudah saya lakukan selama ini. Dan tentunya ini juga bisa dilakukan oleh teman-teman, baik yang belum maupun yang sudah memasuki usia 40 :
1.      Mengurangi minum kopi 
Dari yang semula tiga cangkir sehari, saya mencoba membatasi menjadi 1-2 cangkir. Jika godaan untuk minum kopi datang, terutama saat bekerja di siang hari, saya menggantinya dengan minum herbal. Diantaranya Herbadrink Sari Jahe dan Wedang Uwuh. Ini menjadi pilihan saya karena keduanya terbuat dari bahan-bahan alami, menimbulkan efek kenyang, menghangatkan tubuh dan mengurangi gejala masuk angin.


2.      Tidur yang cukup 
Karena sudah telanjur insomnia, saya menyiasati kekurangan waktu tidur saya dengan tidur siang. Terutama saat akhir pekan, saya biasanya tidur siang selama 2-3 jam.

3.      Meningkatkan asupan air putih 
Saat berada di rumah, saya berusaha minum air putih lebih banyak untuk “menebus” kekurangan minum saat berada di kantor. Terkadang, saya membuat infuse water agar hasrat saya untuk minum air putih meningkat.

4.      Rutin mengonsumsi herbal 
Saya mulai membiasakan diri makan kencur mentah setiap hari dan minum Herbadrink favorit saya, yaitu Wedang Uwuh. Saya menyukai minuman herbal yang satu ini karena rasanya enak, hangat, dan mengandung rempah-rempah berkhasiat untuk tubuh seperti :
  • Jahe
Selain untuk menghangatkan, jahe berkhasiat untuk menurunkan berat badan, menjaga kesehatan jantung, mengobati rematik dan menjaga kesehatan usus.
  • Kayu secang
Berkhasiat untuk menyehatkan dinding usus, sebagai antibiotik alami, mengobati diabetes tipe II, kanker prostat dan lain-lain
  • Kayu manis
Rempah dapur yang satu ini dapat mengurangi nyeri haid, sakit pada rematik, dan mengontrol gula darah
  • Minyak cengkeh
Kalo yang ini fungsinya sebagai antiseptic, mengobati masalah pernapasan, gangguan pencernaan, dan meningkatkan sirkulasi darah
  • Ekstrak pala
Selain untuk bumbu masak, ekstrak pala dapat menghilangkan rasa sakit, menenangkan pencernaan, memperkuat fungsi kognitif dan manfaat lainnya.
  • Minyak sereh 
Dapat meredakan nyeri persendian, menyembuhkan kurap, meringankan sinus, sebagai antioksidan dan pencegah kanker.

Dan semua manfaat rempah-rempah ini bisa saya dapatkan dengan cara yang praktis : cukup seduh 1 (satu) sachet Herbadrink Wedang Uwuh dengan secangkir air panas atau dingin (saya lebih suka dengan air panas). Saya pun rutin membawa “bekal” minuman ini ke kantor untuk diminum sebagai pengganti kopi atau teh. 

sumber gambar pada grafis : herbadrinknatural.com
Tentunya, seperti yang disarankan dr. Zaidul Akbar dalam salah satu siaran channel youtube-nya, bahwa kita harus mengonsumsi herbal secara rutin jika ingin mendapatkan hasil yang efektif. Dan buat saya yang malas repot, Herbadrink yang praktis otomatis menjadi pilihan saya. Selain praktis, Herbadrink juga dikemas higienis, bersih tanpa endapan, tidak mengandung pengawet dan telah bersertifikasi halal. Sejak mulai minum Herbadrink Wedang Uwuh diselingi Sari Jahe, sembari terus memperbaiki kebiasaan buruk saya, keluhan-keluhan kesehatan yang saya rasakan perlahan-lahan berkurang. Tubuh terasa lebih fresh, tidak mudah pegal dan masuk angin. Tinggal satu lagi obsesi saya yang belum tercapai dan masih terus saya upayakan : menurunkan berat badan! 

Ya. Di usia 40 something ini, berat badan memang gampang naik dan susaah sekali turun. Jika metabolisme tubuh diibaratkan daya kerja mesin, pada usia anak-anak hingga 30an tahun, mesinnya masih bekerja dengan sempurna. Apapun asupannya, bisa diolah dengan baik menjadi energi. Tetapi, memasuki usia 40an, kekuatan mesin ini tidak lagi optimal. Tidak semua asupan makanan bisa diolah menjadi energi, dan sisanya pun bertumpuk menjadi cadangan lemak. Jika pembakaran kalori jarang dilakukan, cadangan inipun terus bertambah. Ujung-ujungnya, berat badan pun bertambah.

Meskipun belum tergolong gemuk, saya masih ingin menurunkan 2-3 kilogram lagi agar lebih ideal. Untungnya, Herbadrink Sari Jahe dan Wedang Uwuh mengandung jahe yang salah satu manfaatnya adalah menurunkan berat badan. Saya berharap manfaat ini akan bekerja maksimal untuk saya, hehe.


Nah, buat kalian yang juga sudah memasuki usia kepala empat, yuk mulai evaluasi gaya hidup kita sehari-hari. Jangan lupa mengonsumsi bahan-bahan alami didalam rutinitas hidup sehat kalian ya. Semoga kita semua selalu sehat dan semakin bahagia.

Sumber gambar :
dokumen pribadi

14 comments:

  1. Huaaa peer banget nih minum jamu. Soalnya di Jepang ini rimpang itu susah dicari, kalaupun ada harganya muahal abis.

    Untung aja ada herbadrink ya, jadi nge-jamu gak bakal repot. Nanti kalau pulkam mau bawa herbardrink ah. Matur suwun mba infonya :)

    ReplyDelete
  2. Ishh, samaaa Mbaa
    AKu juga lagi ngurangin banget minum kopi
    kalo ke supermarket, gimana caranya deh, merem pas lewat rak kopi :D
    Herbadrink yg jahe ku syukaaakkk banget
    mauk dah nyetok banyaaakk

    ReplyDelete
  3. Usia 40tahun batas zona makanan enak di stop ya bund. Mesti jaga pola makan hidup sehat juga.

    ReplyDelete
  4. Mbaa, aku sepakat nih dengan gaya hidup sehatmu mba. Aku harus perbanyak juga olahraga dan minum air putih yang banyak serta hindari stres

    ReplyDelete
  5. Wah ini salah satu minuman favorit saya lho, soalnya rasanya seger dan enak. Sehat selalu ya Mbak

    ReplyDelete
  6. Kebiasaan buruk nomor satu dan dua sungguh kebiasaan saya juga. Sedang berusaha keras mengurangi begadang. Kalau ngopi sudah mulai ditinggalkan.

    ReplyDelete
  7. Wah penting nih diperhatikan..Aku ga suka kopi tapi kurang minum nih kayaknya.
    Hd hrs selalu.didengerin deh..

    ReplyDelete
  8. Aku banget mbak punya kebiasaan bergadang jadi memang butuh cara hidup yang sehat. Toss dulu dong mbak e, aku juga minum Herbadrink Sari Jahe hehe.

    ReplyDelete
  9. Permasalahan kita kok ya sama ya mba hehehe... namanya usia juga sepantaran emang gitu kalik ya. Aku ya cepet banget lelah mba sekarang ini. Mana jaraaaaang banget olahraga dan kurang makanan sehat. Duuhh... jadi PR banget memang mengembalikan kebugaran tubuh dengan yang herbal-herbal nih.

    ReplyDelete
  10. Sari jahe ini amankah buat ibu menyusui?
    Soalnya was was mengkonsumsi sesuatu kalau ga ada ijin dokter/bidan

    ReplyDelete
  11. Wah cocok nih mbak tipsnya untuk aku. Bersiap menuju ke 40 tahun nih aku mbak

    ReplyDelete
  12. kalau sudah masuk usia cantik 40 tahun memang harus siap sedia untuk lebih menikmati hidup, lebih rileks, lebih santai..supaya sehat selalu

    ReplyDelete
  13. Kami juga konsumsi herbadrink, Mba, tapi yang rasa temulawak. Badan jadi lebih segar 😊

    ReplyDelete