Riawani Elyta: KEMUDAHAN BERZAKAT DI ERA DIGITAL, UNTUK KEMAJUAN UMAT DI SELURUH PELOSOK NEGERI

New Romance Novel by Riawani Elyta

New Romance Novel by Riawani Elyta
Love Catcher
Wednesday, 16 October 2019

KEMUDAHAN BERZAKAT DI ERA DIGITAL, UNTUK KEMAJUAN UMAT DI SELURUH PELOSOK NEGERI



           
Dari tahun ke tahun, penerimaan zakat dan infaq di Indonesia mengalami kemajuan yang signifikan. Hal ini menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran umat Islam untuk menunaikan zakat, tidak hanya zakat fitrah di bulan suci Ramadhan, tetapi juga zakat maal dari harta yang mereka miliki. Zakat merupakan bagian dari rukun Islam yang menjadi syarat kesempurnaan agama. Di Indonesia, potensi zakat masih sangat besar terutama yang berasal dari kategori zakat penghasilan. Ini merupakan hal yang positif karena dapat membantu meningkatkan ekonomi umat.

Menurut bahasa, kata “zakat” bermakna tumbuh, berkembang, subur atau bertambah. Sedangkan menurut istilah, dalam kitab  al-Hâwî, al-Mawardi mendefinisikan pengertian zakat dengan nama pengambilan tertentu dari harta yang tertentu, menurut sifat-sifat tertentu, dan untuk diberikan kepada golongan tertentu. Beberapa surat dalam Al Quran tentang perintah zakat terdapat dalam QS. At Taubah (9) ayat 103 dan QS. Al Baqarah (2) ayat 43. Hukum zakat adalah wajib bagi setiap muslim dan muslimah yang telah memenuhi syarat – syarat tertentu. 

            Secara umum, zakat terbagi menjadi zakat fitrah atau zakat nafs dan zakat harta atau zakat maal. Zakat fitrah merupakan zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap individu yang merdeka dan mampu sesuai syarat yang telah ditetapkan. Zakat ini dikeluarkan untuk membersihkan harta dan melengkapi ibadah puasa Ramadhan sehingga waktu menunaikannya adalah pada bulan Ramadhan. Sedangkan zakat harta adalah zakat yang dikenakan kepada seseorang atas harta yang dimilikinya sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah ditentukan secara syara’.

            Sesuatu bisa disebut dengan maal (harta) apabila memenuhi dua syarat, yakni :
a.       Dapat dimiliki, disimpan, dihimpun dan dikuasai 
b.      Dapat diambil manfaatnya sesuai dengan ghalibnya, misalnya rumah, mobil, ternak, hasil pertanian, uang, emas, perak dan lain sebagainya.



Sedangkan zakat maal berdasarkan Al Quran surat At Taubah ayat 103, Peraturan Menteri Agama No 52/2014 dan pendapat Shaikh Yusuf Qardawi, yang dimaksud dalam perhitungan adalah zakat yang dikenakan atas uang, emas, surat berharga dan aset yang disewakan. Zakat maal harus sudah mencapai nishab (batas minimum) dan terbebas dari hutang serta kepemilikan telah mencapai satu tahun (haul).
           
            Sedangkan syarat – syarat kekayaan yang wajib zakat meliputi :
a.       Milik penuh 
b.      Berkembang 
c.       Cukup nishab 
d.      Lebih dari kebutuhan pokok 
e.       Bebas dari hutang 
f.        Telah berlalu satu tahun


Harta (maal) yang wajib zakat meliputi :
a.    Emas dan perak, termasuk tabungan, deposito, cek, saham dan surat berharga lainnya dengan ketentuan mengikuti aturan zakat emas dan perak.
Termasuk pula di sini adalah harta kekayaan lain seperti rumah, villa, kendaraan, tanah dan lain sebagainya, yang melebihi keperluan menurut syara’ atau dibeli dengan tujuan untuk menyimpan uang dan sewaktu – waktu dapat diuangkan.
b.    Binatang ternak
Meliputi hewan besar seperti sapi, kerbau dan unta dan hewan kecil seperti kambing dan domba. Termasuk pula unggas seperti ayam, itik dan burung.

c.     Hasil pertanian yang memiliki nilai ekonomis
d.    Harta perniagaan meliputi semua yang diperuntukkan untuk diperjual-belikan dalam berbagai jenis baik berupa barang seperti alat-alat, pakaian, makanan, perhiasan
e.    Ma-din dan kekayaan laut, adalah benda – benda yang terdapat di dalam perut bumi dan memiliki nilai ekonomis seperti emas, perak timah, tembaga, marmer, giok, minyak bumi, batubara, dan lain – lain. Kekayaan laut adalah segala sesuatu yang dieksploitasi dari laut seperti mutiara, ambar, marjan, dan lain sebagainya.
f.      Rikaz, adalah harta terpendam atau yang dikenal dengan istilah harta karun. Termasuk di dalamnya harta yang ditemukan tanpa diketahui pemiliknya.

Islam memerintahkan zakat, diantaranya karena zakat memberikan manfaat yang luar biasa bagi kita yang menunaikannya maupun mereka yang menerimanya. Manfaat yang paling utama adalah untuk membersihkan harta. Dalam harta yang dianugerahkan kepada kita, terdapat hak – hak orang lain. Dengan berzakat, maka kita telah menunaikan hak – hak tersebut sehingga harta kita menjadi bersih. Selain itu, zakat memiliki segudang manfaat lainnya yaitu:
  • sebagai penghapus dosa,
  • membantu para fakir miskin,
  • mengurangi kecemburuan sosial
  • menanamkan rasa toleransi,
  • meningkatkan rasa saling tolong – menolong, solidaritas dan mempersatukan umat muslim,
  • mendapatkan keberkahan harta,
  • meningkatkan rasa syukur
  • merasa lebih tenang,
  • memberi usia yang panjang dan berkah,
  • menghilangkan sifat negatif,
  • sebagai pilar agama bersama,
  • menambah keimanan,
  • mencegah bencana,
  • menjadi sebab dimasukkannya seseorang ke dalam surga dan
  • membiasakan sifat disiplin.
Lebih luas lagi, zakat sangat bermanfaat bagi kemajuan umat Islam di seluruh pelosok negeri. Indonesia memiliki populasi muslim terbesar di dunia sehingga pemanfaatan zakat bagi kemajuan umat merupakan hal yang harus diperhatikan oleh negara. Selain untuk menanggulangi kemiskinan, zakat juga menunjang pembangunan berkelanjutan. Meskipun demikian, dana zakat tidak termasuk dalam penerimaan negara yang harus masuk ke kas negara. Walaupun pemerintah telah  membentuk BAZNAS sebagai lembaga yang berwenang untuk melakukan pengelolaan zakat secara nasional, tetapi tetap tidak memiliki hak untuk melakukan pemungutan zakat terhadap masyarakat dengan kekuatan hukum yang sama seperti pajak.

Atas dasar ini, kita tak perlu ragu untuk menunaikan zakat karena zakat yang kita keluarkan tidak digunakan untuk membiayai proyek pemerintah. Pengaturan penyaluran zakat tetap merujuk hukum Islam dan perundang-undangan yang berlaku tentang golongan yang berhak menerima zakat dan pemanfaatan dana zakat tersebut. Jadi, zakat memang ditujukan untuk kemaslahatan umat diantaranya untuk :
-          memeratakan pendapatan masyarakat
-          mendukung pembangunan fasilitas dakwah agama Islam
-          membangun kemandirian fakir miskin dan anak yatim.
Dalam hal ini, dana zakat bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan hidup dan mengembangkan ekonomi masyarakat miskin yang menjadi mustahik (penerima manfaat zakat) sehingga kelak mereka bisa menjadi muzakki. Hingga pada akhirnya, pemerataan kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan bisa tercapai berkat dana zakat yang ditunaikan oleh para muzakki dengan penuh kesadaran.

Kemudahan berzakat di era digital
Berbagai lembaga penghimpun dan pengelola zakat termasuk Baznas, telah mengembangkan zakat digital melalui kerjasama dengan berbagai pihak. Hal ini mempermudah para muzakki atau orang yang akan menunaikan zakat untuk menyalurkan zakat mereka termasuk melakukan perhitungan besaran zakat yang akan dikeluarkan. Saat ini terdapat lima platform yang dikembangkan untuk meningkatkan pelayanan zakat berbasis digital, yaitu :

Pertama, Baznas Platform, dengan mengembangkan website Baznas dan playstore dengan program aplikasi “Muzaki Corner”.
Kedua, Commercial Platform, yakni bekerjasama dengan toko online seperti Bukalapak, Tokopedia, Mataharimall.com, dan Kitabisa. Baznas juga bekerjasama dengan penyedia jasa Fintech seperti Dana, Gopay dan lain sebagainya.
Ketiga, Social Media Platform, dimana Baznas mendorong iklan dan kampanye melalui sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp dan sebagainya untuk mengajak masyarakat untuk berzakat.
Keempat, Innovative Platform, dimana Baznas bekerjasama dengan mesin – mesin penyedia pembayaran digital yang ada di supermarket.
Kelima, Artificial Intelligence Platform, Baznas menggunakan data besar yang menyasar kepada muzakki dan calon muzakki. Platform ini dijalankan dengan bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), kementerian sosial, dan penyedia data lainnya.

Dengan pemanfaatan media digital, para muzakki dapat dengan mudah mendapatkan informasi tentang penyaluran dan pengelolaan dana zakat untuk memajukan perekonomian, mendukung pembangunan dan membantu mengurangi penderitaan saudara kita yang terkena bencana di berbagai tempat di tanah air.

Saya termasuk salah satu muzakki yang pernah menggunakan layanan zakat secara online, dan proses ini memakan waktu tidak lebih dari 10 menit!
Berikut ini, saya akan menguraikan langkah-langkah menggunakan layanan zakat online melalui Baznas :
1.      Masuk ke web Baznas di https://baznas.go.id/bayarzakat , lalu akan muncul form yang harus kita isi.

2.      Isi form dengan lengkap, lalu klik Bayar.

3.      Setelah itu akan muncul pilihan metode pembayaran. Pilih metode yang akan kita gunakan. Di sini, saya memilih metode Go pay. Setelah itu, muncul order summary kita.

4.      Selanjutnya, masuk ke App Gojek, klik Pay / bayar, scan QR code yang muncul di layar, klik Done / selesai, dan akan muncul notifikasi berikut ini via email.

5.      Kita tinggal klik cetak bukti transfer jika menginginkan.

 Alhamdulillah, kita telah selesai menunaikan zakat. Dan bagi anda yang sudah pernah menunaikan zakat melalui Baznas online, anda akan mendapat notifikasi reguler tentang penghimpunan dan penyaluran zakat via email seperti contoh di bawah ini.


Kesimpulannya, menunaikan zakat secara online melalui lembaga amil zakat nasional memiliki ekstra manfaat, antara lain :
-          Menunaikan zakat secara lebih mudah, praktis dan cepat
Seperti telah diuraikan diatas, proses menunaikan zakat secara online hanya memakan waktu beberapa menit saja. Jadi, anda bisa melakukannya kapan saja tanpa harus menyediakan waktu khusus. Sebuah efisiensi dalam beribadah yang insya Allah membawa begitu banyak manfaat dan mengalirkan pahala kebajikan.

-          Penggunaan zakat dapat lebih meluas menjangkau seluruh pelosok negeri
Dengan berbasis Artificial Intelligence Platform, data base Baznas bersifat nasional sehingga mampu menjangkau seluruh wilayah di Indonesia, dan dana zakat dapat menyentuh lebih banyak mustahiq. 

-          Lebih menjaga hati dan keikhlasan karena muzakki tidak bertemu langsung dengan mustahiq
Dari pengalaman menunaikan zakat secara online, jujur, hati saya merasa lebih lapang dan tenang, terbebas dari godaan syaitan yang terkadang mengikuti kita saat memberikan zakat atau sedekah secara langsung.  Godaan untuk merasa telah berbuat baik, berharap pujian dan ucapan terima kasih dari si penerima, dan sebagainya. 

-            Ikut berpartisipasi dalam pengentasan kemiskinan umat
Salah satu kemaslahatan publik, adalah kemaslahatan ekonomi. Kemaslahatan ini amatlah penting agar harta dapat didistribusikan kepada seluruh lapisan masyarakat terutama masyarakat yang lemah ekonominya. Dengan menunaikan zakat melalui lembaga zakat nasional, kita tidak hanya ikut berpartisipasi dalam program pemerintah, yang salah satunya adalah pengentasan kemiskinan, tetapi juga ikut meminimalisir munculnya masalah sosial di dalam masyarakat yang dipicu oleh kondisi ekonomi.

-          Dana dikelola oleh lembaga nasional yang amanah, kredibel dan profesional
Kita tidak perlu merasa khawatir penyaluran zakat akan disalahgunakan. Berzakat melalui lembaga zakat nasional secara online, menghubungkan kita dengan organisasi yang memiliki kinerja profesional, amanah, dan transparan. Kita akan selalu mendapat update tentang penyaluran zakat yang dilaporkan secara rutin melalui email. Kita juga bisa mengakses berita-berita terkini, artikel-artikel inspirasi dan ilmu-ilmu seputar zakat melalui media IZI (Inisiatif Zakat Indonesia) untuk menambah wawasan sekaligus memantau penyaluran zakat.

Dengan begitu banyaknya manfaat zakat baik bagi diri sendiri maupun untuk kemaslahatan umat, dan dengan semakin mudahnya proses pembayaran zakat secara online, mudah-mudahan, kesadaran umat Islam negeri ini untuk menunaikan zakat akan semakin meningkat bahkan berlomba-lomba untuk menyegerakan dan memperluas pemberian dalam bentuk lainnya seperti infaq dan sedekah, sehingga kesejahteraan umat akan terwujud, adil dan merata di seluruh negeri.

Sumber :

dalamislam.com/akhlaq/amalan-shaleh/manfaat-zakat-fitrah

globalzakat.id/tentang/zakat-maal

rumaysho.com/1156-syarat-syarat-zakat.html

zakat.or.id/bab-ii-zakat-mal-harta/

baznas.go.id/id/zakat-maal

zakat.or.id/pengertian-zakat-fitrah/

zakat.or.id/pemanfaatan-dan-pengelolaan-dana-zakat-di-indonesia/

bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/direktur-pemberdayaan-zakat-dan-wakaf--dana-zakat-tidak-terintegrasi-dengan-sistem-keuangan-negara

www.republika.co.id/berita/dunia-islam/wakaf/pszpft423/mendongkrak-penghimpunan-zakat-melalui-zakat-digital




23 comments:

  1. Sangat banyak manfaat zakat untuk individu dan juga umat secara menyeluruh ya, mba. Dengan adanya zakat digital ini mengeluarkan zakat jadi dimudahkan dan tersalurkan pada penerima yang tepat juga.

    ReplyDelete
  2. Tak ada alasan untuk meninggalkan zakat infaq sedekah ya Mba
    Karena sekarang, gampiilll banget buat berzakat
    Thanks to teknologi yg makin wow!
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  3. Masya Allah ternyata banyak banget manfaat berzakat, dan enaknya zaman sekarang tuh kita dimudahkan dengan berbagai fitur zakat digital.

    ReplyDelete
  4. Semua serba digital ya sekarang, bahkan zakat pun sudah berbasis digital fiturnya. Seharusnya orang-orang semakin banyak yang berzakat ya, karena saking mudahnya.

    ReplyDelete
  5. Berbuat baik itu banyak jalannya, asal kitanya niat. Dan aku juga percaya apa yang kita tabur itulah yang akan kita tuai. Apalagi di era digital gini bisa ada fitur zakat versi digital. Semoga kebaikan yang kita berikan, kembali lagi kepada kita yah kak aminnn

    ReplyDelete
  6. Semakin memudahkan untuk berzakat ya, bisa dilakukan secara online. Selain mudah dan praktis, juga bisa memantau penyaluran zakatnya.

    ReplyDelete
  7. Wawa keren lah ya. Jaman now semua seba digital ya.. jadi makin mudah melakukan banyak hal, termasuk berzakat ya mba. Semoga kemudahan ini membuat kita makin rajin menunaikan kewajiban :)

    ReplyDelete
  8. Jaman digital begini makin dimudahkan untuk melakukan zakat ya. Apalagi manfaatnya juga bisa dirasakan oleh orang yang tinggal jauh dan tidak satu kota dengan kita. BAhkan manfaat nya bisa berupa usaha produktif

    ReplyDelete
  9. Seneng deh hidup di zaman serba teknologi begini, salah satunya ini nih, dapat kemudahan lagi utk beribadah, utk berzakat.

    ReplyDelete
  10. Jadi mudah berzakat dengan berbagai kemudahan teknologi ya mbak. Apalagi kewajiban bagi umat Muslim dapat ditunaikan dengan baznas ini.

    ReplyDelete
  11. Begitu banyak manfaat zakat ya mbak, dan bersyukur di era digital ini membayar zakat pun dapat dilakukan secara online. Semoga umt muslim makin banyak yang terketuk hatinya untuk menyegerakan membayar zakat, demi kemaslahatan dunia dan akhirat...aamiin.

    ReplyDelete
  12. Mudah mudahan makin banyak umat Muslim sadar membayar zakat. Apalagi bisa dilakukan secara online. Selain karena kewajiban juga bisa membantu sesama

    ReplyDelete
  13. Selalu berdoa supaya dilimpahi rejeki & berusaha mensyukuri semua rejeki, recehan sekalipun dengan harapan supaya saya bisa berzakat lebih banyak.

    ReplyDelete
  14. Dengan kemajuan teknologi, untuk berzakat juga jadi lebih mudah ya, mbak :)
    Semua bisa dilakukan secara online, dimana dan kapan saja :)

    ReplyDelete
  15. Di era millenial, semakin mudah untuk apa saja. termasuk salah satunya utk melakukan pembayaran zakat melalui media online :) . Gak ada alasan lagi klo gak bisa bayar zakat selagi mampu

    ReplyDelete
  16. Teenyata bisa bayar zakat secara online ya. Duh saya lupa terus terima kasih jadi sudah mengingatkan saya untuk bayar zakat. Lebih mudah pula bayar dengan gopay.

    ReplyDelete
  17. Kita sekarang semakin dipermudah untuk melakukan segala ibadah, termasuk menunaikan ibadah zakat ya. Lebih mudah membayar zakat karena bisa online. Lebih praktis!

    ReplyDelete
  18. Mbak, seneng banget baca tulisannya.. ringan dan to the point.. harapanku semoga tulisan ini banyak yang baca.. sehingga memberikan pencerahan kepada masyarakat luas bahwa berzakat dizaman now itu sangat mudah..

    ReplyDelete
  19. Bener juga ya mba, kita bisa terhindar dari rasa ingin dipuji dengan cara membayar zakat via online gini. Kan kita tidak bertemu dengan siapa-siapa ya. Insya Allah ikhlasnya terus terjaga.

    ReplyDelete
  20. Zakat itu banyak manfaatnya yaaa. Selain utk membersihkan harta kita juga bermanfaat ya buat kesejahteraan umat. Apalagi zaman skrng dengan kemudahan teknologi berzakat lebih gampang.

    ReplyDelete
  21. jaman skrg zakat memang sudah lebih digital jadi mudah banget mau bayar zakat, seharusnya gak ada alasan lagi ya buat umat muslim gak bayar zakat

    ReplyDelete
  22. Bersyukurnya hidup di era digital, apa-apa serba mudah ya Mbak. Termasuk dalam berzakat pun juga jadi mudah karena sekarang sudah ada zakat digital.

    ReplyDelete
  23. enaknya jaman sekarang itu semua sudah serba digital ya, bahkan zakat pun bisa dilakukan secara digital.

    ReplyDelete