Support Me on SociaBuzz

Support Me on SociaBuzz
Dukung Blog Ini

Jajanan Lebaran Yang Tidak Hadir Tahun Ini di Rumah Kami

Tanpa terasa, kita sudah tiba pada hari ke 27 bulan Ramadan. Seperti juga tahun-tahun sebelumnya, hari-hari terakhir Ramadan ini, keluarga kami juga mulai disibukkan dengan aktivitas menyambut Lebaran. Salah satunya adalah membuat jajanan Lebaran, ataupun kue kering, atau juga cookies, untuk dihidangkan kepada tamu-tamu dan memanjakan anak-anak.

Mungkin, ada yang bertanya, beneran nih buat sendiri cookies Lebaran-nya?
Iya dong. Alhamdulillah, sejak kecil dulu sampailah hari ini, tradisi membuat cookies Lebaran sendiri tetap kami lakukan. Meskipun repot, entah mengapa, ada kepuasan tersendiri saat menghidangkan kue kering hasil bikinan sendiri. Selain itu, anak-anak saya juga makannya banyak, termasuk makan kue. Jadi, tentu aja lebih ekonomis jika membuat sendiri ketimbang membeli.
Tetapi, tahun ini, terdapat beberapa cookies favorit keluarga - yang dengan alasannya masing-masing - tidak bisa saya hadirkan pada hari Lebaran nanti. Kalian ingin tahu apa saja cookies-cookies itu? Ini dia :
1. Bola Salju
Boleh dibilang, ini adalah kue yang jadi trademark keluarga kami selama bertahun-tahun. Kue ini rutin menjadi hidangan Lebaran di rumah kami sejak saya seusia anak bungsu saya sekarang. Dan beberapa kali juga, teman-teman kantor memesan kue ini pada saya.
Tetapi, tahun ini saya harus merelakan kue ini absen hadir saat Lebaran, karena bahan utamanya belum berhasil saya temukan dimana-mana. Ya. Kue Bola Salju ala keluarga kami memang berbeda dari kue salju kebanyakan, karena resepnya menggunakan mentega minyak sapi impor, sehingga rasanya pun berbeda dari kue salju pada umumnya. Dan tahun ini, entah kenapa, mentega minyak sapi ini seakan lenyap dari peredaran, hiks. Saya berharap, jika dipanjangkan usia, semoga Ramadan yang akan datang kami masih bisa membuat kue bola salju dan mentega minyak sapi pun sudah kembali diperjualbelikan.

2. Nastar
Siapa yang nggak suka nastar? Perpaduan rasa mentega yang gurih pada kue dengan rasa asam manis selai nenas didalamnya, menjadikan nastar sebagai jajanan Lebaran yang digemari tua muda. Sayangnya, proses pembuatan nastar terbilang sulit dan makan waktu yang lama. Karena kita harus membuat selai nenasnya terlebih dahulu baru dilanjutkan dengan membuat kue. Enggak heran jika harganya pun relatif mahal. Untuk tahun ini, kami belum membuat cookies nastar, karena ngebayangin bakal capek pinggang, hehe. Tapi lihat dululah dalam dua hari kedepan, siapa tahu kami ketemu nenas matang untuk diolah dan dapet hidayah untuk bikin sendiri, in sya Allah saya akan nyempetin bikin meski tidak banyak.


3. Choco Peanut Cookies
Ini juga menjadi cookies favorit keluarga kami, terutama anak-anak. Kue ini terbuat dari campuran tepung biskuit, cereal dan kacang tanah halus ditambah bahan-bahan dasar kue kering lainnya, lalu dicelupkan didalam coklat blok yang sudah dicairkan. Prosesnya tidak kalah rumit dengan nastar. Tahun inipun cookies ini tidak hadir di rumah kami, sebagai gantinya, saya tetap membuat cookies dengan campuran bahan yang sama, tetapi minus celupan coklatnya.

4. Choco Cornflakes Cookies
Cookies yang satu ini terbilang paling mudah membuatnya, karena cukup kita mencairkan coklat blok, lalu diaduk dengan cornflakes, dituang ke dalam paper cup lalu didinginkan. Meskipun mudah, tahun ini kue ini sepertinya ikutan absen di rumah kami, karena saya berencana akan membuat praline. Nantilah kita lihat yang mana yang bakal terealisasi, hehe.

5. Choco Cornflakes Havermout Cookies
Meskipun namanya mirip dengan yang nomor 4, tetapi proses pembuatannya dan juga rasanya jauh berbeda. Sentuhan rasa havermout dan coklat keping didalam adonan membuat kue kering yang satu ini terasa gurih, renyah dan juga kaya rasa. Dan untuk tahun ini, saya memang tidak punya rencana untuk membuat cookies yang satu ini, karena saya sudah membuat Chocolate Chip Cookies yang penampilannya tidak jauh berbeda.

Baca : Resep Cookies Berbasis Cokelat

Itu dia 5 (lima) jajanan Lebaran yang tahun ini absen mengisi hidangan Lebaran kami. Dan untuk tahun ini, saya memang tidak terlalu fokus pada persiapan makanan dan sebagainya, karena orientasi saya menyambut Lebaran sudah mulai bergeser, menuju suasana yang lebih sederhana dan ingin lebih ukhrawi-oriented pada sepuluh hari terakhir Ramadan. 

Kalau kalian, gimana nih cerita seputar jajanan Lebarannya, boleh dong berbagi cerita :)

No comments