Riawani Elyta: Dari "3rd Meet Up Plus Kompakers Tanjungpinang", acara bertabur hadiah dan ilmu fotografi

New Romance Novel by Riawani Elyta

New Romance Novel by Riawani Elyta
Love Catcher
Monday, 22 January 2018

Dari "3rd Meet Up Plus Kompakers Tanjungpinang", acara bertabur hadiah dan ilmu fotografi


Para anggota @kompakerstanjungpinang
“Kamera yang terbaik adalah kamera yang kita miliki sendiri.” Ini adalah kalimat mbak Yuyun, atau akun IG nya @bunda_ghaida, fotografer kuliner yang jepretannya selalu ciamik dalam sessi sharing ilmu fotografi pada acara “3rd meet up plus kompakers Tanjungpinang”, 20 Januari kemarin.

And...it's true. Terlepas soal merk ponsel dan kapasitas, yang paling mengenal kamera kita, baik itu DSLR maupun kamera ponsel, siapa lagi kalau bukan kita sendiri. Kalimat ini juga yang bikin rasa minder saya saat melihat kamera-kamera keren milik anggota yang lain, jadi menguap, dan yakin bahwa kamera ponsel pun bisa menghasilkan jepretan yang bagus asal kita mengenalnya (berikut teknik penggunaannya) dengan baik.

Saat ini, fotografi tak hanya menjadi profesi ataupun hobi bagi kalangan tertentu saja. Didukung oleh keberadaan berbagai media sosial yang menyediakan sarana untuk memajang hasil fotografi seperti instagram dan path, juga berkat kemajuan teknologi yang memungkinkan aktivitas fotografi bisa dilakukan dengan kamera ponsel, membuat kian banyak masyarakat yang menekuni dunia fotografi, tak terkecuali kalangan wanita, alias ibu-ibu, a.k.a emak-emak.

Seiring dengan itu, komunitas-komunitas fotografi pun mulai tumbuh, menyatukan mereka yang memiliki hobi sama untuk saling bertukar ide untuk mewujudkan acara-acara yang dikemas menarik. Dan salah satu komunitas fotografi yang ada di Tanjungpinang, adalah kompakers tanjungpinang.


Dan....saya sendiri merasa sangat surprise and lucky, bisa ikutan dalam komunitas nan keren ini. Berhubung saya belum lama punya hobi fotografi, jepret-jepret pun masih sebatas pake kamera ponsel, masih labil (kadang rajin motret kadang malas),dan masuk grid dalam foto-foto challenge di instagram juga jarang-jarang. Ditambah lagi, komunitas ini adalah komunitas yang rutin ikutan challenge perpotoan di akun foto paling top @upload kompakan. Jadi, ya, enggak heran kalau hasil jepretannya pada syantik-syantik.

Baeklah....sekarang saya mau cerita tentang acaranya.
“3rd meet up plus kompakers Tanjungpinang” ini diadakan di RM Waroeng Mbah Darmo, Jalan Pemuda Tanjungpinang.  Sebelum itu, 1st meet up-nya digelar pada bulan Januari 2015 dan 2nd meet up pada bulan Maret 2015. Tetapi, even yang ketiga ini emang sengaja dibikin spesial. Ini terlihat pada dekorasi bernuansa warna pastel yang cantik, ada sharing ilmu fotografi oleh narasumber, yang hadir juga hampir semua anggota dengan dresscode warna pastel dan yang paling keren..... bertabur hadiah juga doorprize dari para sponsor.

Menurut ketua kompakers Tanjungpinang Ibu Lely Prawesti atau didalam komunitas biasa dipanggil “bu lurah (bulur)”, komunitas ini awalnya terbentuk saat beberapa wanita pencinta fotografi di Tanjungpinang mengunggah foto-foto karyanya di instagram dengan tagar yang sama untuk diikutsertakan pada photo challenge di akun @uploadkompakan. 

Bagi yang belum tahu apa itu @uploadkompakan, ini adalah akun yang menggelar photo challenge sejak September 2014 di instagram, dan sejak itu pengikutnya terus berkembang pesat. Saat ini anggotanya sudah mencapai 25 ribuan dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara yang didominasi kaum wanita. Selain untuk menyalurkan hobi fotografi, akun yang dipelopori oleh Echi Sofwan itu juga memiliki visi dakwah tersendiri, yaitu dengan menetapkan aturan tidak boleh memotret anggota tubuh, patung dan hewan, yang bertujuan meminimalisir foto selfie yang mengumbar aurat.

Untuk kompakers tanjungpinang sendiri, komunitas ini didirikan dengan tujuan sebagai wadah yang bermanfaat untuk kaum ibu yang menyenangi fotografi. Tidak hanya memotret dengan kamera DSLR, tetapi yang memotret dengan kamera ponsel pun boleh turut serta. Sejak terbentuknya pada tahun 2015, komunitas ini saat ini memiliki anggota 21 wanita dari beragam latar belakang yang berbeda : ibu rumah tangga, pengusaha homemade, bidan, penulis, PNS, dan sebagainya.

Pada sessi sharing ilmu, ibu Yuyun yang juga anggota @kompakerstanjungpinang dan hasil-hasil jepretannya bisa disejajarkan dengan fotografer profesiona,l membagikan ilmu-ilmu fotografinya khususnya dalam memotret objek yang menjadi favorit para ibu, yaitu makanan atau kuliner. Selain tentang our own camera yang menjadi pembuka tulisan ini, ibu Yuyun juga bilang, bahwa sudut pengambilan gambar yang terbaik adalah yang sesuai dengan keinginan sang pemotret. Tinggal lagi bagaimana  mengatur arah pencahayaan, properti pendukung dan yang terpenting adalah jarak antara si pemotret dengan objek, untuk menghasilkan foto yang menarik. Untuk aplikasi pendukung fotografi, saat ini sudah banyak tersedia di berbagai jenis ponsel sehingga hasilnya pun tak kalah dengan kamera profesional.
bareng bu Yuyun, cantik orangnya cantik foto-fotonya

 Ke depan, diharapkan komunitas ini tidak hanya sekadar menjadi ajang kumpul-kumpul, tetapi bisa lebih ditingkatkan eksistensinya dan manfaatnya dengan menggelar workshop fotografi.

Acara ditutup pada pukul empat sore dengan sessi foto-foto, pembagian goodie bag dan doorprize dari para sponsor diantaranya : Dapur Didin, FerDian’s Kitchen, Rinara Homemade, Lazziss Corner, Namaste Organic, Rumah Maju Mapan, dan sebagainya.

 Jujur, ini acara pertama dimana saya dapet goodie bag yang penuuuh hadiah sponsor.  Cake aja ada tiga macem, belum yogurt, teakong, pudding, pengharum baju, properti foto, dan sebagainya.
sebagian isi goodie bag
Red Velvet enak banget dari sponsor
 
Sebagai penutup, ini beberapa kesan saya dari acara ini dan juga dari fotografi itu sendiri :
Pertama, pencinta fotografi umumnya pinter mix n match warna dan model busana juga dandanan. Ini yang saya amati dari penampilan ibu-ibu kompakers yang rata-rata modis dan syantik.


Kedua, wanita itu makhluk Tuhan yang kreatif deh. Ini dibuktiin dari homemade product para sponsor.....rasanya enak-enak banget ...semuanyah! Kemasannya juga pada syantik-syantik. Kaya’nya habis ini saya bakal nge-list deh produk mana yang mau dipesen.

Ketiga, sesuai tips dari ibu Yuyun, fotografi itu harus jujur, nggak maksa, tapi butuh usaha. Maksudnya, kalo misalnya kita pingin pasang daun mint untuk properti, tapi nggak ada, ya nggak perlu diganti sama daun sop. Kalo kulinernya tradisional, ya nggak usah pake properti modern kaya’ buah cherry. Juga jangan sesekali nge-zoom objek, gambar bisa pecah. Sebaiknya dekatkan kamera pada objek.

Keempat, sepertinya misi dakwah dari @upload kompakan, yang kemudian juga diikuti oleh beberapa akun fotografi yang lain, lumayan tercapai deh. Setidaknya yang saya rasakan, sejak rajin ikutan foto-foto challenge yang “say no to penampakan”, keinginan untuk mengunggah foto-foto selfie jadi berkurang jauh.
jepretan Nana Mortier, tetep yah, promo buku dimana-mana :D

Kelima, kaya’nya setelah meet up ini bakal rajin lagi deh jepret-jepret dan ikutan foto challenge, khususnya challenge yang diadain oleh @upload kompakan.

Keenam, fotografi semestinya bisa meningkatkan rasa syukur dan iman kita kepada Allah, saat kita melihat dan mengamati objek ciptaanNya yang begitu indah yang tertangkap oleh lensa kamera. Jangan pula sebaliknya, merasa kagum berlebihan pada hasil foto dan tekniknya sehingga mengabaikan keindahan yang hakiki dari Allah.

Sampai jumpa di meet up kompakers tanjungpinang yang akan datang!


9 comments:

  1. Paragraf terakhir nih, kudu dicatet baik-baik. Kita (eh elu aja kali, Fi) suka amaze sama teknik tapi suka lupa sama pencipta objek Yang Maha Indah.
    Aku pun lagi belajar fotografi dan belum nemu feel yang pas dan ga maksa. hiks hiks. Effortnya masih kuraaaang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya masih belajar juga Fi...iya sama...kadang saking terpesona sama foto n teknik...sejenak lupa kalo objek nan cantik itu dr Allah...yg semestinya jd sentra rasa kagum kita

      Delete
  2. Sya jg msh anak baru bljr2 fotografi, bener, kdg lebih mengagumi hasil jepretan, astaghfirullah.... Trima kasih sudah mengingatkan, mbak... Bermanfaat sekali.. ��

    ReplyDelete
  3. Saat aku ikut workshop foyografi by Android. Tak bisa bohong jenis hp juga sangat mempengaruhi hasil foto heheh

    ReplyDelete
  4. saya orang yang suka fotografi, kadang lihat hasil foto orang lebih bagus jadi pengen belajar terus biar makin bagus hasilnya

    ReplyDelete
  5. Aku suka banget ngeliatin foto2 para kompakers ini.. Keren2 dan bikin takjub. Ide foto dan hasil jepretannya juarak!

    ReplyDelete
  6. keren kata-katanya, kamera terbaik adalah kamera kita, noted :D

    ReplyDelete
  7. Ngelihat poto bagus..jadi pengen tau potografi tu kayak mana.

    ReplyDelete