Riawani Elyta: Review Campaign & Giveaway #Book5 "Steve Jobs & Ilmu Hitam"

New Romance Novel by Riawani Elyta

New Romance Novel by Riawani Elyta
Love Catcher
Wednesday, 13 December 2017

Review Campaign & Giveaway #Book5 "Steve Jobs & Ilmu Hitam"

Aduh....mohon maaf sebelumnya nih. Review kali ini agak kebangetan yak telatnya. Maklumlah, minggu-minggu terakhir ini jadi minggu yang bener-bener sibuk dengan tugas negara. Tsaah. 

Kita langsung aja ya. Buku yang mengisi giveaway #Book5 kali ini berjudul “Steve Jobs dan Ilmu Hitam” karya Zaenuddin H.M.


Dari judulnya aja udah bikin penasaran ya? Apa hubungannya Steve Jobs dengan ilmu hitam, coba? Nah, daripada penasaran, yuk simak review ala-ala saya berikut ini.

Buku ini berisi 90 kisah inspirasi, yang oleh penulisnya disebut sebagai the hidden inspiration, yaitu kisah-kisah yang akan mengajak pembacanya menemukan inspirasi-inspirasi tersembunyi dari hal-hal kecil di sekitar kehidupan kita.

Jika dilihat dari muatan setiap kisahnya, saya membaginya dalam 3 (tiga) jenis inspirasi : inspirasi untuk memotivasi diri dan memunculkan karakter positif diri kita, inspirasi untuk meningkatkan kualitas hubungan sosial dengan sesama manusia, dan inspirasi untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.

Sesuai dengan profesi penulisnya yang seorang jurnalistik, membaca kisah demi kisah membuat kita seakan tengah menikmati sajian kompilasi artikel dari kolom tulisan ringan di surat kabar. Ringkas, padat, santai, komunikatif, bertutur tentang kehidupan sehari-hari namun sarat pesan positif.

Dan kita bisa membacanya sesuai selera dan keinginan, bisa runut dari awal, dari tengah, dari akhir, atau membaca random berdasarkan judul yang paling membuat kita penasaran.
Saya jelas tidak akan menguraikan isi setiap kisah, cukuplah pesan dari beberapa sampel artikel saja yang menurut saya cukup berkesan dan relevan dengan hal-hal kurang menyenangkan yang baru saya lalui akhir-akhir ini.

Artikel The Hero, sesuai judulnya, dengan gamblang menyampaikan pesan bahwa label “hero” atau pahlawan itu tidaklah penting bagi pahlawan yang sesungguhnya. Pahlawan sejati akan dengan ikhlas berkontribusi positif bagi umat tanpa menuntut penghargaan sebagai pahlawan.

Opini yang cukup menarik ditunjukkan penulis lewat artikel berjudul Unjuk Rasa. Selama ini, unjuk rasa identik dengan bentuk protes kepada pemerintah, dan selalu memunculkan perasaan negatif seperti kekecewaan, ketidakpuasan, kemarahan, dan lain-lain. padahal, andai unjuk rasa diwujudkan dengan menampilkan perasaan-perasaan yang positif, seperti rasa kasihan, rindu, sayang dan cinta, boleh jadi, dunia akan menjadi lebih damai dan nyaman.

Keseleo Lidah, menggambarkan bahwa ucapan yang kasar dan sembarangan bisa dengan mudah membuat kita kehilangan teman dan disisihkan dari pergaulan. Meskipun kita sudah meminta maaf, bukan hal mudah untuk mengobati hati yang sudah kita sakiti.

Sepertinya cukup tiga sampel ini ajalah ya. Tentang kisah yang jadi judul buku ini, silakan temukan sendiri didalam buku ini ya, hehe.

Yang jelas, buku ini gampang banget dicerna. Tidak ada tulisan atau istilah yang bikin dahi berkerut, sebaliknya kita serasa tengah berbincang dengan sahabat sendiri. Sahabat yang tengah menyampaikan hikmah inspiratif dari hal-hal sederhana yang ia temui dalam kehidupan.

Judul : Steve Jobs dan Ilmu Hitam
Penulis : Zaenuddin HM
Penerbit : Indiva Media Kreasi
Tahun : 2017
Tebal : 200 hal

Saatnya giveaway!
Simak ketentuan dan pertanyaannya ya :
1.    Pastikan kamu udah memenuhi syarat-syarat mengikuti Campaign Giveaway #AkuCintaBuku2 #KekuatanKata ya (klik sini untuk infonya)
2.    Tuliskan pada kolom komentar di bawah postingan ini : 1 (satu) pengalaman berkesan dalam hidup dan pelajaran yang bisa kamu ambil dari situ. Atau sesuatu yang membuat kamu berubah kearah positif dan seperti apa bentuk perubahan itu.

Contoh  :
Saya punya rekan kerja yang kerap bicara kasar, sembarangan dan nggak tahu etika. Meski sering dibuat sakit hati oleh ucapannya, darinya saya belajar bahwa kita harus hati-hati dengan setiap ucapan dan perbuatan kita. Tak hanya urusan pertanggungjawaban di akhirat, tetapi juga setiap ucapan kita akan berdampak pada hubungan sosial kita dengan sesama manusia.
  
3.    Sertakan juga nama akun sosial mediamu di kolom komentar
4.    Bagikan link postingan ini di akun socmedmu dengan tagar #Book4 #AkuCintaBuku2 #KekuatanKata, mention akun saya dan Penerbit Indiva :
Fanpage FB :
Indiva Media Kreasi
Riawani Elyta
Twitter :
@penerbitindiva
@RiawaniElyta
Instagram :
@penerbitindiva
@riawani_elyta
(pilih dan mention di salah satu akun saja sesuai yang kamu punya, tapi kalo mau share di  semua akun juga boleh :D)
5.    Jawaban ditunggu sampai 20 Desember 2017 pukul 23.59 wib
6.    Akan dipilih 1 (satu) orang pemenang yang akan mendapatkan buku Steve Jobs dan Ilmu Hitam. Buku dikirim ke alamat di Indonesia.

Ditunggu partisipasimu yaa.

Salam,
Riawani Elyta


                                      

5 comments:

  1. Saya bertemu dengan seseorang yang hebat, menginspirasi, dan seseorang yang membuat saya sadar, nikmat mana dari Allah yang mampu saya dustakan?
    Saya kehilangan salah satu indra pendengaran saya lima tahun yang lalu. Waktu itu saya stress, terpuruk dan merasa kehilangan. Namun saya bertemu dengannya, sosok sederhana yang difable rungu dua-duanya tapi masih bisa survive dengan kehidupan. Dia dengan segala kekurangannya ditutup dengan kelebihan yang tak bisa dipungkiri, orang normal pun sulit mencapai itu. Dia yang berhasil mendapat beasiswa S1 dan S2 di Sastra UGM. Dia yang menjadi motivator dan narasumber di ASEAN summit, Malaysia, dan Thailand. Dia yang baru-baru ini mendapat short term award, beasiswa study singkat di University of Sydney.
    Lalu saya berpikir, kenapa saya harus mengutuk takdir, jika takdir itu bisa di rubah? Kenapa saya harus merasa menjadi orang paling merana jika saya hanya kehilangan satu sedangkan dia dua-duanya? Maka saya bersyukur, dan berdoa semoga ini ujian yang akan menggugurkan dosa-dosa saya. I will survive, I will revive. Karena hidup harus dihidupi dengan bersyukur.

    Fb : El Eyra
    Ig : el_eyra

    ReplyDelete
  2. Ikut partisipasi meramaikan lagi ya, hiks meski buku hadiah belum sempat review

    Pengalaman di kost sewaktu kuliah membawa saya pada perubahan besar. Saya diberkahi kakak-kakak kost yang ngemong dan suka berbagi. Aoa saja yang mereka punya mereka bagi. Dari makanan, peralatan kost, hingga komputer yang saat itu memang jadi barang mahal buat saya. Skirpsi saya bisa kelar karena bantuan mereka, dari kamar ke kamar saya mengerjakan skripsi dengan komputer mereka. Kebaikan hati mereka membuat kekuluargaan di kost begitu kental. Mereka memberi saya inspirasi untuk selalu berbagi, tak segan-segan memberi bantuan pada yang membutuhkan. Kesederhanaan mereka memberi inspirasi untuk berpenampilan apa adanya, tidak berlebihan.

    FB: Sayekti Ardiyani
    twiter: @sayektiardiyani

    ReplyDelete
  3. Saya pernah mengucap kata yg saya anggap itu kata biasa saja, tapi ternyata bagi orang lain kata itu dapat membuatnya tidak nyaman. Satu kata itu adalah "terserah". Suatu saat teman saya minta ijin sama saya, "Nia, boleh nyalain kipas gak?" Saya jawab, "terserah." Di saat yg lain teman saya bilang lagi, "Boleh bawa barang ini gak?" Saya jawab lagi,"terserah kamu aja". Belakangan saya baru menyadari bahwa kata "terserah" itu mengesankan keterpaksaan atau tdk ikhlas. Teman saya pasti merasa tdk nyaman atau bahkan sakit hati. Walaupun sebenarnya saya tidak berniat menyakitinya. Sejak itu saya sadar dan mengatakan pada diri sendiri untuk lebih hati2 dalam mengeluarkan kata-kata agar tdk ada celah menyakiti orang lain.


    Fb: Nia Hanie Zen
    Ig: @nia_hnie

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Fb : Ratnan Hana Mastsura
    IG : @kazuhana_el_ratna
    Twitter : @ratnaShinju2chi

    Sering mendapat cercaan dan atau dihujani berbagai kata-kata yang menyakitkan hati bagi saya sudah biasa. Yah, ketika saya dulu bekerja, kebetulan saya memiliki bos yang bisa dibilang memiliki lidah yang cukup tajam. Dia sering mengumbar kata-kata yang kerap membuat siapa saja--baik karyawan atau pembeli merasa sakit hati.

    Tapi meski begitu, dari kejadian itu saya malah menyadari bahwa sebagai manusia saya haruslah pandai-pandai menjaga lisan dan etika kita. Karena lisan memiliki dampak yang lebih berbahaya daripada pedang. Ketika terjatuh dan mengalami luka, insya Allah berjalannya waktu luka itu akan segera sembuh. Tapi luka akibat tajamnya lisan, bisa terbawa sampai akhir kelak untuk dipertanggungjawabkan.

    ReplyDelete