Riawani Elyta: 3 'Big No' about Blogger Kepri

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Sunday, 2 July 2017

3 'Big No' about Blogger Kepri

2 Juli 2015. Ini mungkin jadi hari paling bersejarah bagi sebuah komunitas yang menyebut dirinya Blogger Kepri. Grup yang pada awalnya terbentuk di media komunikasi Whatssap lalu terus berkembang dan sayapnya kini sudah melebar di berbagai media sosial di dunia maya, media cetak dan terutama di dunia nyata.

Dinamakan Blogger Kepri, karena kedua kata ini memang paling tepat untuk merepresentasikan komunitas ini. Disebut blogger, karena meskipun para anggotanya memiliki profesi berbeda-beda, namun dipersatukan oleh satu aktivitas utama yaitu sebagai blogger. Dan mengapa Kepri? Karena para anggotanya sebagian besar berdomisili di Kepri. Tersebar dari ujung Anambas, Natuna, Lingga, Tanjungpinang hingga yang paling banyak terpusat di denyut jantung kota Batam.

Saya sendiri tidak ingat persis kapan tepatnya mulai bergabung dengan komunitas ini. Sepertinya, tidak terlalu jauh jaraknya dengan hari kelahiran Blogger Kepri. Karena – Alhamdulillah – beberapa pentolan komunitas ini, sudah saya kenal cukup baik sebelumnya.

Dan selama bergabung, saya akui, saya bukan anggota yang aktif-aktif banget. Baik dalam interaksi di Whatssap Grup, di media sosial maupun di dunia nyata. Oh ya, meski umurnya baru dua tahun, pergerakan komunitas ini (di dunia nyata) tergolong cukup laju lho. Nanti deh akan saya ceritakan. Yang jelas, selama bergabung, ada beberapa hal yang berkesan banget buat saya dari komunitas ini. Saking berkesannya, sampe saya menulis judulnya 3 ‘ Big No’ about Blogger Kepri. Apanya yang Big? Dan kenapa harus  No? These are my words, only about Blogger Kepri :) :

       1.      No kudet
Jujur aja, dengan seabreg aktivitas yang menyita waktu di kehidupan nyata, langkah saya lumayan tertatih-tatih untuk bisa mengikuti rentak dunia blogger yang penuh dinamika. Kalau bukan karena passion saya di dunia menulis, mungkin sudah lama saya say goodbye to blogging.

Namun, Alhamdulillah, berada di tengah-tengah komunitas Blogger Kepri membuat saya – yang meski harus tertatih – jadi enggak jauh tertinggal alias kudet, alias kurang update tentang dunia blog. Dalam komunikasi sehari-hari di Whatssap Grup (yang entah mengapa tak pernah sepi sehari pun), selalu saja ada update tentang kabar terkini, ilmu seputar dunia blogging dan juga the latest news tentang perkembangan dunia blog itu sendiri.

Khusus untuk update tentang ilmu, Alhamdulillah saya merasa terbantu banget dengan ilmu-ilmu seputar dunia blog yang dibagikan di grup secara berkala, khususnya pada masa awal-awal terbentuk. Juga yang dibagikan melalui link-link anggotanya di grup facebook. Ada ilmu tentang SEO, traffic, meningkatkan DA/PA, monetisasi blog sampai merambah ke dunia vlog dan youtube. Dan semua ilmu itu dibagikan dengan ........ gratisss. 

Setidaknya, meski saya belum jadi blogger hebat, atau selebblog, atau yang bisa mencetak 7-8 digit sebulan dari blog, atau blogger apalah-apalah, tetap saja semua ilmu yang saya peroleh dalam komunitas ini berguna banget untuk meningkatkan kualitas blog saya.  Kalo ditodong jadi narsum seputar dunia blogging, insya Allah masih bisalah tegak di depan audiens barang 1-2 jam, hehe.

Semoga semua ilmu yang berguna itu menjadi amal jariah buat teman-teman blogger yang sudah membagikannya, juga keberkahan buat Blogger Kepri yang sudah jadi media yang positif untuk itu. Aamiin.

      2.      No baper
Emang ada gitu, di komunitas ..... nggak pake baper? Haha, sepertinya, hanya komunitas malaikat yang nggak ada baper, karena malaikat nggak punya hawa nafsu. Selama anggotanya  manusia, jelas susah banget untuk menghindar dari baper. Namanya juga manusia, antara perasaan dan nafsu itu sulit banget untuk dikontrol agar adem selalu.

Jadi...ya, di komunitas inipun, intrik-intrik seputar baper pun pernah juga terjadi. Tetapi, bukan itu esensi yang ingin saya utarakan. Melainkan, bagaimana komunitas ini mampu membuat saya jadi blogger yang akhirnya bisa say goodbye to baper.
Maksudnya??

Jadi gini. Saat mula-mula bergabung bersama Blogger Kepri, dunia blog di tanah seberang (baca : Jabodetabek) sudah lebih dulu menggeliat. Dan berhubung lingkup pertemanan saya di dunia maya juga banyak diisi oleh para blogger, jadilah beranda media sosial saya kerap bertebaran oleh unggahan eksistensi mereka di dunia blogging. Yang hari ini dapat job review seharga enam digit per artikel-lah, yang diundang ke acara ini-itu-lah, yang jadi endors produk ini-itu-lah, yang diganjar dengan produk atau voucher atau perjalanan gratis-lah, dan sebagainya. Sampai-sampai waktu itu memunculkan hestek #BloggerFomo sebagai trending topic di kalangan blogger itu sendiri. Bagi yang udah lebih dua tahunan menggeluti dunia blog, pasti tahulah ya fenomena tentang ini, nggak perlu saya bahas lagi di sini.

Dan, sebagai manusia biasa yang punya perasaan dan butuh dipuaskan hawa nafsunya (ngomong apaseh?) ....ya, maksudnya hawa nafsu yang juga kepingin merasakan hal yang sama, saya akui, bohong kalo saya nggak pernah baper sama acara pamer-pamer eksistensi kaya’ gitu.

Dan lagi-lagi, Alhamdulillah, saya nggak perlu sampe migrasi ke ibukota untuk menuruti kebaperan saya, karena berada dalam komunitas Blogger Kepri pun sudah cukup untuk menyingkirkan baper saya terhadap hal-hal semacam itu.

Kenapa?
Karena bersama komunitas ini, saya akhirnya bisa merasakan (nikmatnya) dapet duit dari blog. Bisa merasakan diundang ke acara untuk meliput, bisa merasakan tidur dan makan gratis di hotel, jalan-jalan ke tempat wisata, dan sebagainya.
Ya. Komunitas ini enggak pernah pelit berbagi tawaran untuk mendapatkan pekerjaan a.k.a job review.

Nginep gratis di Sahid Bintan Beach Resorts
jalan-jalan (gratis) ke White Sand Island
Partisipasi dalam CSR Pertamina
Selain itu, komunitas ini, semakin hari juga semakin laris. Hampir setiap minggu selalu ada tawaran dan undangan dari pemilik usaha untuk mempromosikan usahanya.  Meskipun 80% tawaran dan undangan itu terpusat di kota Batam (yang sempat bikin saya sedikit baper juga pada awalnya namun nggak bikin saya pingin pindah ke Batam), pada akhirnya saya menyadari kalau itu adalah sesuatu yang wajar. 

Batam memang kota yang perkembangan bisnisnya paling pesat dibandingkan kota lainnya di Kepri dan yang paling penting, para pelaku usaha di Batam udah banyak yang menyadari arti penting seorang blogger dalam aktivitas promosi dan marketing-nya. Semoga para pelaku usaha di seluruh wilayah di Kepri ini juga memiliki kesadaran yang sama, sehingga blogger-blogger Kepri lainnya yang berdomisili di luar Batam, juga bisa lebih terlibat dalam upaya promosi dan marketing usaha lokal, dan bisa lebih sering mengunggah foto-foto aktivitas sebagai blogger di sosmed, eh?

      3.      No stagnan
Di usianya yang kedua, komunitas ini bak seorang batita aktif yang terus bergerak dan terus memperlebar ruang aktivitasnya yang positif. Selain aktif dalam interaksi di grup Whatssap dan di dunia maya, komunitas ini juga mulai memperlebar kontribusinya ke lingkup pemerintah dalam membantu upaya pemerintah daerah mempromosikan destinasi wisata lokal. Komunitas ini juga menunjukkan kepeduliannya pada kemajuan daerah dengan menerbitkan antologi tentang Kepri yang berisikan tulisan para anggotanya tentang daerah-daerah di Kepri. Dan selalu saja ada aktivitas baru dan baru lagi yang melibatkan partisipasi para anggotanya. 

Enggak hanya untuk aktivitas yang sifatnya by event, untuk aktivitas rutin pun komunitas ini tetap menunjukkan rasa peduli terhadap perkembangan blog anggotanya. Salah satunya dengan menggelar blogging challenge dengan sistem arisan backlink untuk memacu semangat dan kontinyuitas para anggotanya untuk tetap rutin meng-update blognya.

Hal inilah yang membuat saya enggak punya keinginan untuk hengkang dari komunitas ini. Dinamika positifnya – saya akui – mampu bikin saya betah dan terus bertahan. Ingin sekali rasanya kepingin lebih partisipatif dan lebih banyak berkontribusi untuk kemajuan komunitas ini. Semoga keinginan saya ini kelak bisa terealisasi. Aamiin.

Demikianlah rangkuman catatan saya untuk Blogger Kepri. Terima kasih saya terkhusus untuk para admin yang telah memfasilitasi adanya komunitas ini dengan segala hal-hal didalamnya yang bikin hidup saya jadi lebih berarti dan penuh warna.

Harapan saya, di usianya yang kedua ini, komunitas ini menjadi kian dermawan (dalam hal bagi-bagi ilmu, info penting seputar dunia blog dan tawaran nyari duit dari blog), kian kompak (meski sesekali ada intrik, itu bukanlah hal yang perlu ditakuti, melainkan merupakan batu asah untuk mempertajam rasa persatuan dan persaudaraan), dan kian eksis (peranannya dalam berbagai ranah kehidupan : promosi usaha, aktivitas sosial, mitra pemerintah, dan sebagainya).

Last but not least : Happy 2nd Anniversary to Blogger Kepri!

 
Saya dan Blogger Kepri

3 comments:

  1. Waahh pengen main main ke batam lagi dan ketemuan ama blogger kepri ^^

    ReplyDelete
  2. Ammin YRa. All the best wishes utk komunitas kita tercinta ya Kak Ria ;)

    ReplyDelete
  3. Yipi! ga boleh sensitif biar ga gampang nangis :D

    ReplyDelete