Riawani Elyta: 4 Tips Merencanakan Perpustakaan Pribadi

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Monday, 7 November 2016

4 Tips Merencanakan Perpustakaan Pribadi

4 Tips Merencanakan Perpustakaan Pribadi
Tanpa terasa, tahun 2016 hanya tinggal kurang dari 2 (dua) bulan lagi. Dan saat memandang ke belakang, ternyata masih banyak rencana-rencana saya yang belum terealisasikan. Namun, hal itu enggak lantas menjadi penyesalan. Selama kontrak usia di dunia belum berakhir, saya yakin saya masih punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi-mimpi di tahun yang akan datang.

Kali ini saya ingin bercerita tentang impian saya sejak lama yang belum terwujud sepenuhnya : saya ingin memiliki perpustakaan pribadi di rumah. Tempat dimana saya dan keluarga bisa membaca buku sepuasnya, menulis dengan nyaman, bermain dan belajar bersama anak-anak, dan bagi tamu-tamu saya yang hobi membaca, mereka dapat sejenak menenggelamkan diri di dalam lautan buku di perpustakaan impian saya itu.

Namun impian tanpa perencanaan = mengkhayal di siang bolong

Jadi, mumpung tahun 2016 belum berakhir, saya ingin menuliskan rencana-rencana saya untuk mewujudkan impian memiliki perpustakaan pribadi di tahun yang akan datang. Kalo kamu juga pingin memiliki perpustakaan pribadi, boleh banget kok meniru daftar rencana saya ini. Pingin tahu apa saja daftar rencana saya? Ini dia : 
      1.       Menentukan ruang yang cocok
Perpustakaan pribadi di rumah membutuhkan ruang yang cukup luas dan pencahayaan yang cukup.

Kebetulan, saat ini saya sedang dalam proses membangun rumah baru, dan saya sudah memilih satu ruang untuk saya jadikan perpustakaan pribadi. Ruang dengan kapasitas cukup luas, memiliki jendela-jendela besar yang menghadap halaman samping dan bersisian kamar tidur, sehingga kalau terasa ngantuk usai membaca, saya nggak perlu jauh-jauh nyari kasur, hehe.

Bagi kamu yang sudah memiliki kediaman permanen, kamu bisa melihat-lihat dengan saksama bagian mana dari kediamanmu yang bisa digunakan. Jika semua ruang sudah terpakai sesuai fungsinya dan sudah enggak mungkin menambah bangunan baru karena keterbatasan lahan, kamu tetap bisa memiliki perpustakaan pribadi dalam ujud “pojok buku”. Yaitu dengan memanfaatkan satu sudut dalam rumah ataupun ruang di bawah tangga (kalo rumahmu terdiri atas dua lantai). 

Kamu bisa search di google deh tentang desain pojok buku ini, ataupun melihat contoh pojok buku yang ada di kantor-kantor pemerintah dan tempat-tempat umum, mengingat saat ini pemerintah sangat menganjurkan setiap tempat umum dan kantor-kantor untuk memiliki pojok buku.

Jadi, kamu tetap berpeluang memiliki perpustakaan pribadi dalam ujud pojok buku meski ruang yang ada kapasitasnya terbatas ya.

      2.       Menentukan jenis perabot
Setelah menentukan ruang, langkah berikutnya adalah menentukan perabotan yang sesuai dengan kapasitas ruang tersebut. Didalam perpustakaan pribadi impian saya nantinya, saya menginginkan perabotan berikut ini : lemari buku, kursi putar, meja baca merangkap meja kerja, meja ekstra untuk tempat meletakkan buku-buku yang akan dibaca, dan rak untuk menyimpan stationery.

Bagi kamu yang merencanakan ruang berukuran mungil untuk perpustakaan pribadi atau pojok buku, jenis dan ukuran perabotannya tentu saja harus disesuaikan ya.

      3.       Menghitung biaya
Setelah langkah 1 dan 2 selesai, kini saatnya untuk melakukan langkah terpenting : mengkalkulasi keseluruhan biaya yang diperlukan, mulai dari biaya persiapan ruangan seperti biaya cat dinding, wallpaper, biaya pengadaan perabotan termasuk biaya untuk pembelian dan perawatan buku, serta biaya-biaya lain yang diperlukan seperti membeli asesoris untuk pemanis ruangan dan perlengkapan edukatif yang bisa digunakan anak-anak untuk belajar sambil bermain. Jadi orang tua dan anak, bisa berkumpul bersama di perpustakaan pribadi untuk sama-sama melakukan aktivitas yang disukai.

      4.       Memanfaatkan momen belanja hemat dan efisien
Jenis perabotan dan peralatan untuk dibeli sudah dicatat, biaya pun sudah dihitung-hitung, pertanyaan selanjutnya adalah : bagaimana membeli semua kebutuhan ini dengan cara yang efisien agar pengeluaran bisa ditekan? 

Saya mau kasih tahu cara yang sudah ada dalam daftar rencana saya dan tentunya boleh banget kamu contoh : memanfaatkan momen Promo Harbolnas. Ini adalah momen hari belanja online nasional yang untuk tahun ini kembali jatuh pada tanggal 12 Desember. Berbelanja pada hari ini memiliki banyak keuntungan lho, karena selain kita bisa berbelanja praktis secara online, kita juga bisa menghemat pengeluaran karena ini adalah puncak momen diskon besar-besaran untuk berbagai produk dari beragam kategori yang dijual online.

Nah, mumpung masih ada waktu, yuk buat perencanaan untuk membangun perpustakaan pribadimu dari sekarang agar momen tersebut bisa kamu manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Nggak hanya membangun perpustakaan pribadi lho, momen itu juga bisa kamu gunakan untuk mewujudkan mimpi-mimpimu yang lain, membeli gadget baru misalnya, atau memenuhi kebutuhan fashion keluarga, persiapan menyambut kelahiran si buah hati, dan sebagainya. 

Selamat menyusun rencana untuk menyambut Promo Harbolnas yaa ☺


17 comments:

  1. Pas bangeeet dengan yang saya pikirkan. Saya lagi memperbaiki atap. Terus ada ruang kecil di ujung dapur, kali enak pojok buku aja ya, tapi takut banjir sih. Contekin foto2nya yaa

    ReplyDelete
  2. Iya nih, aku pun kayaknya kudu punya perpustakaan pribadi. Meskipun gak gede. Soalnya, buku ditaruh sembarangan gampang banget hilang. Btw, boleh juga nih ide belanja perabot di saat Harbolnas. Aku biasanya beli baju sama sepatu. :D

    ReplyDelete
  3. kalau aku lagi mikirin buat ruang baca untuk komunitas anakku, makasih tipnya

    ReplyDelete
  4. Saya saya saya mak.. Impian punya perpust pribadi, sekarang sudah terkumpul buku hampir 1,5 rak, tapi mejengnya di ruang nyantai..
    karena terbatas tempatnya, yo wes sementara dianggap aja perpustakaan.

    Salam kenal ya

    ReplyDelete
  5. lagi mikir utk ningkat rumah, trus bawah tangganya bisa dijadikan lemari sepatu dan perabotan rumah tangga, dan tempat buku2 nih...

    ReplyDelete
  6. Baru aja minggu kemarin aku request ke suami minta bikinin ruang kerja plus perpustakaan kecil di lantai atas ehhehe masih menunggu budgetnya dulu deh :p

    ReplyDelete
  7. keren ya perencanaannya.. kebetulan saya juga punya impian membuat perpustakaan tapi untuk umum di desa saya. supaya sapapun bisa membaca disana. Makasih tipsnya mba

    ReplyDelete
  8. kadang klo lgi semangat,, beli bukunya banyak taapi gak sempet-sempet buat baca.. :v

    ReplyDelete
  9. penting bgt buat punya perpus pribadi yaa..

    ReplyDelete
  10. Brb nyiapin wishlist buat menyambut harbolnas hahaha...

    ReplyDelete
  11. Cita-cita lama saya untuk punya perpus pribadi yang hingga sekarang belum kesampaian. Untungnya keburu ada internet. Sementara waktu bikin perpus digital aja dulu di komp

    ReplyDelete
  12. sangat jarang sekali sekarang ini yang bercita2 punya perpustakaan

    ReplyDelete
  13. kangen zaman dulu ketika ada cerpen baru banyak di buru remaja untuk di baca

    ReplyDelete
  14. andaikan rumahku ada tempat untuk jadi ruang baca... ;(

    ReplyDelete
  15. Salah satu keinginan saya, mbak. Bener banget tuh, poin-poin yang mesti dipikirin, biar perpusnya maksimal dan manfaat buat banyak orang. Aamiin. Thanks btw.

    Salam,
    Syanu.

    ReplyDelete