Riawani Elyta: Blogtour + Giveaway Novel Sebanyak Tetesan Hujan Kali Ini

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Friday, 25 March 2016

Blogtour + Giveaway Novel Sebanyak Tetesan Hujan Kali Ini

Blogtour + Giveaway Novel Sebanyak Tetesan Hujan Kali Ini


Judul               : Sebanyak Tetesan Hujan Kali Ini
Penulis            : Anggota Grup KOBIMO
Tebal              : 318 hal
Tahun             : Oktober 2015
Penerbit         : Rumah Fiksi

Sinopsis :
Masa kanak-kanak hingga remaja, seharusnya menjadi masa paling indah bagi sebagian besar orang. Tetapi, tidak halnya dengan Putra. Sejak kecil, ia tak pernah tahu siapa ibunya. Ia ditinggal ayahnya yang konon pergi bekerja menjadi TKI di luar negeri saat ia masih kecil. Dan Putra hanya dibesarkan oleh neneknya yang kerap dipanggil Nek Ijah.
Namun usia Nek Ijah pun tak bertahan lama, ia meninggal saat Putra lulus SMA. Di desanya di kaki Gunung Slamet itu, Putra memiliki sahabat dekat seorang gadis bernama Marini.

Putra sangat senang menulis dan mengidolakan Ernest Hemmingway. Ia juga gemar menulis puisi. Suatu hari, seorang lelaki bernama Hendro yang mengaku pamannya mengajak Putra ikut tinggal dengannya di Jakarta. Meski ragu pada awalnya, Putra akhirnya mengikuti Paman Hendro, karena ia pun sudah tak punya siapa-siapa lagi di desa.

Maka, dimulailah kehidupan Putra yang baru bersama keluarga Paman Hendro. Lelaki ini memiliki istri bernama Santi, dan dua orang anak bernama Dion yang sebaya Putra dan Nasya yang masih balita. Dion memiliki pacar bernama Rasi. Paman Hendro memiliki sebuah usaha penerbitan. Semestinya, hal ini bisa menjadi pintu gerbang bagi Putra yang senang menulis untuk menyalurkan minat dan bakatnya itu. Namun, ternyata passion-nya itu pulalah yang menjadi awal serentetan malapetaka baginya.

Berawal dari keputusasaan Dion yang juga senang menulis, namun hasil karyanya tak kunjung dilirik ayahnya. Kehadiran Putra yang kian menambah kebencian di hati Dion karena ayahnya lebih memperhatikan Putra. Hingga suatu hari, terjadi peristiwa tragis di rumah itu yang kemudian menjadi celah bagi Dion untuk memuluskan rencananya menjadi penulis terkenal dengan memanfaatkan Putra.

Peristiwa tragis apakah itu? Berhasilkah Dion memanfaatkan Putra? Akankah Putra dapat bertemu ayah kandungnya kembali? Dan bagaimana pula kisah hubungan Putra dengan Marini?

Semuanya dapat kalian temukan dalam novel persembahan Grup KOBIMO terbitan Rumah Fiksi ini.

________________________________________

Kira-kira 4-5 tahun lalu kalau tidak salah, saya pernah mengikuti woro-woro di facebook tentang novel berjudul Love Asset yang ditulis secara berantai oleh 16 orang penulis wanita. Waktu itu saya berpikir, itu merupakan sebuah proyek bersama yang unik dan luar biasa, meskipun sampai hari ini, saya belum pernah membaca novel tersebut. Karena bukan hal mudah untuk menyatukan pemikiran dari banyak orang untuk menulis sebuah cerita yang sama.
Dan untuk novel ini, penulisnya ternyata lebih banyak lagi....... ada 23 orang! Dan di luar dugaan saya, ke-23 pemikiran ini ternyata berhasil menyusun sebuah cerita yang utuh. Tidak seperti antologi biasa yang umumnya menggabungkan beberapa cerita yang berdiri sendiri.

Dari sinopsis di atas, jelas tergambar kalau tema novel ini adalah tentang lika-liku perjalanan hidup anak manusia, yang dalam hal ini diwakili oleh tokoh sentralnya, Putra. Novel ini menggunakan alur maju dan setting yang didominasi kota Jakarta.  Pergerakan konfliknya tersebar merata di sepanjang cerita dengan penempatan klimaks pada beberapa bab terakhir. Dan untuk penokohan, karakter masing-masing tokohnya baik tokoh utama maupun tokoh pembantu, semuanya boleh dikatakan punya porsi dan karakter yang cukup seimbang dalam menggerakkan jalan cerita ini.

Kelebihan novel ini :

  • Untuk sebuah novel yang ditulis oleh puluhan penulis, novel ini tergolong rapi dan smooth. Kita seperti membaca novel yang ditulis oleh satu orang. Gaya tutur di setiap bab nyaris sama. Perjalanan alurnya juga mengalir lancar. Kalaupun masih terdapat beberapa lubang plot yang belum tertutup sempurna, hal itu tidak sampai mengurangi keutuhan penyampaian kisah dalam novel ini.
  • Pilihan katanya sederhana  dan denotatif.  Pergerakan dan deskripsi adegan juga tergambar dengan jelas sehingga pembaca mudah memahami jalan cerita yang cukup kompleks ini.
 Hal-hal yang bikin saya ingin berkomentar untuk novel ini :
1.   Dialognya kurang cair, beberapa kalimat mencoba untuk tampil puitis tetapi rasanya kurang nyaman saat membayangkannya terucap secara lisan. Mengingat novel ini cukup banyak dihiasi puisi-puisi, untuk dialognya – menurut saya – cukup ditampilkan secara natural saja. Gaya dialog ini berikut cara bertuturnya secara keseluruhan juga membuat novel ini agak terkesan oldies.  Mengingatkan saya pada novel-novel seangkatan Mira W di tahun-tahun 80an.
2.   Ini mungkin masalah selera. Untuk keseluruhan elemen pendukung, terutama pada pola konflik – klimaks cerita, novel ini cenderung dramatis. Adegan terbunuhnya Nasya itu salah satunya, bikin saya ngomong dalam hati : apa nggak ada peristiwa lain yang tidak terlalu tragis? Saya pikir, ada banyak peristiwa alternatif bisa dipilih sebagai pangkal yang lebih “halus” untuk memulai konflik yang lebih besar.
3.   Masih ada beberapa typo yang umum terjadi saat kita mengetik, seperti untuk kata-kata ini : bias – bisa, dating – datang.

Now....time for giveaway!

Kamu tertarik untuk memiliki novel ini? Pingin tahu bagaimana sebuah novel ditulis oleh 23 orang namun aliran ceritanya begitu mulus bak melaju di jalan tol?
Yuk ikuti giveawaynya. Caranya mudah saja :
  • Follow blog ini, like fanpage facebook Riawani Elyta dan akun media sosial saya (cukup sesuai akun yang kamu punya aja) :  Twitter : @RiawaniElyta, IG         : @riawani_elyta 
  • Tulis di kolom komentar di bawah ini nama akun facebook / twitter kamu, dan jawaban atas pertanyaan berikut : “Menurutmu, hal penting apa yang harus dimiliki saat kita ingin menulis novel secara keroyokan / rame-rame? Apa kekompakan, komunikasi, saling mengalah, dan lain-lain? Silakan jelaskan sesuai pendapatmu ya.” 
  • Bagikan info giveaway ini di media sosial dengan mention @RiawaniElyta. 
  • Giveaway berlangsung dari tanggal 25 s/d 29 Maret 2016 pukul 24.00 wib.
  • Akan dipilih 1 (satu) orang yang beruntung untuk mendapatkan novel ini.

Ditunggu partisipasinya yaa :D 
Sayang banget deh kalo sampe nggak ikut, karena novel yang ditulis secara keroyokan seperti ini sangat langka kemunculannya, bahkan dalam kurun waktu 4-5 tahun sekali belum tentu ada lho, hehe.

26 comments:

  1. Akun fb: eneng susanti
    Twitter: enengsusanti_

    Hal terpenting yang harus dimiliki saat membuat novel keroyokan menurut saya adalah komunikasi.

    Saya pernah membuat cerpen duet, dan yang menjadi kunci keberhasilannya adalah komunikasi. Mulai dari konsep sampai proses penulisan, semuanya tidak boleh lepas dari komunikasi baik secara langsung maupun jarak jauh. Bisa via telepon, email, fb atau apapun.
    Dari komunikasi itulah bisa tercipta kesamaan visi dan hasilnya adalah kekompakan. Jadi, cerita yang sudah dikonsep diawal bisa terasa mengalir seolah ditulis oleh satu tangan padahal banyak jari yang ikut menari di dalamnya.
    Begitu juga saat proses editing, jika komunikasi yang terjalin sudah baik dan masing-masing penulis bisa saling memahami, tentu mereka pun akan bisa saling mengalah ketika tulisannya harus terkena 'sensor' saat proses editing oleh yang lainnya.
    Intinya semua penulis yang terlibat harus terlebih dahulu memahami konsep awal dan tujuan penulisan, sehingga bisa tercipta komitmen untuk mewujudkan visi menulisnya. Komunikasi diperlukan agar pada prosesnya visi tersebut tetap terjaga.
    Begitulah... ^-^

    ReplyDelete
  2. Akun Fb/ Twitter : Ratna Hana Matsura/ @ratnaShinju2chi

    “Menurutmu, hal penting apa yang harus dimiliki saat kita ingin menulis novel secara keroyokan / rame-rame? Apa kekompakan, komunikasi, saling mengalah, dan lain-lain? Silakan jelaskan sesuai pendapatmu ya.”

    Pengalaman ketika pernah ikut lomba menulis keroyokan, aku kira ada beberapa hal yang sangat penting dimilik.

    Pertama itu komunikasi. Karena kalau komunikasi tidak lancar bagaimana tulisan itu bisa selesai?

    Yang kedua adalah memiliki pemikiran yang seirama. Apa jadinya kalau dalam bekerja sama lebih banyak cekcok tidak sependapat? Hasilnya tentu tulisan tak jadi-jadi. Dan aku pernah tuh ngalami. Nggak sampai cekcok cuma pendapat kami beda jadi akhirnya memutuskan tak jadi kolab.

    Ketiga kompakak memang harus biar kerjama terjalin dengan baik. Kalau tidak kompak, bisa jadi tulisan akan terbengkalai juga.

    Keempat Mau mengalah. Mengalah bukan berarti kala. Dalam mengerjakan sesuatu bersama-sama kadang kita memang harus mengekang ego. Harus bisa menempatkan diri. Maklum, kan kerjasama itu terdiri dari banyak pemikiran yang harus disinkronkan, karena itu, sangat diperlukan kesabaran dan sesekali mau mengalah.

    Kelima mau mendengar pendapat teman dan tidak mudah ngambek kalau diingatkan. Ini juga penting, masak kerjasama kalau sesekali diingatkan tulisannya masih ada kesalahan dan harus diperbaik langsung ngambek, kapan jalan? Pokoknya memang kudu berhati lapang.



    ReplyDelete
  3. Wahhh, makasih banyak buat masukannya Mbak Ria. Semoga nanti para penulis dari KOBIMO makin kreatif dan produktif dalam berkarya. Seperti Mbak Ria yang karya-karyanya amazing punya :)

    ReplyDelete
  4. Fb : hasanah jaya
    Twitter : @hasanahjh

    Menurut aku sih yg paling penting dalam menulis novel secara keroyokan or rame2 kekompakkan, karna dari kata kekompakkan sudah mencerminkan kerjasama,komunikasi yg baik(bagus) 😁

    Sorry yaa jadi sok tau gini. Tapi itu menurut aku hehe gak tau deh bener apa gak

    ReplyDelete
  5. Bismillahirrahmanirrahim..
    "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"

    Facebook : Miftahur Rizqi
    Twitter : @MR_Laros
    Link Share : https://twitter.com/MR_Laros/status/713229695517462528

    “Menurutmu, hal penting apa yang harus dimiliki saat kita ingin menulis novel secara keroyokan / rame-rame? Apa kekompakan, komunikasi, saling mengalah, dan lain-lain? Silakan jelaskan sesuai pendapatmu ya.”

    = jawaban saya ini sederhana tapi Insya Allah sesuai yaitu menulis secara bersama-sama harus ada unsur seperti pertanyaaan diatas diantaranya Komunikasi, Kekompakan, Saling Mengalah, dan Kerjasama , karena tanpa unsur tersebut, menulis novel secara bersama-sama tidak akan tuntas/selesai. misal : Komunikasi nya ada tapi tidak ada Kekompakan ya percuma, sebaliknya. jadi, kalau kita ingin menulis bersama-sama harus memenuhi bebrapa unsur penting seperti Komunikasi, Kekompakan, Saling Mengalah, dan Kerjasama, serta kemauan dan tekad yang kuat dengan disertai do'a. itulah tadi jawaban dari saya, yang Insya Allah sesuai. semoga bermanfaat.

    "Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"

    ReplyDelete
  6. Fb: Whardha Alrhayniee
    twitter : Wardatul Aini d'PAC


    Hal penting apa yang harus dimiliki ketika menulis novel secara rame-rame?
    Hmmm, menurut saya yang pertama sekali diperlukan adalah kesabaran tingkat tinggi, hati yang kebal.
    kenapa?
    Setiap orang memiliki sifat yang berbeda-beda, ada yang keras kepala, ada yang dominan, ada yang egois, ada juga yang tetap mempertahankan idenya padahal jelas-jelas dia yang salah. Sebenarnya itulag keunikan, adanya perbedaan, ibarat warna akan lebih menarik ketika dipadukan dengan warna lain ketimbang dia hanya sendiri. Disinilah dibutuhkan sabar tingkat tinggi, dan hati yang tidah mudah tersakiti. Dengan adanya kedua bumbu ini, segala permasalahan, perbedaan, akan mudah diselesaikan dan komunikasi antar sesama tidak menjadi kaku. Hal terpenting berikutnya adalah komunikasi, komunikasi ini sangat perlu untuk mencegah terjadinya salah paham, pekerjaan yang sama dilakukan oleh lebih satu orang, mengefisienkan waktu karena masing-masing orang tidak perlu memikirkan kewajiban teman lainnya. Masing-masing fokus pada pekerjaaan sendiri. Komunikasi yang baik akan menghasilkan karya yang baik pula. Komunikasi ini tidak akan terwujud jika tidak ada yang mau sedikit mengalah dan berlapang dada.

    dalam sebuah tim, ide brilian bukanlah segalanya tanpa dibarengi sikap saling menghargai antarsesama.


    semoga bermanfaat
    Wassalam

    ReplyDelete
  7. “Menurutmu, hal penting apa yang harus dimiliki saat kita ingin menulis novel secara keroyokan / rame-rame? Apa kekompakan, komunikasi, saling mengalah, dan lain-lain? Silakan jelaskan sesuai pendapatmu ya.”
    Yang pasti, seperti mbak bilang di atas, jika kita ingin menuliskan karya yang dibuat dari beberapa orang untuk dijadikan seuah karya berupa Novel, tidaklah mudah.
    Maka, diperlukan sebuah KOMUNIKASI
    Komunikasi yang baik antar sesama penulis. Juga kekompakan, kebersamaan, serta tidak mendahulukan ego masing-masing antara sesamanya. Kerja sama yang baik, serta komunikasi yang lancar, hindari keegoisan sehingga tidak menimbulkan permasalahan antara sesama penulis.

    ReplyDelete
  8. Akun FB : Rosyidatul Munawaroh

    "Menurutmu, hal penting apa yang harus dimiliki saat kita ingin menulis novel secara keroyokan / rame-rame? Apa kekompakan, komunikasi, saling mengalah, dan lain-lain? Silakan jelaskan sesuai pendapatmu ya.”

    Menurutku untuk menyusun buku rame-rame, memang seperti hal di atas.
    Pertama, harus ada komunikasi. Ini unsur terpenting. Tanpa komunikasi, mana mungkin bukunya akan jadi.
    Kedua kekompakkan. Ketika kita memiliki visi yang sama, secara otomatis kita harus susah sama-sama. Maksudnya, kerjasama bukan kerja sendiri, ya. Jadi kita nggak boleh merasa paling hebat hingga dengan mudah men-judge tulisan orang lain.
    Ketiga saling mengalah. Memang betul, tetapi lihat sikonnya dulu, ya. Jangan karena nggak enak hati kita bilang bagus tanpa berkomentar. Padahal hati kita bilang kurang pas. Nah di sini kita harus mengeluarkan pendapat. Jika posisi kita ada dilain pihak, ketika mendapat kritikan, ya diterima dan diperbaiki.

    Selain ketiga hal di atas, saya mempunyai tambahannya, versi sendiri.

    Keempat, konsistensi. Artinya ketika ada penulis lain yang mulai lemah, ayo kita dukung dan beri dia motivasi. Ingat tujuan awal, ya!
    Kelima, musyawarah. Hehe. Untuk yang satu ini mungkin diperlukan. Ketika kita mendapati suatu masalah, dari pada dipendam sendiri uneg-unegnya, bukankah lebih baik duduk bersama dan dipecahkan masalahnya.
    Keenam, mau mendengarkan. Yap, belajar sabar, hilangkan ego dan mencoba menerima saran dari orang lain.

    ReplyDelete
  9. Twitter: @APradianita

    Menurut saya pribadi, hal-hal penting yang harus dimiliki saat kita ingin menulis novel secara keroyokan / rame-rame:

    1. Tetapkan Tujuan Bersama.
    Biasanya terdapat target atau tujuan yang harus dicapai oleh sebuah tim penulis.Tujuan apa yang harus dicapai? Hal yang paling utama adalah menentukan target yang bisa dicapai bersama beserta rancangan strategi penulisan yang dibuat. Paparkanlah tujuannya secara detail job description yang terbagi secara merata pada seluruh anggota tim penulis. Dan anggota tim penulis perlu memahami target kelompok penulis dan cara mencapainya. Selain itu, sebaiknya target atau tujuan telah disepakati anggota tim penulis. Setelah tujuan sudah ditetapkan dan semuanya sepakat, barulah berdiskusi bagaimana cara mencapai tujuan tersebut secara bersama atau musyawarah.

    2. Harus Komitmen.
    Pembentukan sebuah tim penulis yang kompak membutuhkan komitmen yang kuat. Komitmen adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain yang tercermin dalam tindakan kita. Komitmen atau tanggung jawab ini perlu dipegang oleh semua anggota tim penulis dan tidak hanya kepada ketua kelompok penulis saja dan komitmen inilah yang nantinya dapat menyelamatkan kelompok penulis ketika menghadapi masalah. Ketika sebuah tim penulis mendapatkan sebuah masalah, maka kompak seluruh anggota tim penulis ikut menyelesaikan masalah tersebut, jangan hanya menitikberatkan kepada ketua kelompok penulis karena ketua kelompok penulis sekalipun akan kewalahan menghadapi masalah dalam tim penulis sendirian. Sama halnya dalam permainan sepak bola, seorang Kapten tidak akan mampu menyelesaikan masalah sendiri menghadapi lawan yang ada. Pastinya tim tersebut bekerja sama dan komitmen antar tiap pemainnya dan mempercayakan tugas pada setiap posisi yang ditempati oleh tiap pemain.

    3. Kurangi Sifat Egois.
    Ingin menang sendiri dalam kelompok penulis? Sebaiknya lupakan hal ini. Keinginan lebih untuk menjadi lebih menonjol dibandingkan teman-teman dalam tim penulis lainnya bukanlah ide yang cemerlang, justru kita bisa menjadi orang yang dianggap paling “sok”. Sikap ini juga dapat mematikan teman-teman lain yang ingin berkembang dalam kelompok penulis. Dalam jangka panjang, sikap dominan dapat menyebabkan kelompok penulis semakin lelah karena anggota penulis yang lain merasa tidak dipandang dalam tim penulis tersebut dan pendapat yang dikemukakan tidak pernah ditanggapi. Bekerja dalam tim penulis memang gampang- gampang susah. Keuntungannya, saat menghadapi masalah adalah bisa saling mendukung dan membantu dengan startegi penulisan yang dirancang. Namun, kelemahannya adalah tidak mudahnya menyatukan ide dan pemikiran dari sejumlah penulis untuk mengambil keputusan atau kesepakatan. Diskusi kelompok penulis bisa saja berlangsung dengan alot jika tiap penulis mempertahankan keinginannya dan kemauannya sendiri. Dalam situasi seperti itu ketua kelompok penulis perlu bertindak tegas bagaimana mencari solusi, jalan tengah dan menetapkan kesepakatan.

    4. Kesampingkan Masalah Pribadi.
    Jika tidak merasa cocok dengan salah satu anggota kelompok penulis itu adalah hal yang biasa, memang sering terjadi hal seperti itu dalam sebuah kelompok penulis. Namun kita perlu mengesampingkan perasaan tidak enak dan tidak nyaman dengan anggota penulis lain. Sebaiknya perlakukan penulis lain dengan sikap yang sama dan hargailah pendapat mereka. Jadi bersikaplah secara profesional. Jangan melampiaskan ketidaksukaan kita kepada anggota kelompok penulis yang lain dengan menyudutkannya seolah-olah dia tak pantas berada dalam kelompok penulis. Kita akan lebih dihargai di dalam kelompok penulis dengan sikap dewasa dibandingkan dengan sikap kekanak-kanakan.

    ReplyDelete
  10. Twitter @usupsupriyadi_

    Luar biasa ya, bisa menciptakan sebuah novel dari banyak kepala dan tangan. Sulit dibayangkan mengingat, keutuhan cerita dan kemulusan narasi tetap utuh dalam satu karakter. Jadi penasaran ingin membacanya. Adapun JAWABAN saya terkait pertanyaan tersebut ialah komunikasi yang bertanggungjawab. Artinya memang harus ada kejujuran dan keterbukaan agar tidak terjadi hambatan di tengah jalan, dan itu semua agar antar sesama penulis dalam satu proyek novel bersama itu bisa saling membantu keketika terjadi kebuntuan.

    ReplyDelete
  11. FB: Eni Lestari | Twitter: @dust_pain

    “Menurutmu, hal penting apa yang harus dimiliki saat kita ingin menulis novel secara keroyokan / rame-rame? Apa kekompakan, komunikasi, saling mengalah, dan lain-lain? Silakan jelaskan sesuai pendapatmu ya.”

    yang terutama sih komunikasi. dalam hal ini, komunikasinya berbentuk diskusi yang sehat untuk menghasilkan naskah yang ciamik. bayangin kalo penulis2 yang mau kolaborasi gak berkomunikasi dengan baik, pasti ada bagian yang missed di beberapa tempat, ceritanya jadi melenceng ke mana2, atau tokohnya gak konsisten. selain komunikasi, hal lain yang penting adalah tanggung jawab dan komitmen menyelesaikan tulisan bagiannya, sesuai dengan yang sudah dibicarakan sebelumnya. gak bisa dipungkiri, pasti ada aja kendala dalam menulis. kadang hal tersebut bikin kita jadi molor menyelesaikan tulisan. nah, kalo mau menulis keroyokan, tanggung jawab dan komitmen ini harus bener2 dilakukan dengan matang biar tulisannya selesai sesuai jadwal. yak, menurutku itu yang penting dalam menulis novel keroyokan :)

    ReplyDelete
  12. Facebook: Dinu Chan
    Twitter: @Chan_Dinu


    Salut dan terkesan sekali dengan 23 penulis ini. Bisa berhasil merampungkan novel secara keroyokan itu satu pencapaian tersendiri. Dulu saya sempat diajak berduet menulis novel anak. Hingga kurang lebih 5 bab semua lancar. Lalu semakin ke sini, tak dapat diteruskan. Sampai sekarang, bahkan saya masih menunggu Mba tersebut, kalau-kalau entah melalui FB atau e-mail dia menghubungi. Jadi, ketika 23 teman penulis ini get progress, bagi saya menakjubkan. Oke, malah curhat ini.


    "Menurutmu, hal penting apa yang harus dimiliki saat kita ingin menulis novel secara keroyokan / rame-rame? Apa kekompakan, komunikasi, saling mengalah, dan lain-lain?"

    ※ Kalau berdasar pengalaman, menurut saya tentu yang ada di nomor pertama adalah KOMUNIKASI. Pastikan komunikasi lancar, dan antar anggota tim saling tahu semua kontak yang dapat dihubungi. Mulai dari no HP, akun FB, e-mail, grup chat, line. Apapun yang bisa dimanfaatkan. Dan usahakan tidak menggantinya tanpa kabar-kabari.

    Selanjutnya mungkin, kesatuan visi-misi MEMBUAT OUTLINE. Ini yang paling pertama harus berhasil rampung, menurut saya. Kegagalan kami--saya dan teman--dulu agaknya terletak di poin ini. Waktu itu kami hanya menulis dengan pola bergantian tiap Bab. Tanpa ada outline terlebih dahulu. Ternyata tanpa outline utuh (opening-ending), semua terlalu mengambang dan melebar tak keruan.

    Berikutnya, KOMPAK merumuskan TARGET bersama. Barangkali semacam 'dateline'. Dan, lagi-lagi inipun--termasuk juga saat membahas hal lainnya entah unsur intrinsik atau ekstrinsik dalam novel--mesti berujung disetujui bersama. Tanpa ganjelan. Misalpun ada, tentu HARUS disampaikan, didiskusikan. Dengan membuang nafsu pribadi. Yang perlu difokuskan mengacu ke outline yang sudah disepakati di awal tadi. Sah-sah saja misal ada keinginan memasukkan satu passion tiap penulisnya, asal nyambung dengan keseluruhan cerita, visi-misi tadi. Kalau sekiranya tidak terlalu perlu/penting harus rela dilupakan/dibuang daripada nantinya hanya akan membuat rancu, atau simpan saja untuk proyek solo nanti.


    Cukup itu mungkin, menurut dan berdasar yang pernah saya alami. Semoga kelak, saat hendak menulis (lagi) proyek duet atau rame-rame saya bisa mengingat ini dan konsisten. Hiks, :)

    ReplyDelete
  13. @tewtri

    Menulis secara keroyokan itu hal yang paling dibutuhkan menurut saya adalah komunikasi. Yah, apalagi rata-rata para penulis ini di pisahkan oleh jarak dan waktu. Tanpa adanya komunikasi yang mulus, pasti mandek. Karena kadang sebuah chatting itu bisa menyelesaikan masalah. Entah itu, hilang fokus atau apa kalau kita mengobrol, seringnya sih masalah jadi clear.

    Selain itu, tanpa tujuan yang sama, rasanya agak sulit untuk merampungkan satu buku melaui tangan begitu banyak orang. Sebelum a dan b, mereka harus menggenggam sebuah tujuan yang ingin di capai bersama.

    Setelah itu, perlu adanya waktu yang selaras. Sebegitu banyaknya orang free time-nya jelas sulit buat dikompakan. Jadi, pintar-pintarnya dalam menyulam waktu saya rasa juga penting untuk diterapkan dalam hal menulis secara berkelompok macam ini.

    ReplyDelete
  14. Twitter: @hndiniptrind
    Fb : Handini P.Indriawan

    Nulis keroyokan.
    Ya itu emang bukan sesuatu yang gampang dilakuin. Soalnya banyak kepala artinya banyak otak dan banyak pendapat yang berbeda-beda supaya ceritanya nyambung. Tapi nulis keroyokan juga bagus sih biar kalo otak udah mentok di satu orang, pasti yang lain masih punya ide jadi jalan terus.
    Yang penting dari nulis keroyokan menurut aku sih KEKOMPAKAN. Kenapa? Soalnya dengan satu kata 'KOMPAK' ini kita bisa saling berkomunikasi dengan baik, bertukar pikiran dengan kepala dingin, bisa berargumentasi dengan bijak dan gak egois karena pengen ide kita aja yang diterima. Pokoknya kalo udah kompak, kerja sama pun insyaallah berjalan baik :D

    ReplyDelete
  15. Fb : Aisyah As-Salafiyah
    Twitter : @aisyahassalafy

    Menurutku, hal penting apa yang harus dimiliki saat kita ingin menulis novel secara keroyokan / rame-rame adalah kesepakatan dalam membuat visi dan misi yang jelas yang menjadi pegangan setiap anggota. Adapun kekompakan, komunikasi, saling mengalah, dan lain-lain dapat dibangun atas dasar visi dan misi tersebut.

    Sebelumnya, salam kenal kak.. :)
    Terimakasih untuk giveawaynya.

    ReplyDelete
  16. FB : Ariny Nurul Haq
    Twitter : @airin_napasha

    yang paling penting dalam nulis kroyokan itu KESERIUSAN. Kalau penulisnya nggak serius dalam garap novelnya maka ujung-ujungnya ngaret dan berakibat novel nggak kelar2.

    ReplyDelete
  17. Fb : Aulia Maysarah
    Twitter : @aulia_maysarah

    Yang diperlukan adalah komunikasi, keseriusan dan saling percaya. Untuk menulis duet rame-rame harus saling kompak juga.

    ReplyDelete
  18. Fb: Fitra Aulianty | twitter: @fira_yoopies

    Hal yang paling penting dalam menulis keroyokan ini tentunya komunikasi. Karena menulisnya lewat media tertentu dan tentu waktu dan kondisi perlu terus diketahui agar adanya olah waktu dan target bersama.

    Lalu tentu saja egoisme harus dikurangi. Karena novel keroyokan ini butuh 'satu' ide yang sebangun. Maksudnya entah itu alur ataupun plot harus ditentukan bersama. Perbedaan pendapat boleh tapi hanya sebentar, di saat cerita belum dimulai itu lebih baik. Dan kalaupun nanti hasilnya tidak sebaik keinginan 'personal', tetap tidak ada pertengkaran apa-apa.

    Ketiga, tentu saja deadline dan pembagian alur yang jelas. Agar semuanya bisa mempersiapkan ide-ide apa saja yang akan dimasukkan sambil menunggu giliran.

    ReplyDelete
  19. Twitter : @PidaAlandrian92
    Link Share : https://twitter.com/PidaAlandrian92/status/714279317765685248

    W.A.W
    Amazing.. Dari 23 kepala 23 ide cerita 26 pasang tangan 26 pasang mata bisa melahirkan 1 buku yg spektakuler.
    Saluutt banget sama penulis2 nya.. Pasti nggak mudah dalam mengumpulkan ide2 ceritanya.

    Hal penting dalam menulis secara keroyokan menurut aku yang paling penting itu adalah
    1. Pahami dulu karakter tulisan dari masing2 penulis. krn ini poin pertama menurut saya untuk menulis secara keroyokan. Kalau tidak bs memahami, bgmna caranya utk bs menggabungkan ide tulisan dr satu penulis dgn penulis lainnya hingga bs menghasilkan satu kesatuan dlm bentuk buku/cerita.

    2. Tentukan target penyelesaian menulis, misalnya 6 bulan. Kalau misalnya ada target penyelesaiannya , dlm penulisan tidak bakal macet atau berhenti di tengah jalan cuma gara2 ada satu penulis yg tb2 ada job lain.

    3. Keseriusan. Serius dalam menulis dgn bergabung dalam menulis secara keroyokan. Ini juga merupakan poin penting. Tidak seriusnya satu org penulis bs menghambat proses menulis scr keroyokan.

    4. Komunikasi dan Kekompakan dan juga saling percaya.
    dengan adanya saling berkomunikasi (sharing bareng terkait dgn menulis) antar satu penulis dengan penulis lainnya, dapat menciptakan suasana kekompakan (tidak membentuk kelompok baru) di dalam menulis keroyokan. dan juga pentingnya saling mempercayai satu sama lainnya.
    dalam menulis keroyokan juga perlu adanya kepercayaan. untuk melancarkan proses penulisan tanpa adanya kecurigaan dengan penulisan lainnya. mempercayai ide2 penulis lainnya, jika ada yang kurang setuju bs di diskusikan bersama tanpa harus mengucilkan si penulis.

    Sekian alasan saya mengenai menulis novel secara keroyokan.
    Semoga berkenan dengan jawaban saya.
    Salam Pida Alandrian

    ReplyDelete
  20. Fb Baiq Cynthia/ Twitter @baiqverma

    Hal terpenting dalam menulis kolaborasi 23 penulis adalah kolektif kolegial. Di dalam mengerjakan selalu bersama-sama. Melalui komunikasi aktif yang membangun semangat. Kolektif kolegial wajib dilakukan dalam menulis regu. Tidak ada unsur ingin menonjol sendiri. Semuanya dikerjakan secara progesif dengan satu arahan dari leadership mas Hengky. Itu, sebabnya terselesaikan dengan rapih dan smooth. Salut deh, dengan rasa kebersamaan secara tim dan individu dalam menuangkan ide terbaru. ^_^
    sukses selalu.

    ReplyDelete
  21. Twitter @rinicipta

    Aku belum pernah baca dan terlibat dalam karya 'keroyokan'. Jadi aku akan menjawab secara awam aja ya kak hehe.. menurutku, ketika ikut dalam proyek menulis bersama (apalagi jumlah kontributornya sangat banyak) yang diperlukan adalah KONSISTENSI dalam berbagai hal. Konsisten yang aku maksud adalah:
    -konsisten pada tujuan bersama. Sebelum menulis, perlu dipahami kemana arah tulisan ini akan dibawa. Apa yang ingin disampaikan, bagaimana cara menyampaikannya pada pembaca dan lainnya. Kadang kalau penulisannya nggak rapi, gaya penulisannya bisa campur aduk dan gak enak dibaca. Jadi kerjasama dan komunikasi juga penting banget!
    -konsisten pada diri sendiri. Tiap penulis mungkin punya porsi tersendiri dalam proyek bersama ini. Jadi ya konsisten sama bagian kita aja, jangan memonopoli maupun ngerecokin bagian orang. Boleh sih kalau sebelumnya diskusi dulu. Semangatnya juga dijaga, kalau buntu ya bisa brainstorming sama temen kontributor. Hal ini dilakukan biar nggak dikeplak dari penulis lain haha
    Sukses deh buat novel ini, salut banget buat para kontributor yang telah berhasil menyatukan ide-ide terbaiknya.

    ReplyDelete
  22. Nama : Khulatul Mubarokah
    FB : Kayla Mubara
    Twitter : @KMubarokah
    .
    .
    Yang perlu diperhatikan dalam menulis novel bersama itu ...
    1. Disiplin
    Disiplin di sini tidak hanya soal waktu,namun patuh dengan outline. Resiko tidak mematuhi outline bisa mebggeser/mengubah bagian tulisan teman lain.

    2. Sabar.
    Tetap berkepala dingin, siap mengalah demi melajunya naskah. Telaten dalam komunikasi sehingga bila mundur DL nya akan tetap saling mengerti, bukan saling menyalahkan.

    3. Yakin.
    Kalau enggak yakin bakal bisa, ngapain ikutan?

    4. Rajin berdo'a.
    Tanpa do'a segala yang dilakukan hanya sia-sia. Dari do'a banyak keajaiban baik yang muncul. Bila mengabaikan do'a berarti hanya mendapatka naskah dan lelah. Lupa akan tujuan manusia hidup di dunia.

    ReplyDelete
  23. FB : Nurdianawati Hutabarat
    Twitter : ndiawati

    Yang perlu diperhatikan dalam menulis novel keroyokan menurut saya:
    1.tema,karakter penokohan dan setting cerita di diskusikan lebih dahulu untuk menyamakan ide
    2.komunikasi antar pengarang di bangun lebih berat misal membuat grup chattingan untuk membangun chemistry.
    3.membuat konflik yang tidak biasa saya rasa bisa membuat nilai lebih dari novel keroyokan karena banyak kepala tentunya lebih banyak ide .
    4.saling memotivasi ketika ada salah satu pengarang yang kehilangan ide atau mood untuk menulis cerita.

    ReplyDelete
  24. Terima kasih review-nya, Mbak ^_^
    Terima kasih juga sudah bersedia menjadi blog host novel ini.

    ReplyDelete
  25. sepertinya kosa kata yang berbeda namun fokus dalam ceritanya sangat menarik

    ReplyDelete