Riawani Elyta: Pretty in My Way

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Saturday, 2 January 2016

Pretty in My Way

Hayo tunjuk tangan (khusus buat yang cewek ya), siapa yang nggak suka dibilang cantik?
 Saya yakin, semua perempuan suka dibilang cantik, dan ini adalah pujian yang masuk the-top-3- most favourite compliment, setelah langsing dan berkulit mulus.
Tetapi sayangnya, cantik lebih sering diasosiasikan dengan penampilan fisik. Padahal, cantik itu punya definisi yang sangaaat luas. Dan dari yang luas itu, saya mau mengungkapkan definisi cantik versi saya, yaitu cantik yang memenuhi kriteria A-B-C : A (attitude), B (be grateful), dan C (confidence). Definisi ini lahir dari pengalaman pribadi dan juga hasil pengamatan saya pada wanita-wanita di sekitar saya. Saya ceritain satu per satu ya.


  1. A (attitude / sikap)
Untuk definisi ini, saya mengamatinya dari wanita-wanita di sekitar saya. Saya punya rekan kerja, sebut saja namanya Wiwik. (yang namanya Wiwik kalo baca ini jangan baper ya, buat contoh aja kok). Nah, ibu Wiwik ini selain cantik, orangnya juga modis banget. Pakaiannya selalu trendy. Mulai dari blazer, tas ampe sepatu. Belum lagi makeupnya. Lipsticknya aja harganya lima ratus ribuan. Jadi kalo udah turun mobil dan masuk kantor, emang bikin semua mata tertuju padanya deh.

Tapiiii.....sayangnya bukan penampilan cling-cling ibu Wiwik ini yang selalu jadi bahan omongan orang, tetapi attitude atau sikapnya. Yup, saya nggak perlu beberkan secara detil lah ya. Pokoknya kalo kalian ngerti kaya’ gimana perempuan yang selalu dijuluki “bitch”, udah kebayang deh sikap atau attitude ibu Wiwik ini yang seperti apa.

Yang jelas, kehadiran ibu Wiwik di kantor, meski enak buat dipandang, tetapi untuk urusan berinteraksi dan bekerjasama, rata-rata pada enggan, dan ujung-ujungnya malah jadi bahan gosip. Lebih malangnya lagi, orang-orang juga enggan mengingatkan ibu Wiwik tentang sikapnya itu. Entah takut kena semprot atau malas cari ribut. Maka, jadilah beliau tetap bertahan sebagai sang beautiful bitch.

Contoh berikutnya, sebut aja namanya Linda. Kebalikannya sama ibu Wiwik. Si Linda ini penampilannya nyantai banget. Ke kantor nggak pernah makeup-an, kemana-mana andalannya pake ransel dan sendal gunung. Tomboy abis deh pokoknya. Tapi urusan attitude, dia juaranya. Murah senyum, kalo bicara sopan santun, bertanggung jawab sama pekerjaan, gampang akrab dan nggak suka nggosipin orang. Andai kantor itu arena kompetisi miss universe, si Linda ini udah layak jadi miss congeniality deh. Dan di mana-mana kalo udah nyebut nama Linda, pasti komentar orang-orang nggak jauh-jauh dari : Linda yang rajin kerja, Linda yang ramah, Linda yang selalu hormat sama semua orang, dan seterusnya.

Dari kedua contoh ini aja, kita udah bisa menilai betapa pentingnya punya attitude atau sikap yang baik buat seorang wanita. Biarpun pake makeup harga ratusan ribu, baju dan sepatu keluaran butik terkenal, tetapi sikap kurang baik, maka message yang sampe ke orang-orang, apa yang nyantol dalam ingatan dan juga perbincangan orang-orang, ya sikap yang kurang baik itu. Sebaliknya, biarpun penampilan kita biasa-biasa aja, tetapi punya attitude atau sikap yang baik, yang bakal abadi dalam kesan dan ingatan orang tentang kita, juga attitude yang baik itu.

Nah, itu sebabnya saya mendefinisikan cantiknya wanita itu ada pada attitude atau sikap. Attitude ini nggak hanya mencakup sikap perilaku lho, tetapi juga cara kita bicara, bahasa tubuh dan wajah, itu semua adalah paket komplit dari good attitude untuk membuat kita terlihat cantik.

2.       B (be grateful / bersyukur)
Wanita yang cantik itu, adalah wanita yang selalu bersyukur. Dan wanita yang selalu bersyukur, akan terpancar pada wajah dan sikapnya sehingga diapun akan terlihat cantik.
Untuk yang ini, saya mau mengambil contoh dari pengalaman saya sendiri.

Jadi, sebagai manusia biasa yang gampang khilaf dan salah, saya pernah mengalami momen-momen di mana saya merasa kehilangan semangat, down, lalu “menggugat” Sang Pencipta dengan sederet pertanyaan : kenapa sih harus saya? Kenapa sih lagi-lagi saya yang kalah? Kenapa sih saya harus gagal untuk kesekian kalinya? Dan seterusnya.

Dan pada momen-momen ini, ketika saya berkaca di cermin, sungguh, saya jadi terlihat tua dan kusut. Lebih buruknya lagi, badan juga ikut-ikutan protes. Badan saya jadi lebih gampang sakit saat saya banyak berkeluh kesah dan pasang muka cemberut.

Oleh sebab itu, belajar dari pengalaman lampau, saya terus belajar untuk menjadi manusia yang selalu bersyukur. Always be grateful for everything. Dikasih hal yang menyenangkan, saya bersyukur, dikasih yang kurang menyenangkan, saya akan merenungkan kenapa Allah memberi yang demikian, sehingga ujung-ujungnya saya tetap bersyukur.

Rasa syukur ini biasanya akan ditandai dengan munculnya perasaan tenang dan bahagia dalam hati kita. Dan ketika hal itu saya rasakan, lalu saya bercermin, nggak bohong deh, saya melihat seperti ada cahaya jernih di wajah saya seakan-akan saya baru habis melakukan facial treatment di salon kecantikan kelas wahid.

Saat kita melihat saksama sekeliling kita, kita akan bisa mengenal kok, mana wanita yang selalu bersyukur dan mana yang tidak. Mereka yang selalu bersyukur, wajahnya enak dipandang, bukan karena mereka cantik secara fisik ya, tetapi karena rasa syukur itu terpancar dari wajah mereka. Dan ketika bersama mereka, kita juga akan merasa nyaman dan betah, karena dari bibir mereka jarang keluar ucapan keluh kesah, atau ungkapan rasa iri atas keberuntungan orang lain.

Sebaliknya pada mereka yang jarang bersyukur, meskipun secara fisik mereka tergolong cantik, kecantikan itu akan langsung menguap saat bibir mereka mulai berkeluh kesah, menggerutu, mengomeli nasib diri ataupun mengumpat orang lain yang bernasib lebih baik. Kita juga nggak bakal merasa nyaman deh saat berada dekat mereka, karena energi negatif itu bisa menular dengan cepat. Kalo nggak percaya, coba aja berjam-jam kita ngobrol ama mereka yang melulu bercerita tentang ketidakpuasan mereka terhadap hidup, mendengarkan keluhan mereka tentang hal-hal yang tak bisa mereka raih dalam hidup, pasti deh rasanya pingin cepat-cepat pergi dan nggak terlibat lagi dalam obrolan itu.

Jadi, inilah yang membuat saya menjadikan be grateful atau bersyukur sebagai definisi cantik yang berikutnya.

3.       C (confidence)
Wanita akan terlihat (lebih) cantik saat dia mengenal dengan baik siapa dirinya dan punya rasa percaya diri yang baik. Dan rasa percaya diri ini akan tercermin dalam sikap tubuh dan juga kata-kata. Wanita yang percaya diri, kedua matanya akan bersinar, senyumnya terlihat anggun, tubuhnya tegak, cara berjalannya mantap, dan bicaranya juga lancar.

Di sini saya mau mencontohkan sang Juara 3 Miss World 2015 dari Indonesia Maria Harfanti. Pada acara press conference di sebuah teve swasta pasca kemenangannya, saya melihat dengan jelas bagaimana sikap tubuh dan ekspresi Maria yang penuh percaya diri.  Dan saya yakin, semua orang yang melihat penampilannya, akan sepakat bahwa dia memang layak menyandang predikat juara 3 Miss World. Meskipun banyak wanita kontestan lain yang secara fisik lebih cantik dari Maria, tetapi faktor kepercayaan dirinya berhasil membuat Maria terlihat menonjol dan merebut perhatian dewan juri.

Maria Harfanti (sumber : www.news.babe.co.id)

Rasa percaya diri ini bisa ditumbuhkan dari berbagai hal, baik yang datang dari dalam diri kita maupun dari sekitar kita. Misalnya saja, saat kita mengikuti kompetisi dan sudah mempersiapkan diri untuk itu, maka persiapan itu akan bikin kita merasa percaya diri. Saat kita berkarya, dan karya itu diapresiasi oleh penikmat karya kita, itu juga akan menumbuhkan rasa percaya diri. Saat kita dicintai oleh orang-orang di sekitar kita, itupun akan membuat rasa percaya diri kita meningkat. Dan saat kita merasa percaya diri, pada saat itulah kita akan terlihat cantik.

Buat saya sendiri, momen rasa percaya diri itu biasanya muncul saat tampil di sebuah forum sebagai pembicara atau narasumber. Saat saya mendengar suara saya yang berbicara di mikrofon, saat saya melihat perhatian semua audiens tertuju pada saya, saat saya merasakan antusiasme dan semangat peserta terhadap apa yang saya sampaikan, I feel pretty in my way.

saat jadi pembicara di acara talkshow dan launching buku

saat jadi narasumber di training jurnalistik

Mengutip isi buku Passport to Happiness, bahwa rasa percaya diri itu bisa menumbuhkan “pretty power”. Kecantikan yang menguatkan. Kekuatan yang nggak hanya membuat kita merasa lebih cantik dan terlihat cantik di mata orang-orang, tetapi juga akan menguatkan kita untuk melangkah dan melakukan apapun yang kita inginkan.

Inilah kisah definisi cantik versi saya, how about yours, dear? let’s share it.

Tulisan ini diikutsertakan dalam mini giveaway PutriKPM




16 comments:

  1. Wiwik dan Linda itu anak-anak BAW lho hehe.. Ini postingannya bisa dijadikan buku nonfiksi deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk iya gak jauh2 nyari nama :p
      Wah iya juga ya...thanks sarannya :)

      Delete
  2. Saya selalu bermasalah pada poin ketiga. Jika sudah di depan umum bukan malah percaya diri, tetapi langsung down, nervous, dan blank semuanya. Padahal, persiapan sudah maksimal,
    Bukan hanya itu, saya juga tidak percaya diri jika tulisan saya di baca orang.,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak kdg confidence itu momok bagi sebagian orang. Tp bisa dilatih pelan2

      Delete
  3. Yes, I feel pretty in my way yang kemana-mana hampir selalu bawa ransel :)
    Pokoknya ABC, Insya Allah.. :)

    ReplyDelete
  4. Suka sama poin-poinnya, dan sedang berusaha untuk bisa jadi wanita cantik ABC hehehe :)
    Sukses GAnya!

    ReplyDelete
  5. Bener, Mbak. Kalau ada org cantik tapi attitude nya ya gitu deh kita jg jadinya sebel... Good luck GAnya, Mbak :-)

    ReplyDelete
  6. Wah kl gitu saya ini sudah cantik mbak Lytaa.. kaboorrrr
    eh penjelasannya enaaak dan mudah dipahami.. good luck mbaak..

    ReplyDelete
  7. Keren postingannya mbak, salam kenal :)

    ReplyDelete
  8. Selamat ya Mbk, keren banget ulasannya. Artikelnya sangat menarik.

    ReplyDelete
  9. Membaca tulisan ini jadi merenung sendiri, punya ngga ABC. Kadang punya 2 tapi faktor terakhir terlupakan hehe. Dari ABC, kan C yang paling susah haha

    ReplyDelete