Riawani Elyta: Hadapi Masalah dengan Berserah kepada Allah dan Kembali pada Al-Quran [Resensi Buku Ya Allah Aku Galau, Aku Lelah, Aku Putus Asa]

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Monday, 28 December 2015

Hadapi Masalah dengan Berserah kepada Allah dan Kembali pada Al-Quran [Resensi Buku Ya Allah Aku Galau, Aku Lelah, Aku Putus Asa]

Resensi :
Kehidupan modern, di satu sisi memang memanjakan manusia dengan kemajuan teknologi dan kemudahan fasilitas, tetapi di sisi lain, membuat manusia kian rentan terhadap masalah. Tuntutan hidup yang terus meningkat, persaingan yang kian ketat, pola pikir dan tujuan hidup yang kian pragmatis, serta kondisi ruhiyah yang kian melemah, adalah diantara faktor-faktor yang menggerogoti tingkat ketahanan manusia terhadap masalah.


Tak heran, pada masa ini, lebih banyak manusia mudah terjerumus dalam kegalauan, kelelahan dan keputusasaan. Oleh sebab itu, manusia membutuhkan lentera dalam perjalanan hidupnya agar tak mudah tersesat, sekaligus menjadi pengobat atas semua kegalauannya. Dan lentera itu, tak lain adalah Al-Quran dan As-Sunnah.

Atas sebab itulah, buku ini dihadirkan oleh penulis. Buku berisi kompilasi ayat-ayat Al-Quran yang dapat dijadikan petunjuk dan pengusir kegalauan, disertai perenungan singkat, kiat mengatasi masalah dan ilustrasi pendukung. Buku ini terbagi atas 3 (tiga) bab, sebagai berikut :

Bab pertama berjudul Anda Galau? Curhatlah kepada Al-Quran. Berisikan kumpulan permasalahan yang kerap dialami manusia, solusi menghadapinya juga ayat Al-Quran sebagai pedoman. Akan kita temukan 67 contoh permasalahan, diantaranya : putus asa saat harapan dan cita-cita tak jua tercapai, kehilangan semangat oleh deraan masalah, merasa sedih karena kerap dizalimi, dan sebagainya.

Terhadap beragam permasalahan itu, kita tak perlu jauh-jauh mencari solusinya, karena semua jawabannya telah termaktub di dalam Al-Quran. Sebagai contoh, saat kita kerap berkeluh kesah dan tidak tahu bagaimana caranya menghilangkan kebiasaan buruk itu, Allah swt memberikan solusinya dalam Al-Quran surat Al-Ma’arij ayat 19-23 yang artinya :

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. Dan apabila mendapat kebaikan, ia amat kikir. Kecuali orang yang mengerjakan shalat, dan mereka itu tetap mengerjakan shalatnya.”

Ayat di atas menjelaskan bahwa shalat adalah obat paling mujarab dalam menumpas keluh kesah. Karena shalat menjadikan seseorang dekat dengan Allah dan menggantungkan segala urusan hidupnya hanya kepada Allah.

Pembahasan bab ini bertujuan membangun persepsi tentang bagaimana menyikapi masalah, dan bagaimana Al-Quran menjawab beragam masalah tersebut. Petunjuk dari Al-Quran sangatlah berharga untuk kita pedomani, baik dalam mengatasi masalah maupun dalam menjalani hidup sesuai aturan Allah swt.

Pada bab dua, kita akan menemukan Doa-doa Pamungkas Penghalau Galau dan Pembangkit Optimisme. Ada 22 doa dicantumkan, yang semuanya bersumber dari Al-Quran, disertai makna dan poin-poin intisari dari doa tersebut. Bab ini akan memudahkan pembaca memilih doa sesuai permasalahan yang dihadapinya. Karena sesungguhnya doa merupakan alat penghubung dan media curhat antara kita dengan Allah. Melalui doa, kita bisa mengungkapkan segala kebutuhan dan keluh kesah, bermohon akan harapan dan cita-cita kepada Allah, sehingga kitapun akan merasa lebih ringan dalam menghadapi masalah.

Selanjutnya pada bab tiga, penulis membagikan tips dahsyat pengusir galau yang terbagi atas 5 (lima) tips yaitu : pertama, membangun kebiasaan yang mampu mematahkan kecemasan, kedua, perbaiki sikap, hadirkan kedamaian dan kebahagiaan jiwa, ketiga, jangan khawatir terhadap kritik, keempat, sikap yang tepat terhadap dunia kerja, dan kelima, sikap dengan jiwa, update selalu kondisi ruhiyah (spiritual) anda.

Masing-masing tips diuraikan dalam beberapa poin solusi, dilengkapi dalil pendukung yang bersumber dari Al-Quran, juga penjelasan tentang bagaimana merealisasikan tips-tips tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Secara keseluruhan, buku ini mengusung gaya penulisan populer yang lugas, sederhana, tegas, bijak dan mudah dipahami. Setiap penjelasan disajikan singkat, simpel, dan to the point. Dan ini memang sudah menjadi pilihan penulis, sebagaimana disebutkan pada bab pembuka, bahwa manusia yang tengah dilanda galau, biasanya tidak mau membaca teks yang panjang atau mendengarkan nasehat yang bertele-tele. Mereka hanya butuh kepastian sikap dalam menghadapi masalah.

Gaya penulisan tersebut membuat buku ini cocok untuk pembaca dari berbagai kalangan. Apalagi, permasalahan yang dirangkum sangat dekat dengan kehidupan manusia di masa kini.

Buku ini layak menjadi sahabat untuk menemani hari-hari kita yang selalu diwarnai berbagai lika-liku persoalan yang silih berganti. Bersama butir-butir hikmah didalamnya yang semuanya bersumber dari Al-Quran, kita akan merasa lebih percaya diri dalam mengarungi hidup, menguatkan keyakinan kita bahwa tak ada masalah yang tak bisa dicarikan jalan keluar, dan kita tak akan tersesat selama tetap berlindung kepada Allah serta menempuh jalan sesuai aturan dan petunjuk dariNya.


Judul               : Ya Allah Aku Galau, Aku Lelah, Aku Putus Asa
Penulis             : U.B.M
Penerbit           : Al-Quds
Tebal               : 231 hal
Tahun              : 2015
Harga              : Rp.47.000,-
ISBN               : 978-602-317-099-9



4 comments:

  1. yang penting tetap semangat..dan behusnuzon kepada Allah...
    btw...mirip nia ramadani bakri... hi2..cantik

    ReplyDelete
  2. Temanya bukunya bagus. Mengingatkan dan insporatif pastinya

    ReplyDelete