Riawani Elyta: Menciptakan Konten Marketing Terbaik melalui Konsep Edutainment

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Tuesday, 17 November 2015

Menciptakan Konten Marketing Terbaik melalui Konsep Edutainment

 
gambar dari sini
Generasi internet adalah generasi yang paling beruntung 
– William Tanuwijaya, CEO Tokopedia.

Tak dipungkiri, internet telah mendorong banyak perubahan dalam kehidupan. Salah satu yang paling diuntungkan, siapa lagi kalau bukan para pebisnis. Dengan internet, pelaku bisnis dapat memasarkan produknya ke seluruh dunia cukup bermodal gadget dan koneksi internet. Siapapun bisa terjun menjadi pelaku bisnis meski dengan modal yang minim.


Namun, “keajaiban” internet baru akan bekerja jika pelaku bisnis mampu menerapkan strategi internet marketing  secara tepat, inovatif dan kreatif. Jika masih terpaku dengan cara konvensional, tentu saja akan mudah dikalahkan oleh para kompetitor.

Salah satu strategi internet marketing yang populer saat ini, adalah konten marketing melalui blog post. Yaitu kegiatan pemasaran yang dilakukan lewat media tulisan / artikel di blog.

Nah, di sini kita tidak akan membicarakan hal-hal yang bersifat teknis, seperti riset kata kunci, pengaturan meta tag, melakukan SEO, dan sebagainya, karena semua ini dapat dengan mudah anda temukan di buku-buku panduan tentang konten marketing dan juga di internet.

Tetapi saya akan memperkenalkan sebuah konsep konten marketing yang disebut “edutainment”. Ini merupakan penggabungan dua kata : education dan entertainment. Jadi, sebuah konten marketing yang baik harus memiliki unsur edukasi sekaligus hiburan. Atau dengan kata lain, konten marketing berkonsep edutainment, adalah  konten marketing yang mampu mengedukasi calon konsumennya dengan cara yang disenangi konsumen atau yang menghibur.

Sesuai namanya,  berikut adalah syarat-syarat yang harus dimiliki konten marketing berkonsep edutainment :
  
1.  Proporsi : Konsep edutainment harus mencerminkan perpaduan proporsional antara unsur edukasi dan hiburan di dalam sebuah konten marketing. Prosentase proporsi di sini tidak berarti harus 50 : 50, tetapi bagaimana menyajikan konten marketing secara seimbang, tidak terlalu pendek atau panjang, tidak terlalu didominasi oleh tulisan atau gambar, menggunakan bahasa yang mengalir dan mudah dipahami dengan ditunjang sarana pendukung (foto, video, infografis, dan lain-lain), sehingga secara keseluruhan menjadi konten yang nyaman dibaca, menyenangkan dan bermanfaat. 

2.      Fungsi : Education lebih berorientasi pada misi dan manfaat dari konten, sementara entertainment memegang fungsi pada tools, yaitu bagaimana memberdayakan unsur-unsur pendukung untuk membuat konten terlihat menarik dan menghibur.

3.      Jenis : Unsur education pada konten menyajikan tips dan kiat-kiat praktis, pengalaman inspiratif, artikel motivasi, kisah sukses dan lain-lain. Sedangkan entertainment menyentuh unsur artistik pendukung seperti foto, video, komik, infografis, meme, dan juga yang tak kalah penting, bagaimana menuturkan konten dalam bahasa yang mengalir, mudah dipahami dan disenangi calon konsumen.

Mengapa konsep edutainment adalah konsep terbaik untuk konten marketing ?
Pertama – karena setiap orang pasti menginginkan sesuatu yang bermanfaat dan dapat membantu menyelesaikan masalah mereka. Kalau perlu sebanyak-banyaknya manfaat dan solusi. Survey berikut ini menunjukkan, bahwa sebagian besar orang cenderung menyukai informasi yang menawarkan banyak manfaat sebelum menentukan pilihan. Sebaliknya, hanya sebagian kecil saja yang mencari informasi semata-mata untuk mengetahui tentang produk.
 
sumber : www.panduanim.com

Disinilah kelebihan konten marketing berkonsep edutainment, yaitu memprioritaskan pada mengedukasi calon konsumen dengan menawarkan manfaat serta solusi dengan cara yang menyenangkan, sehingga konsep edutainment dapat memenuhi apa yang paling diinginkan calon konsumen.

Kedua – dapat memenuhi kebutuhan pangsa pasar utama, yaitu golongan masyarakat menengah ke atas. Ritme kehidupan yang kian padat, membuat tingkat kebutuhan golongan ini akan produk, pengetahuan, pemecahan masalah dan hiburan juga semakin meningkat. 

Namun dalam kesehariannya, sangat sulit untuk mereka menyisihkan waktu demi memenuhi kebutuhan ini sehingga mengandalkan pemenuhan itu pada internet. Disinilah konsep edutainment dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka. Saat mereka mencari produk di internet atau sesuatu untuk membantu mengatasi masalah mereka, konten marketing berkonsep edutainment akan memberi mereka lebih dari sekadar informasi  tentang produk, tetapi juga sekaligus memuaskan kebutuhan mereka akan pengetahuan, alternatif solusi, sekaligus hiburan.

Ketiga – dapat meningkatkan kepercayaan calon konsumen dan rasa keterikatan yang lebih kuat. Sederhananya, ketika seorang calon konsumen dapat memetik manfaat sekaligus merasa terhibur dengan konten marketing, maka dia pun akan menyukai produk yang ditawarkan, merasa yakin untuk membeli produk tersebut dan bukan hal sulit pula untuk meningkat menjadi konsumen yang loyal. Konsep edutainment memosisikan konsumen sebagai mitra dan bukan sekadar target sasaran. Ini juga akan membuat konsumen merasa lebih nyaman.

Keempat – memberi kesan yang lebih kuat pada calon konsumen. Berikut sebagai contoh perbandingan : sebuah provider seluler menyajikan konten marketing dalam dua versi. Versi A berisi informasi akan kelebihan produk yang mampu menjangkau daerah-daerah terpencil. Sementara versi B menyajikan pengalaman nyata tentang seorang petani di daerah pegunungan yang mampu berkomunikasi dan meningkatkan pemasaran hasil taninya berkat kecanggihan produk seluler. Versi B ini juga menyajikan meme menarik tentang petani tempo dulu yang hanya “bersenjatakan” cangkul dan pedati dengan petani di era digital yang dilengkapi senjata canggih berupa alat komunikasi (gadget). Kira-kira, konten marketing versi mana yang lebih menarik dan berkesan? Tentu saja konten marketing versi B bukan?

 Untuk dapat menyusun konten marketing berkonsep edutainment yang baik, ada beberapa langkah penting harus dilakukan seorang penulis konten, yaitu :

  • Perdalam pengetahuan tentang bidang seputar produk
Orientasi dari konsep edutainment adalah mengedukasi calon konsumen akan manfaat produk, solusi yang bisa diberikan terkait produk tersebut serta bidang yang melingkupinya. Jadi, ketika kita akan menulis tentang produk kosmetik, maka orientasi kita tidak sekadar pada informasi akan jenis dan nama produk, harga dan kegunaannya, dan sebagainya, tetapi lebih mengedepankan pada edukasi akan manfaat dari produk kosmetik tersebut. Misalnya bagaimana kosmetik dapat membantu meningkatkan penampilan, kiat menjaga riasan wajah agar tahan lama, bagaimana tips merias wajah yang praktis, dan sebagainya. Semua ini akan kita dapatkan dengan cara memperdalam pengetahuan pada bidang terkait produk tersebut.


  • Tingkatkan kreativitas
Untuk meningkatkan skill entertainment dari konten, kita juga harus mengasah kreativitas dalam memaksimalkan unsur-unsur artistik pendukung. Misalnya saja dalan hal membuat video tutorial yang menarik, infografis yang praktis dan representatif, foto-foto atau komik yang menghibur, dan sebagainya.


  • Mengenal karakteristik target konsumen
Sebelum menulis konten marketing, sebaiknya lakukan survey terhadap calon konsumen. Apa yang disukai, dibutuhkan, dan cara apa yang paling klik untuk memasarkan produk pada mereka. Contohnya saja, kita akan menulis tentang fashion wanita dengan target wanita kelas menengah ke atas yang sangat peduli pada fashion. Maka jenis konten marketing yang biasanya disukai kalangan ini, adalah artikel yang menyajikan fashion style selebritis-selebritis ternama, termasuk cara berdandan, memadupadankan busana dan sebagainya. Dalam konten marketing berkonsep edutainment untuk kalangan ini, kita bisa menyisipkan video tentang step by step cara dandan ala artis A misalnya, ataupun foto-foto lucu tentang kasus fashionista para seleb dunia. Dengan demikian mereka akan mendapat informasi bermanfaat sekaligus merasa terhibur. Pengenalan karakteristik ini akan mempermudah kita dalam menyusun konten marketing berkonsep edutainment yang efektif sekaligus tepat sasaran.


  • Banyak berlatih menulis
Sebuah konten marketing yang baik hanya bisa dihasilkan oleh skill menulis yang baik pula. Maka cara paling ampuh adalah dengan banyak berlatih. Perbanyak latihan menulis dengan bahasa yang cair dan menyenangkan.  Semakin banyak artikel kita tulis, penuturan kita akan semakin lentur dan enak dibaca. Lebih baik lagi jika kita dapat mengasah sense of humour dalam tulisan, sehingga konten marketing memiliki nuansa humor yang cerdas. Cerdas dengan konten bermuatan edukatif dan bukan sekadar banyolan konyol.


  • Perluas pengalaman dan hubungan sosial
Diantara jenis konten terbaik yang mewakili konsep edutainment adalah pengalaman hidup yang menginspirasi. Ini karena didalamnya terdapat unsur yang membangkitkan emosi pembaca. 
gambar dari sini

Dari analisa Buzzsumo di atas kita dapat melihat bahwa 4 (empat) jenis emosi yang paling populer yaitu : kagum, tertawa, terhibur dan bahagia.
Kekaguman biasanya muncul terhadap pengalaman hidup seseorang yang memiliki nilai inspiratif. Sedangkan ketiga jenis emosi yang lain terkait dengan sisi humoris tulisan. Nah, berhubung hanya segelintir dari kita mampu menampilkan sense of humour yang baik dalam tulisan, maka kita dapat memilih alternatif pertama yaitu menyajikan pengalaman hidup inspiratif yang menimbulkan efek kekaguman. Dan ini bisa disajikan dengan baik jika kita berinteraksi langsung dengan tokoh sumber inspirasi tersebut ataupun menggalinya dari pengalaman kita sendiri. Sentuhan emosi dari konten marketing yang kita tulis akan terasa jauh lebih kuat dibandingkan dengan hanya mencarinya di internet.


  • Berorientasi pada pembaca (calon konsumen)
Dalam menulis konten marketing berkonsep edutainment, selalu pikirkan manfaat apa yang bisa diperoleh pembaca atau calon konsumen dari artikel kita, bagaimana agar tulisan kita menyenangkan hati mereka bahkan membuat mereka jatuh cinta pada tulisan-tulisan kita. Kalau perlu, usai menuliskannya kita posisikan diri sebagai calon konsumen saat membacanya dan tanyakan : Sudahkah artikel kita mengandung unsur edukasi yang bermanfaat dan menyenangkan? Sudahkah kita merasakan manfaat dari artikel tersebut? Sudahkah kita merasa terhibur dan tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang produknya? Dan sebagainya. Jika kita sudah berorientasi pada pembaca, maka kita juga akan terdorong untuk selalu berusaha menyajikan yang terbaik.

Demikianlah beberapa hal seputar konsep edutainment dalam konten marketing. Dengan konsep ini, pemasaran produk dapat dilakukan secara efektif, menyenangkan, memberi ekstra manfaat kepada calon konsumen serta memudahkan dalam meningkatkan loyalitas dan kepercayaan konsumen terhadap produk.

Daftar pustaka :
Helianthusonfri, Jefferly. Blog Gratis dan Praktis Omzet Fantastis. Jakarta. Elexmedia : 2015.

18 comments:

  1. Ini cara terbaru Mbak, konsep pembelajaran yang mengibhur, sip pokonya

    ReplyDelete
  2. mantep banget mba... artikelnya mencerahkan sekali,.. makasih :)

    ReplyDelete
  3. konten yang baik di barengi cerita menarik

    ReplyDelete
  4. konten yang bagus sangat baik di mata google

    ReplyDelete
  5. Siiip...
    Siap praktekan...

    Makasih sharenya ya, Mba

    ReplyDelete
  6. terima kasih, saya cek web saya dan langsung praktekan sesuai artikel ini

    ReplyDelete
  7. Edutainment memang bagus mba, karena bertahap dan ideal juga untuk menebar awareness dan membentuk branding. Ujung ujungnya kalau terjadi sales bisa dengan harga tinggi. Karna brand value yang tinggi

    ReplyDelete