Riawani Elyta: Jujur? Harus itu!

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Sunday, 23 August 2015

Jujur? Harus itu!



gambar dari sini

Melanjutkan tulisan sebelumnya tentang ciri-ciri orang fasik, kali ini saya mau ngobrol tentang gimana cara kita menyikapi informasi yang disampaikan seseorang, sementara kita sendiri nggak tahu persis itu orang masuk golongan fasik atau tidak.

Nah, berhubung sekarang dimensi dunia kita ada dua : dunia nyata dan dunia maya, jadi cara menyikapinya juga berbeda-beda. Kita bahas yang di dunia nyata dulu ya. Ini beberapa tips yang dapat kita lakukan dalam rangka menyikapi informasi :



  1. Filter informasinya

Jenis informasi itu ada bermacam-macam. Ada yang butuh analisa terlebih dulu tetapi ada juga yang butuh solusi instan. Jadi kalau misalnya kepada kita datang informasi kaya begini nih : “Buuu, cepet keluaar, rumah pak A kebakaraan!” disertai ekspresi informannya yang superpanik, ditambah lagi rumah pak A hanya berjarak beberapa rumah, lalu kita lihat ada asap hitam mengepul, informasi yang model begini mah harus direspon dengan cepat, karena menyangkut keselamatan. Tetapi kalau informasinya memerlukan tindak lanjut yang harus dipikirin terlebih dulu, kita sebaiknya melangkah ke tips berikutnya.


2.       Perhatikan dan dengarkan dengan saksama

Tidak semua informasi yang tampak penting sebenarnya penting. Terdapat informasi yang sebenarnya selevel dengan rumor atau gossip atau ghibah belaka. Misalnya gini nih : “Bu, kemarin si B jelek-jelekin ibu tuh di depan boss.”

Nah,yang seperti ini sebenernya lebih berpotensi menjadi sejenis ghibah atau bahkan menghasut. Jadi, sebelum kita telanjur menganggap itu benar dan jadi berprasangka pada si B, mending kita lakuin tips selanjutnya.


3.       Lihat siapa informannya

Jika si pembawa informasi orang yang sudah kita kenal dekat, kita bisa lebih mudah mengira-ngira tingkat keabsahannya. Orang yang terbiasa bicara jujur dengan yang terbiasa mengghibah tentu berbeda level trustable-nya. Dan jika kita tidak mengenal dekat orang tersebut, kita bisa bertanya pada orang-orang yang mengenalnya. Tentu saja mereka yang juga dapat kita percaya ya.

Itu sebabnya anjuran islam agar pemeluknya berlaku jujur itu penting banget ya teman. Dan betapa islam sangat melaknat orang yang munafik. Coba aja bayangin, kalau hidup kita dikelilingi oleh orang-orang yang nggak jujur, sudah pasti kita akan sulit mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan, bukan?


4.       Tabayyun

Tabayyun atau mendalami masalah adalah hal yang sangat dianjurkan dalam islam. Saat ini, banyak terjadi perpecahan, permusuhan dan perselisihan yang disebabkan tidak adanya itikad tabayyun antara kedua belah pihak yang bertikai. Mereka lebih mempercayai sang informan yang bertujuan memecah belah ketimbang mempercayai kebenaran.

Perintah untuk tabayyun ini juga turut termaktub dalam surat Al-Hujurat ayat 6 pada kalimat : telitilah kebenarannya.

Syaikh Sholih Fauzan hafidzahullah berkata: ”Hendaknya kita pelan-pelan dalam menanggapi suatu perkataan, tidak terburu-buru, tidak tergesa-gesa menghukumi orang, hendaknya tabayyun. Sebagaimana firman Alloh ‘Azza wa Jalla dalam QS. al-Hujurot[49]: 6 dan QS. an-Nisa[4]: 94.” (al-Muntaqo min Fatawa al-Fauzan: 3/25).

Nah, salah satu wujud tabayyun ini dapat kita lakukan dengan saling mempertemukan sang informan dengan pihak yang dicurigai. Cross-check gitu deh. Bener nggak sih yang disampaikan sang informan? Atau jangan-jangan hanya ghibah belaka? Lagi-lagi, kejujuran menjadi syarat mutlak di sini.

So, seiring kita berhati-hati dalam menyikapi informasi, sifat jujur ini juga harus tetap kita tegakkan ya teman?

5 comments:

  1. yang mudah adalah siapa yang beri info,apa di a baik atau memang sukanya mengadu domba

    ReplyDelete
  2. benar atau tidaknya kita harus pintar memilih

    ReplyDelete
  3. tidak mudah tapi pasti bisa yaaa mak :)

    ReplyDelete