Riawani Elyta: Mitos dan Fakta seputar minuman favorit di bulan puasa

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Friday, 10 July 2015

Mitos dan Fakta seputar minuman favorit di bulan puasa



gambar dari sini


Berbicara tentang hidrasi di bulan puasa, tak akan terlepas dari membicarakan berbagai jenis minuman yang banyak dikonsumsi masyarakat kita selama bulan puasa. Mengingat berbagai jenis minuman inilah yang “dipercayai” oleh sebagian besar masyarakat kita, dapat memenuhi kebutuhan cairan tubuh di bulan puasa. Pada umumnya, minuman yang paling banyak dikonsumsi masyarakat selama bulan puasa adalah : air putih, teh dan kopi, minuman manis, dan minuman suplemen.


Meskipun semua jenis minuman ini berujud cairan, pada kenyataannya tidak semuanya benar-benar optimal dalam memenuhi kebutuhan hidrasi selama bulan puasa. Beberapa darinya malah bisa menimbulkan gangguan hidrasi jika dikonsumsi secara berlebihan. Selain itu, masih terdapat sejumlah mitos atau kepercayaan yang berkembang seputar jenis-jenis minuman ini, yang sayangnya tidak sesuai dengan fakta medis.

Di bawah ini adalah mitos dan fakta seputar minuman yang banyak dikonsumsi masyarakat kita di bulan puasa, sebagai berikut :

gambar dari sini
 

  •  Air putih


Mitos 1 : air putih yang dimasak lebih baik dari air mineral dalam kemasan

Fakta   : selama air putih yang dimasak berasal dari sumber yang aman dan terjamin, maka tergolong baik dan aman dikonsumsi. Masalahnya, tidak semua sumber air benar-benar aman dari pencemaran dan polusi. Diantaranya pencemaran yang disebabkan oleh kadmium, timbal dan merkuri.

Kadmium adalah logam berat yang sering digunakan dalam industri pipa PVC, pembuatan karet dan kaca. Jika terserap tubuh, dapat merusak ginjal, hati, dan menyebabkan gangguan pada pembuluh darah.

Merkuri umumnya terdapat pada baterai, cat, plastik dan kosmetik. Terpapar merkuri dalam konsentrasi rendah akan menimbulkan sakit kepala dan depresi.  Jika terserang dalam jangka waktu lama berisiko mengalami kerusakan ginjal, saraf dan jantung.

Timbal terkandung dalam sampah kaleng dan pestisida. Timbal dapat berdampak keguguran pada ibu hamil, cacat mental dan hipertensi.

Oleh karenanya, kita harus lebih selektif dalam memilih sumber air yang aman untuk dikonsumsi. Jika sumber air yang kita minum dicurigai telah tercemar, maka alternatif yang paling aman adalah dengan minum air mineral yang berkualitas.

Dalam hal ini, kita dapat memilih AQUA yang telah terbukti sebagai air mineral dengan kualitas terjamin. AQUA berasal dari sumber mata air yang aman dan terlindungi, diolah dengan seleksi ketat dan berstandar internasional serta menggunakan manajemen sumber daya air yang canggih.

Untuk mencukupi kebutuhan hidrasi di bulan puasa, kita dapat menerapkan pola minum AQUA 2+4+2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari dan 2 gelas di saat sahur). Dengan pola ini, kebutuhan hidrasi rata-rata manusia dewasa yaitu 8 gelas atau 2 liter per hari akan terpenuhi.

Mitos 2 : tidak perlu minum air putih hingga 8 gelas sehari di bulan puasa asalkan cukup mengonsumsi makanan yang mengandung cairan

Fakta : makanan yang mengandung cairan seperti makanan berkuah (sup, sayur bening) dan buah-buahan memang sangat baik dikonsumsi selama bulan puasa. Selain mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh juga dapat membantu mencukupi hidrasi tubuh. Namun jumlah 8 gelas air putih per hari sebaiknya tetap harus dipenuhi. Ini mengingat tidak sedikit dari kita yang meski telah minum 2 liter air putih per hari dan makan makanan yang mengandung cairan selama puasa, namun tetap mengonsumsi minuman yang bersifat diuretik sehingga stok cairan tubuh pun akan terkuras dengan cepat.

Mitos 3 : banyak minum air putih di bulan puasa akan membuat perut kembung dan mual

Fakta : tubuh kita sebenarnya telah memiliki mekanisme pengendalian cairan di dalam tubuh, mulai dari penyimpanan, distribusi dan pengeluaran lewat urine. Jadi, kembung dan mual biasanya hanya bersifat temporer, ataupun karena kita baru minum di saat merasa haus sehingga mendorong hasrat untuk minum dalam jumlah besar.

Hal ini bisa disiasati dengan minum dengan pola 2+4+2 agar terhindar dari rasa yang kurang nyaman pada lambung. Selain itu, kita juga tidak perlu menunggu haus untuk minum karena air juga memerlukan waktu untuk berpindah dari lambung menuju otot-otot tubuh.


gambar dari sini

  •  Teh dan kopi


Mitos 1 : minum teh dan kopi di bulan puasa membuat perut lebih cepat kenyang sehingga mencegah keinginan untuk makan berlebihan

Fakta  : rasa kenyang setelah minum teh atau kopi adalah efek dari suhu hangat teh atau kopi yang masuk ke dalam tubuh. Namun yang sebenarnya terjadi adalah bahwa minum teh dan kopi bisa mengurangi keinginan untuk minum air putih. Hal ini justru bisa berdampak negatif mengingat teh dan kopi bersifat diuretik. Kurangnya konsumsi air putih ditambah kebiasaan minum teh atau kopi akan membuat tubuh secara perlahan-lahan mengalami dehidrasi.

Selain itu, bagi penderita penyakit maag yang langsung minum kopi pada saat berbuka, dapat mengalami iritasi lambung, perut terasa perih dan justru merasa lebih lapar.

Jadi, lebih baik jika kita minum air putih secara teratur dengan pola 2+4+2 dan tidak mengonsumsi teh atau kopi secara berlebihan agar tidak mengurangi keinginan kita untuk minum air putih secara cukup.

Mitos 2 : teh dan kopi juga berujud cairan, sehingga dapat “dilibatkan” untuk memenuhi kebutuhan cairan 8 gelas per hari selama puasa

Fakta   :  sifat diuretik yang dimiliki teh dan kopi membuat kedua jenis minuman ini tidak dapat dijadikan pengganti air putih. Bahkan kopi dapat mengeluarkan air dari tubuh hingga dua kali lipat dari volume yang diminum, sementara teh 1,5 kali lipatnya. Jadi jika kita minum 100 ml kopi, tubuh akan kehilangan 200 ml air yang dikeluarkan lewat urine.

Oleh sebab itu, kopi dan teh memang tidak disarankan untuk dikonsumsi saat bulan puasa. Namun jika sulit menghentikan kebiasaan minum teh atau kopi, minumlah tidak lebih dari 150ml atau sekitar satu cangkir dan tetap minum air putih dengan pola 2+4+2 mulai dari berbuka hingga sahur.


gambar dari sini



  • Minuman manis


Mitos : minuman manis baik dikonsumsi saat berbuka untuk memulihkan energi

Fakta :  minuman manis sesungguhnya adalah karbohidrat sederhana, jadi jika dikonsumsi berlebihan akan dengan mudah berubah menjadi lemak. Selain itu, minuman manis dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang memicu rasa lapar. Kadar gula yang tinggi dalam minuman manis juga dapat memperberat kerja pankreas memproduksi insulin sehingga setelah berbuka tubuh justru terasa lebih lemas.

Jadi, lebih baik minum air putih saat berbuka dilanjutkan dengan makan buah-buahan segar atau kurma untuk mendapatkan sumber energi. Air putih akan terserap dengan cepat oleh tubuh serta dapat memperlancar sistem di dalam tubuh sehingga membuat energi akan cepat pulih. Lalu lanjutkan mengonsumsi air putih dengan pola 2+4+2 untuk mencukupi kebutuhan hidrasi selama bulan puasa.

Kalaupun anda tetap ingin menikmati minuman manis seperti es buah, es cendol atau es sirup, minumlah selepas berbuka dan dalam porsi kecil.



gambar dari sini
 

  • Minuman suplemen


Mitos  1 :  minum minuman suplemen saat berbuka akan memulihkan energi dengan cepat dan memenuhi kebutuhan vitamin tubuh

Fakta  :  minuman bersuplemen memerlukan waktu untuk bisa diserap oleh tubuh. Dan meskipun disinyalir mengandung tambahan vitamin dan mineral tertentu, minuman bersuplemen umumnya mengandung pemanis dalam kadar cukup tinggi. Sehingga efeknya akan serupa jika kita mengonsumsi minuman manis secara berlebihan saat berbuka. Jika pemanis yang terkandung di dalamnya adalah pemanis buatan seperti aspartame, maka itu juga dapat menambah toksin dalam tubuh. Jadi, lebih baik  mengonsumsi air putih atau air mineral berkualitas saat berbuka puasa dan mencukupi kebutuhan hidrasi dengan pola minum 2+4+2.

Mitos 2 : jika kita banyak berkeringat di siang hari bulan puasa, sebaiknya minum minuman berion saat berbuka agar cepat mengembalikan mineral yang hilang

Fakta    : menurut Prof. Yoo Taiwoo, Kepala Klinik Doctor U’s Body Mind and Life training Korea,  minuman berion tidak lebih cepat diserap tubuh ketimbang air putih biasa atau air mineral. Selain itu, dengan komposisi yang sama dengan air putih, air berion memberikan lebih sedikit air bagi tubuh dan merangsang buang air kecil. Dengan demikian, air berion juga tidak dapat menggantikan air putih atau air mineral untuk memenuhi kecukupan 8 gelas per hari.

Tentang fungsi minuman berion untuk mengganti mineral yang hilang saat berkeringat, Prof. Yoo Taiwoo mengatakan bahwa hal ini berlaku untuk atlet yang tengah berolahraga karena mereka berkeringat sangat banyak sehingga minuman berion dapat membantu mengembalikan mineral dengan cepat.

Akan tetapi orang-orang seperti kita pada umumnya tidak perlu melakukan hal yang sama. Ini mengingat aktivitas olahraga kita tidak sebanyak atlet dan untuk menjaga keseimbangan elektrolit saat berbuka sudah cukup digantikan dengan sesendok nasi atau kuah sup.

Oleh sebab itu, minuman berion sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan oleh orang-orang dengan tingkat aktivitas normal. Dan mengingat minuman berion hanya menyumbang sedikit cairan pada tubuh dibandingkan volume yang diminum, bagi kita yang tetap ingin mengonsumsi minuman berion di bulan puasa, sebaiknya tetap mempertahankan komposisi minum air putih atau air mineral berkualitas dengan pola 2+4+2 agar kebutuhan cairan selama bulan puasa tetap terpenuhi.

Mitos 3 : rutin mengonsumsi minuman berenergi selama puasa akan meningkatkan energi dan stamina juga mengatasi rasa lelah

Fakta    :  pada umumnya minuman berenergi mengandung kafein yang dapat merangsang otak agar tetap bekerja dan mengandung efek stimulan. Itu sebabnya, orang yang minum minuman berenergi akan merasa pikirannya mendadak cemerlang dan tubuh terasa segar sesaat setelah mengonsumsinya. Namun kita juga tidak dianjurkan untuk minum minuman berenergi secara terus menerus karena dapat menimbulkan efek stimulasi dan depresi secara bergantian. Setelah meminumnya, pikiran dan tubuh terasa segar sehingga mendorong kita untuk bekerja dan berpikir dengan aktif. 

Tetapi setelah efek kafein mulai berkurang, baik otak maupun tubuh akan mulai kehilangan energi. Mereka yang sedang dalam kondisi harus menyelesaikan banyak pekerjaan biasanya akan memutuskan untuk kembali minum minuman berenergi. Pola ini pun kembali terulang, dan tanpa disadari, kebiasaan itu telah menguras banyak energi dan membuat tubuh menjadi semakin lelah secara perlahan-lahan.

Minuman berenergi sebenarnya tidak akan memberikan efek negatif jika dikonsumsi secara wajar. Tetapi jika diminum secara terus menerus dan dijadikan stimulan di saat tubuh sebenarnya membutuhkan istirahat, maka hal itu dapat menimbulkan gangguan serius pada kesehatan.

Jadi, ketika anda merasa lemas atau kelelahan karena aktivitas fisik di bulan puasa, sebaiknya berbukalah dengan air putih atau air mineral berkualitas. Air putih adalah sumber energi terbaik karena bersifat alami, cepat diserap tubuh, dan dapat mengatasi dehidrasi. Selanjutnya anda dapat mengonsumsi buah-buahan sebagai sumber energi yang sehat dan dilanjutkan dengan makan makanan sehat serta seimbang.

-----------------------
Saat ini, semakin banyak masyarakat kita yang telah beralih kepada air mineral dalam kemasan sebagai pengganti air putih yang dimasak. Ini disebabkan semakin sulit menemukan sumber air yang benar-benar terjamin dan bebas bahan berbahaya terutama di kota-kota besar. Selain itu, air mineral dalam kemasan juga sudah menjadi bagian dari hidangan dalam acara-acara besar sepeti resepsi dan syukuran, acara-acara formil seperti seminar, rapat, saresehan, dan lain-lain.

Namun demikian, tidak semua air mineral dalam kemasan benar-benar bersih dan terjamin. Jadi, kita sebaiknya memilih air mineral dalam kemasan yang telah teruji dan terpercaya, salah satunya adalah AQUA yang telah menjadi pelopor air minum dalam kemasan sejak tahun 1973 dan sampai sekarang tetap menjadi pemegang volume penjualan air mineral terbesar di dunia. Selain itu, AQUA juga berasal dari mata air yang terlindungi dan telah melalui seleksi yang ketat dalam produksinya.



Nah, di bulan puasa ini, anda bisa menjadikan AQUA sebagai pilihan terbaik untuk mencukupi kebutuhan hidrasi dengan minum sesuai pola 2+4+2. Jika anda malas menghitung berapa gelas yang harus diminum selama bulan puasa, anda bisa melakukannya dengan cara menyiapkan 4 botol AQUA kemasan 600 ml setiap harinya. (1 botol ukuran 600 ml kira-kira setara dengan 2 gelas air). Minumlah 1 botol pada saat berbuka, 2 botol saat makan malam hingga menjelang tidur dan 1 botol saat sahur. Dan..... pola minum 2+4+2 anda pun sudah terpenuhi.

Demikianlah artikel tentang fakta dan mitos seputar minuman favorit di bulan puasa. Semoga informasi ini dapat menjadi bekal kita untuk lebih bijak dalam memilih sumber cairan yang tepat untuk mencukupi kebutuhan hidrasi selama bulan puasa. Dan semoga dengan menjalani rutinitas minum air mineral berkualitas sesuai pola 2+4+2, kesehatan kita semua akan tetap terjaga dalam menjalani ibadah puasa dan berkontribusi positif terhadap kesehatan kita kini dan nanti.

Referensi :

  • Taiwoo, Yoo. Menjadi Cantik dalam 2 Minggu dengan Air Putih. Bandung. Penerbit Qanita : 2015.
  • www.jawapos.com    
  • Fakta Minuman di Bulan Puasa

9 comments:

  1. Dulu aku juga gitu, menganggap bahwa buka itu pasti dengan minuman manis. Minimal 2 gelas sirop dingin... membayangkan rasanya segar gitu. Sekarang, alhamdulillah konsisten berbuka dengan air putih 2 gelas. Alhamdulillah, puasa kali ini bugar dan lebih optimal. Ya, kadang2 kalau lagi bukber, suka nggak konsisten juga sih, karena keadaan hehe. Masak lainnya minum es kelapa muda, es buah, es teler, akunya cuma minum air putih? kan nggak seru. Mudah tergoda juga hehe. Tapi, sesekali aja yang kejadian kayak gitu.

    ReplyDelete
  2. Aq udah lama buka gak pake minuman dingin yg manis...biasanya ya dgn air putih sama teh hangat. Bedanya dulu minum teh bisa segelas poll...skrg paling bbrp teguk aja

    ReplyDelete
  3. Lengkap kap kaaap :)
    Thanks for sharing artikel ini ya maaak :)

    ReplyDelete
  4. Jadi dengan Aqua 2+4+2 kebutuhan cairan 8 gelas per hari jadi tercukupi, tapi disarankan jangan minum teh atau kopi ya

    ReplyDelete
  5. Es teh, es kopi memang seger dan favorit banget. Tapi, mending minum air putih ya, Mak. Lebih sehaaat

    ReplyDelete
  6. segerrr minum air putih itu :-)

    ReplyDelete
  7. iya mbak melia, es segernya sampe di kerongkongan aja :)

    ReplyDelete