Riawani Elyta: Kiat Sehat dan Terhindar dari Kegemukan usai puasa dengan pola minum 2+4+2

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Friday, 10 July 2015

Kiat Sehat dan Terhindar dari Kegemukan usai puasa dengan pola minum 2+4+2



gambar dari sini


Ramadhan baru saja berlalu. Tibalah saatnya menikmati kemenangan di hari Lebaran. Namun, Ana merasa ada yang kurang beres dengan tubuhnya. Baju-baju barunya terasa sempit. Padahal, dia membelinya saat bulan puasa dengan ukuran yang pas. Merasa was-was, Ana lalu naik ke timbangan. Dan....kekhawatirannya terbukti, berat badannya memang naik!

Adakah diantara anda yang pernah mengalami seperti Ana? Hal ini bukanlah sesuatu yang mustahil walaupun di bulan puasa frekuensi makan kita menurun menjadi dua kali sehari. Kegemukan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti hormon, genetis, efek obat-obatan, dan sebagainya, namun secara umum, kegemukan disebabkan oleh faktor berikut :


a) makan melebihi porsi yang dibutuhkan tubuh, 
b) penggunaan energi yang rendah, atau 
c) kombinasi keduanya.

Pada bulan puasa, fenomena ini bisa saja terjadi disebabkan hal-hal berikut ini :

  • Kecenderungan untuk melakukan “balas dendam” saat berbuka

Rasa lapar dan haus yang ditanggung seharian dapat mendorong seseorang melakukan balas dendam dengan makan dan minum sebanyak-banyaknya saat berbuka. Padahal, makan secara berlebihan akan membuat pankreas bekerja keras mengeluarkan insulin. Dan proses ini membutuhkan banyak energi sehingga apa yang terjadi kemudian adalah gula darah justru kembali turun. Sebagai akibatnya, orang akan merasa lemas dan mengantuk usai berbuka. Jika dia berusaha mengatasinya dengan cara kembali makan dan minum agar kembali bertenaga, sangat memungkinkan porsi makanan yang dikonsumsi melebihi kebutuhan dan tubuh menyimpannya sebagai lemak.


  • Mengonsumsi banyak minuman manis saat berbuka

Kebiasaan ini juga berpotensi menambah berat badan karena :
-        dapat menyebabkan terjadinya lonjakan kadar gula dan memicu rasa lapar sehingga nafsu makan pun bertambah. Akibatnya, kita pun akan terdorong untuk makan dalam porsi besar.

-   Minuman manis mengandung kalori cukup tinggi. Sebagai gambaran, segelas es cendol mengandung tak kurang dari 300 kalori. Jumlah kalori ini setara dengan sepiring nasi porsi sedang (kira-kira 7 sendok makan) ditambah sebutir telur. Kelebihan glukosa yang terkandung dalam minuman manis dengan mudah dapat berubah menjadi lemak tubuh dan glikogen. Apabila pola ini terus berulang selama bulan puasa, maka berat badan pun otomatis akan bertambah.


  •  Kebiasaan tidur usai makan sahur

Karena mengantuk, tak sedikit orang yang langsung tidur usai menyantap makan sahur. Kebiasaan ini dapat menyebabkan proses pencernaan makanan terganggu. Karbohidrat membutuhkan sekurang-kurangnya dua jam untuk dicerna, protein butuh tiga jam dan lemak memerlukan empat jam untuk bisa dicerna oleh tubuh.

Ketika seseorang langsung tidur, maka oksigen akan berpindah semua ke lambung. Ini membuat lambung tidak bisa bekerja dengan cepat dan oksigen yang mengalir ke otak jadi berkurang, sehingga saat bangun tidur akan terasa mual, pusing dan lemas. Akibat proses metabolisme yang tidak sempurna ini dapat menyebabkan terjadinya penumpukan lemak di dalam tubuh yang dapat memicu kegemukan.


  • Kurang asupan air putih

Dorongan untuk makan dan minum minuman manis secara berlebihan saat berbuka dapat mengurangi keinginan untuk minum air putih karena perut sudah terasa penuh. Padahal, kebutuhan cairan tetap harus terpenuhi selama bulan puasa. Konsumsi air putih yang cukup juga akan meningkatkan proses pembakaran lemak di dalam tubuh. Orang dewasa rata-rata memerlukan 8 gelas atau 2 liter air putih per hari. Dan ini bisa dipenuhi dengan pola 2+4+2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari dan 2 gelas di saat sahur) dalam mengonsumsi air putih. Namun jika perut telah terisi penuh oleh makanan dan minuman manis, jumlah ini akan sulit terpenuhi dan dengan sendirinya proses penguraian lemak juga tidak akan berjalan optimal karena tubuh tidak cukup terhidrasi.


  • Kurang beraktivitas di siang hari

Sebagai efek lanjutan dari poin 3 dan 4 di atas, yaitu proses metabolisme yang tidak berjalan optimal dan kurangnya asupan air putih, membuat kita akan cepat merasa lemas di siang hari. Akibatnya, kita pun akan mengurangi aktivitas dan cenderung bermalas-malasan di siang hari bulan puasa. Kurangnya aktivitas ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan saat asupan kalori di malam hari justru lebih tinggi dibandingkan energi yang dikeluarkan.


  • Penurunan metabolisme tubuh

Saat puasa, kebutuhan energi untuk kebutuhan basal tubuh atau basal metabolism rate (BMR) menurun. Itu sebabnya jika asupan kalori kita di bulan puasa tidak jauh berbeda dengan hari biasa sementara aktivitas kita justru jauh berkurang, ini juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan.


  • Penyerapan makanan berlangsung efektif

Dalam durasi lebih kurang 14 jam berpuasa, tubuh menjadi sangat efektif dalam mengolah makanan sehingga dapat diserap sempurna oleh pembuluh darah termasuk untuk penyediaan stok energi. Penyediaan energi yang cukup namun tidak dibarengi dengan aktivitas pembakaran kalori yang memadai dapat menyebabkan tubuh menjadi lebih gemuk usai bulan puasa.

Lantas, bagaimanakah cara yang tepat agar terhindar dari mengalami kenaikan berat badan seusai bulan puasa dan kesehatan fisik tetap terjaga?

Cara terpenting adalah dengan mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup, yang dalam hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan pola 2+4+2. Konsumsi air putih dalam jumlah cukup terbukti sangat efektif untuk mencegah kenaikan berat badan bahkan dapat membantu proses penurunan berat badan.

Berikut penjelasan akan manfaat mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup untuk membantu proses tersebut :

1.      Membantu kerja organ hati dan ginjal
Salah satu tugas organ hati di dalam tubuh adalah mengkonversi lemak menjadi bahan bakar. Tanpa asupan air putih yang cukup, ginjal tidak akan berfungsi optimal. Akibatnya, hati akan bekerja ekstra keras untuk membantu ginjal. Ini menyebabkan hati tidak dapat berfungsi dengan baik, lemak dalam jumlah dan jenis tertentu tidak dapat dikonversi menjadi bahan bakar hingga terakumulasi dan menyebabkan kenaikan berat badan. Oleh karenanya, asupan air putih yang cukup sangat diperlukan untuk memastikan kedua organ ini dapat bekerja dengan optimal.

2.      Mengurangi rasa lapar
Minum air putih dalam jumlah cukup akan mengurangi keinginan untuk makan berlebihan. Saat bulan puasa, ini bisa dilakukan dengan menerapkan pola 2+4+2. Minumlah segelas air putih untuk mengawali berbuka, dan segelas lagi sebagai penutup berbuka (2 gelas saat berbuka). Dilanjutkan dengan minum segelas air putih sebelum makan malam, segelas setelah makan, segelas usai tarawih dan segelas sebelum tidur (4 gelas di malam hari) dan pada saat sahur, minumlah segelas sebelum makan dan segelas setelahnya (2 gelas di waktu sahur).
Jadikan pola 2+4+2 ini sebagai standar kecukupan yang wajib kita penuhi. Dengan demikian, kita juga akan terhindar dari dorongan untuk makan berlebihan karena memprioritaskan asupan air putih yang cukup.

3.      Membantu proses pembakaran kalori
Menerapkan pola 2+4+2 atau mengonsumsi sekurang-kurangnya 2 liter air putih sehari dapat menjadikan tubuh lebih langsing. Ini disebabkan kondisi tubuh yang cukup terhidrasi dapat membantu metabolisme tubuh membakar kalori 3% lebih cepat.

4.      Mencegah terjadinya dehidrasi kronis
Sebuah fakta cukup mengejutkan dikemukakan oleh Prof. Yoo Taiwoo, Kepala Klinik Doctor U’s Body Mind and Life training Korea, bahwa kekurangan 1-2% cairan dalam waktu lama dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi kronis tanpa kita menyadarinya. Ini dikarenakan dehidrasi kronis tidak menimbulkan rasa haus dan gejala-gejala seperti yang terlihat pada dehidrasi akut, yaitu kondisi di mana seseorang kekurangan cairan mulai dari 3% hingga 11%.  Hanya saja, seseorang yang mengalami dehidrasi kronis sulit membedakan rasa haus dan lapar. Ketika tubuhnya kekurangan air, seharusnya dia merasa haus. Tetapi dia justru merasakannya sebagai gejala lapar dan mengatasinya dengan makan. Hal ini membuat tubuhnya tetap kekurangan cairan, sementara di sisi lain asupan makanan justru bertambah. Inilah yang membuat seorang penderita dehidrasi kronis cenderung bertambah gemuk.

Hal ini sesungguhnya tidak akan terjadi jika kita memenuhi kecukupan hidrasi dengan minum air putih minimal 2 liter per hari. Dan selama bulan puasa, kita bisa memenuhinya dengan menerapkan pola minum 2+4+2.

5.      Memperlancar distribusi nutrisi
Mengonsumsi air putih dengan pola 2+4+2 atau 8 gelas sehari akan melancarkan peredaran darah dan mendukung distribusi nutrisi ke seluruh jaringan tubuh. Nutrisi yang cukup akan membantu menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan bugar di bulan puasa. Dengan tubuh yang sehat dan bugar, aktivitas selama puasa pun dapat berlangsung normal, metabolisme berjalan optimal sehingga dapat menghindari terjadinya penumpukan lemak di dalam tubuh.

6.      Membantu proses detoksifikasi
Rutinitas untuk minum air putih dengan pola 2+4+2 selama bulan puasa sangat membantu dalam meluruhkan toksin-toksin yang tersisa di dalam tubuh. Ditambah lagi bahwa dengan berpuasa dapat mendorong terjadinya proses detoksifikasi secara efektif. Jika tubuh kita terbebas dari toksin, maka akan meningkatkan penyerapan nutrisi dan metabolisme termasuk metabolisme bahan bakar sebagai sumber energi.

gambar dari sini

Mengapa AQUA?

Air putih ada bermacam jenisnya, diantaranya yang lazim dikonsumsi adalah bersumber dari air sumur atau air ledeng yang dimasak juga air mineral dalam kemasan (botol plastik dan galon). Dalam hal ini, air mineral AQUA dapat kita jadikan pilihan untuk memenuhi kebutuhan hidrasi di bulan puasa dengan pola minum 2+4+2.

Berikut beberapa alasan mengapa AQUA menjadi pilihan yang paling tepat :
1.         AQUA merupakan pelopor air minum dalam kemasan sejak tahun 1973 dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pola hidup sehat masyarakat Indonesia selama lebih dari 30 tahun. Sejak dulu hingga kini, volume penjualan AQUA tetap menjadi volume penjualan terbesar di dunia hingga tak ada alasan untuk meragukan kredibilitas AQUA sebagai air mineral terbaik dalam kemasan.

2.         AQUA berasal dari sumber mata air terpilih dan terlindungi, dimana dalam prosesnya harus memenuhi 9 poin kriteria yang kemudian harus melewati 5 tahap proses seleksi yang ketat selama 1 tahun. Ini membuat setiap tetes AQUA menyimpan segala kebaikan alam dari sumbernya yang tetap terjaga dan keseimbangan mineral  alami.

3.    Sistem proses dan kualitas AQUA memenuhi standar Good Manufacturing Practice dan Good Sanitation-Hygienic Practice dan kualitas produk akhir sesuai dengan SNO 01-3553-2006 atau Codex for Bottle Water. AQUA juga telah memperoleh berbagai penghargaan yang merupakan wujud kepercayaan dan kepuasan konsumen, diantaranya Indonesian Best Brand Award (2003-2004), Indonesian Customer Satisfaction Award (sejak tahun 2003) dan Indonesian Golden Brand Award (2005-2007). Ini menjadikan AQUA sebagai merk air mineral terbaik dengan kualitas yang tak perlu diragukan lagi.

4.    Sebagai tambahan, AQUA juga secara aktif melakukan berbagai program untuk menyehatkan konsumen Indonesia, diantaranya program AKSI (AQUA untuk keluarga sehat Indonesia) dan AuAI (AQUA untuk anak Indonesia).

Untuk meraih hasil terbaik dalam penjagaan kesehatan dan terhindar dari mengalami kegemukan usai bulan puasa, maka selain mengamalkan kebiasaan minum air putih dengan pola 2+4+2, kita juga dianjurkan untuk mengonsumsi air putih dengan kualitas terbaik, dalam hal ini air mineral AQUA adalah pilihan yang tepat, teruji dan terpercaya.

Selain itu, kita juga dianjurkan untuk tetap mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang selama bulan puasa serta mengonsumsinya dalam jumlah proporsional sesuai kebutuhan, melakukan olahraga ringan agar tubuh tetap bugar, menghindari kebiasaan buruk seperti langsung tidur usai makan sahur, bermalas-malasan di siang hari ataupun berbuka dengan makan dan minum secara berlebihan.
Dengan konsumsi air yang cukup sesuai pola 2+4+2 ditunjang pola hidup dan pola makan yang sehat selama bulan puasa, insya Allah, kesehatan kita akan tetap terjaga dan berat badan yang ideal seusai bulan puasa pun dapat kita raih.


Referensi :

  • Taiwoo, Yoo. Menjadi Cantik dalam 2 Minggu dengan Air Putih. Bandung. Penerbit Qanita : 2015.
  • Wirakusumah, Emma S. Cara Aman dan Efektif Menurunkan Berat Badan. Jakarta. GPU : 1994
  • www.makassar.tribunnews.com
  • www.makananuntukdietsehat.com
  • www.aquaairmineral.wordpress.com
  • www.ciricara.com


13 comments:

  1. Emang banyak, yang atas nama puasa, jadi hobi tidur dan bermalas-malasan... apalagi banyak beredar hadist yang sebenarnya derajatnya dha'if/lemah, namun populer tentang tidur saat puasa pun bernilai ibadah.

    ReplyDelete
  2. iya...pernah dengar .. kalau tidurnya orang puasa itu ibadah haditsnya lemah

    ReplyDelete
  3. Saya jugaaa. 2-4-2. Makanya kalau puasa konsumsi airnyaa hbs lebih banyak.

    ReplyDelete
  4. Samaa....puasa minum jd tambah banyak

    ReplyDelete
  5. Banyak minum mengurangi lemak ya Mak. Tapi mengapa lemakku masih juga banyak :(

    ReplyDelete
  6. tidur habis sahur...duh, susah banget ditinggalin :(

    ReplyDelete
  7. ditambah faktor2 lain juga kayanya mbak rizka, apalagi kalo kt udah melahirkan, lemak seputar perut n pinggul susah banget diusir

    ReplyDelete
  8. huhuu iya mbak nurul, ngantuuk banget ya hbs sahur

    ReplyDelete
  9. saya termasuk yang suka tidur habis sahur mak, padahal itu tidak baik ya, makanya badan saya melar habis puasa hehe

    ReplyDelete
  10. Hbs sahur itu mank super duper ngantuk ya mak..

    ReplyDelete
  11. wah mbak ria lengkap banget ulasannya

    ReplyDelete
  12. Nice info, Mak. Salam kenal yaaa :)

    ReplyDelete
  13. thanki you harie udah berkunjung :)

    salam kenal mbak melia :)

    ReplyDelete