Riawani Elyta: Kiat Hidrasi Sehat di Bulan Puasa dengan Therapi Air Putih

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Monday, 13 July 2015

Kiat Hidrasi Sehat di Bulan Puasa dengan Therapi Air Putih



gambar dari sini

Menjelang dateline kompetisi blog Ramadhan 2+4+2, saya menyempatkan diri menulis artikel berikut yang mengungkap testimoni  atas perubahan nyata yang saya peroleh setelah rutin mencukupi kebutuhan hidrasi selama bulan puasa kali ini.

Sedikit flashback, seminggu jelang puasa, saya mengalami demam tinggi diikuti vertigo yang cukup parah. Meski telah mengonsumsi obat dan antibiotik  secara rutin, suhu tubuh saya tak kunjung turun. Dan itu adalah pertama kalinya saya mengalami vertigo. Lantai yang saya pijak terasa bergoyang, semua yang saya lihat seperti terus berputar dan berputar, dan seperti ada yang mendesis di dalam kepala sehingga saya pun lebih banyak berbaring di tempat tidur.


Ketika itu, saya sempat berpikir tidak akan sanggup menjalani ibadah puasa. Apalagi, di hari pertama puasa, saya gagal menuntaskannya karena tubuh yang terasa lemas luar biasa. Meskipun panas tubuh dan gejala vertigo saya berkurang setelah minum obat lain yang diresepkan dokter, saya tidak berani melanjutkan minum obat karena efek obat tersebut membuat jantung saya berdebar, lidah terasa kering dan mengalami insomnia.

Saya kemudian memutuskan untuk menjalani terapi minum air putih. Saya juga tidak tahu mengapa memilih terapi ini diantara pelbagai alternatif recovery yang ada. Mungkin, karena saat itu saya menyadari bahwa di bulan puasa, kebutuhan hidrasi mutlak terpenuhi agar ibadah puasa dapat terlaksana dengan baik. Atau juga karena tubuh saya tengah mengirim sinyal bahwa selama ini saya memang lalai memenuhi kebutuhan hidrasi setiap hari. Saya kerap alpa mencukupi jumlah 8 gelas sehari, juga masih rutin minum minuman yang bersifat diuretik. Jadi, ketika terkena serangan penyakit yang tidak pernah saya alami sebelumnya, boleh jadi, salah satunya adalah dipicu karena kurangnya asupan air dalam jangka waktu cukup lama.

Saya sampai pada hipotesis ini setelah merangkum rangkaian informasi berikut :  Air adalah komponen utama pembangun tubuh. Semua bagian tubuh kita terdiri atas sel dan tujuh puluh persen bagian sel adalah air. Sebagaimana diungkapkan oleh Dr. Yoo Taiwo, Kepala Klinik Doctor U’s Body Mind Life and training Korea, apabila air tersebut berkurang, tidak ada satu aspek pun dalam tubuh dapat terbebas dari pengaruhnya. Pengaruh ini memang tidak langsung dirasakan, tetapi menggerogoti kondisi tubuh secara perlahan-lahan. Hingga di satu titik kritis ketika kita mengalami kelelahan atau stress, tubuh yang kurang terhidrasi akan jatuh sakit secara mendadak dan butuh waktu untuk pemulihan. Ini disebabkan kekurangan air dalam jangka waktu lama dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk bereaksi terhadap lingkungan termasuk terhadap serangan penyakit.

Lebih lanjut Dr. Yoo mengatakan, bahwa kondisi kekurangan air kurang dari 2% yang terjadi dalam waktu lama, akan menyebabkan seseorang mengalami dehidrasi kronis. Hal inilah yang akan mereduksi kondisi tubuh seseorang termasuk dalam hal daya tahan, stamina, vitalitas, adaptasi dengan lingkungan dan tingkat kerentanan terhadap serangan virus, bakteri, perubahan iklim dan cuaca, dan sebagainya. Barangkali, kondisi itulah yang terjadi pada saya di awal puasa.

Kondisi ini sesungguhnya bisa “diselamatkan” dengan cukup minum air putih sekurang-kurangnya 2 liter per hari secara rutin. Dr. Yoo bahkan menjanjikan bahwa dengan menjalani pola minum air putih 2 liter sehari selama 2 minggu, akan memberi efek nyata pada perubahan kondisi fisik dan kecantikan.

Kembali pada therapi minum air putih yang saya lakukan di awal puasa, saya ingat, ketika itu saya membeli beberapa botol AQUA kemasan 600 ml dan berusaha menghabiskan minimal satu botol di waktu sahur. Selebihnya, saya berusaha mencukupi kebutuhan minum saya hingga mencapai 8 gelas per hari. Saya juga membatasi asupan minuman lain seperti teh, kopi dan minuman manis agar tidak mengurangi kecukupan 8 gelas air putih sehari serta banyak mengonsumsi buah-buahan yang kaya air seperti pepaya dan melon.

Dan Alhamdulillah.....inilah perubahan positif yang saya alami dalam minggu-minggu selama bulan puasa setelah menjalani therapi air putih :

Minggu 1 : saya masih merasa lemas dan aktivitas fisik pun sangat terbatas, tetapi saya sudah mampu menuntaskan puasa hingga tiba waktu berbuka.

Minggu 2 : tubuh yang terasa lemas mulai berkurang, namun saya masih sering merasa mengantuk dan lebh banyak beristirahat.

Minggu 3 : stamina tubuh mulai membaik. Saya sudah mampu berpuasa dan menjalani aktivitas seperti hari-hari biasa.

Minggu 4 : kondisi tubuh saya kian membaik. Saya juga tidak pernah mengalami sakit kepala dan sakit maag seperti yang sering saya alami di hari-hari biasa, dan saya juga dapat kembali menulis. (saya nyaris berhenti total menulis terhitung sejak mengalami sakit di awal puasa).

Berkaca dari perubahan-perubahan ini, saya mengambil kesimpulan bahwa therapi air putih dapat memberi efek nyata yang positif terhadap peningkatan kesehatan dan kondisi fisik. Ditinjau dari sisi kesehatan, perubahan ini sangat erat hubungannya dengan fungsi dan keutamaan yang terkandung di dalam air putih, sebagai berikut :


  •  Fungsi

        Air putih mempunyai fungsi penting bagi tubuh manusia yaitu :
a)      Sebagai pembentuk sel dan cairan tubuh
b)      Sebagai pengatur suhu tubuh
c)      Sebagai pelarut
d)     Sebagai pelumas dan bantalan
e)      Sebagai media transportasi
f)       Sebagai media eliminasi toksin dan produk sisa metabolisme

Dengan demikian, jika kebutuhan hidrasi terpenuhi, maka semua fungsi penting air terhadap tubuh manusia ini pun akan bekerja dengan optimal dan mendukung kesehatan tubuh.


  •  Sifat

Menurut dr. Sri Sukmaniah Msc, SpGK, Ahli Gizi Departemen Gizi  FKUI, dalam diskusi Asupan Nutrisi yang Tepat saat Berpuasa, air putih adalah cairan paling alami untuk memberikan hidrasi pada tubuh karena tidak mengandung pemanis, pengawet dan pewarna. Air putih juga cepat diserap oleh tubuh sehingga dapat mendukung sistem di dalam tubuh dan memulihkan energi secara cepat. Hal inilah yang membuat air putih menjadi sumber hidrasi terbaik selama bulan puasa sehingga memberi manfaat terbaik pula bagi tubuh kita dibandingkan jenis cairan lainnya.


  •  Kandungan

      Air putih terutama air mineral mengandung zat-zat mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Diantaranya :
-          flourida yang penting menjaga kekuatan gigi
-          natrium yang penting menjaga cairan dalam tubuh
-          kalsium dan magnesium untuk tulang
-          kalium untuk mekanisme transfer syaraf
-          silika untuk menjaga keutuhan kulit
-          zat besi yang merupakan kebutuhan coenzim

Maka pemenuhan kebutuhan hidrasi dengan minum air putih yang cukup selama bulan puasa juga akan mencukupi kebutuhan mineral bagi mendukung kesehatan tubuh kita.

Nah, untuk mendapatkan manfaat maksimal hidrasi bagi kesehatan tubuh di bulan puasa dengan therapi air putih, ada 3 (tiga) hal yang perlu kita perhatikan, yaitu :

-      pola asupan
Para ahli hidrasi Indonesia (Hardinsyah dkk, 2010) merekomendasikan pola minum 2+4+2, yaitu dengan minum 2 gelas air putih saat berbuka, 4 gelas saat makan malam hingga menjelang tidur dan 2 gelas saat sahur.

gambar dari sini

Mengapa harus 2+4+2?
Pertama -  karena selama bulan puasa, waktu kita untuk memenuhi kebutuhan hidrasi sangat terbatas, yaitu mulai dari matahari tenggelam hingga terbit fajar. Oleh karenanya, kita perlu mengatur pola minum air putih agar tidak kurang dari kebutuhan per hari dengan cara yang mudah. Dan ini dapat kita lakukan dengan pola 2+4+2, di mana waktu yang paling panjang (malam hari) kita gunakan untuk minum lebih banyak (4 gelas), dan sisanya dipenuhi pada waktu berbuka dan sahur (masing-masing 2 gelas).

Kedua – karena pola 2+4+2 akan membuat asupan air putih selama bulan puasa berlangsung secara teratur dan mendorong frekuensi berkemih secara teratur pula. Bayangkan jika kita baru minum saat terasa benar-benar haus dan langsung minum dalam jumlah banyak, maka lambung akan terasa kembung, mual dan tidak nyaman. Ujung-ujungnya, kita akan menganggap keharusan mencukupi hidrasi di bulan puasa adalah sesuatu yang “menyiksa”.

Ketiga – pola ini membuat kita lebih mudah untuk mengukur apakah asupan cairan kita selama bulan puasa sudah cukup atau belum. Kita akan terhindar dari kebiasaan memenuhi kebutuhan cairan secara sekaligus yang menyebabkan ketidaknyamanan lambung ataupun justru kekurangan asupan karena tidak memenuhi standar pemenuhan yang tepat.

Dr. Jack Pradono Handojo MHA, Health Marketing Director PT. Tirta Investama (Danone AQUA) mengatakan, bahwa kita bisa mengetahui apakah tubuh kita cukup terhidrasi dengan melihat warna urin. Jika warna urin terlihat cerah, berarti tubuh cukup terhidrasi, tetapi jika warnanya kuning pekat, maka itu menunjukkan bahwa tubuh mengalami dehidrasi. Untuk menghindari gejala dehidrasi, maka minum air putih dengan pola 2+4+2 harus kita terapkan setiap hari selama bulan puasa.


    -     Jenis cairan
Selain mencukupi kebutuhan hidrasi, kita juga harus memilih jenis cairan yang tepat. Dalam hal ini, air putih adalam sumber pemenuhan hidrasi terbaik. Namun kita juga perlu memperhatikan kondisi air putih yang kita minum. Jika menunjukkan gejala tercemar, seperti berwarna keruh, mengeluarkan bau atau terdapat bintik-bintik, maka sebaiknya kita memilih sumber hidrasi yang lebih terjamin dan berkualitas. Diantaranya yaitu air mineral AQUA yang telah terbukti teruji, terjamin dan terpercaya.

gambar dari sini

AQUA telah menjadi pelopor air minum dalam kemasan sejak tahun 1973 dan menjadi bagian tak terpisahkan dari pola hidup sehat masyarakat Indonesia selama lebih dari 30 tahun. AQUA juga berasal dari sumber mata air terpilih dan terlindungi, telah melalui proses seleksi yang ketat berstandar internasional,  dan telah meraih berbagai penghargaan kepuasan konsumen. Ini membuat AQUA tetap menjadi produk air mineral dalam kemasan terdepan hingga kini dan layak kita jadikan bagian pola hidup sehat termasuk dalam pemenuhan kebutuhan hidrasi bagi tubuh.

-     Menghindari atau mengurangi jenis cairan yang dapat mengganggu pemenuhan hidrasi
Selama bulan puasa, kita sebaiknya membatasi asupan teh dan kopi yang bersifat diuretik dan dapat menguras cairan tubuh. Begitu juga asupan minuman manis yang berpotensi menambah cadangan lemak serta dapat mengurangi keinginan untuk minum air putih. Menjaga kestabilan pemenuhan hidrasi dengan pola 2+4+2, akan lebih baik hasilnya jika dibarengi dengan upaya menghindari kebiasaan yang dapat mengganggu kestabilan tersebut.

Selain hal-hal terkait hidrasi di atas, kita juga dianjurkan untuk menjalani pola hidup sehat selama bulan puasa, diantaranya dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, tetap melakukan olahraga dalam intensitas ringan atau sedang 1-2 jam sebelum berbuka untuk menjaga kebugaran tubuh, beristirahat yang cukup dan menjaga pikiran agar tetap tenang.

Saya telah membuktikan bahwa memenuhi kebutuhan hidrasi selama bulan puasa telah memberikan perubahan nyata terhadap proses recovery dari sakit dan peningkatan kondisi kesehatan dari minggu ke minggu. Kenyataan ini sekaligus membuktikan bahwa menjalani pola minum air putih 2+4+2 selama bulan puasa untuk memenuhi hidrasi tubuh bukanlah sekadar jargon, melainkan merupakan solusi paling efektif dan terpercaya untuk meningkatkan derajat kesehatan.

Sebagai penutup, ijinkan saya mengutip ucapan Dr. Yoo Taiwoo, “ Jika tubuh manusia diibaratkan sebuah pabrik, air adalah tanah yang menopang pabrik tersebut. Amblasnya tanah ibarat dehidrasi kronis pada manusia.

Kita semua tentu tidak menginginkan kondisi kesehatan yang menopang tubuh menjadi “amblas” karena kekurangan cairan dalam waktu panjang tanpa kita menyadarinya. Oleh karenanya, marilah kita memanfaatkan bulan puasa tahun ini sebagai momentum pengamalan pola minum air putih 2+4+2 untuk memenuhi kebutuhan hidrasi, dilanjutkan dengan tetap memenuhi kebutuhan 8 gelas per hari pasca bulan puasa ditunjang pola hidup sehat dan seimbang. Insya Allah..... perubahan nyata terhadap peningkatan kondisi fisik dan derajat kesehatan pun akan kita rasakan dari waktu ke waktu.


Referensi :

Taiwoo, Yoo. Menjadi Cantik dalam 2 Minggu dengan Air Putih. Bandung. Penerbit Qanita : 2015.

Lembar Fakta – Asupan Gizi yang Tepat saat Berpuasa






4 comments:

  1. Kalau saya bandingkan dengan merek lain, memang Aqua yang paling enak dan menyegarkan. Makanya saya memilih berlangganan Aqua galon ;)

    ReplyDelete
  2. Woaaaaa....mbak Lyta keren dan lengkap banget ini mah ulasannya. Disertai pengalaman pribadi menjadi Terapi Air Putih.
    Alhamdulillah ya mbak, cukup mudah obat segala penyakit, yaitu air putih.

    ReplyDelete
  3. Iya mbak eky....puasa thn ini dapet pelajaran baru sy...jgn pernah lalai minum air putih...krn efeknya bisa dtg tiba2

    ReplyDelete
  4. pernah denger tentang terapi air putih...lengkap banget mak artikelnya...

    ReplyDelete