Riawani Elyta: [REPOST] Tips Mendapatkan Jodoh Terbaik

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Friday, 20 March 2015

[REPOST] Tips Mendapatkan Jodoh Terbaik

Sobat Nida, melanjutkan tulisan sebelumnya yang berjudul: Calon Jodoh Ideal, yang Seperti Apa Sih? maka untuk mendapatkan jodoh terbaik, sobat Nida nggak dilarang kok, merencanakan langkah-langkah yang tepat untuk mendapatkannya. Ibarat orang yang akan menempuh ujian, jika menginginkan nilai terbaik, tentunya harus dibarengi usaha dan doa pada level terbaik juga bukan? 

Apalagi, sebagaimana halnya harapan yang berdentang dalam hati setiap calon pengantin, sobat Nida tentunya menginginkan pasangan hidup kelak akan menjadi jodoh seumur hidup. Jodoh yang akan setia mendampingi hidup kita hingga hanya maut yang bisa memisahkan.


Jodoh yang dengannya kita akan membagi cerita, merancang masa depan dan kelak membesarkan generasi dengan pola asuh dan pola didik yang sudah disepakati bersama. Jodoh yang bersamanya kita bergandeng tangan untuk mewujudkan keluarga yang samara dan kelak akan berkumpul di syurgaNYA. Amin ya rabbal ‘alamin.

Untuk itu, ada beberapa langkah yang dapat sobat tempuh dalam upaya menemukan jodoh terbaik, antara lain :

Pertama - perbaiki diri dan tingkatkan kualitas diri untuk menjadi insan kamil, yaitu insan yang berakhlak dan berbudi pekerti mulia serta memiliki kadar iman dan taqwa yang berkualitas.  Karena,sesungguhnya jodoh yang baik hanyalah diciptakan Allah swt untuk anda yang memiliki akhlak dan ketaqwaan yang baik pula. Hal ini sebagaimana terungkap dalam firman Allah swt Surat An-Nur ayat 26 yang artinya :

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. 

Dengan kata lain, jika kita menginginkan seseorang yang ideal, hadapkanlah diri kita ke cermin, lalu bertanyalah : Sudahkah diri ini pantas  menjadi calon pasangan hidup dari seorang pria atau wanita yang ideal? Jika belum, pantaskah diri ini berharap akan mendapatkan jodoh yang  ideal, sementara  usaha yang anda lakukan untuk menjadi seorang yang ideal pun sangat minim atau bahkan sama sekali nol?

Jika kita baru menyadarinya sekarang, dan kita pun baru sadari bahwa detik ini usia sudah tak lagi muda, jangan langsung merasa panik dan putus asa. Karena sesungguhnya tidak ada kata terlambat untuk berubah, apalagi untuk berubah ke arah yang lebih baik.

Kalimat bijak ini mungkin bisa dijadikan renungan : Hidup bukan tentang seberapa besar kesalahanmu di masa lalu, tapi tentang bagaimana kamu memperbaiki diri dan kuat menjalani hari.

Kedua – bergaullah dalam lingkungan pergaulan yang baik-baik.
Sobat mungkin akan bertanya, kalau begitu, saya harus pilih-pilih teman dong? Dan nggak boleh bergaul sembarangan? Nanti kalau saya dicap sombong, bagaimana?

Wahai sobat, ketahuilah, bahwa sombong atau tidaknya kita, itu nggak diukur dari bagaimana kita memilih teman bergaul dan siapa teman gaul yang kita pilih, tetapi dari bagaimana kita bersikap kepada sesama. 

Bahkan kita dianjurkan untuk memilih teman pergaulan yang baik, agar efek yang kita dapatkan juga adalah efek positif dan hubungan pertemanan kita akan memberi manfaat yang baik pula.

Rasulullah SAW bersabda,sebagaimana dalam Sunan Abi Dawud (no. 4833) dari hadits Abu Hurairah ra meriwayatkan: “Seseorang itu sesuai agama temannya. Maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapa temannya.” 

Di dalam Ash-Shohihain disebutkan dari hadits Abu Musa ra, Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaan teman yang baik dan teman yang jelek itu seperti penjual minyak wangi dengan pandai besi yang meniup alat peniup api.   Penjual minyak wangi akan memberikan minyak wangi kepadamu atau engkau akan membelinya.  Sedangkan tukang besi akan membakar bajumu atau engkau akan mencium bau yang busuk darinya.” 

Nah, hal ini juga berlaku buat kita yang tengah mencari jodoh. Apakah kita berharap akan menemukan seorang pria atau wanita yang sholeh dan sholehah ketika nongkrong di tempat-tempat hiburan malam?

Bukankah lebih baik kita meluangkan waktu untuk berada di lingkungan-lingkungan yang positif, tempat ibadah atau majelis-majelis ilmu misalnya, tempat yang sudah pasti menjadi “tongkrongan” orang-orang yang selalu ingin mendekatkan diri kepadaNya dan haus akan ilmu? Selain kita akan mendapatkan teman-teman yang “berhaluan” positif, dengan berada di lingkungan yang positif, bukankah kita juga akan selalu termotivasi untuk melakukan hal-hal yang positif pula?

Dengan senantiasa berada dalam lingkungan yang positif, maka citra diri kita pun akan terlihat positif di mata banyak orang, dan bukan tidak mungkin, teman-teman kita yang berada di dalam lingkungan ini, juga tak merasa ragu saat mengenalkan seorang calon jodoh yang baik dan berkualitas kepada kita, karena mereka pun yakin, bahwa kita adalah orang yang tepat untuk itu.

 Ketiga – berdoa memohon jodoh yang terbaik.
Ikhtiar sudah kita lakukan, maka langkah selanjutnya adalah menyerahkan pengharapan hanya pada Allah Ar-rahman. Mintalah padaNya jodoh yang terbaik bagi kita, bukan jodoh yang terbaik menurut kacamata orang lain. Hanya Allah yang Maha Mengetahui, pria atau wanita mana yang kelak akan menjadi jodoh kita, orang yang bersamanya kelak akan kita arungi bahtera hidup berumah tangga dengan segala lika-likunya.

Barengi pula doa kita dengan amalan-amalan yang baik, hindari melakukan hal-hal yang dapat menghalangi doa anda dari diijabah, terakhir, luruskan keyakinan kita bahwa Allah swt pasti akan mengabulkan doa setiap hambaNya, sebagaimana janjiNya dalam Surat Al-Mukmin ayat 60 yang artinya :

Dan Tuhanmu berfirman : “Berdoalah kepadaKu, nisacaya akan Kuperkenankan bagimu.”

Semoga saja, untuk sahabatku yang masih sendiri dan saat ini tengah membaca artikel ini, lalu tergerak hatinya untuk berusaha maksimal dalam mendapatkan jodoh terbaik, akan segera dipertemukan dengan jodoh terbaik sesuai apa yang diharapkan dan inginkan. Amiin ya rabbal alamiin.

Cuplikan tulisan saya dari Sayap-sayap Sakinah. Buku non fiksi saya bersama Afifah Afra (Indiva Media Kreasi : 2013).

Foto ilustrasi: google

No comments:

Post a Comment