Riawani Elyta: [REPOST] Menulis Bisa Menjadi Terapi Jiwa

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Saturday, 14 March 2015

[REPOST] Menulis Bisa Menjadi Terapi Jiwa


Pada tulisan sebelumnya, saya telah mengajak sobat Nida untuk Membangun Motivasi untuk menjadi seorang penulis yang eksis. Nah, mulai dari bagian ini, saya akan membeberkan motivasi apa saja yang bisa mendorong sobat Nida untuk aktif menulis. 

Motivasi yang pertama, bahwa menulis dapat menjadi therapy jiwa. Menulis adalah aktivitas yang sangat bermanfaat bagi kesehatan batin atau jiwa. Ini bukan basa-basi, melainkan telah berhasil dibuktikan secara ilmiah dan juga fakta.

Menurut Karen Baikie, seorang clinical psychologist dari University of New South Wales, menuliskan peristiwa-peristiwa traumatik, penuh tekanan serta peristiwa yang penuh emosi bisa memperbaiki kesehatan fisik dan mental.


Salah satunya yang “berhasil” dibuktikan, adalah pada pengalaman Bapak BJ Habibie, mantan Presiden RI yang sempat mengalami down pasca ditinggal wafat istri tercintanya Ibu Ainun Habibie.

Waktu itu, kondisi jiwa Pak Habibie sangat mengkhawatirkan, hingga tim dokter yang merawatnya memberi tiga opsi bagi proses penyembuhannya : dirawat di rumah sakit jiwa, dirawat di rumah dengan pendampingan tim dokter, atau berusaha menyembuhkan diri sendiri. Pak Habibie memilih opsi yang ketiga. Beliau berusaha menyembuhkan diri sendiri. Dan cara yang beliau tempuh, adalah dengan menulis otobiografi pengalaman hidupnya bersama mendiang istrinya.

Dan hasilnya, seperti yang dikemukakan oleh Pak Habibie dalam sebuah wawancara di televisi, bahwa setelah menuntaskan menulis buku otobiografi tersebut, beliau merasa baru saja keluar dari black hole yang selama ini mengungkungnya dalam kesedihan mendalam pasca ditinggal pergi sang istri tercinta.

Di dalam buku Sembuh dan Sehat dengan Motivasi Menulis, Jonru dan Dr. Dito Anurogo mengemukakan beberapa contoh keberhasilan orang-orang yang melakukan therapy menulis, diantaranya tentang seorang wanita penderita kanker yang berangsur sembuh setelah rutin menulis di blognya, juga tentang seorang wanita yang mengalami depresi karena cobaan hidup yang dialaminya, berhasil bangkit dan optimis setelah menekuni therapy menulis.

Masih dari sumber buku yang sama, menurut Baikie dan Wilhelm, bahwa manfaat jangka panjang dari menulis dengan metode expressive writing, adalah untuk meningkatkan dan memperbaiki suasana hati, fungsi sistem imun, fungsi paru-paru khususnya pada penderita asma, kesehatan fisik dan nyeri terutama pada penderita kanker, fungsi hati, dan lain sebagainya.

Jadi, dari beberapa bukti, fakta dan penjelasan ilmiah ini, kita dapat menarik kesimpulan bahwa aktivitas menulis bisa menjadi therapy bagi jiwa. Dan jiwa atau batin yang kaya, hanya bisa dicapai oleh jiwa yang berada dalam kondisi sehat juga terbebas dari penyakit-penyakit yang dapat merongrong kesehatan jiwa. Setuju ‘kan, sob?

Foto ilustrasi:google

No comments:

Post a Comment