Riawani Elyta: [REPOST] Cinta yang Bikin Bego

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Saturday, 14 March 2015

[REPOST] Cinta yang Bikin Bego

Sobat Nida, Mengapa seseorang kerap mengalami hal-hal yang bodoh bahkan tidak masuk akal saat (merasa) jatuh cinta? Mulai dari nggak enak makan, nggak nyenyak tidur, berdebar-debar setiap kali si “dia” menelpon atau sekadar mengirim SMS, dan sebagainya.

 Menurut Helen Fisher, seorang pakar biologi dari Rutgers University, terdapat tiga tahapan dalam cinta, yaitu : lust, attractiondan attachment. 

1.Tahap lust, ini ditandai dengan munculnya hasrat terhadap lawan jenis, dimana dalam proses ini melibatkan hormon testosteron (lelaki) dan estrogen (perempuan).


2.Tahap Attraction, di mana terdapat tiga neurotransmitter yang terlibat, yaitu adrenalin, serotonin dan dopamin, mengakibatkan terjadinya proses sebagai berikut: Ketika seseorang jatuh cinta, akan terjadi peningkatan pelepasan adrenalin. Ini kemudian akan memicu aktivasi kelenjar keringat dan menghambat salivasi.

Itu sebabnya, ketika seseorang bertemu dengan lawan jenis yang menarik perhatiannya, atau seseorang yang ia taksir, jantung tiba-tiba saja berdebar-debar tak keruan, lidah terasa kering, bahkan pori-pori mengeluarkan keringat dingin dan lutut gemetaran. Tak heran, ketika seseorang benar-benar jatuh cinta, mabuk kepayang oleh cinta, ia pun akan kehilangan logikanya. 

Orang yang berada pada tahap ini juga akan mengalami penurunan kadar serotonin dalam otaknya. Penurunan ini menimbulkan efek yang terkait dengan obsesi. Jadi, ketika seseorang jatuh cinta, maka dia akan mengalami obsesi untuk terus membayangkan wajah si dia dalam ingatan, terobsesi untuk melakukan hal yang berulang-ulang dengan si dia, seperti menelpon, mengirimi SMS atau BBM puluhan kali dalam sehari, dan sebagainya.

Semua hal-hal “gila” yang hanya terjadi pada mereka yang jatuh cinta. (By the way, sobat Nida pernah ngalamin juga nggak sih? J)

3.Tahap attachment, ini biasanya dialami oleh pasangan yang sudah menikah, yaitu adanya keterikatan yang membangkitkan rasa kasih sayang, ketenangan dan ketentraman antara kedua orang yang saling menyayangi.

Lantas, haruskah (rasa) cinta dihindari? Tentu saja tidak, sobat. Karena cinta adalah fitrah setiap manusia. Tetapi, yang kudu kita kenali, identifikasi bahkan waspadai adalah: perasaan kita  terhadap lawan jenis itu adalah cinta ataukah ketertarikan dan hasrat semata?

Ini dia cara gampang untuk mengidentifikasinya : apabila gejala itu muncul setelah kita bertemu dan berinteraksi dengan seseorang (lawan jenis), lalu berlanjut dengan munculnya ketertarikan secara fisik atau syahwat, maka jelas, itu baru sekadar rasa ketertarikan belaka.

Jika ditindaklanjuti dengan pertemuan atau obrolan yang dalam prosesnya menimbulkan rasa nyaman antara satu sama lain, maka menurut Robert Stenberg dalam teori segitiga cinta-nya, antara kita dengannya telah tercipta keintiman / kedekatan (intimacy). Pada sebagian orang, dimensi ini akan berlanjut dengan dimensi , yaitu komitmen yang ditandai dengan perasaan terikat oleh tanggung jawab.

Lalu, perasaanmu sekarang, atau pun yang pernah kamu rasakan, kira-kira berada pada dimensi yang mana, sobat Nida?Untuk lebih detilnya, mari kita lihat jenis-jenis cinta berikut ini:

1.Suka (liking). Umumnya terjadi pada sepasang sahabat atau keluarga, karena didalamnya hanya terdapat perasaan akrab atau dekat secara emosi.

2.Cinta karena hubungan sejawat (companionate love). Cinta yang umumnya terjadi pada sahabat akrab, orang tua – anak, kakak – adik, dan sebagainya, yang merupakan perpaduan unsur kedekatan dan komitmen.

3.Cinta yang hampa (empty love). Cinta antara kedua pasangan yang sudah terikat komitmen tetapi tidak ada lagi gairah dan keintiman.

4.Cinta dungu (fatuous love), cinta perpaduan unsur hasrat dan komitmen. Biasanya terjadi pada suami istri yang saling tergila-gila tapi tak mencoba dekat secara hati.

5.Cinta birahi (infatuation love). Cinta yang hanya mengandung unsur hasrat belaka, yang dalam realisasinya mirip-mirip – maaf – hewan, setelah berhubungan seksual, merasa puas, trus kabur....duh!

6.Cinta romantik (romantic love). Perpaduan antara hasrat dan keintiman, tapi ogah terikat komitmen. Ini biasanya terjadi pada mereka yang suka putus-nyambung-bubar-cari ganti dalam proses pacaran. Termasuk di sini mereka yang melakukan kumpul kebo tanpa ikatan pernikahan.

7.Cinta yang sempurna (consummate love). Cinta yang menjadi gambaran ideal sebuah pernikahan, dimana didalamnya terdapat perpaduan unsur hasrat, kedekatan dan juga komitmen.

Dari berbagai jenis cinta tersebut, kita tentunya sudah dapat mengenalinya bukan? bahwa rasa cinta yang biasanya muncul pada kalangan remaja adalah cinta romantik atau bahkan cinta birahi belaka. Cinta yang hanya mengandung unsur hasrat ataupun perpaduan hasrat dan keintiman but say no to commitment.

Dua jenis cinta yang pondasinya teramat rapuh, nggak punya unsur tanggung jawab, dan dalam prosesnya cenderung merusak atau merugikan. Jadi, daripada terlibat cinta yang merusak, mending manfaatin aja masa muda ini dengan hal-hal yang bermanfaat, dan mempertahankan status jomblo hingga hanya pernikahanlah yang akan mengakhirinya dengan indah. TsaahJ ......

Cuplikan dari antologi saya Jomblo Prinsip atau Nasib (Indiva Media Kreasi : 2015)

Referensi : Sayap-sayap Sakinah. Buku non fiksi saya bersama Afifah Afra (Indiva Media Kreasi : 2013).
Foto: Google

1 comment:

  1. Perempuan ke saya gak mungkin jatuh cinta gara-gara nafsu, karena saya jelek. Saya bersyukur punya wajah jelek...

    ReplyDelete