Riawani Elyta: Resensi Novel Pasukan Matahari : KISS (Kisah Inspiratif Sarat Spirit) :D

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Thursday, 4 December 2014

Resensi Novel Pasukan Matahari : KISS (Kisah Inspiratif Sarat Spirit) :D


Sinopsis     :
Demi memenuhi janji untuk reuni dengan teman-teman masa kecilnya, Doni nekad pulang ke kampung halamannya di Menes, Banten bersama istrinya Pratiwi dan kedua anaknya Tasya dan Bobi, meski pengajuan cutinya ke perusahaan media tempatnya bekerja, ditolak. Doni bahkan telah membulatkan tekad untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai wartawan dan memulai hidup baru di kampung halaman.


Sepanjang perjalanan pulang, banyak hal berharga dialami Doni dan keluarganya, diantaranya ketika mereka mampir ke klinik tempat Juned, anak pembantu mereka dirawat, namun sesampai disana ternyata orang tua Juned mengabarkan kalau Juned sudah meninggal dunia. Doni lalu mengulurkan bantuan yang diterima dengan senang hati oleh keduanya, namun baru sepuluh menit melanjutkan perjalanan, Doni mendapat kabar bahwa Juned hidup lagi.

Dalam perjalanan selanjutnya, mobil mereka dicegat polisi yang meminta bantuan mereka untuk membawa korban kecelakaan ke rumah sakit. Lepas menolong sang korban, Doni bertemu dengan Muslim rekan satu sekolahnya dulu. Muslim mengarang-ngarang cerita sedih saat meminta uang dari Doni. Tak lupa Doni menyinggahi warung Pak Syubhan, tempatnya membeli es bon-bon saat kecil dulu. Hingga akhirnya, mereka pun tiba di rumah orang tua Doni yang besar dan berhalaman luas.

Kisah ini berlanjut dengan kilas balik masa kecil Doni bersama teman-temannya yang tergabung dalam Pasukan Semut. Di dalam kelompok itu ada seorang gadis kecil bernama Nani, dan sering diledek teman-temannya kalau ia naksir Doni.

Sebuah peristiwa menimpa Doni saat jatuh dari pohon. Peristiwa yang membuat sebelah tangannya harus diamputasi. Di rumah sakit, Doni bertemu dengan tiga rekan senasib yang harus kehilangan salah satu anggota tubuh. Mereka pun membentuk kelompok pertemanan yang bernama Empat Matahari.

Meski kehilangan sebelah tangannya, Doni tak kehilangan semangat hidupnya. Ia bahkan berlatih badminton dengan keras hingga berhasil memenangkan salah satu pertandingan meski lawannya memiliki tangan sempurna. Doni juga beruntung memiliki orang tua yang sangat mendukungnya dan terus menyemangatinya. Ayahnya membangun sebuah gubuk untuk menyimpan buku disamping rumah, yang kelak menjadi perpustakaan Rumah Buku Pelangi. Sayang, kedua orang tua Doni tak sempat melihat kedua cucu mereka. Ajal telah menjemput mereka terlebih dulu.

Dalam kepulangannya ke kampung halaman itu, Doni juga bertemu dengan Nani, teman masa kecilnya yang sempat membuat Pratiwi istrinya merasa cemburu. Namun saat bertemu langsung dengan Nani, dengan kondisinya yang tanpa suami, memiliki dua anak yang salah satunya mengalami cerebral palsy, kecemburuan Pratiwi pun sirna. Sebaliknya, ia dan Doni berusaha menyemangati Nani agar tak pernah putus asa dalam merawat Faisal anaknya yang mengalami cacat tersebut.

Cerita pun berakhir dengan reuni Pasukan Semut dan Empat Matahari di puncak anak gunung Krakatau, tempat yang menjadi saksi bisu atas mimpi-mimpi, perjuangan dan persahabatan yang erat diantara mereka selama ini.

---------------------------------------------------------------------------------
Membaca kisah ini, kita seakan tengah membaca perjalanan hidup penulisnya sendiri, yang dituturkan dalam sebuah fiksi dengan style bertutur ala jurnalisme yang kental. Tak heran, mengingat Gola Gong cukup lama berkecimpung dalam dunia media. Sebagaimana diungkapkan dalam salah satu dialog antara Doni dengan rekan redpel koran via telpon, bahwa Doni memiliki tulisan feature yang bagus, hal ini juga bisa dirasakan dalam novel ini. Nuansa feature begitu mewarnai kisah ini saat penulisnya mendeskripsikan kronologis perjalanan Doni dan keluarganya, suasana tempat yang disinggahi, latar kehidupan para tokohnya, nilai inspirasi yang dapat dimaknai juga tak ketinggalan kritik politik terhadap dinasti kepemimpinan di Banten.

Satu pertanyaan yang masih menggantung, adalah tentang kisah Juned yang "dikabarkan" hidup lagi. Tidak ada kejelasan apakah itu hanya akal-akalan kedua orang tuanya untuk mendapatkan bantuan materi dari Doni atau memang demikianlah adanya. Pembaca dipersilahkan untuk mengira-ngira sendiri dari adegan yang dipaparkan penulis.

Dalam novel ini, kita tak akan menemukan eksplorasi emosi yang mengharu biru meski kisah tentang Doni kecil yang harus kehilangan sebelah tangan punya potensi untuk memunculkan hal itu. Juga tak akan kita jumpai konflik yang tajam dan berliku-liku. Novel ini tampil utuh sebagai sebuah kisah semi-biografi-inspiratif yang sarat nilai dan motivasi penggugah semangat.

Ditunjang oleh dialog yang segar, karakter yang hidup (salah satu karakter yang terasa familier dengan trend saat ini adalah tentang Pratiwi yang digambarkan suka mendokumentasikan peristiwa lalu mengunggahnya ke media sosial), juga latar tempat yang beragam dan eksotis, serta pesan positifnya akan pentingnya sikap saling menghargai, semangat mewujudkan mimpi, manfaat olahraga dan membaca untuk kesehatan tubuh, jiwa dan pikiran serta betapa pentingnya peran orang tua terhadap perkembangan karakter anak, tanpa harus diheboh-hebohkan pun, saya dukung dua ratus persen andai kelak novel ini direncanakan untuk di-layar lebar-kan :).

Judul         :  Pasukan Matahari
Penulis      :  Gola Gong
Penerbit    :  Indiva Media Kreasi
Tebal        :  367 hal
Genre        :  Fiksi
Terbit        :  September 2014



7 comments:

  1. Saya lagi baca, bahasanya sederhan tapi inspiratif :)

    ReplyDelete
  2. jadi penyebutan Pasukan itu adalah penggambaran tokoh-tokohnya ya mbak?

    ReplyDelete
  3. Ya beginilah Mas Gong...
    Dia hanya mengubah perjalanan hidupnya, pengalamannya, dalam bahasa fiksi. Aslinya, 90% kisahnya sendiri. Seperti juga di Balada Si Roy.

    Terkadang, kita memang gak butuh polesan2 jika pengalaman hidup sendiri sudah sangat kaya untuk ditampilkan apa adanya.

    ReplyDelete
  4. Iya ridho, bahasanya khas wartawan, gak neko2 n to the point...

    ReplyDelete
  5. Iya mbak eky, itu nama kelompok mereka waktu anak2, yg 1 pasukan semut yg 1 empat matahari

    ReplyDelete
  6. Sejak awal melihat kover novel ini, aku sudah menduga ceritanya akan mengambil kehidupan mas gong sendiri. Semoga jadi difilmkan ya :-)

    ReplyDelete
  7. Ah, pengen punya buku ini (>_<)
    review Mbak sangat menggigit.. Jadi deh pengen punya buku ini. :D

    ReplyDelete