Riawani Elyta: Resensi Buku 10 Rahasia Pembelajar Kreatif : The Smart Way to be A Smart Learner

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Monday, 17 November 2014

Resensi Buku 10 Rahasia Pembelajar Kreatif : The Smart Way to be A Smart Learner



Sebelum saya menulis resensi ini, saya ingin terlebh dulu bertanya pada anda yang kebetulan menyinggahi postingan ini : 

Apakah anda (masih) menganggap belajar adalah sesuatu yang penting? Atau saat ini anda memang sedang melalui proses belajar, baik dalam ranah formal ataupun informal? Ataupun anda adalah seseorang yang merasa terpaksa untuk belajar karena tuntutan hidup dan keadaan?



Jika anda menjawab “ya” untuk satu, dua atau ketiga pertanyaan tersebut, silahkan lanjutkan membaca resensi ini, karena buku ini akan membeberkan 10 (sepuluh) rahasia belajar secara efektif, bagaimana menjadikan belajar sebagai aktivitas yang menyenangkan dan tujuan dari pembelajaran pun dapat tercapai dengan optimal.


Berhubung jaman ini banyak orang lebih suka mengumbar rahasia ketimbang menutupinya, maka kali ini saya pun akan langsung saja menyebutkan rahasia dimaksud. Toh kesepuluh rahasia ini adalah rahasia yang bermanfaat dan wajib diketahui oleh anda yang telah mengiyakan pertanyaan-pertanyaan saya diatas :)


Adapun 10 (sepuluh) rahasia dimaksud adalah : 1) menemukan karakter belajar  2) memiliki kemauan keras  3) menyusun rencana belajar  4) melatih kinerja otak  5) menyimpulkan gagasan tertulis  6) menyimpulkan gagasan lisan  7) bertanya dengan bijak  8) berpikir lebih kritis  9) mengatasi masalah belajar, dan 10) belajar bersama.


Trus....langkah-langkahnya bagaimana? Ya harus baca dong bukunya, :D Sesuai tujuan tulisan ini yaitu untuk meresensi, maka berikut ini saya akan mendaftarkan hal-hal menarik yang saya temukan dari buku ini :


Pertama – ada banyak kutipan quote-quote dan kata mutiara yang keren bertebaran di dalam buku ini. Saya sampai berkhayal suatu hari nanti bakal menulis ulang quote-quote ini di karton untuk saya tempelkan di dinding, atau menjadikannya wallpaper laptop sebagai penyemangat atau pendorong motivasi.


Saya kutip salah satunya saja : “Yang membuat orang tidak bisa bangkit bukanlah pukulan keadaan, melainkan keputusannya untuk pasrah menerima kenyataan.” – Confusius.


Kedua – konten buku ini disajikan dengan penuturan yang lugas, aplikatif  dan mudah dipahami. Saya yakin, bagi anda yang memang serius ingin menjadi pembelajar yang baik dan kreatif, tips-tips dalam buku ini bisa cepat melekat dalam benak anda dan juga bisa dengan mudah dipraktekkan. Karena menurut penulis dalam salah satu rahasia yang dibeberkannya, bahwa cara paling efektif untuk memahami sesuatu adalah dengan meningkatkan minat, hasrat dan fokus kita pada objek tersebut.


Ketiga – ini sebenarnya opini subjektif :) saya merasa bahagia karena beberapa poin rahasia tersebut, tanpa sadar telah menjadi bagian rutinitas saya meskipun saat ini saya sedang tidak belajar dalam ranah formal. Anda ingin tahu rahasia yang mana? Yaitu rahasia pada poin 4), 5), 8) dan 10).  


Yup. Setiap hari saya melatih kinerja otak dengan rutin membaca dan menulis (poin 4),  saya juga berusaha menyimpulkan gagasan tertulis dan berpikir kritis dengan meresensi (poin 5 dan 8), dan saya juga terlibat aktif dalam grup menulis di dunia maya untuk saling bertukar pikiran dan belajar bersama-sama (poin 10). Mudah-mudahan, kelak saya bisa menaklukkan kesepuluh rahasia tersebut supaya bisa menjadi seorang pembelajar yang lebih baik dan kreatif.


Selain poin-poin positif diatas, terdapat juga beberapa celah dalam buku ini yang memancing saya untuk mencoba berpikir kritis.


Pertama – meskipun pada kata pengantarnya disebutkan bahwa segmentasi buku ini bisa untuk siapa saja, namun buat saya pribadi, tetap terasa sedikit membingungkan. Di satu sisi, tutur kalimat dalam buku ini sangat dewasa dan serius, sehingga terkesan kurang friendly untuk pembaca dari kalangan pelajar remaja. Tetapi saat saya ingin mencoba mengisi kuesioner yang diberikan, yang menurut penulisnya terbukti valid dan absah (penulis telah delapan tahun berkecimpung dalam dunia motivator dan trainer-red), saya justru jadi mengerut kening, saat menemukan daftar pertanyaan semisal : apakah anda bersekolah karena tekanan orang tua? Apakah anda memiliki jadwal harian belajar? Jika ada ulangan mendadak, apakah anda merasa kaget dan tidak puas? Dan sebagainya yang merepresentasikan soal-soal yang lebih tepat jika ditujukan hanya untuk kalangan pelajar. Oke deh saya paham kalau questioner ini tujuannya adalah untuk mengenali karakter diri dalam belajar, tetapiii....semua kondisi itu sudah berlalu belasan tahun silam dari hidup saya, dan cukup sulit untuk mengingat-ingatnya kembali. Jadi, sebenarnya segmen utama dari buku ini, kaum pelajar atau masyarakat umum ya?


Kedua – buku ini kandungan typonya cukup banyak, nggak hanya salah huruf, tetapi juga salah kosakata. Untuk buku yang mengupas tentang sisi intelektual, telah mengalami revisi dari versi awalnya, dan muatannya juga nggak tebal-tebal amat, rasanya sayang sekali jika proses penyuntingannya kurang rapi.


Terlepas dari apapun, buku ini layak banget buat anda yang ingin merevolusi cara belajar anda saat ini, membangkitkan motivasi belajar, dan mencapai tujuan belajar secara efektif dengan cara yang menyenangkan.


Kalau anda belum menemukan buku ini di toko, atau masih ragu untuk membelinya, buat sementara boleh praktekkan dulu rutinitas yang sudah saya jalani : keluarkan koleksi buku anda, baca dengan saksama, tulis resensinya, jadikan membaca dan menulis bagian hidup anda, dan jangan lupa bergabung dengan grup menulis BAW Community untuk belajar dan berdiskusi bersama :D *modus.com*. 

Judul             :            10 Rahasia Pembelajar Kreatif

Penulis          :            Khrisna Pabichara

Penerbit        :            Zaman

Tebal            :            192 hal

Jenis             :            Non Fiksi

Terbit           :            2013






6 comments:

  1. sayang yaa.. buku bagus kayak gini kok banyak typo dan salah kosakata..
    Btw, Mbak Lyta baca nonfiksi juga cepet yaa.. ngiri deh..

    ReplyDelete
  2. Tergantung nonfiksinya juga mbak, cepet kalo tipis n bahasanya mudah dipahami, kalo yg 300an hal bisa semingguan juga:-)

    ReplyDelete
  3. Hahaha... ada iklannya.

    Tapi top banget dah resensinya.
    Kalau saya sepertinya nomor 3 dan 9 yang susah dijalani hihi..

    ReplyDelete
  4. Scrolll ke bawah, wah...ternyata penulisnya Khrisna Pabichara. tapi banyak typo dan salah kosakata. Padahal sering baca baca kalo bukunya sering dibicarakan.
    Btw, endingnya modus banget, hahaa...

    ReplyDelete
  5. semoga review-nya dilirik sama penerbitnya biar dibuatkan edisi revisinya ya. Soalnya kalo dari manfaatnya, insyaAllah buku ini bermafaat.
    Oiya, sampulnya juga perlu dibuat lebih menarik.

    Dan belakangan baru sadar kalo saya belum ikut BAWCommunity (-_-")

    ReplyDelete
  6. Aku malah belum baca bukunya karena bahasanya itu yg susah nyangkut di otakku hehehehe.....
    Ending resensinya ciamik deh :D

    ReplyDelete