Riawani Elyta: Kilas Lomba Resensi SLTA se-Kabupaten Bintan, 24 September 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Sunday, 5 October 2014

Kilas Lomba Resensi SLTA se-Kabupaten Bintan, 24 September 2014






“Assalamu’alaikum. Ta, insya Allah kami akan menggelar lomba resensi, jadi tolong siapkan novel-novel Lyta untuk diresensikan ya, dan kami juga mengundang Lyta jadi salah satu dewan juri, bla bla bla...”

Pembicaraan dengan rekan saya – Isriyanti - yang juga salah seorang pegawai di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bintan pagi itu, menghadirkan rasa lega di hati saya. Akhirnya, keinginan saya untuk “menitipkan” buku-buku saya di Perpustakaan daerah saya sendiri, kesampaian. Meskipun itu harus ditempuh lewat even lomba resensi. Mengingat sudah beberapa tahun terakhir, pengadaan buku baru belum pernah dilakukan lagi di Perpuskab.


Beberapa tahun sebelumnya, saya juga pernah menitipkan novel perdana saya (Tarapuccino) di Perpuskab,  sebanyak 5 eks, dan setelah itu, saya juga pernah beberapa kali menyampaikan tentang karya-karya saya pada Kepala kantor Perpuskab. Tetapi entah kenapa, belum juga mendapat respons apapun. Mungkin karena terkait ketiadaan pengadaan tersebut, atau juga karena memang "pemberitahuan" ini dianggap bukan sesuatu yang penting-penting banget.

Sekian tahun berlalu, akhirnya penantian saya berbuah hasil. Sesuai pesan Yanti, demikian panggilan akrab teman saya tersebut, bahwa buku yang akan diresensikan tidak boleh terlalu tebal, diutamakan yang berjenis novel, dan bisa dipahami remaja. Akhirnya saya memilih 6 (enam) judul dari buku-buku saya yang sudah terbit : Hati Memilih, Yang Kedua, Persona non Grata, Kitab Sakti remadja Oenggoel, Perjalanan Hati dan Ping, dengan total keseluruhan sebanyak 50 eks.



Singkat cerita, pada tanggal 24 September 2014, bertepatan hari jadi Provinsi Kepri, lomba resensi SLTA se-Kabupaten Bintan pun digelar. Bertempat di Relief Antam Kijang, Bintan Timur, lomba diikuti 48 orang peserta. Saya dan Pak Sulaiman dari Disdikpora serta pak Ridwan, seorang guru SMP yang juga penggiat seni, ditunjuk sebagai dewan jurinya.

Sehari sebelumnya, saat rapat dewan juri, Pak Ridwan ngomong begini ke saya, “Sungguh dek, waktu saya ditelepon Yanti, dan bilang kalau salah satu jurinya adalah penulisnya sendiri, saya kira Perpuskab mengundang penulis dari luar, nggak tahunya, penulis dari Kepri sendiri. Adik selama ini kemana saja? Kok orang Kepri termasuk saya sendiri tidak tahu kalau kita juga punya penulis yang sudah menghasilkan banyak karya?”

Saya tertawa kecil, dan bilang, “Saya nggak tahu Pak harus bilang ke siapa.”

Trus, kata beliau lagi, “Ya sudah, nanti sama bu Yanti pergi saja ke Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi. Bawa semua buku yang sudah adik terbitkan. Beliau sangat respek koq sama anak daerah yang berkarya.”

Dan sampai tulisan ini saya buat, saya belum lagi melakukan apa yang beliau sarankan :D 
Pada dasarnya saya tergolong rada pemalu, - aissh -, saya nggak pede untuk ujug-ujug bawa buku-buku saya menghadap pejabat publik, dan prioritas saya lebih kepada produktivitas dalam berkarya dan karya saya bisa dibaca serta (mudah-mudahan) menginspirasi banyak orang.

Sekarang saya mau gantian cerita tentang lomba resensi. Lomba ini digelar dalam waktu kurleb 3 jam, dan peserta harus menggunakan waktu ini sebaik mungkin untuk membaca dan meresensi judul buku yang mereka dapat dengan cara diundi. Biar adil maksudnya.

peserta lomba lagi serius nih :D

Pukul dua siang...teng! Waktu lomba berakhir. Satu persatu peserta mengumpulkan resensi, dan giliran kami para juri untuk menilai dan memilih 10 orang pemenang. Jujur, sebagaimana yang saya utarakan juga pada saat membacakan pengumuman pemenang, saya salut dengan semangat dan kemampuan anak-anak ini dalam membaca cepat dan menyelesaikan resensi hanya dalam waktu 3 jam! Dan saya juga berprasangka baik bahwa mereka tidak berusaha mencontek dari internet, karena sesekali saya juga berkeliling, melihat bagaimana seriusnya mereka membaca dan menulis, dan rata-rata tulisan mereka memang orisinal.

Akhirnya, 10 orang pemenang berhasil terpilih, dan saya juga salut untuk Pemkab dan Perpuskab yang menyediakan reward cukup lumayan. Juara satunya...dua juta bo’ :D Seumur-umur saya ikutan lomba resensi, belum pernah dapet hadiah segede ini :D


bersama Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Bintan



Pukul empat lewat, seiring hujan yang turun rintik-rintik, even ini pun selesai digelar. Saya pun berpamitan dengan panitia dan peserta, bersama rasa bahagia dalam hati karena telah menyelesaikan tugas menjadi juri, bahagia melihat antusias para peserta, apresiasi panitia dalam hal ini Perpuskab Bintan, juga bahagia lihat nominal honor dewan juri, ehh :D.

Sungguh, saya berharap even-even pemicu motivasi remaja untuk membaca dan menulis seperti ini, kian digalakkan oleh pemda setempat melalui dinas terkait, agar tujuan mencerdaskan bangsa ini lewat kegemaran membaca (dan menulis) buku,  dapat tercapai.


No comments:

Post a Comment