Riawani Elyta: REVIEW NOVEL LOVE PUZZLE : MENIKMATI PUZZLE CINTA YANG BIKIN LUPA DUNIA!

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Sunday, 9 February 2014

REVIEW NOVEL LOVE PUZZLE : MENIKMATI PUZZLE CINTA YANG BIKIN LUPA DUNIA!





Sinopsis :

Kisah ini dibuka oleh prolog tentang Rasi dan teman-temannya yang tengah menonton film horor, dan diantara mereka, hanya Rasi yang tidak takut. Menurut Rasi, mamanya pernah bercerita kalau waktu kecil dia pernah didatangi hantu, bahkan Rasi sempat ngobrol dan menyerang sang hantu. Itulah sebabnya Rasi tidak pernah takut hantu.


Dan....keping-keping puzzle cerita pun dimulai. Berawal dari Rasi yang bertemu dan berkenalan dengan sosok cowok misterius bernama Raja di atap BIM (Bandung Indah Mall), lalu ketika Rasi bertemu lagi dengan Raja dalam sebuah even pertandingan basket, Raja justru seperti tidak mengenalnya. Kisah berlanjut dengan pertemuan Rasi dan seorang gadis mirip boneka Jepang bernama Ayara yang tersesat, dan pertemuan ini menggiring mereka berdua dalam jalinan persahabatan. Ayara yang lemah, sakit-sakitan, rapuh dan terkucil dari pergaulan merasa sangat bahagia karena Rasi mau bersahabat dengannya.



Di sisi lain, Rasi juga kian akrab dengan Raja meski cowok itu selalu bersikap aneh. Kadang baik dan perhatian, kadang jutek dan kasar, kadang sok romantis, kadang seakan mengalami amnesia hingga tak mengingat apa yang sudah dilakukannya terhadap Rasi.


Pelan tapi pasti, bibit-bibit cinta pun mulai tumbuh di hati Rasi terhadap Raja. Namun belum lagi bibit ini tumbuh bersemi, Rasi kemudian mengetahui kalau Raja adalah kekasih Ayara, meski hubungan keduanya pun terkesan aneh. Kisah mereka ini pun diselingi kisah masa kecil masing-masing, dimana Rasi punya teman kecil bernama Alex dan Ayara memiliki sahabat kecil yang ia panggil Bim Bim.

Seiring perjalanan lika-liku hubungan mereka, satu demi satu misteri tentang Raja mulai mencuat ke permukaan. Misteri yang menggiring Rasi kian jauh terlibat di dalam kehidupan Raja hingga akhirnya berhasil membuka tabir misteri yang selama ini menyelubungi sosok Raja.


Siapa sebenarnya Raja? Mengapa dia selalu berubah-ubah sikap kepada Rasi? Bagaimana sesungguhnya bentuk hubungan Raja dengan Ayara? Adakah semua ini punya benang merah dengan sahabat kecil Ayara dan Rasi?

Sesuai judulnya, novel setebal  286 halaman ini akan membawa pembaca menelusuri rangkaian puzzle demi puzzle cerita hingga lembar terakhir. Selalu ada unsur misteri yang mendorong untuk terus membalik lembar berikutnya. Penulis begitu lincah dan piawai memancing rasa penasaran dengan teknik menyisakan rahasia pada akhir setiap bab atau seperti memberikan teaser lalu membuka bab berikutnya dengan adegan baru atau pun memindahkan pov pada tokoh lainnya, sehingga plot misteri dari novel ini tetap terjaga baik hingga akhir cerita.


Di sini, saya mencoba menyajikan resensi dalam bentuk puzzle juga agar seirama dengan novelnya. Puzzle berasal dari bahasa Inggris yang berarti teka-teki atau bongkar pasang. Dan dalam permainan puzzle, pemainnya dituntut untuk bisa menyusun gambar atau potongan bentuk hingga menjadi gambar ataupun susunan yang utuh.


Demikian pulalah halnya dalam menyusun sebuah novel, setidaknya ada 5 (lima) keping puzzle yang harus tersusun rapi agar cerita dapat terbangun dengan solid, yaitu tema, narasi dan pov, karakter, alur dan plot, serta latar tempat. Jika salah satu puzzle ini dihilangkan atau tidak dilibatkan, maka novel tidak akan terbangun secara utuh. Bayangkan jika novel tanpa karakter, siapa yang akan menggerakkan cerita? Atau novel tanpa tema, sudah pasti hanya akan menghasilkan sebuah cerita yang mengambang.


Nah, berikut ini uraian kelima puzzle yang merangkai novel ini, yaitu :


Puzzle 1 : tema.

Tema novel ini sebenarnya tidak berangkat dari ide yang benar-benar baru. Kisah tentang konflik saudara kembar, dimana yang satu memerankan atau menggantikan posisi kembarannya karena alasan tertentu, telah beberapa kali muncul secara visual di layar televisi, layar lebar maupun yang dituangkan dalam bentuk novel atau komik. Salah satunya adalah serial drama televisi Taiwan favorit saya berjudul the Twins, dimana kedua tokohnya harus berganti peran setelah salah satu dari mereka mengalami operasi wajah pasca kecelakaan.


drama Taiwan the Twins (2004), gambar diambil disini

Tetapi, tentu saja ini bukan sebuah kelemahan. Karena, bukankah tidak ada lagi ide yang benar-benar orisinil saat ini? Justru kepiawaian penulis teruji pada kemampuannya mengolah ide yang biasa dan klise menjadi sesuatu yang baru, kreatif dan tidak mainstream. Dan untuk novel ini, di antara trend novel remaja yang mengangkat tema cinta, persahabatan, atau pun permasalahan dunia remaja pada umumnya seperti pencarian identitas diri, kompetisi, dan lain-lain, langkah penulis untuk mengangkat tema tentang kisah cinta remaja yang melibatkan dua saudara kembar, lalu menggabungkannya dengan unsur misteri yang sedikit beraroma supranatural, selipan sub-konflik berupa perilaku bullying di sekolah dan konflik remaja - orang tua, terbukti memberikan warna tersendiri dan menunjukkan sebuah upaya kreatif dalam penulisan fiksi remaja.



Puzzle 2 : karakter

Novel ini digerakkan oleh 3 (tiga) tokoh sentral, yaitu Rasi, Raja dan Ayara. Ketiga karakter ini berhasil digambarkan secara kuat oleh penulis, sehingga pembaca dapat mengenal secara spesifik ciri-ciri fisik, psikis dan sifat masing-masing tokoh tersebut. Rasi yang memiliki indera keenam, hobi memotret, pemberani dan sangat perhatian, Raja yang misterius (saya memilih untuk tidak menjelaskan secara spesifik tentang Raja, karena puzzle karakter yang satu ini sangat berpotensi menjadi spoiler bila dibuka identitasnya), dan Ayara yang digambarkan mirip boneka Jepang, lemah dan sering sakit-sakitan sejak kecil juga kerap menjadi sasaran bully dari teman-teman sekolahnya.


Selain itu, juga terdapat beberapa karakter pendukung seperti teman-teman Rasi dan Raja, orang tua Raja dan Ayara, teman-teman sekolah yang mem-bully Ayara, dan lain-lain yang turut meramaikan kisah ini sesuai porsinya masing-masing.



Puzzle 3 : narasi dan pov (point of view)

Novel ini dinarasikan dengan pov 3 secara bergantian oleh ketiga tokoh utamanya (Rasi, Raja dan Ayara). Bahasa dan dialog dalam novel ini sangat sesuai dengan genrenya sebagai novel remaja, yaitu bercirikan lincah, dinamis, ringan, meremaja dan menggunakan pilihan kosakata yang tidak rumit. Paduan ini membuat jalinan kisah dalam novel ini sangat mudah dinikmati dan mengasyikkan untuk dibaca hingga akhir.



Puzzle 4 : alur dan plot

Novel ini menggunakan alur campuran, yaitu alur maju dengan diselingi flashback kisah masa kecil dan masa lalu ketiga tokoh utamanya. Seperti telah disebutkan, bahwa penuturan penulis yang lancar dan lincah mengalirmembuat penggunaan alur campuran ini dapat dinikmati dengan mudah dan tidak menimbulkan kebingungan.


Diantara semua puzzle penyusun novel ini, saya pikir, puzzle plot adalah juaranya dalam membuktikan kepiawaian penulis. Tak dipungkiri, bahwa plot yang berunsur misteri dan suspense memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi. Penulis harus sangat berhati-hati dalam menyusun setiap rangkaian hubungan sebab akibat untuk mencegah terjadinya plothole, dan di sisi lain juga harus tetap menahan rahasia agar rasa penasaran pembaca tetap bertahan hingga ending. Dan dalam hal ini, penulis sangat berhasil melakukannya. 

Beberapa clue atau petunjuk dan informasi disebar secara bertahap dan tidak langsung dibuka lebar pada bab-bab awal, dan hebatnya lagi, setiap informasi dan petunjuk yang diberikan memiliki relevansi dengan plot pada bab-bab berikutnya, hingga tidak dianjurkan untuk membaca novel ini secara skip atau melompat-lompat, karena kehilangan satu clue bisa menimbulkan kebingungan saat membaca kelanjutannya.


Meski demikian, plot dalam novel ini juga memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi. Saya membayangkan jika satu keping puzzle clue-nya dihilangkan, maka rangkaian misteri selanjutnya pun terancam bubar. Contohnya saja, jika Rasi tidak diceritakan memiliki indera keenam, maka tidak mungkin Rasi mampu mengenali siapa sebenarnya yang menemuinya di atap BIM, atau jika penulis langsung menggunakan nama asli dari tokoh “sebenarnya” dibalik sosok Raja, maka misteri kisah ini pun bisa terungkap di saat cerita baru bergerak beberapa bab saja.


Salah satu bagian penting dari alur dan plot adalah konflik. Ada beberapa konflik dan sub konflik yang dihadirkan dalam novel ini. Diantaranya konflik perseteruan antara Rasi dan Raja saat Rasi mulai mencium misteri kehidupan dan masa lalu Raja, konflik cinta segitiga antara Rasi – Raja – Ayara yang juga dipengaruhi oleh kondisi psikis dan fisik Ayara, sub konflik pertentangan antara Raja dengan kedua orang tuanya, kisah bully terhadap Ayara oleh teman-temannya dan sibling rivalry antara Raja dan saudara kembarnya.


Untuk elemen yang satu ini, penulis berhasil mengemas konflik secara bertahap dan menghadirkan solusi demi solusi yang cukup proporsional. Kisah cinta khas dunia remaja juga berkontribusi memberikan warna dan kesan manis pada novel dengan gambar sampul yang cukup menarik ini. Termasuk beberapa adegan manis yang mengingatkan saya pada visualisasi drama Korea.



Puzzle 5 : latar tempat

Keseluruhan kisah ini mengambil latar tempat di Bandung, dengan menampilkan beberapa objek seperti BIM, lapangan basket, Studio Trans, sekolah, dan lain-lain. Meski tidak dideskripsikan terlalu detil, secara keseluruhan latar tempat yang dibangun cukup mendukung perjalanan cerita.


 Dengan semua kelebihan tersebut, bukan berarti novel ini tak menyimpan hal-hal yang terasa janggal. Bagi anda yang hobi bermain puzzle, saat memainkannya, selain merasa asyik dan seru, terkadang juga pernah merasa sebel, bingung atau geregetan, bukan? Bisa jadi karena gagal menemukan potongan puzzle yang tepat atau pun waktu yang digunakan untuk menyelesaikan permainan puzzle ternyata sangat lambat. Nah, pengalaman membaca novel ini pun tak luput dari beberapa hal yang bikin saya geregetan dan bertanya-tanya , antara lain :

Adegan

  •   Tak dipungkiri, bahwa tingkat kesulitan yang tinggi dalam merangkai cerita berunsur suspense, sangat berkemungkinan memunculkan adegan-adegan kebetulan. Novel ini pun tak luput dari kehadiran beberapa adegan kebetulan, misalnya pada saat Rasi bertemu Ayara yang kesasar, Rasi yang tak sengaja menguping pertengkaran Rasi dan Raja di toilet, Rasi yang berjalan-jalan dan tahu-tahu sampai di depan sebuah rumah yang tak lain adalah kediaman Raja, dan lain-lain.
  •  Pada halaman 16, terdapat adegan dimana Rasi menemukan police line yang berjuntai ke lantai pada pintu besi menuju atap BIM. Padahal peristiwa yang terjadi di atap BIM itu sudah berlangsung empat tahun lalu, jadi semestinya police line itu telah dicabut.
  •  Pada adegan tangan Ayara tertimpa penutup piano karena ulah Alex, apakah kira-kira cukup logis jika tindakan itu bisa membuat saraf-saraf tangan jadi terputus hingga Ayara tak bisa lagi bermain piano? Dan jika hal itu membuat Ayara jadi membenci Alex, mengapa pada kisah selanjutnya (saat mereka tumbuh remaja) justru Ayara ngotot menganggap Alex kekasihnya demi “menghidupkan” kenangannya akan kekasihnya yang telah tiada dan tak lain adalah saudara kembar Alex? Cukupkah hal ini dibangun oleh alasan bahwa Ayara tidak bisa menerima kenyataan akan kepergian kekasihnya?
  • Deskripsi adegan bully terhadap Ayara, saya pikir terasa sedikit berlebihan. Seseorang yang rapuh dan sakit-sakitan, lebih masuk akal jika digambarkan memancing perasaan iba dan simpati, atau cukup dikucilkan saja, dan bukannya malah di-bully secara “kejam” hanya karena rebutan cowok sehingga mengesankan para remaja pembully itu adalah sekelompok remaja berjiwa bar-bar dan tak punya belas kasihan. Toh alasan dikucilkan saja, sudah cukup untuk membentuk karakter remaja  yang rapuh dan merasa kesepian seperti Ayara, karena bagi remaja, persahabatan dan bersosialisasi adalah hal sangat penting dan membuat mereka bahagia.


Karakter
Jujur, karakter yang paling bikin saya geregetan  adalah para orang tua dari tokoh-tokoh utama ini terutama orang tua Raja. Selain porsi peran mereka sangat minim, mereka juga digambarkan sebagai orang tua yang kurang bertanggung jawab, penuntut, kurang perhatian, menjauhi dan membenci sang anak saat terlibat kenakalan remaja, tidak menyadari saat anak mereka mengalami depresi juga ketika salah satunya divonis menderita kanker otak, bahkan sang ibu ikut-ikutan depresi saat kehilangan anak yang dicintainya, lalu sang ayah yang terlalu sibuk dan baru muncul setelah semuanya terlambat.


Namun demikian, saat menyelesaikan novel ini, barulah saya memahami bahwa karakter orang tua Raja sepertinya memang “harus” dikondisikan demikian demi menjaga perjalanan keping-keping misteri novel ini hingga cerita berakhir.



Lain-lain

Kenapa harus ada banyak penyakit yang muncul dalam cerita ini ya? Mulai dari kanker otak, masalah kekebalan imun, hingga depresi. Dan untuk depresi ini bahkan dialami oleh beberapa tokoh sekaligus, yaitu tokoh Raja, Ayara dan juga ibunya Raja. Kematian salah satu tokohnya karena bunuh diri, juga peristiwa dimana Ayara juga hampir bunuh diri, menurut hemat saya, masih bisa digantikan dengan adegan lain yang tidak menggambarkan sikap pesimis dan putus asa dalam menyelesaikan persoalan, mengingat novel ini ditujukan untuk pembaca dari segmen usia remaja.



Typo

Beberapa typo dalam novel ini :

Hal. 32            : kelakukan, harusnya kelakuan

Hal. 37            : tebak-tebakkan, harusnya tebak-tebakan

Hal.38             : membelalakan, harusnya membelalakkan

Hal. 49            : merongoh, harusnya merogoh

Hal. 57            : menelesup, harusnya menelusup


Terlepas dari hal-hal yang bikin geregetan tersebut, novel ini sangat asyik untuk dinikmati bahkan buat pembaca yang sudah tak lagi remaja seperti saya, terselip pesan positif tentang betapa pentingnya perhatian orang tua terhadap anak, bahwa orang tua sebaiknya jangan membanding-bandingkan anak dan menuntut mereka menjadi seperti yang diinginkan, karena hal ini akan berdampak besar pada kondisi psikis mereka hingga usia remaja. 

Novel ini juga akan menggugah kesadaran pembaca tentang kasih sayang dan keterikatan batin yang sangat kuat antara saudara kembar, dan bahwa seorang remaja pun punya sikap tanggung jawab yang besar seperti yang terwakilkan oleh karakter Raja. Serta tentu saja, berkutat pada kenangan indah masa lalu bukanlah pilihan bijak, karena kenangan tetaplah kenangan, apa yang harus kita lakukan adalah menerima kenyataan demi melepaskan diri dari belenggu masa lalu yang hanya menghadirkan kebahagiaan semu. 

Sebagaimana Horatius mengungkapkan fungsi sebuah karya sastra yaitu dulce et utile - something sweet and useful, maka novel Love Puzzle ini kiranya mampu memenuhi fungsi tersebut. Sebuah novel yang tak hanya meninggalkan kesan manis, tetapi juga memiliki hal-hal positif yang dapat diteladani pembaca.

Saya kutip dua kalimat favorit saya dari novel ini :

Kenangan, kadang terasa lebih nyata dari kenyataan. Seberapa besar pun perjuangan membuat kenangan itu jadi nyata, kenangan hanya hidup dalam ingatan. (hal. 68).


Apa yang terlihat bisa menipu, tapi hati selalu tahu kebenarannya. Selalu dengarkan kata hatimu. (hal. 86).


Saya ucapkan salut untuk penulis, yang telah berhasil mengombinasikan kisah misteri dengan dunia remaja dalam sebuah novel yang menarik, unik dan memberi pengalaman membaca yang seru dan mengasyikkan. Saya jadi teringat masa remaja dulu, saya yang begitu tergila-gila dengan novel-novel detektif terkadang sampai lupa makan, minum dan istirahat siang kalau sudah tenggelam dalam bacaan yang seru-seru. 

Ternyata, belasan tahun berlalu, saya kembali mengalaminya saat membaca novel Love Puzzle, dan rasanya tak rela saat tahu-tahu saja “perjalanan” bersama novel ini sudah tiba pada lembar terakhir. Saya rekomendasikan novel ini padamu – baik remaja maupun dewasa - yang menggemari pengalaman membaca yang mengasyikkan dan tidak mainstream. Dan berhati-hatilah, karena menikmati keping-keping puzzle dalam novel ini bisa bikin kamu lupa dunia!

Judul                          :            Love Puzzle
Penulis                        :            Eva Sri Rahayu
Penerbit                      :            Nourabooks
Tebal                          :            286 hal
Genre                         :            Fiksi
Terbit                          :            2013
ISBN                          :            9786021606049



Resensi ini diikutsertakan dalam Lomba review Love Puzzle, yang didukung oleh :
http://www.smartfren.com/ina/home/



http://www.noura.mizan.com/


Yuk, ikuti book trailernya di sini :

12 comments:

  1. Uwwwooowww..resensi mantap, Mbak!! ;)

    ReplyDelete
  2. wowww... resensi ini luar biasa keren. Baguuuuus. two thumb up buat mb lyta

    ReplyDelete
  3. Waduh, ketinggian pujiannya mbak eky, btw, thanks ya udah setia berkunjung :-)

    ReplyDelete
  4. Komplit bangeeeet.. ulasannya mendalam. ehem,. calon juara lagi nih ;)

    ReplyDelete
  5. Komplit bangeeeet.. ulasannya mendalam. ehem,. calon juara lagi nih ;)

    ReplyDelete
  6. Komplit bangeeeet.. ulasannya mendalam. ehem,. calon juara lagi nih ;)

    ReplyDelete
  7. Komplit bangeeeet.. ulasannya mendalam. ehem,. calon juara lagi nih ;)

    ReplyDelete
  8. Aihh saan semangat banget recomment ampe 4x, hihihi

    ReplyDelete
  9. Terima kasih reviewnya, Mbak Riawani ^_^
    Kritik dan sarannya sangat berarti untuk lebih baik ke depannya.

    ReplyDelete
  10. Lengkap dan dituliskan dengan cantik reviewnya Mbak ^^b

    ReplyDelete
  11. Udah naksir buku ini pas baca review nya di blognya Kak Luckty, ternyata Mbak Lyta juga pernah nulis toh *lagi iseng baca2 resensi orang XD*

    Tambah pengin baca deh jadinyaaaa.... Tapi aku baca resensinya Mbak Lyta juga mesti lompat-lompat sana sini supaya nggak kecipratan spoiler. Hehehehe

    ReplyDelete