Riawani Elyta: Resensi Novel I've Got Your Number : Kisah dari Berbagi Ponsel

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Friday, 3 January 2014

Resensi Novel I've Got Your Number : Kisah dari Berbagi Ponsel


Judul               :           I’ve Got Your Number
Penulis             :           Sophie Kinsella
Penerbit           :           Gramedia Pustaka Utama
Terbit               :           Mei 2012
Halaman          :           576 hal

Kisah berawal dari hilangnya cincin pertunangan Poppy Wyatt dalam sebuah acara amal. Masalahnya, cincin itu adalah cincin pertunangannya, dan telah menjadi milik keluarga Magnus sang tunangan selama tiga generasi. Tak cukup sampai disitu, ponselnya pun ikut raib gara-gara kecopetan. Padahal, dalam beberapa hari ke depan, Poppy harus bertemu dengan calon mertuanya.

Dalam keadaan kalut, Poppy menemukan sebuah ponsel di tempat sampah. Baginya, sebuah ponsel yang dibuang, statusnya menjadi milik publik.  Poppy lalu menggunakan ponsel itu untuk menghubungi semua staf hotel tempat digelarnya acara amal, agar menghubunginya jika cincin itu ditemukan.


Namun, masalah lain membuntutinya saat kemudian diketahui bahwa ponsel itu adalah milik Sam Roxton, dan selama ini, ponsel itu digunakan asistennya untuk mengurusi pekerjaannya. Sementara itu, Poppy masih memerlukan ponsel tersebut sampai cincinnya berhasil ditemukan. Maka, dimulailah perjalanan hidup Poppy yang begitu rumitnya, dengan harus meneruskan semua email dan pesan masuk ke ponsel Sam Roxton kepada pemiliknya, ditengah-tengah kesibukannya mempersiapkan pernikahan, menghadapi orang tua Magnus yang intelek, juga fakta-fakta tak menyenangkan tentang Magnus yang baru ia ketahui pada hari-hari menjelang pernikahan. Seiring dengan itu, Poppy pun mulai terlibat dalam kehidupan dan karir Sam Roxton saat rasa penasaran menggiringnya untuk membaca dan banyak ikut campur dalam membalas email-email yang ditujukan untuk Sam.

Berhasilkah Poppy mengatasi semua masalahnya  itu? 

Kali pertama membaca karya Sophie Kinsella, penulis chicklit yang fenomenal dengan serial populernya Shopaholic, dan penulis berhasil membuat saya jatuh cinta dengan gaya penuturannya yang lincah, cerdas, dan kerap diselipi dengan humor-humor serta catatan kaki yang menggelitik. Alur dan plot yang dinamis, konflik yang variatif dan berkesinambungan, penggambaran karakter yang hidup ditunjang pula oleh dialog-dialog yang segar turut menjadi faktor-faktor yang membuat novel ini terasa begitu mengasyikkan, seru dan sayang untuk melepaskannya sebelum tuntas. Ide unik tentang "berbagi ponsel" yang menjadi "nyawa" cerita ini juga layak diacungi jempol.

Namun, hal-hal yang terasa absurd turut mewarnai sebagian besar alur cerita ini. Bab awal saja sudah dibuka dengan serangkaian kisah yang rasanya hanya mungkin terjadi di dalam dunia khayal penulisnya : cincin berharga yang mendadak hilang – keributan kecil di acara amal – ponsel milik Poppy yang dicopet orang bersepeda (?) – penemuan ponsel di tempat sampah. 

Selanjutnya, satu demi satu ketidaklogisan muncul bergantian sepanjang cerita, salah satunya adalah pada adegan saling membalas pesan masuk antara Poppy dan Sam yang terasa sangat berlebihan untuk dilakukan dalam waktu yang singkat, ide untuk mengenali suara seseorang yang menelpon dengan cara mencarinya di tengah-tengah begitu ramai orang yang menghadiri konferensi, dan kebetulan-kebetulan yang dimunculkan untuk menjadi benang perekat antar plot. Kisah ini pun ditutup dengan akhir yang – sekali lagi – rasanya sangat sulit untuk membayangkannya bisa terjadi di dunia nyata.

Meskipun demikian, Sophie terbilang cukup berhasil membangun situasi dan hubungan sebab akibat yang mendukung terciptanya ketidaklogisan tersebut menjadi sesuatu yang terasa real dan “memaksa” pembaca ikut masuk pada jalan cerita yang ia tulis, mengajak pembaca bersepakat bahwa fiksi adalah tempat terindah untuk mengeksplorasi khayalan dan menjadi terhibur karenanya. Satu yang pasti, setelah meletakkan novel ini, saya jadi penasaran untuk menikmati karya Sophie berikutnya.

20 comments:

  1. hahahahaha.... satu hal yang aku sukai dan sepertinya aku suka karena satu alasan yaitu sepakat, adalah:
    di dunia ini ada 2 hal yang kita tidak boleh setengah-setengah melakukannya, yaitu narsis dan kalau mengkhayal jangan setengah-setengah.
    hahahaha
    membaca tulisan kinsela adalah sebuah hiburan yang menggembirakan hati buatku. hidup jadi terasa lebih ringan.

    ReplyDelete
  2. iya mbak Ade, kalo udah baca novel Sophie aq seperti pindah ke dunia lain, ke alam khayalnya dia dan terpingkal2 bersamanya, hehe

    ReplyDelete
  3. Novel2 seperti ini asyik buat nongkrong ya, atau menjadi "goa" :)

    ReplyDelete
  4. iya Eni, asik untuk melabuhkan penat :)

    ReplyDelete
  5. belum pernah baca satupun, jadi penasaran. suka banget pas kak lyta bilang "fiksi adalah tempat terindah untuk mengeksplorasi khayalan" sepakat!

    ReplyDelete
  6. Mbak ria (seolah manggil diri sendiri meski kalah produktif), saya belum baca versi gramedia. Tapi di ebook yg saya baca, saya mendapat gambaran jelas kenapa cincin tsb bisa hilang. Lalu di bagian lain, saya juga tidak merasa terganggu kecuali makin yakin kalau kasus lari dari altar gereja memang trend bgt ya :D

    ReplyDelete
  7. Suka sama resensinya. Kapan2 sy juga mau beli ah novel2nya Sophie. Jadi tambah penasaran.

    ReplyDelete
  8. belum pernah baca juga karya Sophie.. jadi penasaran stlh baca review ini..
    Mbak Lyta, dapet novel ini dari reward penerbit setelah meresensi ya? *tuduhansemena-mena

    ReplyDelete
  9. Aku belum pernah baca bukuna Sophie Kinsela. Aduh, payah bener yak aku :D

    ReplyDelete
  10. Mbak ria , mungkin yg di versi ebook lbh gamblang ya penjelasannya, dan krn selama ini sy memang lbh pro fiksi yg terasa real:-)

    ReplyDelete
  11. Lina, mbak eky, saya juga baru pertama nh baca novel sophie n langsung suka:-)

    ReplyDelete
  12. Mbak linda, beli sendiri mbak, blm pernah dpt reward resensi dr GPU :-)

    ReplyDelete
  13. kangen baca resensinya mbak Elyta yang kriuk gurih sekarang terobati :D

    ReplyDelete
  14. eia, klo sempat mampir yuk mbak :D di sini, makasih :)
    http://www.braveandbehave.blogspot.com/2013/12/belajar-sekaligus-dibayar-hanya-di-e.html

    ReplyDelete
  15. Rasanya gak asing sama jeng sophie ini:)

    ReplyDelete
  16. Jadi penasaran juga.. masih available ga ya di tokbuk..

    ReplyDelete
  17. Mbak Sarah , temen SMP kali ? Qiqiqiqi

    ReplyDelete
  18. Santi, kalo dikotaku ada, harusnya di jkt ada, hehe

    ReplyDelete