Riawani Elyta: RESENSI KITAB CINTA DAN PATAH HATI

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Tuesday, 21 January 2014

RESENSI KITAB CINTA DAN PATAH HATI


 
Judul                          :            Kitab Cinta dan Patah Hati
Penulis                       :            Sinta Yudisia
Penerbit                      :            Indiva Media Kreasi
Tebal                          :            384 hal
Genre                         :            Non Fiksi
Terbit                         :            Juni 2013
ISBN                          :            9786028277990


Resensi                       :
Cinta tak pernah habis untuk diperbincangkan. Cinta menjadi pengalaman batin yang dirasakan oleh setiap manusia, meski pada kenyataannya, makna cinta tetaplah menjadi misteri hati. Seiring dengan itu, terdapat sisi lain dari proses dan pengalaman mencintai, yaitu patah hati. Yaitu rasa kehilangan dan kecewa yang umumnya timbul saat cinta terlepas dari genggaman ataupun gagal di tengah jalan.

Buku setebal 384 halaman ini akan mendedahkan secara detail pembahasan tentang cinta dan patah hati baik dari sudut pandang ilmiah, empiris, psikologi maupun dari sisi islami yang ditunjang oleh dalil-dalil Al-Quran dan Hadits. 

Pada 2/3 bagian awal, pembaca akan disuguhkan pembahasan lengkap tentang cinta. Bagian ini terdiri atas sepuluh bab, dan masing-masing bab memberi uraian tersendiri tentang cinta.

Pada bab 1 yang berjudul Definisi Cinta, penulis membeberkan definisi cinta dalam berbagai bahasa, cinta dalam pengertian filosofis, juga makna cinta yang sejati. 

Bab 2 mendedah secara gamblang dan detail penjelasan ilmiah tentang proses munculnya rasa cinta termasuk bentuk hubungan cinta mulai dari tahap non love atau tanpa cinta hingga consummate love atau cinta sempurna. 

Bab selanjutnya pula akan menjelaskan tentang keterlibatan otak, sensori, indera, persepsi dan emosi terhadap munculnya rasa cinta. Satu hal menarik pada bagian ini, bahwa dari hasil penelitian di University of Hamburg, Jerman, menunjukkan bahawa rangsang pada pendengaran lebih cepat melibatkan emosi dibandingkan penglihatan. Itu sebabnya orang lebih mudah tersulut emosi saat mendengar kata-kata yang terucap dengan sengit daripada melihat ekspresi orang yang tengah marah.

Pembahasan pada bab ini berlanjut dengan bab berikutnya yaitu tentang perilaku dalam cinta. Perilaku yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya warisan budaya, genetik, lingkungan dan pengalaman hidup.

Pada bab selanjutnya yaitu true love, cinta sejati, penulis akan mengajak kita memahami makna sesungguhnya dari cinta sejati, yaitu cinta yang berorientasi pada Allah swt, dan akan membimbing manusia pada keteguhan dalam tauhid.

Tips-tips bagi mereka yang belum menemukan jodoh turut dibahas pada bab Menemukan Cinta Sejati. Diantara tips-tips ini adalah berdoa, beristigfar, taubat, beribadah, berbakti pada orang tua dan tetap menjaga pikiran positif.
Tips-tips bagi mereka yang telah memasuki mahligai rumah tangga pun tak ketinggalan turut diuraikan pada bab selanjutnya yang berjudul Menjalani Cinta dan Mempertahankan Cinta.

Bagian tentang Cinta ini ditutup dengan kisah-kisah cinta sejati yang melegenda, mulai dari kisah cinta Rasulullah bersama para istrinya, kisah cinta para shahabiyah dan pendamping hidupnya, Shah Jahan dan Mumtaz, hingga Songtsan Gambo dan putri Wen Cheng.

Lalu bagaimana pula dengan bagian kitab patah hati?

Meski porsi uraiannya tidak sebanyak pembahasan tentang cinta, bagian ini pun menyajikan ulasan tak kalah lengkap dan detail tentang patah hati. Mulai dari definisi patah hati, type-type patah hati dari sudut pandang psikologis, bagaimana cara menyembuhkan patah hati dan bangkit dari keterpurukan, obat patah hati baik yang bersifat obat psikis maupun fisik, serta sebagaimana bagian sebelumnya, bagian ini pun menjadikan kisah-kisah patah hati dan legenda patah hati sebagai pamungkasnya, diantaranya tentang kisah antara Napoleon Bonaparte dan Josephine, Cleopatra dan Marc Anthony, hingga Marilyn Monroe dengan tiga kali pernikahannya yang gagal. Sedangkan bagian kisah legenda menampilkan kisah tersohor Laila Majnun, The Phantom Operas dan The Lady of Camellias.

Ada beberapa poin penting yang membuat buku bersampul warna ungu dan merah jambu ini menjadi sangat istimewa, yaitu :
1.      Menguraikan secara lengkap pembahasan tentang cinta dan patah hati dari sudut pandang Islam, ilmiah, psikologis dan empiris dengan menyajikan dalil-dalil dan analisa yang kuat sebagai pendukung hipotesa, gagasan dan kesimpulan.
2.      Disajikan dengan bahasa yang mudah dipahami, penuturan yang lancar dan gaya populer sehingga cocok untuk segmen pembaca dewasa maupun remaja
3.      Memberikan banyak pemahaman dan wawasan terkait hal-hal yang relevan dengan eksistensi cinta dan patah hati, mulai dari keterlibatan panca indera, otak, perasaan dan jiwa manusia, kesehatan, faktor lingkungan, dan sebagainya
4.      Memberikan tips-tips praktis dan bermanfaat bagi orang-orang yang tengah menjalani proses pencarian cinta, yang sedang menjalani ikatan cinta, juga bagi mereka yang mengalami patah hati
5.      Turut menyajikan hikmah dan inspirasi yang bisa dipetik dari kisah-kisah dan legenda abadi tentang cinta dan patah hati yang pernah dialami segolongan umat manusia di muka bumi ini
6.      Memberi pemahaman akan makna cinta sejati yang sesungguhnya, yaitu cinta yang berorientasi hanya kepada Allah swt dan segala sesuatu yang kita lakukan hendaklah bersandar pada harapan akan meraih cintaNya

Kalaupun tercatat kekurangan, mungkin terletak pada pembahasan struktur otak manusia pada bab 3 bagian pertama yang terlalu detail sehingga mirip penjelasan pada buku-buku ilmu biologi, juga pada bagian akhir yang tidak ditutup oleh semacam epilog atau bab yang memuat kesimpulan dari keseluruhan isi ataupun sekadar berisi kalimat saran dan motivasi kepada pembaca untuk mengambil intisari dari buku ini. Sesuatu yang tampak sepele, tapi dapat meninggalkan kesan yang lebih manis dalam benak pembaca terhadap apa yang telah disajikan secara komplit dan komprehensif sejak awal, jika itu dilakukan.

Namun hal ini tidak sampai mengurangi keistimewaan dari buku yang ditulis oleh Ketua FLP Nasional ini. Oleh karenanya, buku ini sangat direkomendasikan sebagai bahan bacaan yang bergizi dan informatif bagi pembaca dari berbagai segmen dan kalangan, menjadi referensi untuk seminar-seminar remaja yang membahas tentang cinta, ataupun bagi para penulis yang memerlukan bahan yang kokoh dan konstruktif tentang cinta dan patah hati dalam penulisan bukunya, baik buku fiksi maupun nonfiksi.

19 comments:

  1. mba sinta ini juga menulis non fiksi toh??? baru tau saia....

    ReplyDelete
  2. baru semalem aku mampir di resensi IRC'mu mba...weks, semangat bacanya wajib aku cotek aaaaah*termasuk belajar cara resensinya ^_^

    ReplyDelete
  3. Iya mbak Sarah, keren banget lhoo buku ini :)

    ReplyDelete
  4. Mbak Eni : tahun ini pingin lebih semangat baca buku dan meresensi, nulis novelnya nomor sekian dulu, hehe

    ReplyDelete
  5. Wah... Mbk sinta keren ya. Buku panduan cinta.

    ReplyDelete
  6. iya mbak Anik, bahasannya juga komplit :)

    ReplyDelete
  7. kumplit mengupas.. cirikhas resensi mbak ria.. ga ada curcolnya dan becandanya sama sekali qiqiqi..

    ReplyDelete
  8. Binta, syarat IRC kan salah satunya analisa, hehe, kalo syaratnya nyari yg komikal ntar bisa diatur koq gaya resensinya :)

    ReplyDelete
  9. Kalo gitu, buku ini bisa dipake buat referensi nulis cerita cinta, ya? Jadi kepengen beli.... :D

    ReplyDelete
  10. Octa, kalo untuk genre amore, novel ini boleh koq jd referensi, novel A Miracle of Touch juga boleh, wkwkwkwk

    ReplyDelete
  11. Saya buku ini maunya mau ikutan lomba resensi kemarin eh belum selesai bacanya. Mau saya ikutkan IRC2014 juga ah hehe

    ReplyDelete
  12. iya ikutan ini aja Ridho, yg kemaren sy gak boleh ikut, hehe

    ReplyDelete
  13. Aku belum pernah baca buku-buku nonfiski mbak Sinta selain fiksinya. Hanya, jika melihat catatan-catatan yang beliau tulis di laman note facebook, sepertinya bahasanya tidak akan jauh-jauh seperti itu, di mana arom psikologinya begitu kental dan kuat.

    ReplyDelete
  14. Iya mbak eky, krn beliau memang kuliah psikologi ya

    ReplyDelete
  15. resensinya mantav.. betul2 menjadi suri teladan yg baik.. :)

    ReplyDelete
  16. Makasih kunjungannya mbak Linda :-)

    ReplyDelete
  17. Komplitty resensinya. Keren banget. Tiap2 orang punya gaya masing2 dan resensi ini khas dirimu.

    ReplyDelete
  18. Octa , sori salah komen yg diatas, iya ini bisa jd referensi untuk cinta :-)

    ReplyDelete