Riawani Elyta: RESENSI BUKU MENCINTAI TAK BISA MENUNGGU

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Tuesday, 21 January 2014

RESENSI BUKU MENCINTAI TAK BISA MENUNGGU

 
Judul                          :            Mencintai Tak Bisa Menunggu
Penulis                        :            Brili Agung Zaki Pradika
Penerbit                      :            Quanta
Tebal                          :            215 hal
Genre                         :            Non Fiksi
Terbit                         :            2013
ISBN                          :            9786020206080


Resensi                       :
Membaca judulnya saja, pembaca bisa dibuat terkecoh, mengira kalau buku ini hanya berkutat pada masalah cinta afeksi belaka, yaitu cinta yang berdasar ketertarikan antar lawan jenis. Sepertinya, memang sudah menjadi strategi pemasaran dari buku-buku non fiksi motivasi dewasa ini, untuk selalu menonjolkan kata “cinta” yang berkonotasi afeksi pada judulnya  meski isinya merepresentasikan cinta dalam bentuk yang universal. Salah satunya sebagaimana dipaparkan oleh buku bersampul kuning ini.

Buku ini terbagi atas tiga bagian. Bagian Pertama berjudul Cintai Tuhanmu, Cintai Dirimu. Ada 15 catatan dalam bagian ini, terdiri atas kunpulan kisah-kisah ringan inspiratif, baik yang bersumber dari pengalaman pribadi maupun orang lain, ataupun sekadar catatan yang berisi penggugah semangat. Catatan-catatan pada bagian ini berfokus pada bagaimana meningkatkan kualitas hidup melalui berbagai langkah, dimulai dengan berani bermimpi, membuat rencana dan target hidup dalam rangka mewujudkan mimpi tersebut, membina mental yang kokoh, menghimbau akan pentingnya aktivitas membaca, menulis dan mendidik, juga menggugah kesadaran akan rasa syukur terhadap anugerah Tuhan yang luar biasa.

Disini, kita akan membaca catatan berisi daftar impian sang penulis, apa pula daftar rencana dan target serta bagaimana ia merealisasikannya, serta beberapa kisah inspiratif tentang orang-orang yang memperoleh anugerah Allah sebagai buah keikhlasan dan kerja kerasnya.

Bagian kedua berjudul Cinta Tak Bisa Ditunda. Berisi 13 catatan tentang cinta dari dan kepada orang-orang yang kita sayangi. Cinta kedua orang tua kepada kita dan bagaimana semestinya kita menunjukkan cinta dan bakti kepada mereka, termasuk tips-tips menata hati dan bangkit dari masa lalu menuju perubahan hidup yang lebih bermakna.

Bagian ketiga pula yang berjudul From Twitter With Love, berisikan kultwit atau kompilasi sharing bermanfaat yang diambil dari twitter, diantaranya kultwit tentang pria sejati, memilih jodoh, perempuan terbaik, dan sebagainya.

Membaca buku setebal 215 halaman ini, kita seakan disajikan dengan serangkaian catatan berpola acak, semua tersusun tanpa urutan yang pasti antara kisah pengalaman pribadi, pengalaman orang lain, opini dari penulisnya sendiri, ataupun sekadar catatan ringan berisi definisi dari kata tertentu dan obrolan yang bersifat guyon.

Sebagai contoh pada bagian pertama, setelah disuguhkan dengan catatan-catatan berisi impian, target dan realisasi impian dari si penulis, catatan dilanjutkan dengan sebuah surat guyon tentang kriteria cowok kere di mata wanita, catatan tentang pengalaman menggugah seorang tukang becak yang tulus, lalu tiba-tiba dilanjutkan dengan catatan berisi kriteria tentang mahasiswa yang luar biasa yang disajikan dalam rangkaian kalimat nasehat serupa gurindam.

Ini contohnya :
Jadilah mahasiswa yang rajin berdoa. Disitulah kamu memahami kalau Tuhanmu itu ada.
Jadilah mahasiswa yang anti meminta-minta. Harga dirimu diatas segala-galanya.
Jadilah mahasiswa yang tidak sempurna. Karena dari situlah kamu belajar pada siapa saja.
Dan seterusnya.

Dilihat dari konten dan cara penyajiannya, ini adalah non fiksi motivasi bersifat ringan, yang bisa ditulis oleh penulis tanpa latar belakang pendidikan khusus, yang penting punya kemampuan menulis yang baik, peka terhadap lingkungan, mampu membaca hikmah dibalik peristiwa, berwawasan luas serta memiliki pengalaman pribadi ataupun orang lain yang menarik dan punya nilai inspiratif untuk diceritakan. Kita tidak akan menemukan adanya analisa teoritis dari sisi manapun dari buku ini, baik dari sudut pandang psikologis, empiris, ilmiah, filosofis, dan sebagainya. Semua semata-mata berisi penyajian kisah dan opini sang penulis, yang dipercantik dengan taburan kalimat-kalimat motivasi pada hampir setiap catatannya.

Dan, saya juga tidak melihat adanya esensi yang benar-benar penting dari kompilasi sharing dari twitter atau kultwit yang menjadi penutup buku ini, selain hanya untuk menambah ketebalan, ataupun untuk dijadikan kutipan bagi pembaca yang memerlukannya sebagai pemercik inspirasi di waktu senggang.

Secara keseluruhan, buku ini adalah buku motivasi yang cocok dibaca untuk segala kalangan, baik remaja maupun dewasa, dengan bahasa dan penyajiannya yang ringan dan santai.

Sebagai penutup, saya kutip beberapa kalimat motivasi dari buku ini :

Solusi semua masalah di dunia adalah....mendekat pada Tuhan (hal. 31)

Jangan tertarik dengan kesuksesan seseorang, tertariklah dengan air mata yang menetes kala dia memperjuangkan kesuksesannya itu – Andrie Wongso – (hal. 38)

Ini negeri besar dan akan lebih besar. Sekedar mengeluh dan mengecam kegelapan tidak akan mengubah apapun. Nyalakan lilin, lakukan sesuatu (hal.51)

Mendidik memang tugas konstitusional negara, tapi sesungguhnya mendidik juga tugas moral setiap orang terdidik (hal. 55)

Malapetaka terbesar dalam kehidupan bukanlah kematian. Malapetaka terbesar dalam hidup adalah ketika potensi kita telah mati sementara kita masih hidup (hal.63).




5 comments:

  1. kalu untuk buku motivasi aku pilih yang runtun dan gak acak kadut, kalu baca resensi ini kayaknya aku bakal banyak skip ini itu kalau baca buku ini. tapiiii motivasi yang dikutip kayaknya boleh juga ^_^

    ReplyDelete
  2. Ini lebih kaya kump catatan sifatnya, tp byk quote bagus memang didalamnya mbak :-)

    ReplyDelete
  3. Setelah saya perhatikan, buku-buku terbitan Quanta, kovernya mirip-mirip ya. Nonfiksi motivasi mirip dengan buku-buku nonfiksi motivasi lainnya, begitu juga dengan buku fiksinya.
    Atau, ini hanya perasaan saya saja ya :D

    ReplyDelete
  4. Iya, cover mirip, judul juga seirama :-)

    ReplyDelete