Riawani Elyta: Information Dump

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Tuesday, 1 October 2013

Information Dump

Saya baru mengetahui istilah ini dari pembicaraan dengan salah satu editor saya tempo hari. Berangkat dari situ, saya lalu mencari-cari informasi tentangnya, baik dari internet maupun dari buku-buku panduan menulis yang pernah saya baca. Dan dari hasil diskusi dengan mbak editor juga dari pencarian tersebut, inilah sedikit uraian saya tentang "Inforamtion Dump" di dalam menulis fiksi, yang coba saya uraikan dalam bentuk tanya jawab.

Apa itu Information Dump?

Kalau menurut Wikipedia, Information dump is the insertion of a big passage of uninterrupted exposition text into a narrative. Dalam prakteknya, ini terkait fakta-fakta tidak penting yang tidak perlu diketahui pembaca dari sebuah fiksi.

Contohnya?

Saya ambil contoh dari salah satu draft novel saya :

"Sebuah kandelir kristal besar menggantung di langit-langit ruangan, mengilap seperti perhiasan emas yang disepuh, seketika mengembalikan ingatan Talitha pada film bollywood terakhir yang ia tonton bersama Sashi.

Kalimat yang dicoret adalah contoh fakta yang dapat digolongkan Information Dump, karena fakta tersebut tidak terlalu penting untuk disampaikan.

Apa tujuan menghilangkan Information Dump?

Salah satunya adalah agar ritme narasi kita tetap stabil, tidak bertele-tele sehingga dapat menjaga konsistensi pembaca untuk menikmati karya kita.

Kapan kita dapat melakukan "pencukuran" Information Dump?

Bisa di awal, bisa juga di akhir. Untuk yang di awal, ini biasanya dilakukan oleh penulis yang terbiasa merencanakan tulisannya matang-matang. Dalam Buku Draft 1 karya Winna Efendi, salah satu trik menyiapkan karakter tokoh cerita yang kuat adalah dengan membuat semacam biodata tokohnya : siapa namanya, seperti apa ciri-ciri fisiknya, bagaimana sikapnya, apa musik favoritnya, dsb. Namun dalam penulisannya, tidak semua daftar dalam biodata ini perlu dicantumkan, pilih yang penting-penting saja atau yang dapat mendukung cerita, jadi proses pencukuran Information Dump bisa dilakukan di sini, untuk menyingkirkan info tentang tokoh yang tak terlalu penting diketahui.

Untuk yang di akhir, ini dilakukan pada proses self-editing, yaitu dengan menyingkirkan fakta-fakta atau kalimat yang dirasa tidak efektif.

Bagaimana cara mengetahui kalau kalimat yang kita buat termasuk Information Dump atau bukan?

Cara sederhana, cobalah mencoret satu kalimat yang dicurigai sebagai Information Dump, lalu baca narasi sebelum dan sesudahnya. Kira-kira terasa janggal nggak dengan penghilangan kalimat itu? Jika terasa janggal atau ada sesuatu yang 'hilang', boleh jadi, kalimat itu sebenarnya kita butuhkan untuk meningkatkan eksplorasi cerita. Tetapi jika penghilangannya tidak memberi efek apapun, dan narasi kita justru menjadi lebih efektif, maka boleh jadi, kalimat tersebut memang termasuk Information Dump.

Semoga bermanfaat :)

2 comments:

  1. Oh begitu to Mbk, saya menjadi semakin bersemangat untuk menulis setiap harinya.

    Bukankah saya harus belajar dari yang etrkecil dulu. Sebelum nantinya akan meluncurkan Buku.

    Heheheee mohon do'anya ya Mbk moga kesampaian meluncurkan Buku.

    Salam persahabatan dari Jember.

    ReplyDelete