Riawani Elyta: IKHLAS TIDAK MUDAH

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Wednesday, 9 October 2013

IKHLAS TIDAK MUDAH

Terkadang, sisi manusiawi kita tak sadar mendorong kita untuk menjadi penuntut.
Merasa sudah memberi, menuntut ingin diterima.
Merasa sudah berjuang keras, menuntut ingin hasil yang maksimal.
Merasa sudah menyampaikan/menuliskan sesuatu, minimal ada respon.

Padahal, terkadang kita lupa, teritori kita hanyalah pada usaha, bukan pada hasil.
hasil adalah teritori Allah.

Mungkin, hari ini kita memberi, tapi balasannya tidak 'dititipkan'Nya lewat tangan orang yang kita beri, melainkan lewat tangan yang lain
Mungkin, hari ini kita berjuang, hasilnya belum akan nampak sekarang, tetapi pada suatu masa nanti, karena Dia ingin terlebih dulu menguji kita dengan kesabaran
Mungkin, hari ini kita sudah merasa menulis/menyampaikan banyak hal, tapi responnya sepi-sepi saja, tapi siapa tahu saja, diluar sana, ada mereka yang terinspirasi dari apa yang kita tulis dengan ijinNya tanpa kita mengetahuinya, lalu mereka melakukannya, dan selama itu pulalah, ada pahala jariah yang mengalir pada diri kita, tidakkah itu luar biasa?

Dan terkadang, kita juga lupa, bahwa yang paling mudah mengetuk arasyNya adalah keikhlasan, jadi, alangkah sayangnya, saat menyertai semua usaha, pemberian, amal dan muamalah dengan keluh kesah dan tuntutan.

Memang, keikhlasan tak semudah diucapkan, tetapi, keikhlasan adalah yang membuat menjalani hidup ini menjadi jauh lebih mudah

2 comments:

  1. Setuju banget Mbak. Saya sering baca blog, berita, status fb, atau tweet, walau nggak komen tetap mengambil hikmah dari apa yg dibaca.

    ReplyDelete
  2. setuju. hidup kalo nggak landasannya ikhlas, bisa sangat capek dan sia-sia. ikhlas memang sulit, tapi layak dipelajari meski butuh seumur hidup baru bisa menguasainya.

    ReplyDelete