Riawani Elyta: MY LIFE (AS A WRITER) BEGINS AT 30*

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Friday, 6 September 2013

MY LIFE (AS A WRITER) BEGINS AT 30*


Usia 30 punya arti penting buat saya, karena pada usia inilah, pertama kalinya saya memperoleh pencapaian dalam bidang yang tak pernah saya tekuni sebelumnya - menulis.
Ya. Bahkan start saya untuk menulis pun tergolong telat. 28 tahun. Ini usia saya ketika pertama kali belajar menulis cerpen, artikel, resensi dan juga novel secara otodidak. Dan, baru 2 tahun setelahnya, saat usia saya sudah menginjak kepala 3, penghargaan sebagai pemenang lomba cerber di sebuah majalah wanita, menjadi awal keyakinan bahwa hobi yang baru saya geluti dalam dua tahun ini, bukanlah sesuatu yang sia-sia.

Saya percaya bahwa mimpi adalah salah satu motivasi terbesar kita untuk berani melangkah maju, dan mimpi akan mendekatkan kita dengan kenyataan asalkan kita pun berusaha keras mewujudkannya.
Pada tahun yang sama pula, saya memancang mimpi untuk menerbitkan sebuah buku. Mimpi yang kemudian coba saya wujudkan dengan menulis novel berdua kakak saya. Dalam semua keterbatasan, - waktu dan pengalaman - novel itu baru selesai dalam setahun, lalu saya kirim ke penerbit, dan....diluar dugaan, diterima!

Akhir 2009, Alhamdulillah, novel perdana kami itu terbit. Saya memberanikan diri untuk memancang mimpi lebih tinggi dalam dunia literasi. Saya ingin menang lomba menulis lagi, dan saya juga ingin menerbitkan buku lagi. Kali ini harus buku solo.

Tahun 2010, saya mulai berkenalan dengan fesbuk dan berbagai audisi antologi. Saya pun terseret dalam satu audisi antologi ke audisi yang lain. Pada tahun ini, dari hasil audisi-audisi tersebut, Alhamdulillah, tak kurang 20 antologi saya terbit. Namun, kepuasan saya pada tahap ini tak berlangsung lama. Saya tak puas hanya menghasilkan buku secara keroyokan. Akhirnya, saya kembali ke mimpi awal. Saya ikuti berbagai kompetisi menulis, baik menulis novel, cerber, feature, cerpen juga resensi. Alhamdulillah, sebagian menorehkan kemenangan, dan pada tahun 2011, dua novel saya hasil jebolan lomba.....terbit! Disusul terbitnya novel-novel yang lain, sampai dengan akhir 2012, alhamdulillah, novel saya sudah 6 buah.

Novel hasil jebolan lomba :







Pada tahun ini juga, saya mengalami perubahan ritme dalam menulis. Adanya tawaran kerjasama menulis dari beberapa penerbit, membuat saya harus belajar menulis dengan lebih disiplin, konsisten dan juga fokus, mengingat semua tawaran itu pastilah dibarengi dengan tenggat waktu atau dateline.

Tahun 2013, alhamdulillah, novel hasil kerjasama ini satu demi satu terbit. Sampai dengan catatan ini saya buat, saya udah punya 9 novel dan 1 buku non fiksi. Dan alhamdulillah, sebagian dari buku-buku ini pun mengalami cetak ulang.

Tentu, daftar pencapaian saya ini belumlah seberapa, dibandingkan pencapaian orang lain yang lebih banyak, lebh wow, lebih dahsyat dan lebih fenomenal, bahkan banyak pula yang telah meraih semua pencapaian dahsyat itu pada usia yang masih muda. Jadi, cukuplah saya berharap, melalui catatan sederhana ini, anda dan saya sama-sama sepakat, bahwa tak ada kata terlambat untuk bermimpi, siapa pun berhak untuk  bermimpi, dan yang bisa memperpendek jarak antara mimpi dan pencapaian, adalah ridho Allah, usaha, keyakinan dan juga doa.

Ya. Dibalik pencapaian yang hanya berupa seraup debu ini, ada doa yang saya lantunkan hampir di setiap ba'da sholat, bahwa saya ingin menjadi penulis yang baik. Ada jam-jam tidur yang harus berkurang banyak setiap hari, juga ada sel-sel otak yang secara frekuentif harus terus bekerja rodi, hehe.

jadi pembicara undangan di launching buku temen di Batam


launching di Togamas Bandung bersama FLP Bandung

Sebagai penutup, saya kutip salah satu quotes dalam novel saya First Time in Beijing :
"Aku percaya, impian adalah wujud prasangka manusia pada Tuhan. Suatu hari nanti, Tuhan pasti mendekatkan kita pada impian itu, sepanjang kita pun berusaha keras untuk meraihnya."

Dan satu lagi quote dari Bruce Lee :
"Yang penting bukanlah berapa lama anda hidup, tetapi BAGAIMANA anda hidup, itulah yang terpenting."

================================

*sudah lama pengen bikin catatan ini, mumpung ada GA dari teman saya Aida, MA, sekalian deh ikutan :)

5 comments:

  1. Asikkkkk.....subo ikutan. Tapi memang dirimu Salah satu guru dalam artian Sebenarnya buatku juga Mba. Pokoknya aku termotivasi lah karena penghargaan2 yg Mba lyta dapatin. Keren!

    ReplyDelete
  2. wah keren mba, di usia 30 udah nulis buku. am I too late too start? *baru aktif ngeblog di usia yang tinggal beberapa hari 30 :(
    Salam kenal ^_^

    ReplyDelete
  3. Makasih aida udah mampir, prestasimu pun wow banget :-)
    Salam kenal juga anita:-)

    ReplyDelete
  4. salam kenal mb, saya juga pengin seperti mba, semoga bisa menjadi penulis yang baik..
    pelajaran dari mba adalah belajar tidak mengenal umur.
    lagi ajaran nulis dan ngeblog , gaptek nih..hehe

    ReplyDelete
  5. salam kenal juga elrowi, harus bisa lebih baik dari saya, hehe

    ReplyDelete