Riawani Elyta: SHOW DON'T TELL

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Tuesday, 27 August 2013

SHOW DON'T TELL

Bukan hal mudah untuk menerapkan methode "show and don't tell" pada penulisan fiksi. Methode yang diyakini akan lebih meningkatkan kualitas cerita sekaligus membuktikan kualitas penulisnya sendiri. Hari ini saya mendapat satu pelajaran berharga tentang methode ini dari sebuah blog, bahwa saat kita memutuskan untuk mengeksplorasi metode "show' dalam cerita, itu tidak hanya berkolerasi dengan bagaimana kita melukiskan ciri fisik seseorang (untuk karakter tokoh, seperti hidung mancung, mata bulat, pipi tirus, dsb) ataupun ciri fisik sebuah tempat (laut yang biru, gunung berkabut di kejauhan, cafe yang sepi, dll), melainkan bagaimana kita mampu mengajak pembaca terlibat dalam deskripsi yang kita buat, membuat pembaca mampu merasakan semua yang kita gambarkan tersebut.

Terkait hal ini, maka menceritakan sesuatu yang pernah kita alami memang sangat membantu. Masalahnya, ketika kita mengangkat setting tempat yang tidak pernah kita kunjungi,otomatis kita harus berusaha ekstra keras agar deskripsi yang kita buat tidak terjebak dalam methode "tell" dan tetap mampu meyakinkan pembaca. Hal ini yang terkadang, memicu komentar pembaca tentang novel yang nggak ada bedanya dengan buku panduan travelling misalnya. Sebagai penulis, sedikit banyak saya "memaklumi" komentar semacam ini, karena biasanya yang dijadikan panduan penulis saat mengangkat setting tempat yang tak pernah didatangi, adalah melalui referensi travelling.

Untuk mengatasinya, maka seorang penulis dituntut untuk mampu mengembangkan imajinasi dan sebaiknya didukung dengan riset yang maksimal pula. Jadi, ketika kita melukiskan tentang pantai misalnya, dan pada faktanya kita nggak pernah pergi ke pantai, maka setidaknya kita harus mencari info tentang suasana, cuaca, dan elemen-elemen yang ada di pantai, sehingga nggak terjadi salah deskripsi, bahwa pasir pantai yang sebenarnya hangat justru kita lukiskan sedingin salju :D

Sampai hari ini pun, saya masih terus belajar untuk mengeksplorasi methode "show" ini dengan baik. Tidak mudah memang, tetapi ini adalah tantangan yang mengasyikkan sekaligus menguji kemampuan.

No comments:

Post a Comment