Riawani Elyta: Quiz Giveaway berhadiah novel Perjalanan Hati

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Tuesday, 4 June 2013

Quiz Giveaway berhadiah novel Perjalanan Hati

Assalamualaikum wr.wb.
Haai, ketemu lagi nih di quiz giveaway berhadiah novel saya, dan kali ini hadiahnya adalah novel saya yang baru aja terbit, yang covernya kuning muda ini. Judulnya Perjalanan Hati. Sebuah novel romance yang bercerita tentang perjalanan sekeping hati untuk menemukan jawaban antara kembali pada kenangan masa lalunya, ataupun bertahan pada jalan yang sudah ia pilih, meski jalan itu pun sudah dinodai oleh luka permanen.

Nah, ini dia ketentuan quiznya. Gampang koq :)
  1. Follow akun twitter @RiawaniElyta dan FB Riawani Elyta, buat kamu pemilik blog di blogspot, juga dianjurkan untuk join blog ini
  2. Bagikan info tentang kuis ini di dinding FB atau timeline twittermu dengan menyertakan link info lomba dari blog ini, jangan lupa mensyen @RiawaniElyta dan @penerbitrakbuku
  3. Tuliskan jawaban kuis langsung di kolom komentar di bawah ini dengan menyertakan nama akun twitter dan FB kamu
  4. Bunyi pertanyaan kuisnya : buat flash fiction (FF) yang di dalamnya terdapat kata 'Perjalanan Hati', jumlah kata tidak lebih dari 200 kata, dan sebutkan genre novel favorit kamu (romance, komedi, fantasi, thriller, dsb) serta alasannya
  5. 1 (satu) orang peserta boleh menyertakan lebih dari 1 (satu) flash fiction
  6. Periode kuis adalah dari tanggal 4 Juni - 12 Juni 2013
  7. Tersedia 3 (tiga) buah novel Perjalanan Hati bertanda tangan untuk 3 (tiga) orang pemenang.

Gampang 'kan? Gampang dong, hehe. Selamat mengikuti :)

Salam,
Riawani Elyta

43 comments:

  1. twitter : @NengSriHartati1 . Fb : Neng Sri

    ReplyDelete
  2. Menemukan “dia” bukan hal mudah. Panjang jalan yang aku tempuh berliku, berduri, menganak sungaikan air mata. Pencarian yang sungguh melelahkan hati. Saat menemukan satu laki-laki yang aku pikir adalah “dia”, ternyata bukan. Lalu lagi, dan lagi, dan lagi. Terkadang yang aku temui hanya laki-laki iseng yang mengerikan. Bersyukur aku dia bukan “dia”.

    Entah orang lain akan perpikiran apa. Berapa kali aku berganti kekasih. Mereka tak pernah tahu aku selalu menjaga diri. Pencarianku ini memang pahit adanya, berkali seperti meminum racun, hingga akhirnya baal sudah hatiku. Tapi aku tahu, perjuanganku suatu saat akan berbuah manis. Aku tau perjalanan hatiku menuju “dia” adalah proses yang akan menjadi catatan yang akan aku kenang. Aku petiki kembang-kembang hikmah dalam perjalanan ini. Hal itulah yang menguatkanku. Aku tahu, janji Tuhan benar adanya. Masing-masing telah ditakar takdirnya. Aku percaya.

    Hingga akhirnya aku menemukan pelabuhan itu. Sejuta topan badai telah hilang dibelakang. Mereka ditelan waktu. Perjalanan hati mengantarku menemukan “dia”. Menantiku dengan tangan terbuka dan hati yang hangat serta tulus. Bersedia mencintaiku dan menemaniku menempuh perjalanan baru. Dalam suka dan duka, dalam sehat dan sakit, dalam jatuh dan jaya. Bersama kami lakukan perjalanan baru menuju ridho Yang Maha Kuasa, berharap perjalanan kami kekal hingga menggapai surgaNya. Aamiin.
    nama: anik nuraeni.
    fb:anie.nouraeni
    twitter:@anik_nuraeni

    ReplyDelete
  3. saya gak ikut dulu.. buntu :D selamat berlomba :) selamat buat terbit novel kepada mbak ria :)

    ReplyDelete
  4. "Senandung Cinta untuk Adikku

    Berapa tahun, Maruti? Engkau menapaki jalan kesendirian berbalut egosentris nyaring dengan selimut kemandirian?

    Berapa tahun, Maruti, adindaku? Apakah nyala hatimu tak jua terusik sinaran keindahan cinta?

    Berapa tahun, sayangku? Ayolah, tak semenakutkan itu. Tak sedramatis itu. Masih banyak keluguan yang tersemat pada hati beberapa lelaki baik di dunia ini.

    Kau hanya perlu melihatnya lebih dalam, merenungkannya dan menancapkan pilihanmu. Perjalanan hati seorang perawan yang senantiasa akrab dengan tilawah, tahajjud dan dzikir penguatan, tentu takkan pernah salah.

    Ayolah, Maruti... Buka hatimu, buka kesendirianmu.

    Salam cinta dari kakakmu, Ningrum".

    Kulipat surat itu untuk kesekian kalinya. Kertas surat kakakku telah lecek dan kusam, karena ratusan kali kubuka dan kubaca.

    Pernikahanku dengan Ray, pemuda pilihan Kak Ningrum, telah mencapai angka 20 tahun. Dan, aku sadar, bahwa surat inilah yang menuntun perjalanan hatiku untuk menerima Ray.

    Ironisnya, sepekan sebelum ijab kabul kami, Mbak Ningrum lebih dulu pergi. Karena kanker paru, akibat teralu payah bekerja di penggilingan daging sapi untuk restorasi bakso.

    THE END

    Fb : Najmatul Jannah
    Twitter : @AikoHasna

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. Jodoh Pasti Bertemu

    “Apa kamu sudah menemukannya?” tanya Rina di perjumpaan pertama kami setelah setahun tak bersua.
    “Belum.”
    “Sudah kamu cari kemana saja?” tanyanya lagi.
    Aku menggeleng, “Aku menunggunya.” Aku tahu jawabanku akan membuatnya gemas. Tapi bagaimana lagi? Memang itu yang selama ini kulakukan.
    ***
    Pernahkah kamu merasakan sakit hati? Aku pernah, dan inilah kisahku. Kisah perjalanan hati seorang gadis yang selalu mencari jodohnya dengan semangat yang menggebu-gebu.

    2 tahun yang lalu aku dipertemukan oleh Rina —sahabatku— dengan seorang cowok yang bisa dibilang merupakan pujaan para wanita. Rina pun mengaguminya. Namun, kurasa dia tak rupawan setelah kelakuannya yang tidak senonoh kepadaku.

    Setahun kemudian, aku dikenalkan dengan Fitra. Namanya bagus, kuharap sifatnya juga sebaik namanya. Sayang, ternyata dia cowok matre yang hanya menguras hartaku.

    Enam bulan yang lalu, aku jatuh cinta dengan Robin. Lelaki yang mampu membuatku tersanjung dengan tingkah lakunya. Ternyata dia seorang gay yang mendekatiku hanya untuk dijadikan objek pembantah bahwa dia gay.

    Sejak saat itulah aku hanya mau menunggu jodohku datang dan menemukanku.
    ***
    “Ya udah deh, terserah kamu. Sepertinya lebaran monyet bakalan datang lebih dulu nih,” canda Rina.
    Kami tertawa.
    “Ayo pulang!” ajaknya.
    Aku mengangguk. Dan kali ini Rina menjadi mataku dalam perjalananku pulang dari taman ke rumah.

    ----The End----

    NB: Semoga ada yang tahu ada apa dengan gadis penunggu jodoh itu :D :) Susah nulisnya. :D

    Genre novel favorit? Aku suka novel yang bergenre horor-thriller. Karena aku orangnya suka dengan misteri yang dibentuk dalam novel-novel bergenre itu. Semakin sulit misteri yang harus dipecahkan, semakin seru. :)
    NB lagi: Misterinya loh! Bukan ending-nya, soalnya endingnya hampir seragam semua sih. :/

    Fb: Muhammad Ridwan
    Twitter: @Heridwan

    ReplyDelete
  7. Oh ya, kelupaan, genre novel favoritku thriller, petualangan dan fantasi. Romantis sesekali juga mbak ^^

    ReplyDelete
  8. Usai

    Bumi terus berputar, dentang waktu pun turut bergulir. Sedang hatiku… masih bertahan pada satu titik.

    Dia. Tak paham, kurang peka, atau memang sengaja berpura-pura tidak tahu, entahlah. Yang jelas hingga kini ia tak pernah melihatku. Aku memujanya, setengah mati, setengah gila. Meski sisi lainku telah memohon tuk berhenti, tapi egoku tetap saja berkeras. Berusaha mengais titik-titik harapan yang mungkin kelak kan mampu tersambung satu persatu membentuk garis baru. Garis kehidupan yang jauh lebih baik dari hari ini.

    Sebuah perjalanan hati, yang kini dihadapkan pada jalanan buntu. Akalku tak berfungsi, hatiku telanjur terkunci. Oleh dia—sang pemilik hati.

    “Raya? Di depan ada kawanmu. Katanya teman SMA.”

    “Teman SMA?” tanyaku, membeo.

    Ibu mengangguk. Aku segera merapikan baju dan mengikat rambut asal-asalan. Bercermin sebentar, lalu keluar dari kamar.

    Langkahku terhenti di pintu pemisah antara ruang keluarga dan ruang tamu. Hatiku teraduk antara rindu dan benci. Dua perasaan yang saling berjibaku.

    Ibu memeluk bahuku sambil membimbingku ke kursi. Lalu meninggalkan kami berdua.

    Leo membuka percakapan. Aku hanya sanggup menanggapi sekenanya. Hingga arah pembicaraan masuk ke inti kedatangannya. Ia memberikan kartu undangan. Aku menyambutnya dengan tangan gemetar.
    Usai. Mimpiku telah lebur. Hatiku telah hancur.

    Fb: Lely Erwinda
    Twitter: @lely_winda

    Genre favorit: Romance. Alasannya, semua hal tentang cinta tak kan pernah ada habisnya untuk dibahas. Senyum, tangis, haru, luka, kombinasi yang mengaduk rasa.

    ReplyDelete
  9. Assallamualaikum WR.Wb mbk Ria, selamat ya atas karya terbarunya, sukses selalu. Kiranya saya boleh ikutan kuisnya lagi ya. Semua syarat bisa di cek di akun :
    FB : Shinta Ar-dinta
    twitter : @Shinta_Ardinta
    blog : arshi-ardinta.blogspot.com

    Genre fav : ROMANCE, alasannya karena bahasan soal CINTA senantiasa begitu memikat dan banyak menginspirasi khususnya dalam penciptaan suatu karya.

    Judul FF : MATA HATI

    "Aku sudah melelang semua yang aku punya kecuali mata," kataku.
    "Apa yang kau perlu hingga kau kuras habis semua milikmu?" tanya Ar.
    "Aku perlu hidup yang tenang."
    "Kau perlu harta, untuk itu bekerjalah!"
    "Semudah itukah?"
    "Ya!"
    "Maka aku akan tetap berjingkat dan menari," pekikku.
    "Kau sinting!"
    "Jika itu hanya menurut makhluk sejenismu dan tentu saja termasuk kau, maka bicaralah dengan bahasamu sendiri!"
    "Ah, percuma!"

    Ar beranjak dari sangkar bulunya yang terjal. Dia baru saja meninggalkan jejak kembang kempis pada bekas tempat duduknya tadi. Aku masih menggenggam cacingku dalam tangan yang baru saja kulelangkan pada tukang minyak. Tanganku tentu tampak berkilap minyak dan aku memaknainya seolah tangan itu seperti baru saja dicelupkan dalam cat mangsi penuh warna.

    PERJALANAN HATI manusia memang baru saja dimulai dan langsung berakhir. Mata mereka laku keras terjual dengan hitungan angka yang menyebabkan mereka mendadak buta. Akomodasi itu tidak ada lagi. Kacamata tinggallah kaca yang berkilap ketika tersorot namun tak berisi, tak lagi berarti. Maka layu sudah kelopak mata menggugurkan bulu matanya. Tidak ada lagi tetes air terjun alami dari sumber air mata ternama. Tidak ada yang perlu dilihat. Tidak ada fokus, tidak ada bayangan, semua pekat. Mata itu memilih pergi. Mata itu MATA HATI.
    *****

    ReplyDelete
  10. Not About The Ending (Happy Ending)
    __________________________________

    “Happy ending? Omong kosong!” celetuk Nay. Baginya di dunia ini tak ada yang namanya sebuah akhir yang bahagia. Itu hanya sebuah omong kosong belaka. Cerita-cerita dengan akhir bahagia hanyalah sebuah cerita yang belum usai, terpotong di momen bahagia, berakhir di sana dan tak diketahui bagaimana akhirnya. Tentu akhir sebuah kisah adalah perpisahan. Kisah dua orang tak akan bisa berhenti ceritanya sebelum keduanya berpisah, bukan. Begitupun kisah-kisah yang lain. Dan apakah perpisahan ini bisa dikatakan akhir yang bahagia?

    Dee tersenyum sambil menoleh pada mimik judes Nay. “Ini bukan tentang bagaimana akhirnya, Sayang. Ini tentang perjalanan hati. Bukan akhir bahagia yang diinginkan di sini. Tapi sebuah rasa yang menyenangkan, yang menenteramkan. Tentu semua cerita berakhir pada perpisahan. Tapi bukan itu yang dipermasalahkan dalam cinta. Hanya sebuah kedamaian yang bahkan bisa dibawa kala perpisahan itu benar-benar mengakhiri kisahnya.”

    Nay mengerutkan kening. Benar juga kata Dee, tapi persepsinya juga tidak ada yang salah. Mungkin happy ending memang tidak benar-benar ada. Tapi, kedamaian itu, rasa yang membalut sepanjang perjalanan menuju akhir itulah yang terpenting. Nay menghirup napas dalam. Membiarkan angin membelai hatinya hingga terasa nyaman.
    _________________________

    Kakak, aku ikut memeriahkan GA-nya ya.... :) Aku suka semua genre. Tapi yang paling kusuka adalah romance dan fantacy ^^

    FB: /mazaya.tujuhbelas (Mazaya Eaw Azza)
    Twitter: @ma_ziyya

    ReplyDelete
  11. Sunyi menggantung di dinding sebuah cafe.Dua insan manusia saling berhadapan dalam diamnya, hanya ada asap yang mengepul dari balik gelas berisi kopi yang hangat.

    “Kamu yakin akan mempertahankan hubungan ini?” Ucap Rola getir.
    “Tentu. Aku akan sangat menyesal jika melepasmu.” Donny masih saja menatap lurus pada dinding kaca yang basah.
    “Tapi bukankah seluruh keluargamu menentang hubungan kita. Buka matamu Donny! Aku adalah janda beranak dua! Usiamu setengah dari usiaku.” Rola sedikit menaikkan pita suaranya.Dengan air mata yang berurai, kesakitan menyeruak di pundi hatinya.
    “Bukankah cinta itu buta? Jadi untuk apa aku membuka mata? Lagi pula cinta adalah apa yang aku rasa, tak peduli siapapun yang mengusiknya.” Kini Donny menatap mata Rola tajam dan penuh pengharapan.
    “Aku mencintaimu, tapi ini untuk masa depanmu, apa kamu yakin akan menjalani hidup dengan seorang janda sepertiku?”
    Donny menggenggam erat jemari Rola “Aku percaya pada perjalanan hati. Kamu adalah ujung dari perjalanan hatiku. Tak peduli berapa usiamu dan apa statusmu. Yang menjalani cinta ini kita, bukan mereka.”

    Kini hanya suara hujan yang terdengar dari balik dinding kaca. Di temani sorot lampu temaram, malam menjadi saksi akan air mata yang tumpah di dua hati insan manusia.

    Aku suka genre Romance, segala hal dalam romance mampu mengaduk-ngaduk perasaanku, hingga tawa dan air mata kadang bertumpah ruah.

    Fb: Yuni Amidong
    Twitter: @yuniamidong

    ReplyDelete
  12. “Senandung Lara Hati”

    “Kinan!!!” Sam berteriak menghentikan langkahku.

    Aku tak berani berbalik untuk menatapnya kembali.

    “Kinan, maafkan aku!” sepertinya aku salah saat menghentikan kakiku. Harusnya, aku terus berjalan dan tak mempedulikannya, kalau saja aku tahu hanya maaf yang ingin dia ucapkan.

    Aku kembali berjalan, kali ini langkahku semakin cepat. Rasanya aku benar-benar ingin berlari dan menenggelamkan diriku dalam tangisku yang sedang kutahan.

    Hah, andai saja kita tak bertemu Sam, pasti perjalanan hati yang kutempuh tak akan serumit ini.

    Oh, Sam! Kenapa kau memilih dia yang jelas-jelas kusayangi, kenapa kau merubah perasaanku padanya menjadi rasa benci seperti ini.

    Aku benar-benar sudah tak kuat. Aku hampir saja roboh andaikan dia tak menopang bahuku dengan kedua lengannya.

    “Kinan, kau tak papa?” aku tak berani menatap sosok di depanku, tapi dari suaranya aku yakin itu Aknan.

    “Sepertinya kau sakit, bagaimana kalau aku mengantarmu?”

    “Tidak, terima kasih!” aku berusaha mengangkat wajahku dan tersenyum padanya, pada orang yang pernah menawariku cinta tulusnya. Tapi aku tolak karena aku memilih Sam yang menghianatiku, Sam yang diam-diam menjalin cinta dengan sahabat baikku.

    Ya Tuhan, kenapa kadang kala hidup begitu sulit.

    Genre Favoritku itu Romance, karena aku merasa kisah cinta selalu punya sisi lain yang tak pernah habis untuk dikisahkan. Bahkan cita rasa Romance tetap akan sedap walaupun dicampur dengan cita rasa lain seperti humor bahkan horror sekalipun.

    FB : Dian Putu
    Twitter : dianputuamijaya

    ReplyDelete
  13. Hai mbak Ria, selamat ya atas karya terbarunya. Semoga kali ini aku beruntung bisa ngedapetin novelnya langsung + tanda tangan mbak. Hihi :D
    Ikutan GAnya ya mbak.

    Facebook : Intan Novriza Kamala Sari
    Twitter : @inokari_


    Persimpangan Hati

    Pagi ini aku membuka lemari kenangan bersamamu dulu. Aku melihat banyak kotak kenangan yang terbuka kembali. Pantas saja, beberapa hari ini bayanganmu menggelayut kembali dipelupuk mataku. Menghasilkan debar kerinduan untuk menuliskan kisah bersamamu lagi. Hatiku mendadak kebat kebit kembali, seolah ada kupu-kupu yang berterbangan diperutku setiap kali kamu ada didekatku. Hal yang tidak pernah aku rasakan ketika bersama lelaki manapun, termasuk kekasihku sendiri. Nyaris 2 tahun, aku berlari menghindari kamu. Nyaris 2 tahun, aku menahan gemuruh didadaku, setiap kali rasa ingin memilikimu datang lagi. Aku tahu pasti resiko mencintai kamu. Harus siap sakit hati, kecewa, marah, karena seringkali yang kamu inginkan berbeda jauh dengan kemauanku. Tapi, bagaimanapun, aku mengakui, hati kecilku belum mampu menolak pesonamu. Sungguh, PERJALANAN HATI ini membuatku gamang. Lemari kisah mana yang harus ku tutup? Lemari mana yang benar-benar aku inginkan?
    Apakah benar aku ingin kembali? Aku mematung. Memegang handle lemari kenangan kita dengan gamang. Disatu sisi, ada lemari kisah lain yang belum usai ku isi. Lemari kisah yang aku miliki bukan denganmu.
    - - - - - - - - - -----------------------------------------------------------------------------------------
    Genre novel yang paling aku sukai -> novel romance, mbak.
    Kenapa? Sehari-harinya aku udah sibuk berkutat sama rumus Fisika, hitung-hitungan dan semua hal yang ‘njlimet’. Nah, ketika membaca novel-novel romance yang bisa mengaduk-aduk emosi, semua rasa lelahku itu mendadak menguap. Aku bias menangis, tertawa, kesal bersama lembaran cerita dalam novel itu. Semoga novel Perjalanan Hati bisa berjodoh denganku ^^

    ReplyDelete
  14. ~Perjalanan Cintaku~

    PERJALANAN HATI-ku ini sangat panjang, entah sampai aku menepi. Rasanya begitu sulit menerima kenyataan: mungkin ini takdir! Tapi aku percaya sekuat apapun takdir, bisa kukalahkan kalaupun aku mau merubahnya.

    Dia adalah laki-laki yang pernah menjadi bagian hidupku, aku tak percaya ketika aku jatuh cinta padanya, aku juga mempertanyakan kewarasanku “Hei, lihat! Kau sangat berbeda dengannya.” Waktulah yang menepis semua pertanyaan gila itu. “Aku mencintainya,” entah sampai kapan aku bisa mencintainya. Perjalanan panjang kulalui bersamanya: cintanya pegitu tulus, membuat hatiku terpana, dan kagum ketika aku melihat pengorbananya yang begitu dalam. Masih ku ingat ketika dia mengatakan: “Apapun yang kamu inginkan, katakanlah! Aku akan berusaha memenuhinya.” Saat itulah aku sangat mencintainya, menerimanya. Aku tak peduli, apa yang orang katakan mengenai dia. Yang penting aku merasa nyaman berada disampingnya. Aku ingin memeluknya dengan erat, tak peduli waktu: Aku ingin bersamanya selamanya.

    Waktu itu, dia meneruskan study-nya keluar kota. Kami pun sangat jarang sekali bertemu. Aku tahu dia mengambil banyak sekali SKS, dan aku tahu resikonya. 3 tahun berlalu, waktu itu terasa cepat berlalu. Pada suatu ketika, aku kalalah! Aku tak bisa menahan rasa kesepianku: aku memutuskan hubungan yang sudah ku kemas apik dengannya. Aku kehilangan dia. Aku mengerti: bahwa cinta itu begitu agung.
    ===========================================
    FB: Eneng Maspuroh
    Twitter: @nenkusu

    Genre novel yang saya sukai: Novel romance. Menurut saya: novel romance itu, memuat bebrapa kejadian yang sedang berlangsung ataupun yang sudah dialami. Jdi saya bisa bercermin: tentunya hal yang positif.

    membaca novel romance, membuat saya kadang terbawa emosi: sedih, marah, kesal, tertawa. Itu alasan saya menyukai novel romance.

    ReplyDelete
  15. Mbak Ria, bunda coba ikutan GA Perjalanan Hati-nya ya. Bunda baru belajar menulis FF nih melalui Monday Flash Fiction-nya KEB.

    Judul: Berjodoh.

    “Apakah kau siap menerima dia, Tresia?” Siska berbicara dengan hati-hati. Tresia tetap menunduk. Diusapnya jari-jari kakinya yang bagus. Bersih dan terawat. Wajahnya menengadah. Pandangnya menyapu kaca jendela kantor kecil yang akan disewanya. Kotor dan lembab. Tresia perlu memberikan keputusan cepat. Kalau tidak, pasti akan dibutuhkan lebih dari satu orang karyawan.

    “Baiklah. Suruh dia menghadapku. Besok pagi. Jam sepuluh. Dengan catatan, aku tidak bisa memberinya gaji besar. Kau bilang dia seorang mahasiswa, kan?”

    “Nanti, kau bicarakan saja dengan Hendi. Calon pegawaimu.”

    Siska tersenyum puas. Usahanya membantu Hendi semoga berhasil. Sebuah pekerjaan. Sekali-gus, mungkin, jodoh buat Tresia.

    Alangkah terkejutnya Tresia, ketika keesokan harinya, sosok yang selama enam bulan terakhir selalu menjadi hayalnya. Mengisi mimpinya. Yang selalu memaksa langkahnya untuk memasuki pintu Mini Market itu. Berbelanja. Atau mencuri pandang wajah pramuniaga yang berbadan kokoh. Berkulit bersih. Dagu belah mirip milik Kirk Douglas, aktor favoritnya, kini berdiri dihadapannya. Sebuah tanya bergayut:

    “Akankah perjalanan hatinya selama enam bulan ini menemui sebuah tempat berlabuh?” Benarkah?

    “Kau..kau, Hendi?” suara Tresia agak tergagap. Dadanya gemuruh. Buncah hatinya menggebu.
    Hendi mengangguk. Binar matanya menikam jantung Tresia. Nikmat.

    “Perjalanan hati yang membawa saya kesini. Semoga saya bisa diterima. Selama ini saya selalu ingin sesering mungkin bertemu anda.”

    Ya, Allah, mudah-mudahan dia jodohku." bisik hati Tresia.


    Facebook: facebook.com/yati.rachmat
    Twitter:@yatirachmat

    Genre yang bunda suka yaitu romance. Kenapa? Karena setiap kali bunda membaca sebuah cerita romance, penuh cinta, maka bunda pun akan hanyut dalam cinta itu sendiri. Aneh tapi nyata, hehe... Yang membuat hidup ini selalu bergairah.

    Mudah2an FF yang bunda kirim memenuhi kriteria. Salam kenal dari bunda.

    ReplyDelete
  16. Fb : Dewi Khuriyatul Khukamah
    Twitter : @dewik_014

    Aku ingat sekali hari itu, 5 tahun lalu tepatnya 15 Juli 2008. Ketika aku mulai dipertemukan dengan seorang lelaki bernama Amar Amrulah, yang notabennya dia sebagai adik kelasku. Yang merubah pandangan hidupku. Aneh memang. Tapi, ini kenyataan dari PERJALANAN HATI ku. Ini bermula saat aku menawarkan kupon bazar pada teman – temannya. Namun, PERJALANAN HATI ini tak berjalan mulus. Dia, Amar Amrulah berpacaran dengan sahabatku dari kelas lain. Ini membuat aku tak semangat sekolah ditambah kata – kata yang kurang mengenakkan dari temanku
    “ Udahlah Dew, kamu kan jelek. Si Amar pasti g mau sama kamu “
    “ Terserah lah, yang penting aku mau berusaha dulu “
    2 tahun berlalu, PERJALANAN HATI ku tetap begitu saja. Namun, memasuki tahun ke-3 dia mulai respect dan perhatian juga. Aku senang. Tapi, ada hal yang membuatku bingung. Ada seorang lelaki yang menyukaiku, dia Habib putra dari seorang Ustadz. Aku merasa tak pantas untuknya.
    “ Aku kecewa padamu, kenapa kamu lebih memilih Amar? “ ucap Habib
    “ Maaf Bib, aku salah “ air mataku mulai turun
    Karena kekecewaannya, Habib pergi. Lebih parahnya, Amar berpacaran dengan sahabatnya. Mulai sejak itu aku sendiri, tak ada teman. Hanya menanti seseorang yang telah pergi, Habib.


    Novel Islami, karenan dapat membuat saya teguh beribadah dan merubah pandangan saya agar lebih baik daripada sebelumnya.

    ReplyDelete
  17. “Cukup ! Jangan kau ucapkan kata itu lagi. Aku sudah bosan mendengarnya. Mengapa kamu tak berusaha untuk mempertahankan hubungan ini ? Apa kamu sudah menemukan tambatan hati yang lain ? Tak kah kau melihat bagaimana sakitnya diriku mendengar kau yang selalu meminta untuk mengakhiri ini semua ? Ah, mengapa aku tak menyadari hal ini sedari dulu ?”. Air mata Bunga menetes sedikit demi sedikit.

    Roman pun kemudian memeluk Bunga yang semakin terisak-isak.

    “Ah maafkan aku sayang. Mungkin aku terlalu hina untuk membuat wajah semanis dirimu berlinang air mata. Semua yang kamu katakan itu tidak benar sayang. Aku mencintaimu sungguh mencintaimu. Tapi kita berbeda sayang. Apa mungkin kita bisa melebur menjadi satu ? Ketika salib dan tasbih bertemu apakah mungkin mereka akan bersatu ? Ibumu pun tak pernah setuju dengan hubungan kita ini. Dirimu terlalu baik untuk diriku yang begitu hina ini.”

    Tiba-tiba Roman pun merasa ada kekuatan yang berbeda dari dirinya.

    “Ini namanya perjalanan cinta sayang. Tak semuanya berakhir dengan indah. Disini kita bisa belajar untuk menjadi lebih dewasa. Aku yakin suatu saat nanti jika kita bertemu kembali kita sudah menjadi satu keyakinan. Aku yakin itu. Kini biarkan aku pergi dan belajar untuk menjadi Imammu kelak.”

    Bunga tersenyum dalam tangisnya....

    Nama : Poetri
    Twitter : @ranyraniranie
    FB : Poetri Maharani Septiana Dewi

    em , novel Romance deh hihi
    soalnya apa yaa ? emm , menyentuh perasaan gitu deh hehehe

    ReplyDelete
  18. mbak, saya coba ikutan ya :)
    FF: Perjalanan Hati
    “Kamu, siapa? Apa kita saling kenal?”
    “Entahlah, tapi saya rasa kita pernah bertemu” Pemuda itu menjadi salah tingkah, sapaannya memang terasa gegabah. Perempuan bernama Lika itu mengamati wajah Dhika dengan seksama, kemudian menggeleng.
    “Maaf. Apa saya mengganggu? Kamu sedang apa di sini? Pasien ya?”
    Lika menggeleng, matanya masih sembab, dan wajahnya terlihat semakin sendu.
    “Pacar gue meninggal 100 hari yang lalu, di sini. Gue pingin mengingatnya sekali lagi sebelum benar-benar move on” Air mata Lika menitik lagi. Hatinya seperti lebur.
    “I’m so sorry to hear that. Sakitkah dia?” Lagi-lagi Lika menggeleng. Jasen, kekasihnya mengalami kecelakaan. Entah, mungkin dia juga merasakan firasat, hari sebelumnya ditulisnya wasiat tentang keinginannya bermanfaat bagi sesama, dan menyumbangkan hampir seluruh organ tubuhnya.
    “Maaf. Kamu tak perlu menjawab pertanyaanku. Kuatlah, dia pasti ingin kamu bahagia” Lika mengangguk mantap, dia yakin Jasen pun sudah bahagia di sana.
    “Thanks. Lu masih lemas, kelihatan banget. Sepertinya harus istirahat ya?”
    “Iya, saya baru diperbolehkan jalan-jalan setelah operasi besar beberapa minggu yang lalu. Saya pergi dulu. Terima kasih. Saya harap kita bisa bertemu lagi” Lika mengangguk, Dhika berjalan pelan menuju bangsalnya. Dipeganginya perutnya yang masih terasa agak perih. Hatinya telah diganti dengan milik Jasen. Perjalanan hati itu kini mulai menapaki jalan baru.


    Saya menyukai bebagai macam GENRE (kecuali horor :D), tapi paling suka ya fantasy romance :), karena saya suka cerita manis dan juga cerita yang bisa membawa pikiran kita membayangkan sesuatu di luar nalar :)

    Nama: Fatwaningrum
    Twitter: @fatwaningrumNa
    FB: www.facebook.com/na.fatwaningrum
    Blog: www.avife.com

    trimakasih :)

    ReplyDelete
  19. Saat senja tiba. Tak terpikirkan olehku kau akan muncul membawa sebuket besar bunga yang paling kubenci, mawar.

    Senyummu merekah sambil menyodorkan bunga itu ke arahku. Antara enggan dan merasa jijik, mau tak mau aku menerimanya meski dalam hati sibuk mengumpat, 'Berapa kali kubilang! Aku anti dengan mawar! Dasar cowok tak perhatian.'

    "Kau suka?" tanyamu dengan senyuman yang tak juga memuai hilang.

    Kuputar mataku malas dan sebal lalu mendengus, "Sangat tidak suka," lalu melangkah memasuki rumahku sendiri.

    "Tapi aku sangat menyukai mawar. Bukankah warna merahnya sangat indah?" Dia mengekor di belakangku masih dengan mengumbar pujian-pujiannya setinggi langit tentang sang mawar.

    Kuletakkan mawar itu dengan kasar di meja dan arah mataku menyorotnya tajam, "So? Kalau kau begitu mencintai mawar, aku juga harus mencintainya? Begitu? Tidak mau dan tidak akan. Mawar mengingatkanku akan pengkhianatanmu ketika melakukan perjalanan hati ke wanita lain setahun lalu, jadi aku sangat-sangat benci!" ucapku dengan suara tajam setajam tatapan mataku yang menusuk.

    Dia tercengang-cengang, "Kalau kau begitu membenci mawar, maksudku, aku. Kenapa hubungan kita masih kau pertahankan? Kupikir kau--"

    "Aku ingin membelenggumu. Cuma itu. Puas?!" Aku beranjak dari dudukku seraya tersenyum sinis. 'dan aku sangat puas sudah membunuh mawar tempatmu pernah melabuhkan hati--walau tak secara langsung. tidurlah dalam damai mawar sialan. Semoga kau bahagia di neraka,' batinku dan menghasilkan seringai jahat. Untung lelaki itu tak melihatnya.

    Nama : Hana Pratiwi
    Twitter : @HanaCuncun
    Facebook : www.facebook.com/Hazesmooth (username Hana Cuncun)
    Blog : www.hanacuncun.blogspot.com

    Terima kasih. :)
    Wish me luck. :)

    ReplyDelete
  20. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  21. Lupa maaf.
    Aku suka genre romance yang dibumbui dengan fantasy atau dan ada unsur komedinya. Menurutku seru dan mengihubur dan setidaknya fantasy itu seputar cerita yang ada di kayalan kan? Dunia dongeng yang hanya bisa di bayangkan.
    Tapi selain itu aku juga suka thriller atau bacaan-bacaan yang seperti pencarian jejak, adventure dan seperti detektif gitu. Melatih daya analisis kita jadi selain menghibur ketika dibaca setidaknya cukup menambah wawasan kita.

    ReplyDelete
  22. Aku bukan flashfiction lagi boleh kan, Mbak? ^_^

    ~~~

    'WHO IS SHE?'

    Gadis berpayung merah itu... siapakah dia?
    Setiap senja tiba, mataku selalu tertumbuk pada sosoknya yang berdiri sendu di pinggir jalan. Ingin aku mendekat dan bertanya. Segala rasa penasaran dan kasihan yang bersarang di benakku sudah mendesak untuk dilontarkan sejak beberapa minggu lalu. Sejak aku sadar dia selalu di sana setiap senja di hari Kamis.

    Akhirnya kuberanikan diri mendekat. Aku harus bertanya dan mungkin saja kesenduan yang terlampir di wajahnya luruh karena ada teman yang peduli.

    "Hai, apa...apa kau sedang menunggu seseorang? Siapa namamu?" tanyaku memulai pembicaraan.

    Dia menoleh, menatapku tanpa senyuman lalu sekian detik berikutnya dia kembali membelakangiku. Terus begitu. Selama ini kuperhatikan dia selalu menyorot ujung jalanan di arah Barat.

    "Aku menunggu orang yang kusukai. Padahal aku benci menunggu," jawabnya lirih.

    Aku mengernyit. "Bukankah kau sudah puluhan kali berdiri di sini dan dia tak datang. Lantas kenapa kau tak menyerah saja?" Aku terus bertanya. Rasa iba dalam hatiku makin menguar bersamaan dengan amarah yang kutujukan untuk orang yang disukainya itu.

    "Tidak. Aku tidak bisa berhenti menanti sampai orang yang kutunggu, menemuiku dan memberikanku kepastian." Gadis itu berbalik lagi kali ini senyumnya begitu cerah. "Namun karena kau, perjalanan hati yang serasa terombang-ambing tak pasti ini sudah usai."

    'Karena aku? Memangnya aku sudah melakukan apa? Aku cuma menghampirinya saja, kan?' Pertanyaan yang sarat akan rasa bingung muncul di benakku tapi belum sempat aku membuka mulut, dia tiba-tiba membelai pipiku. Sontak membuatku seketika tegang. Tangan sedingin es itu seolah menyentakku. Dalam sekejap sederet ingatan menyerang.

    Aku kenal dia. Dia adalah Rea dan memang dalam ingatanku, Rea juga berdiri di sini dan aku di seberang sana. Aku datang terlambat lalu dengan buru-buru menyeberang untuk menemuinya tanpa tahu ada mobil yang melintas dan segalanya terjadi begitu cepat. Kami tertabrak dan Rea meninggal sedangkan aku koma selama eberapa hari hingga mengalami Amnesia.

    "Re-Rea..."

    Gadis itu melepas payungnya. Telunjuk lentik itu membungkam bibirku. Meski sorot mata itu masih suram namun senyumnya membuatku lega. Tak lagi khawatir.

    "Aku mencintaimu, Arata. Sebenarnya waktu itu aku menyuruhmu datang ke sini karena ingin mengatakannya. Namun kau tak datang juga. Lalu ketika kau muncul segalanya malah menjadi tak terduga."

    Dia memelukku. Seketika tubuhku terasa disergap hawa dingin menusuk kulit namun kontras dengan hatiku yang menghangat. Air mataku pun tanpa sadar mengalir. Mulutku kelu.

    "Sekarang aku bisa pergi dengan tenang. Perjalan hatiku berhenti sampai di sini. Selamat tinggal, Arata. Sampai jumpa di Surga." Seiring suara itu lenyap, tak kurasakan lagi pelukannya. Dia kini benar-benar pergi.

    ~~~

    Nama : Hana Pratiwi
    Twitter : @HanaCuncun
    Facebook : www.facebook.com/Hazesmooth (username Hana Cuncun)

    ~~~

    Aku suka genre romance yang dibumbui dengan fantasy atau dan ada unsur komedinya. Menurutku seru dan menghibur dan setidaknya fantasy itu seputar cerita yang ada di kayalan, kan? Dunia dongeng yang hanya bisa dibayangkan.
    Tapi selain itu aku juga suka thriller atau bacaan-bacaan yang seperti pencarian jejak, adventure dan seperti detektif gitu. Melatih daya analisis kita jadi selain menghibur ketika dibaca setidaknya cukup menambah wawasan kita.

    ReplyDelete
  23. Huaaa..baru tahu blog barunya Mbak. stelah MP bubar, pindak kesana toh. Hiks ketinggalan banyak quiz. :(

    Tapi karena saya pengagum karya2 mbak, jadinya bikin kilat deh FF nya. Hehehe...

    Sebelumnya selamat ya mbak atas karya-karya barunya. Saya masih belum sempat memiliki karya terbarunya dan bakalan senang kalau beruntung jadi pemenang kuis. hahahah.

    Ini FF saya mbak.
    ------
    “Aku suka membaca blogmu, jadi silent rider sih. Gaya ceritamu semakin keren tidak seperti dulu,” Ken terus berkomentar tak bisa ku sela.
    “Dulu pas masa kuliah, kamu suka nangis dan melaporkan bahwa cerpen yang kamu kirim ke majalah ditolak. Tapi sebenarnya kamu ingin aku traktir kan? Hahaha,” Ken semakin tidak menguasai diri. Beratus pasang mata memperhatikan kami berdua. Aku semakin merasa risih dan menyesal telah datang ke acara reuni fakultas ini. Aku beranjak pergi dari ruang pertemuan.
    “Bukannya waktu yang merubah segalanya Ken? Kenapa kamu bahagia sekali membahas masa lalu. Bukankah kita hidup di masa ini? ” aku menanggapi sekenanya sambil berjalan menuju tempat parkir. Ken segera menarik lenganku. Memaksaku berhenti. Melepaskan kaca mata hitam yang kupakai. Ken berhasil menatap kedua mataku dengan penuh. Jarinya bergerak ke arah mata. Aku meringis saat jarinya mengenai memar di kantung mataku. Ingin rasanya menangis, namun semenjak kamu pergi tanpa mengabariku. Aku tidak ingin menangis lagi. Aku sudah berhasil menapaki perjalanan hati ini dengan tertatih-tatih! Aku ingin kamu bahagia mencari belahan hatimu sendiri.
    “Kamu baik-baik saja kan dengan suamimu?” Kali ini Ken bertanya sambil berbisik.
    Hatiku pecah! Begitu sakit dan rasanya benar-benar ingin menangis kembali dihadapan Ken.
    “Tolong aku Ken,” bisikku perlahan.
    ----
    Genre Novel: Saya suka romance karena bikin perasaan punya warna yang baru. setiap membacanya warna yang didapat akan sangat berbeda, lebih mengasah perasaan sendiri sih sebenarnya. Aslinya bikin perasaan jadi berbunga-bunga :D
    ------
    FF: 198 Kata
    Twitter: @arr_rian
    Blog: arrrian.blogspot.com

    ReplyDelete
  24. Saya ikutan ya Mbak..

    FB : Cacak'e Kiki
    Twitter : @cuma_kata2

    _______________
    Barunai

    Kamu sudah baca Perjalanan Hati ?
    Ituloh, buku yang lagi tenar di Kampus. Ceritanya itu bagus banget tau. Selain romantis juga sangat memotivasi. Eh, aku pakai sehari ya Notebookmu, punyaku sedang disekolahin, di pegadaian hehehe...

    Masih ingat betul percakapan dengan Burhan tadi siang, ketika laki-laki berkulit putih dan ganteng itu meminjamkan Notebooknya. Ah, Burhan memang selalu baik padaku. Percakapan ? Sepertinya bukan deh. Karena hanya aku yang berbicara, Burhan hanya diam, mengangguk dan tersenyum.

    Tapi malam ini. Diamnya, anggukannya dan senyumnya sempurna membuatku terdiam dan mataku berkaca. Dalam Notebooknya terdapat folder bernama Barunai. Barunai ? Nama pengarang buku Perjalanan Hati. Ah mungkin Burhan sudah punya Ebooknya dan diam-diam mengikuti saranku untuk membaca buku bagus ini. Tapi semua perkiraanku salah, bukan Ebook yang ada dalam folder ini, bukan. Yang ada adalah Perjalanan Hati mentah, perjalanan hati yang masih mentah, ternyata Burhan adalah Barunai.

    Barunai adalah Burhan.
    Yang lebih membuat hatiku semakin sesak adalah persembahan ini beda sekali dengan yang ada dibuku, disini ada sedikit tambahan "teruntuk dropsnow".
    Aku tau siapa itu dropsnow. Dia tak lain adalah Adikku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk genre novel saya paling suka dengan yang pendidikan... Karena berharap kelak bisa mewujudkan tokoh hebat seperti dalam novel. Yang bisa berbagi walau kondisi diri tidak lebih baik dr yg dibagi..

      Delete
  25. PERJALANAN HATI: DIMANA AKAN BERLABUH?

    Perjalanan hati yang tidak ada hentinya, tidak ada kata menyerah. Setelah dia, ada lagi yang datang mengisi hati, lalu pergi lagi, lalu datang lagi. Kau, orang baru yang datang mengetuk pintu hatiku. Benih cinta yang kau tabur di hatiku sudah berbunga. Sikapmu berhasil memupuk subur rasa ini. Dan ternyata, benih cinta darimulah yang paling bertahan lama.

    Ya, kita hanya berteman, tidak ada ikrar apapun. Namun rasa ini berbeda, bukan menganggap sekedar teman. Aku tidak mampu mengungkapkannya padamu. Aku perempuan...karena aku perempuan! Kuharap kau memahaminya walau tidak kukatakan.

    Terkadang aku juga merasa lelah dan berpikir, ya sudah, kubiarkan ini semua tetap mengalir mengikuti arus waktu yang aku sendiri tidak tahu akan berlabuh dimana. Kubiarkan perahu ini terus berlayar. Kubiarkan dia singgah ke dermaga yang satu ke dermaga yang lain, mencari dimana dermaga yang tepat untuk dia menetap selamanya di tempat itu. Dan kelak dermaga itu juga menyambut dan menerima kehadiran si perahu cintaku.

    Pasti nanti ada waktunya. Dan aku sedang menanti waktu itu. Tapi tetap kubiarkan bunga cinta darimu masih bersemi, karena aku tidak tahu bagaimana membunuhnya. Biarkan untuk sementara tetap ada sampai nanti ada penggantinya, atau mungkin tetap dirimu saja.

    my twitter: @fitri_ly
    my fb: Fitri Laily

    ReplyDelete
  26. Dan genre novel yang aku suka adalah Romance dan Misteri. Kisah romance enggak ada matinya karena setiap orang pasti mengalaminya.

    Aku suka misteri karena banyak teka-teki yang diungkap ;)

    ReplyDelete
  27. Mbak ini FF yang sebelumnya kutulis, aku copy dan dipost diblogku
    http://arrrian.blogspot.com/2013/06/silent-heart.html

    ReplyDelete
  28. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  29. Mau Ikutan FF GA Perjalana Hati
    Judul : Pertemuan Di Dunia Maya
    "Hai, Apa khabar?" sapaku Andi di chatingan Facebook.

    "Hai juga. Kamu dimana? tinggal dimana ?sekarang kerja apa?" Tanya Andi teman semasa SMP secara mendetail.

    Pertemuan kami di dunia maya membuat aku dan dirinya ingin mengenalnya lebih jauh. Seperti biasa seumuran aku yang sudah menginjak usia kepala tiga kadang membuat sebuah kekonyolan seperti anak kecil.

    "Ha! Apa-apaan ini. Gambar senonoh yang kau kirim ke timelineku" Tanya Andi.

    "Cuma bercanda doang sob, " gelak tawaku di balik laptopku yang aku gunakan untuk chatingan dengannnya.

    "Emang aku apaan. Orang bejat? Segitunya kamu memperlakukan aku seperti ini"

    "Maaf sob. Udah deh aku hapus"

    Keesokan harinya

    "Hai" sapaku kembali pada Andi.

    Lama tak dijawab. Kemudian dia menjawab dengan nada singkat.

    "Apaan.kamu mau apa lagi."

    Lalu kuambil handphone berusaha menghubungi dia, tapi tak diangkat. Kemudian ada sms masuk.

    "Mau seribukali telepon tak akan aku angkat, karena kamu telah tega memperlakukan aku seperti ini."

    "Oke. sekali lagi maafkan aku sob, aku tak ada maksud apa-apa, cuma bercanda doang," balasku melalui sms.

    "Sudah. Anggap kita tak pernah ketemu atau berteman seperti sebelumnya. " Ujar Andi di chatingannya.

    Air mata tiba-tiba meluncur ke bawah. Sedih dan kecewa. Mungkin sifat kekanak-kanakanku membuat perjalanan hati ini tersadar akan sebuah kedewasaan.

    FF : 197 kata
    _______________________________

    Nama : Sri Sugiarti
    Twitter : @ayankgiarti
    Fb : https://www.facebook.com/sripitaloka.pitaloka (Sri Sugiarti)
    URL : http://yanksri.blogspot.com

    ______________________________

    Genre Novel: Saya suka Komedi karena membuat aku tergelak tawa jika membacanya. Udah gitu menghilangkan penat dan gundah.......Bisa tertawa lepas itu "sesuatu"buatku.

    ReplyDelete
  30. KEPING KEMARIN

    Tubuh Sinta mematung. Saraf seakan beku usai kalimat itu menyambar cuping telinganya. Menyesap hingga mengalir di setiap aliran darah. Menggetarkan batin. Menyeruakkan getir. Pilu yang tengah menyelimuti. Menyisakan lubang menganga. Kedua bola matanya terpancang di keramik. Tidak berani mendongak dan menangkup dua sosok yang tidak asing.

    Acara lamaran yang hendak berlangsung pekan depan seolah-olah menjadi pintu bencana. Menyeka rahasia yang sudah terkubur selama dua puluh lima tahun. Di dalam tubuhnya tidak mengalir darah sepasang yang sekian lama dia hidup bersama.

    Tubuh Sinta limbung bagaikan perahu yang terombang-ambing di atas ombak laut. Ada rasa yang membuncah. Geram yang menggulung atas penipuan genetik. Memercik amarah yang mulai menjilat-jilat.

    Wanita di depan masih menatap wajah Sinta lekat-lekat. Hooded eyesnya yang serupa dengan milik Sinta. Sosok yang tulus sudah menyewa rahim sepanjang Sinta berbentuk janin. Pun hidung melengkung sempurna milik Sinta berasal dari laki-laki paruh baya di hadapan. Tapi rasanya, bibir Sinta sampai tercekat. Padahal hanya belajar menyapa Tante Eni dan Om Yudi dengan sebutan…

    Sinta menarik napas dalam-dalam. Menggali kekuatan menghadapi kenyataan baru. “Ibu… Bapak…” suaranya lirih memancar tulus dari lubuk hati.

    Mereka berpelukan dengan mata menggenang. Sebuah perjalanan hati Sinta mengenal makna kehidupan sesungguhnya.

    ============================================
    Wuri Nugraeni
    FB: www.facebook.com/wurinugraeni
    Twitter: @wuri27

    Saya sudah mention @RiawaniElyta dan @penerbitrakbuku serta link info ini.

    Saya suka genre romance karena dengan membaca novel romance, secara tidak langsung saya mendapati pelajaran hidup. Sebuah premis sederhana tetapi menyentak batin.

    Terima kasih

    ReplyDelete
  31. Ikutan lagi Mbak








    “Mas Reza suka apa?”
    Itu adalah kata tanya pertama yang kamu ucapkan, Dinda
    Setelah tiga kali kita bertemu, setelah kita arungi waktu.
    Aku terdiam sejenak, semua kendaraan yang merangkak di depan halte bus
    Seakan berhenti, pertanyaan mu tadi telah mengebiri waktu
    hanya aku, kamu dan halte bus yang serasa nyata ada.

    yang aku suka? adalah kamu. Gema hatiku lirih.
    Suara bel bus datang, meleburkan kembali jalinan waktu.

    "Nanti di bus mas jawab ya!”
    katamu lagi sambil menarik tanganku, membuat hati ini semakin tak menentu.

    Kamu duduk dekat jendela, tempat favoritmu.

    "Jadi apa yang mas suka?" Sekali lagi waktu terasa berhenti sejenak.
    Aku memohon agar berputar balik saja. Berhenti pada saat pertama kali bertemu dengan Dinda.

    "Perkenalkan saya Dinda, mulai hari ini saya akan merawat anda," sapamu ramah dibumbui senyum.Ada desiran meluas ke tiap sendi saat pertama kali melihatmu. Ada sebuah perjalanan hati yang ingin dimulai kembali.

    Waktu itu aku berharap benar-benar terus saja seperti itu. Tidak ingin mengingat lagi semua kehidupan yang sudah ku lalui. Aku ingin tetap amnesia.Melupakan masa lalu.

    Namun waktu tidak pernah bersahabat denganku, Ia perlahan-lahan memperkenalkanku lagi pada kenangan-kenangan masa lalu.

    "Sebentar lagi Mas Reza akan bertemu keluarga yang sudah lama mencari Mas,"

    Aku hanya terdiam.

    FF: 200 kata
    Twitter: @arr_rian
    Blog: arrrian.blogspot.com

    ReplyDelete
  32. Ikut ya Mbak Ria :) FF pertama dan hasilnya gaje begini wkwk

    "Vin, kamu tau gak si gadis cupu yang dulunya ngejar-ngejar kamu kembali? Dan dia kuliah disini! Sepertinya dia masih suka sama kamu."

    "Hah? Bener?" Masa sih dia masih suka sama aku, uda aku tolak juga, sambungku dalam hati.

    Dari sudut lorong perpustakaan, terlihat gadis cantik tengah berjalan dengan anggun sambil menenteng beberapa buku. Gadis cantik itu ternyata si gadis cupu. Si itik buruk rupa berubah menjadi Cinderella. Perasaan rindu menyergap hati Alvin, ingin sekali menghampiri si gadis lalu memeluknya erat.

    Cerita masa lalu itu kembali teringang. Meninggalkan rasa penyesalan terdalam di hati Alvin.

    “Via suka Alvin, emm cinta lebih tepatnya.” Ucapnya sambil membenarkan posisi kacamatanya.

    “Sampai kapan Alvin mau nerima Via? Uda dua tahun, apa meski sampai 5 tahun?”

    “Via sadar. Muka Via jelek, cupu, gak cocok sama Alvin. Via pergi ya.”

    Tanpa sadar Via sudah sampai di depan Alvin sambil tersenyum. “Hai Vin. Apa kabar?”

    Hati Alvin berdegup kencang, gugup. Rasa gengsi menghampirinya. Alvin membalikkan badan melangkah pergi. Langkahnya tertahan oleh panggilan Via.

    “Kenapa Alvin menghindari Via? Apa karena Via cinta sama Alvin?” ujarnya sambil terisak.

    Alvin membalikkan badan lalu memeluk erat Via. “Enggak. Alvin gugup sama Via. Alvin juga cinta sama Via, Alvin baru sadar waktu Via ninggalin Alvin dulu. Maaf telah membuat perjalanan hatimu rumit.”

    Via menangis sambil tersenyum bahagia. Akhirnya perjalanan hatinya telah sampai tujuan yang tepat.

    Genre Favoritku itu Romance, karena membuatku merasa nyaman dengan isinya. Tidak terlalu menguras pikiran untuk mengerti maksud novelnya apa. Lebih memikat dan saat baca aku seakan ikut bersama alurnya.

    FB : Sabariah
    Twitter : @cabbyy_

    ReplyDelete
  33. Sekali lagi ah ikutan :D

    Listen

    Steve bersemu merah saat membaca selembar surat yang baru saja kuberikan padanya. Sesekali senyumnya semakin melebar dan memperlihatkan deretan gigi yang rapi. Membuat wajahnya itu selalu membuatku bahagia. Aku dan Steve sudah bersahabat sejak kecil. Setiap harinya tidak ada cerita dalam catatan harianku tanpa menyertakan nama dan tingkah lakunya yang membuat hati ini berdesir hebat. Entah apa.
    Setiap harinya aku hanya ingin selalu melihat senyumnya yang ceria. Apapun akan aku lakukan untuk membuatnya seperti itu. Senyumnya adalah semangatku. Bahagianya adalah bahagiaku juga.
    "Terima kasih ya," ucap Steve membuyarkan lamunanku.
    "Sama-sama, selanjutnya bagaimana?"
    Steve melipat surat itu dan memasukannya kembali pada amplop berwarna merah muda. Aku masih melihat senyumnya yang masih mengembang. Ada kebahagiaan hinggap di hati.
    "Selanjutnya, aku minta tolong lagi ya sama kamu Nis," Steve menatapku dalam. Aku mematung.
    "Tolong sampaikan hari minggu nanti Niken ada waktu kosong nggak?" Steve antusias bertanya. Aku semakin mematung, menyadari apa yang telah terjadi. Harusnya aku mengerti dari awal, perasaan ini tidak akan pernah bisa tersampaikan pada Steve. Walaupun aku sudah tertatih-tatih mengahadapi perjalanan hati ini. Mencoba bertahan, namun pada akhirnya dia tidak pernah bisa menjadi milikku.
    “Nisa kamu dengar aku kan?”
    Aku akan selalu mendengarkanmu Steve.

    FF:195
    Twitter: @arr_rian
    Blog: arrrian.blogspot.com

    ReplyDelete
  34. saya post juga di blog mbak
    http://arrrian.blogspot.com/2013/06/listen.html

    terima kasih,

    ReplyDelete
  35. selamat ya kak untuk novel barunya, semoga sekeren yang udah-udah :)
    saya suka novel gendre romance karena saya itu orangnya mendayu-dayu :D

    "Cinta 12 angka"
    Angin sepoi menemaniku siang ini, begitu tenang, entah apa yang mendorong tangan ini membuka tumpukan majalah di atas meja itu, apa karena ini skenario Tuhan, entahlah.
    Aku menemukannya, tapi masih samar, jodoh itu tidah ada satupun yang tau, bukan begitu.
    Salah satu majalah yang memasang nomor telefon Radit, dan dengan bisikan siapa aku menghubunginya, dasar memang harus kamupun meresponku. membuat kami berkisah-kasih. PERJALANAN HATI yang sangat jauh tapi indah.
    Cinta ini seperti layan-layang terbang dan terputus, dan aku akan selalu mensyukurinya.
    Radit mengajariku arti cinta, meskipun tidak dari pertemuan yang sering, tapi hatiku ini sangat terpaut padanya, kami jah, sangat jauh. Tapi takdir tuhan menyatukan kami berdua, yang terjadi memang sangat singkat, dan aku menyesali semuanya.
    Radit bukan untukku, cintanya sudah bersama dan terpaut dihati orang lain. Sekarang aku harus mengharapkan apa?
    Cintamu padaku seperti gas yang dapat menguap dan hilang bahkan sekarang sudah tidak dapat aku rasakan.
    Tapi diatas semua itu, semoga Tuhan menjodohkan kita, beserta kehendaknya, menghendaki aku bersamamu.Semoga Saja Amin
    FB : Riska Yulia Rosdiana
    Twitter : rosdiana_riska
    Blog : rosdianacute.blogsot.com

    ReplyDelete
  36. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  37. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  38. Saya ikutan ya, Mbak :)

    1, 2 All rule = done ya

    3 . Nama aku twitter : @MiaCd2
    Akun FB : Mia Candra Sasmita Aktf

    4. Aku terbangun bersama helaian lembut rambut wanita yang kucintai. Bau khas setelah bercinta masih tercium oleh hidung mancungku. Bersama mata yang kembali terpejam, aku mengeratkan pelukan penuh cinta untuknya, mencium wangi khas tubuhnya yang tetap ada meski terganggu bau yang lain. Ia nampak terusik, terbukti dari gerakan yang dapat kurasakan.

    “Ish... tidak puaskah semalam?” Ujarnya kesal.

    Aku membuka mata, tersenyum melihat wajahnya yang dibuat-buat merajuk.

    “Tentu saja, tidak pernah puas. Bahkan selalu merindukannya.” Ucapku mantap sembari mengulurkan tangan, mengelus wajah cantiknya.

    Ia tersenyum getir. Ada sedikit rupa tak mengenakan terguar dari wajahnya.

    Penyesalan. Sama seperti yang aku rasakan.

    “Sudahlah, lekas bangun!!! Istri Kapten seharusnya rajin bukan? Harusnya malah sudah menyiapkan sarapan.” Ucapku sedikit menggoda. Ia mendesah lalu menenggelamkan wajahnya di dadaku. Kini dirinya yang malah seolah tak ingin beranjak dari hangat yang tercipta dari rengkuhan tubuh kami. Kami menghayati sunyi.

    “Suamiku akan datang dari tugasnya. Kau harus membantuku membereskan kekacauan ini... Aku yakin jika ia mengetahui semuanya, bukan hanya berubah menjadi pembunuh berdarah dingin, dirinya juga akan membuat nama besar perwira yang kauraih hingga melepasku, hancur tanpa sisa.”
    Ia berujar lirih, sembari melepaskan diri dan berbalik memunguti pakaiannya. Aku dapat melihat air mata lelah akibat perjalanan hati itu menetes kembali.

    Aku suka gendre komedi, cocok untuk segala situasi... bahkan terkadang mengandung unsur gaya bahasa satire yang menyentak pemikiran.

    ReplyDelete
  39. Seperti anak kecil aku hanya tahu bagaiaman belajar darimu. Mengikuti caramu bertutur kata. mengikuti gayamu bersikap santun kepada yang lebih tua. Mengikuti caramu menentukan pilihan dengan bijaksana. Mengikuti caramu bagaimana mencinta dengan sederhana. 'Perjalanan Hati' ini kulalui dengan mengikuti caramu. Beruntungnya aku menaruh hati pada lelaki sebijaksana kamu. Beruntungnya aku mencinta pada pria sesederhana kamu. Meski kamu tidak mengetahui bahwa aku telah mengikuti caramu. Aku sangat berterimakasih atas kebaikan-kebaikan yang telah kau tularkan kepadaku.
    Ayah, andai rasa sayang itu mudah kuucapkan. andai rasa rindu ini tak perlu malu untuk kunyatakan. Mungkin sudah ribuan halaman lebih aku bisa menuliskan kalimat sederhana yang tertahan di tenggorokanku. Andai ketika aku mengatakan aku mencintaimu tak dapat membuatku meneteskan butiran air dari mataku. Aku pasti akan mengucapkan itu setiap hari.
    Kamu pria terbaik ayah. Betapa kamu tidak pernah memintaku untuk jadi juara kelas, kamu tidak pernah memintaku untuk berprestasi di sekolah. Ketika aku bertanya "Emang, bapak maunya teteh jadi apa pak?" Tanyaku polos ketika perbincangan sederhana kemarin malam. "Bapak cuma mau teteh jadi perempuan salihah, jadi anak bapak yang senantiasa mengirimkan doa-doa kebaikan untuk mamah dan bapak. Karena cuma itu yang bisa menolong bapak di akhirat nanti."
    Aku diam seketika air mataku menetes deras di kamar tanpa diketahuinya, jadi itu pintanya. Tidak banyak, hanya satu permintaan.

    Twitter: @winikali
    FB: Wini Nurhanifah
    Genre novel favoritku: Romance & Komedi

    ReplyDelete
  40. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  41. "Lelaki Juni"

    Hujan rintik bulan Juni. Masih adakah namaku dihatimu? Tentu tak usah kau tanya sebaliknya. Namamu selalu betah berada di ruang kosong ini bersama kenangan yang mungkin akan membatu selamanya. Namamu selalu mengiringi perjalanan hati ini.

    "Hei, Aira, sampai kapan kamu mau terus mengingat Rangga?" tanya Lea.

    "Nggak tahu sampai kapan aku bisa melupakannya, Lea. Masih terasa semua kenangan tentangnya sampai detik ini."

    "Lupakan dia, lupakan. Toh, dia udah ada yang memiliki," ucap Lea.

    "Sulitnya aku merelakan dia bersama perempuan itu. Andai aku menjadi dirinya, Lea."

    "Sudahlah, lupakan!"

    "Aku bukan Maria. Itu masalahnya. Aku ingin menjadi Maria, Lea. Aku ingin."

    Lea tetap mengatakan agar melupakan Rangga. Namun, tetap tak bisa. Rangga sudah berlalu bersama waktu juga bahagia bersama Maria. Terharunya, Rangga memperjuangkan cintanya demi Maria gadis yang dicintainya. Meski mereka berdua berbeda keyakinan. Dan itu semakin aku kagum pada Rangga, lelaki bulan Juni.

    Twitter: @Arlin_WS
    Fb: Arline Safitri

    Saya suka genre romance, soalnya di dalamnya ditemukan kata-kata indah seperti diksi atau puisi dan kisah roman yang mengharukan.

    Makasih mbak, wish me luck :D

    ReplyDelete
  42. Sepotong Hatiku Tertinggal Di Yogya

    Air mataku menetes seiring dengan kepergian kereta yang sedang kutumpangi meninggalkan Stasiun Tugu. Kenangan tentang tadi malam kembali hadir. Suasana hangat di sebuah warung angkringan di Jalan Malioboro. Juga Heru yang mulai berani mendekatiku dan memberiku sebuah lagu melalui pengamen jalanan. Ah sangat manis. Sama persis seperti yang Geri lakukan padaku setahun yang lalu.

    Aku mulai membandingkan Heru dan Geri. Dari segi fisik, Heru memang lebih baik dari Geri. Namun dalam caranya mendekatiku, Heru tidak seluwes Geri. Tetapi justru hal itulah yang membuatku semakin menyukai Heru.

    Saat kami harus menyeberangi jalan menuju shelter Trans Yogya, Heru menggenggam tanganku. Perasaan hangat menjalar dari tangan ke seluruh tubuhku. Ah aku sangat menyukai sensasi itu. Sama persis seperti yang Geri lakukan padaku setahun yang lalu.

    Ya Tuhan, aku jatuh cinta pada Heru. Tetapi saat itu aku melepaskan tanganku dari genggaman tangan Heru, pelan-pelan. Aku mencoba tersenyum padanya, meskipun hatiku terasa sakit.

    Kuhapus air mata yang mengalir di pipiku. Sepotong hatiku tertinggal di Yogya. Namun aku lega karena perjalanan hati-ku kali ini tidak berlabuh di tempat yang tidak pantas. Aku sangat menyayangi Iwan, dan aku tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama dengan perselingkuhanku dan Geri setahun yang lalu.

    194/200 kata

    ~~~

    Genre favorit: romance
    Karena selalu bisa mengaduk-aduk perasaan saya.

    ~~~

    FB: Nathalia Diana Pitaloka
    Twitter: @sweetdonath

    ReplyDelete