Riawani Elyta: Nasehat terbaik itu bernama kematian

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Monday, 29 April 2013

Nasehat terbaik itu bernama kematian

gambar diambil di sini

Saat menulis ini, umat muslim negeri ini baru beberapa hari lalu kehilangan salah satu sosok ustaz yang cukup dikenal publik yaitu ustaz Jeffri al Buchori. Sosok yang cukup fenomenal, yang kepergiannya diantar oleh ribuan pelayat, berita tentangnya disajikan secara eksklusif selama beberapa hari oleh salah satu stasiun teve swasta, dan banyak untaian doa pun terpanjat untuknya, termasuk yang menghiasi beranda sosial media.

Tentu, ada banyak alasan kenapa kepergiannya sedemikian meninggalkan kesan. Diantaranya adalah karena beliau adalah sosok pendakwah dengan ciri khas yang unik, juga beliau di mata para kerabat dan sahabat, dikenal sebagai sosok yang dermawan dan rendah hati. Kepergian beliau pada Jumat dini hari juga semakin menguatkan pesan dan hikmah bahwa insya Allah, beliau termasuk hambaNya yang pergi dalam keadaan yang khusnul khatimah.


Kematian, sesungguhnya adalah nasehat terbaik. Tanpa ada kata-kata yang menggurui, cukup dengan rangkaian peristiwa, sudah cukup untuk mengentakkan kesadaran kita bahwa sesungguhnya kematian itu adalah dekat. Menjadi pengingat bagi kita sudah sejauh mana persiapan kita untuk alam akhirat, dan sudah sejauh mana pula kita menjadi hamba yang melaksanakan perintahNya, menjauhi laranganNya, menebar manfaat bagi orang lain dan apakah banyak/sedikit perbuatan dan ucapan kita yang justru mencederai hati orang lain.


Sungguh, sang nasehat terbaik ini jugalah yang kembali menggerakkan hati saya untuk menggoreskan jejak pada blog ini - jika memungkinkan - untuk lebih aktif lagi mengisinya, dengan konten yang mudah-mudahan juga membawa manfaat agar kelak, jika giliran saya tiba untuk kembali padaNya, masih ada jejak-jejak saya yang bisa dibaca oleh orang lain. Jejak yang mudah-mudahan ada manfaatnya. Serta menjadi media buat saya menguntai permintaan maaf untuk siapa pun yang kebetulan menyinggahi tulisan ini dan di suatu masa pernah merasa terluka oleh sesuatu yang terlahir dari kedhaifan saya.

 Semoga goresan ini tidak hanya sekadar sebuah pengantar yang terlupakan. Dan semoga, masih ada hari diberikan Allah untuk saya berproses menjadi hambaNya yang lebih baik lagi sebelum kelak sang nasehat terbaik itu jua, akan menjadi "jembatan" untuk saya menemui Sang Illahi Rabbi.


Tanjungpinang, 29 April 2013




4 comments:

  1. iya, kematian selalu memberi nasehat pada yang hidup bahwa tidak ada yang abadi di muka bumi ini.nice notes.

    ReplyDelete
  2. makasih udah mampir mbak Ade :)

    ReplyDelete
  3. serem ya.. T.T

    gadget follownya error ya?

    ReplyDelete
  4. ingin mendapatkan kemantian yang indah kak .... kak blog-ku di follow back ya !! :D

    ReplyDelete