Riawani Elyta: Kuis Giveaway Novel The Coffee Memory

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014

Novel Pemenang Harapan LMNI 2014
The Secret of Room 403
Wednesday, 27 March 2013

Kuis Giveaway Novel The Coffee Memory



The Coffee Memory
Penulis: Riawani Elyta
Penyunting: Laurensia Nita
Penerbit: Bentang Pustaka (Pustaka Populer)
Jumlah Halaman: 232 halaman
Harga: Rp.39.000
ISBN: 9786027888203


Bismillahirrahmanirrahim.
Sebelum kita mulai kuisnya, izinkan saya ngobrol-ngobrol sekejap ya. Jadi ceritanya, beberapa hari lalu saya mengisi Twitalk Penulis Bentang dengan topik seputar novel The Coffee Memory yang diperkirakan mulai beredar sekitar akhir Maret 2013 ini. (Buat yang ketinggalan ngikutin Twitalknya, bisa ngikutin sebagian obrolan kami disini).

Ada beberapa pertanyaan menarik dari partisipan, salah satunya adalah, apa sih, yang membedakan novel bertema kopi ini dengan novel / kumcer bertema serupa yang cukup banyak sekarang ini?


Jawaban yang bisa saya berikan adalah, bahwa saya yakin, disaat kita memotret sebuah objek dari sudut pandang yang berbeda, maka keindahan dari objek tersebut juga insya Allah akan tampil dalam bentuk yang berbeda pula.

Ada tiga hal yang saya racik dan sajikan di dalam novel ini, yaitu love, entrepreneurship, and knowledge. Jadi, sebagaimana racikan kopi yang umumnya terdiri atas tiga komponen penting : bubuk kopi, gula dan air, maka harapan saya, saat menikmati novel ini, pembaca bisa mendapatkan tiga hal penting sekaligus : jalinan kisah cinta, inspirasi dunia usaha coffee shop, serta beberapa info dan pengetahuan seputar dunia kopi.


Yup, pada hampir setiap bab dalam novel ini, pembaca akan menemukan quote-quote yang mengungkapkan info dan pengetahuan seputar kopi, juga quote yang memuat tips praktis mengelola usaha kuliner. Dan tentu saja, sebuah jalinan kisah cinta yang menguarkan aroma harum kopi :)

So, buat kamu yang pengen preorder, promo masih dibuka lho, tinggal lirik aja banner pada header blog ini untuk ngintip keuntungannya, lalu sampaikan pesananmu via inbox FB Riawani Elyta.

Oke deh, sekarang saatnya ngekuis ya. Caranya gampang banget koq :
  1. Follow akun twitter @RiawaniElyta dan FB Riawani Elyta, buat kamu pemilik blog di blogspot, juga dianjurkan untuk join blog ini
  2. Bagikan info tentang kuis ini di dinding FB atau timeline twittermu dengan menyertakan link info lomba dari blog ini, jangan lupa mensyen @RiawaniElyta dan @bentangpustaka
  3. Tuliskan jawaban kuis langsung di kolom komentar di bawah ini dengan menyertakan nama akun twitter dan FB kamu, atau di status FB dengan mensyen Riawani Elyta disertai tulisan : Jawaban Kuis berhadiah novel The Coffee Memory
  4. Bunyi pertanyaan kuisnya : tuliskan pengalaman kamu yang paling berkesan dengan kopi, cukup dalam 1 - 2 paragraf saja, jumlah kata bebas
  5. Buat kamu yang nggak punya pengalaman berkesan dengan kopi, atau kamu bukan peminum kopi, don't worry, kamu bisa menjawab pertanyaan alternatif kuis ini yaitu : apa yang ada dalam benakmu saat mendengar kata "Kopi dan Kenangan"? tuliskan idemu dalam 1 - 2 paragraf, jumlah kata bebas
  6. Ini adalah pertanyaan tambahan, boleh dijawab boleh enggak, tapi kalo dijawab, bisa jadi tambahan poin, hehe : dari novel-novel Riawani Elyta yang pernah kamu baca, novel mana yang paling kamu sukai, dan apa alasannya?
  7. Periode kuis adalah dari tanggal 28 Maret - 8 April 2013
  8. Tersedia 3 (tiga) buah novel The Coffee Memory untuk 3 (tiga) orang pemenang. Hadiah akan dikirimkan oleh Penerbit Bentang Pustaka setelah pengumuman pemenang.

Tuh, gampang banget 'kan? Selamat mengikuti :)

Salam,
Riawani Elyta

67 comments:

  1. Akun twit: @dedulfaithful, akun fb: Dede Abdul Hamid.

    Pengalaman paling mengesenkan tentang kopi adalah ketika menyajikan kopi untuk Bapak Kepala Desa. Saat itu keluargaku sedang ada acara 100 hari memperingati kematian nenek, pak kades orang paling sibuk di desaku tanpa diduga datang. Aku meracik secangkir kopi untuknya, tanpa dia tahu. Ketika ayahku bertanya padanya tentang rasa kopi itu, dia menjawab mantap, "Ini bukan perempuan yang membuatnya, tapi lumayan enak." Aku langsung bersemu merah dan hampir pingsan di tempat.

    Dari semua novek Kak Riawani, yang paling aku suka adalah novel Ping! Novel ini adalah novel teenlit yang beda banget, pantaslah kalau dapet juara 1 lomba menulis novel 30 hari 30 buku yang diadakan bentang belia. Very recomended buat para remaja yang gak cinta lingkungan. Ckck ....

    ReplyDelete
  2. Tw: @MrSuparno Fb: Suparno M R

    Kopi memang sudah menjadi bagian dari hidupku karena memang cinta dan memiliki pohon kopi. Menjemur, mengupas, menggoreng, dan menutu kopi(menjadikannya bubuk)sendiri adalah rutinitasku di kampung. Dan yang paling berkesan selama merantau di Jakarta, pada saat ada di Citos. Dengan segelas kopi yang kuberikan pada seorang bapak-bapak, ia pun menjadi temanku yang sama-sama menunggu jam kerja, pukul 12 malam.

    Bapak-bapak itu mulai menceritakan bagaimana tanggung jawab dalam bekerja dan sebagai orangtua. Segelas kopi yang kubeli pada penjual kpi seduh di pinggir jalan itu harganya memang hanya Rp 2.5000,- tetapi ilmu yang diberikan oleh bapak-bapak itu sebagai timbal balik jelas tidak bisa dihargai dengan selembar kertas yang bernominal. Seperti proses kopi sampai bisa dinikmati, tanggung jawab pada hidup itu harga mati.

    ReplyDelete
  3. FB : Intan Novriza Kamala Sari
    Twitter : @inokari_
    Blog : intannovrizakamalasari.blogspot.com

    Mbak ikutan ya, aku nggak punya pengalaman berkesan dengan kopi, juga bukan peminum kopi, yang ada dalam benakku saat mendengar kata "Kopi dan Kenangan", aku langsung ingat tempat kerjaku kemaren, Radio Swaraunib.
    Ya, di sana ada 1 program acara pagi hari yang bernama "Coffe Morning", program acara yang sangat aku suka. Karena bahasannya yang kece & playlist lagunya enak-enak (wong tugasnya ngebangunin orang tiddur, hehe). Jadi penyiar emang udah keinginan aku dari dulu, rasanya ketika berada di ruang siar, aku menemukan duniaku. Tapi beberapa hari yang lalu, orangtua melarangku untuk siaran lagi, mereka ingin aku fokus pada kuliah. Padahal aku udah berusaha memanage waktu sebaik mungkin. Tapi tetap saja, tidak ada toleransi untukku. Mengingat Coffe Morning, mengingat radio, memang menyesakkan hati. Ada sejuta kenangan disana. Aku masih mengingat semuanya, grogi waktu siaran perdana, mulai merasakan semangat yang luar biasa ketika siaran, juga merasakan punya fans. Tapi ya, semua tinggal kenangan. Aku lebih memilih mengorbankan rasa rinduku pada radio daripada harus menyakiti hati orangtuaku. Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk radio. Semoga tambah baik untuk kedepannya, semoga aku juga bisa menemukan passionku yang lain, passion yang akan disetujui orangtuaku :')

    Jujur ya mbak, aku belum pernah baca novelnya mbak.
    Semoga aku berhasil menang di GA ini, pengen banget baca The Coffe Memory :D hehe

    ReplyDelete
  4. Fb : Asfahul Mukhib Tw : @e_muhib

    Aku bukan penikmat kopi sih, cuma kalau lagi bareng-bareng ngumpul sama sahabat, aku juga suka minum kopi, meskipun nanti akan ada efek yang waww setelah minum kopi, yaahh aku pasti kembung dan sakit perut. :)

    Nah pengalaman paling berkesan minum kopi adalah ketika aku liburan di Bali, ceritanya tempat tinggalku di Banyuwangi, katakan cukup dengan 50000 Rupiah kota Denpasar dan sekitarnya sudah bisa ku kunjungi. Parahnya sampai usia 23 Tahun kemarin, aku belum pernah sama sekali melihat indahnya pulau Bali, jadi teman-teman yang ada di Bali suka ngejek-ngejekin gitu, dasar akunya yang cuek atau emang suka boke' jadi gak bisa jalan-jalan, so aku tidak risih sama sekali dengan olok-olok teman-teman, sampai akhirnya mereka bercerita tentang nikmatnya minum kopi di Legian (nama suatu daerah di Denpasar), sambil nyruput kopi mata bisa dicuci pake Rinso, eh bukan bisa dicuci karena banyak bule-bule cantik yang berseliweran. Alamaak akhirnya dengan modal 100 Ribu aku di Bali selama 4 hari dan tentunya minum kopi di Legian menjadi momen minum kopi terindah dan paling berkesan, karena kopi itu aku jadi tahu pulau Bali. :) habis deeh ceritanya..

    ReplyDelete
  5. FB : Dee An
    Twitter : @dieend18

    Aku adalah coffeelover. Malam-malam, minum secangkir kopi di depan tenda sambil memandang bintang dan berbagi cerita dengan teman seperjalanan adalah saat-saat yang selalu aku rindukan dari secangkir kopi. Jadi, kalau aku lagi kangen ama gunung lengkap dengan segala suasananya, buru-buru aku menyeduh secangkir kopi dan menghirup aromanya perlahan-lahan. Membayangkan aku ada di gunung, memandang langit bertabur bintang... Huaaaa... jadi kangeeeen... *abis nulis komen ini pasti langsung buru-buru ke pantry untuk bikin kopi :D

    Satu lagi, bagiku, secangkir kopi adalah sahabat terbaik yang selalu menemaniku menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan di depan komputer.

    Aku baru baca novel mbak Ria yang judulnya Hati Memilih dan Yang Kedua. Aku suka banget ama novel Yang Kedua.
    Pertama, pasti karena tampilan covernya.. sukaaaaaa banget ama covernya yang cantik itu.

    Kedua, aku suka banget ama kalimat di bagian belakang buku ini: "Kau bagai lagu indah, yang membuatku jatuh cinta dalam cara yang sederhana. Menyusup cepat ke dalam dada, mengentakkan hati, lalu mengisi penuh ruang kosong jiwa. Kaulah lirik yang selalu bisa kugumamkan berulang-ulang dalam benakku, tanpa jemu."

    Ketiga, aku juga suka ama ceritanya. Bahasanya enak, ringan. Dan banyak kalimat sederhana tapi maknanya daleeeem yang aku suka di dalam novel ini, salah satunya adalah: "Mungkin, yang salah hanyalah waktu. Kau dan aku, seharusnya sejak dulu bertemu..."

    ReplyDelete
  6. FB: meideline chintya Twttr: @MeidelineC

    kopi dan kenangan? hm.. setiap dengar kata kopi simpel aja, yg keluar dari pikiran saya rasanya yang nikmat, tergolong pahit tetapi ada manisnya, warnanya yang pekat tetapi wanginya yang khas. seperti kopi, kenangan pun begitu. disetiap lika liku kenangan tersebut akan terasa sangat nikmat bila kita menikmatinya. akan terasa pahit bila kita mengenang yang pahit, tetapi di sebaliknya, kenangan tersebut memberi pelajaran yang nikmat, dan satu lagi disetiap kenangan pasti ada yang khas entah dari mananya, pasti disetiapnya selalu terasa berbeda :)
    maaf aku belum pernah baca novelnya,hehehe :D

    ReplyDelete
  7. Halo mba,salam kenal. Nama sy kania, mama 2 kids. sy peminum kopi, tp mau jwb prtnyaan no 2 blh? Tdk pny pngalaman berkesan karena kopi udah jd kbutuhn sy skrg.
    Awalny sy g sk ngopi krn sering mndengar berbagai efek negatif kopi dan pemikirN di benak sy bhw peminum kopi itu kakek n nenek. Teman kuliah sy lah yg pertamakali memperkenalkan kopi biar terjaga saat mengerjakan tugas kuliah.
    Ketika sy pertamakali coba minum memang hati jd deg2 an dan adrenalin terpacu. tapi saya memang jadi semangat mengerjakan tugas kuliah sampai seleasai.
    Sekarang sehari saya bs minum kopi 2x biar tetap semangat dlm mnjalankan tugas. Setiap melihat merk kopi tertentu sy jd teringat teman kuliah sy itu.
    Fb: Kania Ningsih
    Twitter: umiZaidanRaissa

    ReplyDelete
  8. "Kopi dan kenangan....."

    secangkir kopi dengan asap yang masih mengepul, terlebih ketika dinikmati dalam teduhnya rinai hujan. selalu dan selalu mampu membangkitkan beragam kenangan demi kenangan manis pahit, suka duka perjalanan cinta kami, aku dan suamiku.

    Aku tidak mencandu kopi juga tidak suka terbuai dalam kenangan. Tapi aku penikmat kopi juga orang yang mengambil ibrah dari sebuah kenangan, entah pahit ataukah manis......


    Novel mba riawany elita???? Tentu tarapuccino.....:) Kisah romance yang tidak melulu romance tapi "berisi"dan penuh hikmah, membacanya tak pernah bosan dan sungguh-sungguh menantikan sekuel selanjutnya....:)
    keep on write ya mba....sukses selalu

    barokallah.....

    Fb: Sarah Amijaya Twitter @saraamijaya

    ReplyDelete
  9. Holla bunda, ikutan yah, wish me luck, amin.

    twitt: @NyiPeDe
    fb : Nyi Penengah Dewanti

    "Kutil apa Ngutil"

    Bekerja jadi pembantu rumah tangga itu harus siap sedia 24jam, apotik aja kalah sama jatah jagaku sebagai pembantu. Tapi aku tetap harus berusaha terlihat fresh dan tidak mengantuk. Dengan cara meminum kopi 2x sehari aku lumayan bisa menahan kantukku. Jarang keluar rumah juga terkadang jadi kendala untuk membeli kopi jika habis. Berhubung Nyonyaku demen juga ngopi, walhasil aku kadang ngelolosin beberapa sachet buat diseduh :D ini bisa dikategorikan perngutilan bukan ya? Sementara hak lembur 120 ribu yang harus dibayar tidak pernah aku terima dalam jangka bertahun-tahun. Hitung-hitung Impas lah ya. Nyonyaku pernah juga merasa baru beli kopi sudah habis lagi, hihihi padahal aku yang turut ikutan minum. Itulah awal mula kisah aku demen minum kopi :D

    Aku paling suka novel "PING". Novel duet yang menang lomba bentang belia. Alasannya karena mengerjakan sesuatu dengan orang lain (duet/team) itu nggak gampang. Dua tubuh, dua pemikiran, dua perasaan, tapi bisa menyatu dengan hasil yang lebih dari maksimal itu luar biasa. Salut sama penulisnya, apalagi menjadi juara, Subhanallah.

    regards

    ReplyDelete
  10. ikutan GAnya ya..
    nama : Riski Fitriasari
    twitter : @ama04sapa
    FB : Riski Fitriasari
    GFC : Riski Fitriasari

    Kopi ya, hmmm... bukan soal rasa saja yg bikin saya cinta dengannya, tapi feel ketika menyeruputnya itu yg buat saya ketagihan. Sensasi yg menurut saya luar biasa ampuh, apalagi kalau saya sedang pening dan leher serasa diikat beban berat. Bagi saya setiap kali meminum kopi adalah pengalaman yg paling seru. Ya, sekali lagi karena sensasinya itu.

    Menyeduh kopi juga membutuhkan perjuangan, dan kesabaran, karena seringnya saya jadikan kopi itu sebagai obat pening, jadi saya galau ketika menunggu air mendidih, dan hangat ketika kopi sudah terseduh. Bagi saya kopi juga budaya. Di rumah, jika ada tamu datang, suguhan minum yg utama ada 2 jenis, yaitu teh dan kopi. Jika dihidangkan teh, maka setelah selesai urusan, tamu biasanya langsung pulang, tapi jika dihidangkan kopi, pembicaraan bisa menjadi lebih hangat dan lama. Sekali lagi uniknya, kopi segelas itu terkadang bisa sampai 3 jam baru habis. Ya lah itu di rumah saya, kopi merupakan jalan mempererat dan memperhangat persaudaraan dan pertetanggaan.

    Itulah kopi bagi saya, obat pening, pembuka inspirasi, dan mempererat persaudaraan.

    ReplyDelete
  11. tw @murymurya
    fb MuR- MuRy- MuRya-

    Jika mendengar kata kopi,pertama kali yang terbesit dalam otakku adalah ayah. Ayah adalah coffeholic. tiap hari beliau minum kopi dan itu tidak hanya satu gelas. pernah saya menghitung jumlah bungkus kopi ditempat sampah, 5 bungkus. saya tercengang juga miris. sebagai seorang anak, saya sangat khawatir dengan kebiasaan ayah yang berlebihan dalam meminum kopi. kekhawatiran saya rupanya bukan isapan jempol semata. Ayah sakit perut, semacam kram perut atau apa? sayapun tidak tahu, karena ayah tidak mau di bawa ke rumah sakit. akhirnya saya dan ibu hanya menyeka perutnya dengan air hangat dan membelikan obat di apotik. Sekalipun kini ayah sudah sehat, kebiasan minum kopi masih berlanjut.... sekalipun kopi pernah menyisakan kesedihan namun ada kebiasaan saya yang masih selalu saya lakukan, mencuri minum kopi ayah he he...

    ReplyDelete
  12. fb : Arif Ardinta (Shinta Ardinta)
    twit : Shinta_Ardinta

    Petang itu sepulang kuliah aku ngopi bersama teman-teman kampus di alun-alun kota Bojonegoro. Nggak kerasa setelah ngobrol nglantur kemana-mana tibalah waktuku buat pamit pulang karean jam sudah hampir menunjukkan pukul 10 malam. Eh, entah bagaimana kemudian ada satu teman kuliahku yang tiba-tiba turut bergabung dalam moment ngopi bareng itu. Dia bercerita panjang lebar tentang diadakannya lomba esai dengan hadiah utama 2 juta rupiah. Aku yang belum berpengalaman sama sekali dan bahkan buta tentang "esai", entah bagaimana kemudain bisa begitu tertarik dan antusias untuk mengikuti hadiah tersebut. Tapi sialnya DL pengumpulan naskah tinggal 1 hari lagi.

    Ajaibnya, aku entah bagaimana bisa belajar kilat membuat esai dan sukses mengirim esai sebanyak 8 lembar halaman A4, kebetulan saat itu, temanku yang memberi kabar lomba tersebut juga tengah ngopi bersama salah satu panitia lomba. Akhirnya dikenalkanlah aku dengan panitia lomba tersebut yang belakangan aku tahu merupakan salah astu aktivis lsm "rumah baca" yang bergerak pada bidang meningkatkan minat baca masyarakat Bjn dengan membuka perpustakaan di rumah kontrakan bekerjasama dengan beberapa sastrawan disana. Begitulah, kemudian lantas aku ditawari untuk membawakan acara malam puncak penyerahan hadiah lomba esai sekaligus tergabung dalam komunitas baca tersebut sampai sekarang, ya walaupun esai pertamaku belum bisa meraih hadiah sih. Tapi ya begitulah, itu pengalamanku yang paling berkesan tentang "KOPI" atau lebih tepatnya "NGOPI" :)

    ReplyDelete
  13. Twitter : @Scarenia
    Fb : Mita Oktavia II

    Assalamu'alaikum mbak salam kenal dan saya ikutan ya ^^

    Jujur saja saya bukan penikmat kopi karena lambung saya akan langsung bereaksi keras jika saya bandel untuk mencicipinya.. :D
    Tapi saya rasa kopi memang memiliki daya tariknya tersendiri. Kafein yang terkandung didalamnya membuat sensasi menenangkan.Jika saya mendengar kata "Kopi dan Kenangan" maka hati dan lambung bereaksi sama, Sama-sama menolak karena akan membuat perih. kopi dan kenangan sama-sama pahit namun ada rasa manisnya juga sehingga menimbulkan efek candu bagi siapa saja yang mencoba menjadi penikmatnya. Sesekali meminum kopi sambil menyeduh kenangan memang terkadang menyenangkan namun jangan juga keseringan karena tidak akan baik untuk kesehatan..

    Saya pernah mendengar pembahasan novel Ping! di Pro resensi waktu itu.. Menurut saya novelnya menarik, dari mendengarnya pun saya sudah tertarik.. ceritanya begitu bagus dengan mengangkat persoalan yang hangat seputar orang utan.. Dan bagaimana hubungan antara manusia, hewan dan alam bikin penasaran banget ^^


    ReplyDelete
  14. fb : Vera Astanti
    twitter : @vastanti
    GFC : Vera Asta

    "Kopi dan Kenangan"

    Dulu waktu aku kelas satu SD. Aku tinggal bersama kakek nenek di Trenggalek. Kakek itu demen banget sama kopi. Tiap pagi dan sore selalu rutin minum. Suatu pagi, cuaca mendung. Aku sedang makan. Di meja terhidang dua gelas. Karena saat itu sedikit gelap. Gelasnya pun warnanya sama coklat. Tidak diketahui isinya kecuali diminum.
    Bisa ditebak aku salah ambil. Yey. pahit. Aku langsung memuntahkannya.

    Tetapi bagiku kopi itu identik dengan kakekku. Di manapun itu, yang mampu membuatku terhubung dengannya adalah kopi. Tiap mengingat kopi aku selalu teringat padanya. Kakekku, yang suka sekali memncet hidungku. -_-
    Kakekku yang rela nemenin aku malam-malam pergi ke pasar malam. Kakekku yang pendiam tapi suka sekali mencium ubun-ubunku. Dan aku selalu berusaha menghindar, karena bau rokok.
    Kakekku yang telah dipanggil oleh Tuhan, dan aku tak pernah bisa melihatnya untuk terakhir lagi.

    ReplyDelete
  15. FB : elly nurmaningtyas fajarwati
    Twitter : @elly_nurma

    Kopi dan kenangan

    Kopi, aku suka romanya, suka warnanya, suka bentuknya baik yang masih berupa biji atau yang sudah berbentuk bubuk. Tapi untuk meminumnya, aku butuh banyak sekali alasan alias aku gak terlalu suka bahkan gak suka pake banget.

    2007... waktu itu, aku masih bekerja di salah satu lembaga belajar di Bogor sebagai staf bimbingan konseling. Hari itu aku bertugas dengan salah seorang rekanku untuk menjaga kegiatan try out untuk kelas 3 SMA. Asiknya bagi peserta try out dan tentu para staf, tiap hari kita disuguhi makanan kecil dan minuman seperti teh dan kopi yang ditata seperti layaknya prasmanan. Biasanya, aku selalu memilih membuat teh. Entah kenapa hari itu, mungkin karena terprovokasi seorang teman yang pecinta kopi,akhirnya aku memilih membuat kopi, itupun coffie mix yang artinya gak pure 100% kopi. Kumasukin kopi, gula, dan kuseduh dengan air hangat, aduk-aduk bentar, dan taraaaa siap diminum. Icip sekali, wah ternyata enak ya, gak pahit. Icip pertama terus berlanjut sampai icip-icip berikutnya, walhasil segelas kopi itupun habis. Alhamdulillah. Tapi tunggu, tak lama setelah itu, wah kok rasanya kepalaku puyeng ya, ruang kelas kok jadi muter-muter, jantungnya berdetak sangat kencang. Keringat dinginpun mulai mnegucur. Gubrakkk, gimana ini?? Mana harus turun ke lantai 1 lagi dari lantai 3, pake tangga, hiks. Perlahan aku berjalanan sambil pegangan tembok menuju tangga dan terus menuruni tangga hingga sampai di lantai 1. Aku pikir ini hanya efek sesaat saja, tapi ternyata kutunggu sampai 1 jam, kondisiku gak semakin membaik. Bingung, bertahan di kantor rasanya gak nyaman, tapi pulang juga gak yakin kuat. Akhirnya setelah menyampaikan ke pimpinan, aku terpaksa pulang lebih 2 jam dari biasanya. Wah, keluar kantor rasanya makin parah, tambah pusing. Setelah berhasil menyeberang, tak lama ada juga angkot yang berhenti, langsung naiklah aku. Sampai di dalam, beruntung penumpang hanya sedikit, ada posisi nyaman buat tiduran bentar. 15 menit kemudian, angkot sudah sampai di terminal akhir, aku turun dan segera berjalan menuju rumah kos (rumah kosku dekat dengan terminal).Agak cepat aku berjalan dengan berusaha tetap menjaga kestabilan dengan harapan sampai di kos lebih cepat. 10 menit berjalan, akhirnya sampai di kos. Serasa menemukan tempatnya, sesampainya di kos, tanpa ba bi bu lagi, ambruklah aku. Finally, home sweet home. Meski gak lama pingsannya tapi cukup membuat heboh penghuni kos,hihihi.

    Begitulah kisahku bersama kopi, tak begitu menyenangkan memang, tapi cukuplah sebagai pengisi cerita masa laluku
    Terima kasih mbak Ria

    ReplyDelete
  16. Nama : Dwi Aprilytanti Handayani
    FB : Dwi Aprilytanti Handayani
    Twitter : @dwiaprily

    Saya bukan pecinta kopi, tapi suka minum kopi instant kalau pas lagi hari "H". Ajaibnya kopi bermanfaat bagi saya untuk mengurangi keluhan perut yang melilit akibat kodrat wanita setiap bulannya.
    Kopi dan Kenangan ? saya penasaran sekali dengan Coffee Memory, bagaimana seorang penulis bisa menjabarkan kopi menjadi sebuah novel. Mungkin kalau saya menjadi penulis saya akan menulis misteri kopi dan kematian. Ya! karena kopi di benak saya adalah kenangan tentang kematian almarhum kakek saat saya masih duduk di bangku SD, kakek meninggal karena kanker hati tepat setelah transfusi darah, karena itu setelah meninggal darah beliau keluar terus menerus dari hidung dan telinga. Kemudian beberapa orang menaburkan kopi pada kapas penyumbat, menurut mereka kopi dapat menyerap aroma tak sedap (bau anyir darah) dan memampatkan darah yang mengalir.
    Terus terang Dari sekian banyak Novel mbak Riawany Elyta (Tarapuccino, Persona Non Grata, Yang Kedua, Hati Memilih, Izmi dan Lila lalu Ping!) saya baru membaca Ping! dan itu pun membuat saya sangat terpesona, merupakan pengalaman pertama bagi saya membaca novel duet. Asyik bener, memadukan pemikiran dua kepala dalam kapasitas sama, tak ada yang berusaha menonjolkan kelebihannya. Mbak Lyta dengan ramuan roman khas anak muda sementara mbak Shabrina kental dengan dunia fabelnya. Idenya pun patut diacungi jempol : agar generasi muda lebih peduli dengan lingkungan hidup.

    Salam takzim dari Sidoarjo mbak Lyta, sungguh sangat kagum saya kepadamu, ibu dari 3 putra-putri, ngantor tetapi masih punya banyak cadangan energi untuk menulis dan nggak pelit berbagi ilmu :).
    Semoga sukses atas novel-novelnya dan membawa berkah dunia-akherat.

    ReplyDelete
  17. @Niiiar
    Yuniar Saraswati (fb)
    www.facebook.com/YuniarRS

    Kopi, adalah minuman favorit yang saya minum ketika menyelesaikan karya tulis ilmiah saya sekitar akhir tahun lalu. Sebelumnya saya tidak terlalu suka minum kopi tapi karena keadaan yang memaksa haha :D Karya tulis itu adalah yang menurut saya paling berat yang pernah saya kerjakan hingga saat saya menulis komentar di sini. Karya tulis yang penuh perjuangan, harus dikerjakan hingga larut malam… dan dengan bantuan kopi beserta zat dan sugestinya yang mampu menbuat saya melek dan terus menuangkan hasil penelitian dengan rangkaian kata beserta hitung-hitungannya yang butuh pemikiran keras untuk diselesaikan. Kopi membantu saya melawan rasa ngantuk dan hasilnya karya tulis itu dapat saya selesaikan dengan baik dan dapat hasil yang Alhamdulillah memuaskan :')

    Dari beberapa novel tante Riawani Elyta yang saya paling suka PING! A Message from Borneo… novel kolaborasi dengan tante Shabrina W.S. yang boleh dibilang unik, beda dari yang lainnya oleh karena itu dapat juara 1 :) menyampaikan pesan mendalam tanpa menggurui krn novel itu tiba-tiba saya jadi kilas balik dan merindukan tempat saya dilahirkan, Borneo :”)

    https://plus.google.com/u/0/106800678285587281634/posts/RXdzjcLVYHf
    https://twitter.com/niiiar/status/317136301101027330

    ReplyDelete
  18. FB : Jennyfer Chenjaya
    Twitter : @JChenjaya

    Pengalaman yang berkesan dengan kopi itu ketika saya merasa kopi memiliki banyak rasa yg berbeda tapi pada dasarnya rasa aslinya hanya 1 yaitu rasa pahit.
    Sama seperti manusia yang memiliki banyak sifat tetapi hanya 1 sifat yang benar-benar ada dalam diri manusia yaitu manusia tidak bisa hidup sendirian tanpa seorang teman :)

    Novel kak Riawani yg aku suka itu yg sering cetak ulang dgn judul "Yang Kedua"
    aku suka banget sama konflik yang ada di dlem novel itu. Cerita ga mudah ditebak dan bikin geregetan, haha :D

    Sekian ya, kak :)

    ReplyDelete
  19. Twitter : @deelaluna
    Fb : dian putu

    Kopi, aku, dan Ibuku

    Dia bukan sekedar minuman bagiku, dia bagai teman setia di saat galau maupun senang. Dia memang termasuk adiktif, namun aku selalu kangen dengannya bukan karena kecanduan, tapi aku kangen padanya, pada aroma pertama saat air panas menyentuhnya dan rasa pertama saat bibirku menyesapnya di ujung cangkir favoritku. Ah… rasa itu benar-benar melegakan.
    Kopi seperti cinta yang tak direstui oleh ibuku. Aku dan dia (kopi) punya hubungan backstreet. Aku diam-diam selalu berhubungan dengannya, walaupun dia sering menyakitiku dengan menaikkan asam lambungku, dan mengurangi selera makanku, tapi aku tak bisa jauh darinya. Benar-benar tak bisa. Dialah pahlawanku saat ide-ide di gudang ideku habis, dia juga penyemangat saat aku tak memiliki daya untuk membangun mood hidupku. Dia juga yang melepaskan tali kegalauan yang kadang nyangkut di hatiku. Begitu berartinya dia bagiku. Aku, tak akan pernah meninggalkannya. Aku rela ibuku selalu memarahiku saat aku ketahuan menyesapnya dengan romantis di kamarku, aku tak berani menikmatinya terang-terangan di depan ibuku. Kopi dan aku, cinta sejati yang tak akan terpisahkan. Yah, itulah hubungan spesial aku dan dia.

    ReplyDelete
  20. FB: Desi Tri Rahmawati
    Twitter: @zahradessy


    Pengalamanku tentang kopi, ini mungkin bukan pengalaman yang menyenangkan, bisa dibilang ini pengalaman yang membuatku untuk waspada. Kalau ingat tentang kopi, aku pasti ingat ayahku. Beliau sangat menyukai kopi. Bahkan karena terlalu sukanya pada kopi, kalau ibu nggak membuatkan ayah kopi, ayah pasti bikin kopi sendiri. Padahal ayah punya penyakit diabetes. Pola makanannya juga kadar gula harus diperhatikan dengan saksama. Walau bermacam nasehat kulontarkan tetap saja tak dipedulikan ayah. Ibu bahkan menyerah dengan sikap keras kepaa ayah. Intinya nasehat kami seperti masuk telinga kanan lalu keluar lagi lewat telinga kiri.

    Hingga suatu ayah sakit, dan nggak mau makan. Badannya lemas, hanya tergolek lemah di tempat tidur. Akhirnya kami membawa beliau ke Rumah Sakit. Dan betapa kagetnya kami saat mendengar pernyataan dokter kalau diabetes ayah semakin parah. Tiga hari setelah ayah menginap di Rumah Sakit, salah satu jari kaki ayah mulai menghitam. Disentuh atau dicubit pun jari kaki yang menghitam itu nggak terasa sakit. Karena pada dasarnya jari itu sudah mati. Dan pernyataan dokter seperti vonis yang menghujam bagi kami, jari kaki ayah yang menghitam itu harus diamputasi. Aku shock. Perlahan air mataku mulai meleleh. Yang bisa kulakukan saat itu adalah hanya berdoa. Memanjatkan doa pada Allah semoga operasi ayah berjalan lancar dan nggak terjadi apapun. Kenapa cobaan itu datang pada kami? Tak henti-hentinya aku terus menanyakan hal itu dalam hati. Lalu operasi itu pun dimulai. Aku terus berdoa, berdoa dan berdoa. Dan syukur alhamdulillah, operasi ayah berjalan lancar. Bahkan kata dokter, ayah akan sembuh seperti sedia kala asal makanannya dijaga. Saat itu aku berjanji dalam hati, akan menjaga pola makan ayah. Walau aku tau, ayah itu sangat keras kepala dan nggak mau dinasehati. Tapi paling nggak dengan kejadian itu, ayah bisa menjaga dirinya agar diabetesnya nggak kambuh lagi.

    Kayaknya itu aja kisahku tentang kopi. Mungkin memang nggak menyenangkan, tapi aku berharap ada hikmah yang bisa dipetik juga dijadikan pelajaran. Sesuka apapun kita akan sesuatu, tapi kalau itu membahayakan nyawa kita kelak, alangkah baiknya kita menjauhi sesuatu itu. Hidup itu anugerah, jangan disia-siakan. Terima kasih, mbak Ria :)

    Share:
    FB= https://www.facebook.com/desitrirahmawati/posts/450784511663841

    Oh ya, yang follow twitter dan share lewat twitter menyusul ya, mbak. Jaringannya lagi lola :(
    Semoga ntar malem jaringannya nggak lola lagi, hehehe...

    ReplyDelete
  21. Mbak Ria, aku udah follow twitter dan share :)
    share twitter: https://twitter.com/zahradessy/status/317281893433348096

    makasih ^^

    ReplyDelete
  22. ikut yah mbak ^^
    myname Istiq
    twitter : @chemistiq
    fb : Istiqomah Ps

    Nge-blog sambil menanti sejenak seduhan secangkir kopi creamer itu sesuatu banget. Hingga kopi creamer terkecap lidah dan menjalari syaraf-syaraf perasa yang semakin menajam di malam hari. Kopi akan semakin merajalela, menghangatkan tenggorokan dan lambung yang sedari tadi mendingin terjangkit hembusan malam.

    oyah,aq suka PING nya mbak ^^

    kluthukpisang.blogspot.com

    ReplyDelete
  23. hai kak riawani, isha ikutan yaa :)
    kopi, malam itu aku meminummu. takku sangka aku dengan begitu mudah mengantuk. aku tahu efek meminummu dapat membuatku insomnia, tapi mengapa aku tak mendapatkan efek itu? ku seduh dan ku leguk satu gelas lagi. hebat! aku tetap engantuk. ada apa gerangan? besok ujian semester dan aku belum menghafal sama sekali. ah, sudahlah! aku tak peduli. aku mengantuk!!
    esoknya, ku tanya temanku. dia berhasil meminum 10 gelas kopi untuk membuat matanya melek, tapi kenyataannya, saat ujian, dia mengantuk!!
    ah, aku tak tahu akan percaya lagi pada efekmu, atau tidak..

    fb : vanisa desfriani
    twitter : @ishavanisa
    gfc : vanisa desfriani

    ReplyDelete
  24. FB: Wenny Widyastuti (http://www.facebook.com/whenkneewidytuti)
    Twitter: @widywenny

    Bukti share info giveaway:
    http://writelonger.com/status/317207576192364544
    http://facebook.com/story.php?story_fbid=575777512446708&id=100000276255726&refid=17

    tuliskan pengalaman kamu yang paling berkesan dengan kopi
    Hujan mengguyur bumi waktu itu. Dan,,, jeng jeeeng!! Ibuku membawakan empat cangkir kopi panas untuk kami sekeluarga.
    Tak ada yang menandingi indahnya berbagi cerita bersama keluarga ditemani kopi panas saat cuaca sedang dingin-dinginnya :)

    dari novel-novel Riawani Elyta yang pernah kamu baca, novel mana yang paling kamu sukai, dan apa alasannya?
    jujur, aku belum pernah baca karya Mbak. makanya aku ikutan giveaway biar bisa baca karya Mbak :D

    semogamenangsemogamenangsemogamenangsemogamenangsemogamenang :3

    ReplyDelete
  25. marnis nasution mengatakan...
    fb : marnis potter
    tw : @marnis_potter

    tw : https://twitter.com/marnis_potter/status/317881379025199104
    fb : http://www.facebook.com/marnis.potter/posts/234782300001896?ref=notif&notif_t=like

    kopi hitam pekat selalu mengingatkanku pada papa yang merupakan penikmat (lebih tepatnya pecandu) kopi, papa tidak pernah bisa terpisahkan dari kopinya. saat kecil aku selalu benci ketika papa menyuruhku membuatkan kopi. aku selalu ngomel sendiri karena terus disuruh papa. tapi kini saat aku jauh dari papa, segelas kopi hitam yang pekat selalu mengingatkanku pada papa
    dua sendok gula + satu setengah sendok kopi = segelas kopi kesukaan papa

    ReplyDelete
  26. Twitter ID : @nila_adam
    FB : http://www.facebook.com/yuyu.hikari

    aku jawab semua pertanyaannya gk apa-apa yah?

    Mengenai pertanyaan ini : tuliskan pengalaman kamu yang paling berkesan dengan kopi

    jika ditanya mengenai pertanyaan ini, hanya satu pengalaman yang paling berkesan saya dengan kopi yaitu sewaktu di Toraja sekitar 4 tahun yang lalu. kala itu saya tengah menghadiri pesta kematian opa saya. alih-alih kesana untuk pesta kematian, malah jadi tempat ngumpul para pecinta kopi. bukan cuma yang lokal aja loh,,, yang bule juga pada ikut. dengan kosakata yang terbatas, saya hanya brusaha brbicara dengan bule-bule itu menawarkan kopi.
    Pesta kopi malam itu terasa begitu sempurna, bagaimana tidak. nama yang masih kuingat jelas, Nathan, Carl, Jessie, Mom Carla dan Dad Jeff bersama lokal friends Raka, Andi, Tina dan Rini menikmati malam itu dengan kopi khas Toraja. semua pesta itu ditutup dengan tarian yang dilakukan dengan membentuk ingkaran dan dilakukan di tengah lapangan tempat upacara dilaksanakan. Sungguh sweet memories bersama keluarga Jefferson dan teman-temanku.


    Apa yang ada dalam benakmu saat mendengar kata "Kopi dan Kenangan"?
    - Kopi dan kenangan, sungguh sangat menggugah hati. kenangan selama di Toraja itu lah yang pasti sangat ku ingat. hanya sekedar menawarkan kopi , aku bisa mendapatkan teman baru. kenangan yang akan selalu menjadi penunggu reung hati yang kesepian. bahkan sempat timbul keinginan untuk berkumpul lagi sperti dulu.
    Keluarga Jefferson begitu ramah. untung saja hingga sekarang aku masih menjaga komunikasi dengan momo Carla dan Nathan. mereka justru mendukung rencana aku. mungkin nanti, saat waktunya tiba, para penggila kopi akan berkumpul kembali dan menciptakan suasana yang ramai.

    Dari novel-novel Riawani Elyta yang pernah kamu baca, novel mana yang paling kamu sukai, dan apa alasannya?
    - Yah, yang novel The coffe memory ini mba seperti quotes nya

    "Secangkir kopi adalah jembatan kenangan dan komunikasi yang paling hangat, dan bersamanya, kita bisa menciptakan momen-momen spesial dalam secercah perjalanan hidup"

    dengan membaca novel ini, setidaknya pengalaman yang tadinya samar-samar kini melekat kuat difikiranku. membuatku kembali tersenyum mengingat masa itu. masa dimana kami para coffee lovers bersama, tertawa bahkan saling mengejek. kopi pahit, manis, cappucino bahkan sebuah coffee yang kami beri nama MaGiPuccino menjadi saksi kebersamaan kami.

    ReplyDelete
  27. fb : Iffah Saadah
    twitter : @ieffach
    Bissmillahirohmanirohim
    izinkan saya menjawab pertanyaan kuis The Coffee Memory :)

    Aku suka sama segelas kopi sempurna. Ya, segelas kopi sempurna-air hangat,bubuk kopi,takaran gula pas-hanya itu. Tak suka aku dengan segelas kopi yang komponen - komponennya telah bercampur dengan ikatan - ikatan asing-susu,madu,ataupun. Entahlah menurutku itu terlalu muluk-muluk.

    Pengalaman berkesan dengan kopi, menurutku sama saja dan hanya itu. Dimana aku menikmati seduan harum dan hangat segelas kopi yang aku buat jikalau aku sedang butuh teman di saat - saat favoritku-midnight. Aku tak hanya menyedu segelas kopi buatanku itu, melainkan asyik melewatkan disetiap kenikmatannya. Menyedu segelas kopi = menyedu hal - hal melelahkan seraya memikirkan kembali mana hal yang perlu dikenag dan mana hal yang perlu dilupakan.

    ReplyDelete
  28. FB : http://www.facebook.com/christanty.arty
    twitter : https://twitter.com/cputriarty
    Awalnya saya tidak terlalu suka kopi yang beraroma kental dan pahit. Kepala jadi cenat cenut,jika menghirup aroma yang menguar dari secangkir kopi hitam. Namun, life's changing, manakala saya dipertemukan my"soulmate" oleh secawan kopi hangat di puncak gunung. Yap,gara-gara kram di pendakian gunung, saya ditolong seorang yang getol dengan kopi.Berkat jasanya pula,secawan kopi yang disodorkan mampu membuat rileks otot kaki yan kram berikut hati yang lumer akan kebaikannya. Hehehe miss it much. My best hubby with black coffee ^_^
    (semoga beruntung, dapet novel ini:kupersembahkan sbg kado ultah utk ytc di hati :) My hubby)

    ReplyDelete
  29. Twitter : @Litaa_FAN
    Facebook : https://www.facebook.com/al.lita.50?ref=tn_tnmn

    Yg ada di benakku tentang kopi dan kenangan itu seorang cewek yang ditinggal cowoknya saat minum kopi di cafe. Jadi ada sepasang kekasih yang lagi janjian di cafe sambil minum kopi. Mereka berbincang biasa. Hingga mereka pulang , tapi ... Cowok nya yg menyiapkan motornya ditabrak seseorang dari belakang menggunakan mobil. Ceweknya mengingat pertemuan terakhir mereka dan juga kopi .

    ReplyDelete
  30. Salam kenal...

    FB: Siti Maslihah
    Twitter: @SitiMaslihah

    Pengalaman paling berkesan ttg kopi itu sebenarnya pengalaman yg kurang menyenangkan. Tapi itu juga akibat kesalahanku sendiri dan setelah itu aku belajar. Jadi pernah pagi-pagi belum sarapan dengan nekatnya aku menyeduh kopi saking kepinginnya. Hasilnya, sampai sore aku gemetar dan dada rasanya dag dig dug ga karuan. Aku pikir setelah diberi makan akan sembuh ternyata sampai sore juga masih saja gemetar. Setelah itu aku belahjar untuk selalu makan terlebih dahulu sebelum minum kopi, utmanya di pagi hari.

    ReplyDelete
  31. Mbak ikutan ya hehe, wish me luck, amin
    twitt: @riahNRG
    fb : Sabariah

    'Kopi penyelamat amukan kakak'
    Masa SMA sekarang biasa dengan kata 'pacaran'. Sebelumnya pribadi belum ngenal sesuatu yang romantis di dunia nyata kecuali di cerita2 novel layaknya. Jadi aku diejek sama temen dikatain masa di zaman sekarang ngga punya pacar? Aduh, blablabla. Jadi temenku ngenalin sama cowo, emang sih ganteng baik pas banget sama gambaran kaya di novel-novel *plak. Kenal beberapa bulan terus pacaran. Baru satu hari ketauan sama kakak. Karena keluargaku yg overprotektif banget, gak boleh ini gak boleh itu. Jadi, satu harian di marah-marahin sama kakak, disidang kaya aku udah bunuh seseorang, dengan pelototan matanya, muka garangnya. Mama udah kembali kesisiNya, jadi kakak yg selalu memperhatikanku. Terus Papa dateng bawa 3 cangkir kopi sambil bilang 'Udah ah kak, daripada marah terus minum kopi ini dulu nah, segarin pikiran. Bicaranya baik-baik'
    Abis minum kopi, kakak emang keliatan agak tenang, baru nanya bagus2. Terus dinasehatin, 'sekolah dulu bener-bener. kalo uda jadi 'orang' terserah mau nikah nikah. Sekarang jangan dulu, belajar baik-baik ya!' Setelah itu disuruh masuk, langsung sms doi putus wkwk :D
    Untung ada kopi kalo nggak waduh mungkin bisa kebanjiran rumah garagara nangis terus ;) Kakak kopi addict, jd papa tau akan itu :)

    Suka sama novel Mbak yang 'Yang Kedua'Disini Mbak dengan apik membawa pembaca pada masalah yang dihadapi para tokoh utama. Alur dan plot serta deskripsi yang jelas, menarik pembaca pada emosi yang dialami Vienna dan Dave.
    Akhir penyelesaian cerita yang menyenangkan selalu diharapkan oleh para pembaca, dan di novel “Yang Kedua” ini pembaca akan mendapatkan jawaban yang memuaskan. Bahwa cinta tidak selalu ada pada jalan yang mulus dan lurus, tapi harus diperjuangkan untuk direngkuh.

    ReplyDelete
  32. Fb : idhayyan thy
    Twitter : @Yanti17n

    Yang ada dalam benakku saat mendengar kata "Kopi dan Kenangan" adalah kopi dapat membuat hati kita damai, sambil terkadang kenangan masa lalu muncul di sela-sela mencium aroma kopi yang harum, hidup itu seperti kopi, kadang manis, kadang pahit. Aku hanya mengenal kopi dari drama korea favoritku, The Coffe Prince, dimana pemeran utamanya menyamar menjadi laki-laki agar bisa diterima kerja di sebuah Coffe Shop, akhirnya dia menjadi seorang barista dan mendapatkan pangeran idamannya, yaitu pemilik coffe shop tersebut. Andai hidup bisa seindah yang ada di drama korea itu.

    Kopi. Dia berwarna hitam dan pekat, bisa ditambahkan gula saja, whipe cream, cokelat, susu atau krimmer, tapi dia tetaplah kopi. Aromanya, rasanya, tidak ada yang bisa menggantikannya. Terkadang saat aku meminum kopi, karena aku bukan pecandu kopi, aku mengingat tentang kenangan masa lalu, tentang cinta, tentang dia. Ya, kopi bisa berarti segalanya saat kamu mulai menyesap aromanya. Kamu tidak akan pernah bisa menebak apa yang akan terlintas di benak saat mulai meminumnya. Katanya kopi bisa bikin gigi kuning, maag kambuh, nyeri lambung atau bikin perut kembung tapi semua orang suka kopi dan tetap meminumnya, karena ada juga yang bilang, minum kopi dapat mencegah kanker. Lihatlah, di sisi negatif kopi, masih banyak juga sisi positifnya. Banyak sekali jenis kopi, kopi aceh, kopi tubruk, luwak, arabica dan robusta, dan aku tidak pernah tahu jenis kopi yang aku minum, hanya minum dan minum saja sambil merasakan mana yang paling enak dan ternyata favoritku adalah kopi dengan tambahan gula, krimmer dan cokelat, entah apa namanya, cappuccino mungkin. Dan setiap kali aku merasakan kesepian dan terasing dari dunia luar, aku mulai menyeduh kopiku, menyesap aromanya, meminumnya pelan-pelan, seteguk demi seteguk, karena kopinya panas, hehehe.
    Itulah kesanku tentang ‘Kopi dan Kenangan’. Sekian.

    ReplyDelete
  33. Fb : Kerenza Zia
    Twitter : UliKerenza
    GFC : Asyiknya Menulis

    Aku bukan penikmat kopi, tetapi sekali sekali aku suka dan butuh kopi. Hal itu akan kulakukan saat dikepala ini sudah sangat berat dan sangat pusing sekali aku pasti minum kopi untuk menghangatkan pikiranku. Hal kenangan yang kuingat tentang kopi adalah orangtuaku sangat suka kopi terlebih Bapak. Setiap hari bisa 3 kali minum kopi dalam sehari. Tetapi sudah dua tahun lebih tidak pernah lagi karena bapak sudah tidak ada lagi didunia ini. Dan hal yang paling terkenang adalah kalau sore-sore bapak dan mamak minum kopi, aku suka curi-curi minum kopi dari gelas mereka hehehe. Bisa seperempat dari gelas kopi mereka aku minum. Tetapi sekarang sudah tidak pernah lagi, tidak ada lagi minum kopi sore-sore diteras rumah kami .

    ReplyDelete
  34. FB : Imaniezzha Tf
    Twitter: @annisaNusa

    Aku suka kopi, tetapi tidak sampai mencintainya. Namun keberadaannya kadang sangat membantuku. Dia pernah mendampingiku ketika masa-masa sakitku. Aku mempunyai sakit perut yang berlebih setiap bulan ketika datang bulan. Selera makanku berkurang. Dan kopi adalah sesuatu yang kemudian jika aku meminumnya maka akan menjadi penenang perutku. Tak hanya itu, batinku pun menjadi tenang. Aku hanya sekedar menyukainya, tidak mencntainya, tetapi ketulusan yang diberikannya sangat lebih. Sungguh kenapa aku ini jahat sekali. Aku hanya menyentuhnya ketika aku membutuhkannya, bukannya mengajaknya bercengkrama setiap hari, atau menikmati pagi dan sore atau mengajak berdiam di jendela rumah sambil memandangi hujan yang turun dengan berbagai emosi.

    selama ini aku banyak mendengarkan, "jangan kau terlalu berdekatan dengan kopi, tidak baik untuk kamu". Entah itu kata siapa dan bisikan siapa. Aku tidak mengangguk dan tidak juga menggeleng. Tetapi ternyata yang aku lakukan adalah meninggalkan kopi sebagai barang wajib belanja bulanan, meliriknya di rak pun tidak.
    Ah, kini aku menyadari jasanya. Aku sangat bersalah sekali.
    Ketika suatu saat nanti akan tumbuh cinta itu, apakah kopi akan menerimanya dengan senang hati ataukah sebaliknya?
    Aku berharap kopi akan baik untukku.

    Inilah pengalamanku dengan kopi yang tak jua ku cintai...

    ReplyDelete
  35. Fb : Neng Vitha D’smile
    Twitter : @nengvitha_

    “kopi dan kenangan”

    Setiap kali mendengar kata kopi yang terbayang adalah sosok ibuku. Ibu yang selalu mengomeliku disaat aku telat makan, memarahiku agar aku rajin menjalankan ibadah, menasehatiku dikala aku berbuat salah. Dan menyayangiku tanpa batas. Ibuku seorang pencinta kopi. Bahkan ia lebih memilih tidak makan dibanding tidak minum kopi. Kopi adalah minuman favoritnya . setiap pagi ia mengganti sarapannya dengan meminum secangkir kopi.
    Megingat kejadian beberapa bulan yang lalu, saat kecelakaan yang hampir memisahkan antara aku dan ibuku. aku bersyukur karena aku masih diberi kesempatan memiliki ibu, aku masih diberi kesempatan melihat ibuku, aku masih diberi kesempatan membahagiakan ibuku dan masih diberi kesempatan membuatkannya kopi dipagi hari. 

    Ah kopi,, engkau membuat ku rindu akan kampung, rindu ibuku, rindu liburan, rindu keluargaku dan rindu suasana rumahku.

    untuk novel-novel Kak Riawani, jujur aja, aku belum pernah baca. mudah mudahan kali ini diberi kesempatan menangin kuis biar bisa baca novel kak Riawani.
    soalnya pengen banget baca novel The Coffe Memory :D
    wish me luck,, ^^

    ReplyDelete
  36. twitter >> tiee_ka
    facebook >> Tiee Ka

    __pengalaman paling berkesan dengan kopi__
    pas weekend, temen2 kuliah ngajak jalan ke kopi banaran, tempat wisata yang ga jauh dari kampus. di sana seru banget, sejauh mata memandang cuma ada pohon kopi. ada tempat out bond juga. kereen. kita tertarik ne untuk melihat cara pembuatan kopi. kita ikut metik biji kopi dari pohonnya. liat proses pengeringan, penyimpanan. akhirnya kita mencoba untuk menggiling kopi. diseduh. wuihh, rasanya nikmat sekali. kopi fresh yang kita giling sendiri..

    ReplyDelete
  37. twitter: @Ririen07
    FB: Rini Rien

    :: Pengalaman paling berkesan ttg kopi

    Saat SMA, bersama teman satu kamar, biasanya kami berdua menyeduh kopi untuk menjaga mata agar tetap bisa melek untuk memelototi buku pelajaran. Dan ... kopi favorit kami adalah KOPI HITAM, tanpa campuran apa pun selain gula. Kami pun punya gelas jumbo agar tak perlu wira-wiri ke dapur.
    Lebih ekstrem lagi, teman saya suka minum ampas kopinya. Huwooo ...keren, kan! :v
    Sampai skrg, saya suka mengenang saat-saat itu dengan sesekali menyeduh kopi hitam, meski hanya berani dengan takaran gelas kecil.

    Kopi, dalam segala bentuknya selalu menggoda saya. Bukan hanya dalam bentuk minuman, tapi juga dalam campuran kue dan berbagai makanan. Bukan hanya aroma dan rasanya, bahkan bentuk buah di pohonnya yang merah menggoda, biji coklatnya yang menarik, juga segala desain yang berbau kopi (mug, template, banner, logo, dll) selalu mampu menahan mata saya menatap lebih lama.

    ::Buku Riawani Elyta yang paling saya sukai adalah TARAPUCINNO. Idenya tak biasa, original, narasinya indah, karakternya cukup kuat, dan satu hal yang paling saya apresiasi adalah misi/pesan yang ingin disampaikan tentang komitmen agar berbisnis secara halal meski banyak rintangan, dalam hal ini Bread Time Bakery yang dijamin kehalalan produk yang mereka jual.

    ReplyDelete
  38. "Kopi dan Kenangan"

    Kopi bagiku kini adalah benar-benar kenangan,
    Kenangan manis yang akan selalu tersimpan dihati,
    Kopi kini bagiku kini tinggallah memori
    Karena tak bisa lagi kujumpai, di gelas besar Bapakku setiap pagi, atau di cangkir putih suamiku, apalagi di botol-botol bayiku...

    "Bapaaakkkk, kopinya tak habiskan yaaa...." teriakku kencang setiap pagi setiap Bapakku pamit berangkat ke kantor..
    Bapak akan tersenyum lebar, menganggukkan kepalanya lalu berteriak "Okeeee...!"
    Aku akan segera mengangkat gelas besar bapakku dengan dua tangan mungil anak SD yang keberatan membawa gelas itu, setelah benar-benar habis, aku akan berangkat sekolah dengan gembira. Itulah mengapa aku selalu berangkat sekolah setelah Bapakku berangkat ke kantor.
    Suatu hari aku berkata kepada ibuku agar tidak perlu membuat kopi banyak-banyak buat Bapak, toh Bapak tidak pernah meminumnya sampai habis. Ibu menuruti pendapatku dan mulai membuat kopi di gelas yang lebih kecil, tetapi ternyata tetap saja Bapakku tidak habis dan aku yang membantu menghabiskannya.
    Kebiasaan itu terus berlanjut dari SD hingga aku SMA. Ketika SMA aku kemudian kost (aku sekolah diluar kota), adikku mengatakan, kalau tidak ada aku, Bapak selalu minum kopinya sampai habis. Belakangan aku tahu, ternyata kaalau ada aku, Bapak memang sengaja menyisakan kopinya untuk kuhabiskan. Meleleh air mataku mendengarnya. Oya aku sendiri tidak pernah mau minum kopi yang pernah sengaja dibuatkan satu gelas oleh ibu khusus untukku, ternyata bagiku kopi yang nikmat adalah kopi sisa dari gelas Bapakku hehehe...
    Ketika kuliah aku mengatakan kepada Bapak, aku sering mengantuk di kampus, bapak tertawa dan mengatakan, nggak ada sisa kopi Bapak yang bisa kamu minum ya? Aku tahu aku memang merindukan hal itu.
    Seiring waktu berlalu, Bapak mulai menua, ibu memutuskan mengganti minuman pagi Bapak menjadi teh, kemudian aku juga menikah dengan suamiku yang sama sekali tidak suka kopi. Maka kini kopi benar-benar hanya menjadi kenangan bagiku. Aku tak pernah lagi meminumnya, membelinya apalagi membuatnya!

    Bicara soal bukumu mbak Lyta, akulah penggemar beratmu, aku sudah membaca Tarapucino, Hati Memilih, Yang Kedua dan Ping. Kalau dari ceritanya, beberapa aku sudah bisa menebak bagaimana endingnya, tetapi aku nggak nahan dengan kata-katamu, sederhana tetapi selalu menikam jantungkuuu huhuhu.. Sepertinya aku suka Yang Kedua, karena beberapa isinya pasti dari diaryku yang kau intip ceritanya hahaha...
    "Tak ada yang salah dengan cinta antara kau dan aku, mungkin, yang salah hanyalah waktu. Kau dan aku, seharusnya sejak dulu bertemu huhuhu..."
    Sudah sudah mbak Lyta nanti blogmu banjir... kutunggu kiriman bukumu ini yaaa.. buatku saja! hahaha... oke thanks!

    ReplyDelete
  39. Hoii lupaaaa, nama fbku : Triana Dewi yaaa dan twiterku @tdewianshory
    Okeee thanksss...

    ReplyDelete
  40. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  41. Kenalkan nama twiter saya Binta Almamba, nama Fb binta almamba juga :)

    Kopi dan kenangan?
    Setelah mengorek-ngorek kenangan yang ada dalam perjalanan hidup saya ternyata saya menemukan kenangan kesedihan bersama kopi. Yaitu saat putri kecil saya berumur kurang lebih 3 tahun, like mother like daughter, anak balita saya itu juga suka sekali dengan kopi hitam yang tiap pagi saya minum. Namun naas ketika kopi masih baru saja saya tuang air panas, si kecil saya itu tak sabar ingin menyicip kopi tanpa menunggu saya yang sedang mencuci piring, Kopi diatas meja yang terlampau tinggi buat balita itu ia ambil sendiri dan bisa dipastikan cangkir berisi adonan kopi panas itu jatuh, pecah dan mengenai bahu kiri anak saya.. Hiks hiks,.. panik dan takut tentu saja. Segala teori tentang pertolongan pertama pada luka bakar seolah hilang filenya dari kepala saya. Yang saya ingat hanya odol, mengoles odol pada kulit memerah terkena air panas itu, sembari masih mendengar jerit tangis si kecil saya yang kesakitan :( :( lanjutnya kulit merah itu tetap saja melepuh dengan lebar. Membuat bidadari kecil saya setiap hari tak bisa memakai baju, hanya kaos oblong yang salah satu bagian pundaknya tidak dipakaikan, bajunya harus 'nggambleh' kalau orang jawa bilang.

    Sejak kejadian itu Zahra seolah trauma, dia tak lagi suka kopi. Dan saya juga merasakan kopi itu jadi terasa getir. Hingga beberapa minggu kemudian saat luka bakar itu sudah kering Zahra kembali minta minum kopi. Pertanda dia sudah lupa dan tak lagi trauma saat lukanya sudah kering. Alhamdulillah.. bisa ditebak saya pun mengekor untuk membuang ingatan terhadap insiden tak menyenangkan itu. Puji syukur Allah menciptakan 'lupa' pada otak manusia, sehingga jikapun saya pernah mengalami luka yang disebabkan seseorang atau keadaan apapun saya bisa melupakannya dan mengembalikan hidup saya dalam zona indah dan nyaman. Sebagaimana zona favorit saya saat permulaan hari, secangkir kopi dan senyuman bangun pagi dari anak-anak beserta suami yang silih berganti.

    Oh ya novel mbak ria yang paling berkesan adalah PNG, pesona non grata.. soalnya unik banget ttg kejahatan cyber crime, alurnya gak bisa ditebak dan endingnya tetep greget.

    ReplyDelete
  42. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  43. Twitter @amma_chemist
    FB Rahmah 'Suka Nulis' Chemist

    "Kopi vs Hidupku"

    Sejak 2003-2011 intensitas meminum kopi tidak bisa terkontrol. Kopi menjadi teman setiap hari, bahkan tanpa kopi kepala seolah berontak. Tak mencium aroma kopi membuat dada serasa sesak seketika. Hingga di dalam tas permen aroma kopi tak pernah terlupakan. Semua kulalui tanpa memikirkan resiko apapun dalam jangka panjang. Yang ada saat itu hanya memikirkan bagaimana tugas-tugas kuliah bisa selesai tepat waktu dan meraih gelar sarjana/magister sebelum waktu yang dijadwalkan. Teman-teman kampus sudah sangat mengerti jika aku bertamu, pasti lebih senang disuguhkan kopi dibandingkan teh atau sirup dingin. Seiring waktu berjalan, alhamdulillah semua lancar sesuai kehendak. Aku bahkan tidak peduli dengan kantong mata yang menebal karena tak tidur akibat rangsangan kopi. Bahkan pernah dalam waktu seminggu, aku terlihat seperti mayat hidup (pucat) tetapi perasaanku sama sekali tidak. Yang penting ada kopi, semua aman saja. Seiring dengan waktu, kandungan caffein membuat kesehatan jantungku semakin melemah. Aku paling tidak bisa dikejutkan dengan segala sesuatu. Latah? Bukan. Hanya saja jika dikagetkan maka detak jantungku akan semakin keras dan memicu keringat mengucur deras dan akhirnya dada seperti menyempit. Sakit!!! Sangat sakit!!! Sejak saat itu dokter menganjurkan untuk meninggalkan kopi sejenak dan mengganti dengan air mineral (8 liter sehari). Katanya untuk menetralisir. Dengan berat hati, aku melaksanakannya untuk kesehatan. Bagaimana cara aku begadang tanpa kopi? Sementara nge-BLOG membutuhkan asupan energi untuk tetap “melek”. Aku menyiasati dengan tidur siang sehingga bisa begadang.

    Tahun 2012 bertemu jodoh yang diberikan oleh-Nya adalah lelaki pecandu kopi. Sungguh menyiksa bagiku karena aku harus menjaga jantungku untuk tidak meminum kopi lagi. Menahan keinginan karena setiap hari aku harus membuatkan kopi untuk suami tercinta, rasanya seperti penyiksaan perlahan-lahan. Namun, kesehatan jantungku tetap harus menjadi prioritas. Ada cara unikku menikmati kopi tanpa harus meminumnya, yaitu dengan melihat suamiku meneguk kopi. Melihatnya meminum kopi buatanku sudah cukup bagiku. Bahkan setiap hari membuat kopi, tanpa diketahui suamiku, aku menghirup dalam-dalam aromanya dan mengucap “alhamdulillah atas nikmat-Mu yaa Rabb”.


    Buku mbak yang berkesan buat saya adalah PING karena bertemakan lingkungan *mengingatkan kembali untuk menjaga lingkungan - satwa*

    ReplyDelete
  44. Perihal aku dan kopi, perjalanannya semua pernah kubersamai. Dari menanam, memetik buahnya yang kadang penuh semut, menjemur, mengupas, menggoreng hingga membuatnya bubuk. Bahkan menyeduh dan menyajikan tentunya. Percayalah, pekerjaan itu bukan hal romantis saat menjalaninya, menyebalkan mungkin. Apalagi dulu, satu sesapan saja harus kunetralkan dengan segelas air putih.

    Kini, bertahun-tahun kemudian, satu sesapan selalu ke sesapan berikutnya. Dan aku tahu, setelah menjauh dari semua rutinitas kopi yang jauh di belakang sana sebagai kenangan, semua menjadi kisah indah untuk diceritakan berulang-ulang.

    ----------
    Buku Mbak Riawani Elyta yang paling saya suka, semua suka, yang paling berkesan PING!
    Twitter @shabrinaws_
    Fb shabrina ws



    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
  45. pengalamanku paling berkesan bersama kopi adalah

    bila nasi adalah makanan pokokku, kopi adalah minuman pokok. Seperti kebutuhan yang harus ada dalam hidupku. Dulu menemaniku saat belajar di malam hari, saat sibuk dengan tumpukan work sheets, dan kini secangkir di pagi hari.Aku mengenal kopi dari mak Tjip. Seorang mamak tua yang mengasuh aku sedari bayi saat ibuku bekerja.

    Di tengah-tengah pawon rumah mak Tjip aku, di depan tungku tanahnya yang tengah menjerang air, aku duduk tercenung menanti air mendidih untuk menjerang kopi. Di balik abu bekas kayu yang terbakar didalam tunggu tersimpan ubi ungu yang sebentar lagi matang. setelah mendidih, mak Tjip menuangkan airnya dalam cankir logam bermotif loreng warna hijau, yang telah berisi kopi serta gula. kemudian mengaduknya hingga tercampur rata. Mak Tjip juga akan mengambil bongkahan ubi ungu yang telah matang dari balik bara. Dan setelahnya kami akan menikmati secangkir berdua kopi hitam manis ditemani ubi ungu bakar yang hangat. Aku tinggal di rumah Mak Tjip hingga kelas 6 SD. Tapi aku selalu menengoknya karena Mak Tjip seperti mamakku sendiri. Mak Tjip meninggal saat aku masih sekolah SMU. saat aku tak lagi di asuhnya. Dan saat aku menangisi Mak Tjip, ibuku memelukku dan terbisik kalimat cemburunya di sela kalimat bijaknya,"Sudah, hapus air matamu. Ini ibumu yang sesungguhnya. sebaiknya kau doakan saja dia agar Allah mengampuni semua dosanya, menerima amal ibadahnya, dan diterangkan kuburnya." dan aku tetap saja menangis dalam pelukan ibu sambil mengaminkan doanya dalam hatiku. Sejak itulah aku hanya ingin menjadi ibu yang bisa mengasuh anak-anakku. Aku tak ingin memiliki kecemburuan yang sama dengan apa yang dirasakan ibuku. Ibu, aku selalu mencintaimu, lebih dari aku mencintai Mak Tjip. jangan khawatir.

    ReplyDelete
  46. fb:anie.nouraeni
    twitter:@anik_nuraeni

    ReplyDelete
  47. buku yg paling berkesan tarapucinno dan ping

    ReplyDelete
  48. FB :You andWe
    Twitter : @youandwed

    jawaban kuis berhadiah novel Coffee Memory :

    "Bagaimana menurutmu ?" Sie Men bertanya tentang minuman yang dia hidangkan untuk sahabat Sanchai dengan tangannya sendiri. Mereka sedang duduk di beranda rumahnya, berdua.
    Suasana hening !
    "Memang awalnya terasa pahit ! Tapi... makin lama jadi terasa manis! Kamu selalu minum kopi tanpa gula ini ?" tanpa diiyakan maupun anggukan, Sahabat Shancai tau arti senyum lelaki di hadapannya. Kembali menyecap kopinya perlahan seolah ingin menyelami lingkaran waktu yang seolah mengejarnya.

    Itulah salah satu scene yang aku adaptasi dari serial Meteor Garden yang mengingatkanku pada kopi. Rasa yang manis sampai tandas yang meninggalkan pahit. Rasa yang sebenarnya ingin aku resapi lagi bahwa mana mungkin menikmati rasa yang manis tanpa mersakan pahitnya.
    -----

    Buku yang aku sukai dan reccomended by Riawany Elyta adalah Tarapuccino' dengan taste kopi yang berbeda (nyontek prolog blog) bahwa aroma kopi itu... harum, pleasure, emh... cinta...? ^_^

    ReplyDelete
  49. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  50. Selalu ada cerita di tiap tetes kopi yang saya nikmati.
    Secangkir kopi pernah menyambung hidup saya saat kuliah. Ya, saat itu kiriman dari orangtua lagi seretnya-seretnya. Kebetulan sebuah merk kopi terkenal megadakan event di kampus, siapa yang berani maju ke depan menjawab pertanyaan dari mereka bakal dikasih hadiah. Saya yang sebelumnya telah meminum 24 cangkir kopi gratis tanpa ragu maju ke depan. Hasilnya?. Saya pulang ke kos dengan menggondol hadiah dan bonus mata 100 watt. Karena tidak juga merasa ngantuk sampai tengah malam, saya simak acara di sebuah pemancar radio. Pucuk dicinta ulam pun tiba, lagi ada kuis berhadiah uang tunai. ENtah pengaruh kaffein atau memang saya lagi beruntung, semangat yang menggebu membuat saya sangat antusias menjawab pertanyaan yang diajukan si penyiar. Besoknya, dengan senyum sumringah saya mengambil uang tunai sebagai hadiah kuis di radio tersebut.

    Kopi juga menjadi pembuka lembaran baru hidup saya. Di sebuah gerai kopi yang hampir tutup, di suatu malam yang terlihat biasa, suami mengutarakan niatnya untuk mengajak saya pacaran. " WIndi, mau ngga jadi pacarku?" begitu tanyanya. Karena terkejut, bukannya menjawab , saya malah tertawa terbahak, membuat wajahnya memerah malu. Tanpa berfikir saya langsung menjawab " Ngga mau". Piaslah wajahnya saat itu. " Aku ngga mau pacaran, kalau kamu serius kita langsung nikah saja". Seperti matahari pagi senyumnya merekah sempurna. Sebulan kemudian ia menjadi imam saya. Dan itu semua berawal dari secangkir kopi di sebuah gerai kopi yang hampir tutup.

    Novel mba Lyta yang sudah saya baca baru PING.

    Pendapat saya tentang PING. Tentu saja ini novel yang sangat tidak biasa. Pertama, tema yang diangkat sangat tidak populer, padahal ini adalah novel remaja, penyelamatan orang utan, wew, saya aja yang masih remaja ngga kepikiran :). Kedua, ini novel duet, bayangkan menulis tentang orang utan saja risetnya harus mendalam, ini ditambah dengan menyatukan dua tulisan, dua pemikiran dari dua orang yang berbeda, baik beda gender tulisan maupun beda lokasi. Dan ketiga, masih behubungan dengan duet. Duet yang disajikan disini adalah dua tulisan yang sama sekali tidak akan terpikir oleh penulis kacangan. Menggabungkan kisah cinta remaja dengan diselipkan pesan-pesan moral bernafas Islam ( tidak boleh pacaran ), dan cerita fabel yang begitu menyentuh. Endingnya juga tidak terduga, ternyata ini adalah cerita di dalam cerita. Wow, awesome

    Walau, novel ini tidak membuat saya membacanya berulang-ulang seperti novel favorit saya pada umumnya ( saya punya kebiasaan aneh ), namun saya angkat topi buat penulisnya dan tak heran kalau novel ini menjadi juara Bentang Belia.

    Nama : Windi Teguh
    FB : WIndi Teguh
    Twitter : @windi_teguh

    ReplyDelete
  51. fb : eonnie aty yunarty bidam
    twitter : eonnieatyilyas
    blog : www.unekunekaty.blogspot.com

    karena aku bukan pencinta kopi maka opsi kedua adalah pilihanku : kopi dan kenangan...

    sudah 6 tahun lebih 3 bln kulalui hari-hariku bersama seorang lelaki pencinta kopi, dia sosok yang menemani hari-hariku baik dalam suka maupun duka, dia tempatku menumpahkan segala keluh kesahku setiap hari, yagh dialah suamiku, seorang lelaki yang jauh dari kata romantis tapi selalu berusaha terlihat romantis, romantis menurut versinya tentunya, yagh suamiku memang pencinta kopi, harinya selalu dilewati dengan 2 gelas kopi pada pagi hari dan menjelang petang, plus secangkir kopi saat jeda di kantornya, tugas tambahanku setiap hari adalah menjerang air untuk kopi-nya, tugas ini kulakukan setiap pagi saat mata baru terbuka, tp tunggu dulu selain pencinta kopi suamiku juga adalah coffee maker yg handal lho dengan resep 1 : 1,5 (1 sendok makan bubuk kopi en 1,5 sendok makan gula, plus susu krim kalo ada).

    bicara soal kenangan aku punya cerita lucu ttg kopi, gini ceritax : 3 hari setelah melangsungkan pernikahan, untuk pertama kalinya aku membuatkan kopi buat yang tercinta dengan rasa sayang plus rasa cinta kuracik kopi buatan pertamaku untuk suami...

    siang hari ku check gelas kopinya, ternyata sudah habis pdhl setahuku dari cerita suami kalo kopinya akan habis menjelang petang yagh memang sampe sekarang pum demikian, tapi aku bertanya2 kok siang sudah habis kopinya, hatiku sebenarnya bahagia, berarti kopinya enak dong, amazing banget...

    malam itu, kami ngobrol, kebiasaan yang sampe sekarang masih berlaku, ngobrol sebelum tidur...
    " Ty, kalo bikin kopi dicoba dulu yagh "
    " kenapa???kopi buatanku enak yagh " jawabku sedikit narsis, karena aku memang pengidap penyakit narsis akut tingkat dewa...
    " kopinya rasa ajinomoto Ty " jawab suamiku cengegesan,
    " kok bisa kak, aku khan pake gula, asli lho bukan ajinomoto " jawabku sedikit sewot karena seingatku memang aku pake gula yang ditaruh adikku di lemari makan,
    " makanya dicoba dulu " sambung suamiku sabar, karena rasa penasaran yang tinggi aku melangkah tergesa menuju dapur dan melihat toples yang berfungsi sbg tempat gula, aku kaget dalam hati aku menjerit yaaa ampuuuun, aku hampir membuat suamiku semaput, aku malu sungguh malu sekali baru pertama kali membuatkannya kopu tapi sudah membuatnya trauma, yagh sampe sekarang suamiku akan membuat kopinya sendiri, setiap kutanya apa dia trauma suamiku akan selalu berkilah " bukan trauma tapi memang saya lebih senang buat kopi sendiri " jadinya sekarang aku terbiasa menjerang air setiap pagi dan suami yang akan menyeduh kopinya sendiri.

    seiring berjalannya waktu akhirnya erjawab juga tragedi kopi rasa ajinomoto ini bisa habis di siang hari bukan menjelang petang, ternyata kopinya sekali saja ditenggak langsung tandas, mau dibuang segan masalahnya bapakku en almarhum nenekku juga sedang ngeteh tepat di samping suamiku, akhirnya karena rasa segan yang tinggi dihabiskan juga tuch kopi, hahahahaha :-)

    eniwai mengenai buku yang paling berkesan : sejujurnya aku katakan belum pernah baca buku mba riawani elyta *maaf*, makanya ikut lomba ini kali aja dapet bukunya khan Alhamdulillah banget tuh :-)

    demikianlah ceritaku ttg kopi en kenangan, smg menjadi salah satu pemenangnya, aamiin...

    salam cinta...

    ReplyDelete
  52. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  53. maaf mba banyak ralatnya nie,
    twitter : @eonnieatyilyas,

    typo :
    pum = pun,
    kopu = kopi.

    ReplyDelete
  54. Kopi sesuatu yang akhirnya menjadi pemersatu aku dan Mama. Sebelumnya, aku kurang suka meminum kopi. Juga kurang bisa 'dekat' dengan pemujanya: wanita yang melahirkanku. Mama ialah sosok wanita karier yang sedikit kaku dalam mendidik anak-anaknya. Karena itulah, untuk mengurangi konflik karena perbedaan pendapat yang sering terjadi di antara kami, aku menjaga jarak dengannya. Ini terjadi hingga aku lulus SMA.

    Semasa kuliah, aku tinggal di asrama yang terletak di luar kota. Otomatis aku jarang bertemu Mama. Tiba2 muncul rasa rindu yang menyeruak, rindu mendengar omelannya yang baru kusadari ternyata berisi pesan agar putri pertamanya ini menjadi sosok yang lebih baik lagi. Aku juga rindu melihat bagaimana ia menyiapkan kopinya setiap malam dan menyesapnya seraya menonton televisi.

    Saat liburan akhir pekan di bulan pertama masa kuliah, aku pulang ke rumah. Mencium tangannya dan menatapnya yang berkaca-kaca. Iya, Mama terharu saat melihatku berseragam akademi kebidanan. Memang beliau yang memintaku melanjutkan kuliah di bidang itu walau awalnya aku kurang menyukainya. Kata Mama, kalau aku jadi bidan, setidaknya aku bisa menjaga kesehatanku sendiri dan kesehatan keluargaku nantinya.

    Karena aku keluar dari asrama ba'da Magrib, aku sampai di rumah pada pukul 8 malam, Setelah membersihkan diri dan makan malam, untuk pertama kalinya di usiaku yang menginjak dewasa, kutemani Mama menonton televisi. Kulihat beliau sering memegangi kepala dengan raut wajah seperti kesakitan.

    "Mama kenapa?" tanyaku.
    "Pusing," jawabnya singkat. "Mau bikinin Mama kopi?"

    Dari situ aku menyadari bahwa Mama yang pecandu kopi akan merasakan hal yang kurang nyaman pada kepalanya bila sehari lupa menyesap kopi hitam. Segera kubikinkan secangkir kopi untuknya dengan terlebih dahulu bertanya takaran kopi dan gulanya.

    "Kopi Mama manis. Kopinya sesendok, gulanya dua sendok ya. Airnya tunggu hingga benar-benar mendidih agar tidak ada apungan kopi," pesannya.

    Aku hanya bisa menurut. Itu pertama kali aku membuat minuman kopi, dan hanya untuknya. Sebelum kusajikan, kucoba barang sesendok, siapa tahu rasanya kurang sesuai. Tapi ternyata ... aku langsung jatuh cinta dengan rasanya. Pantas saja Mama begitu menyukai kopi. Rasa pahit-manis yang begitu nyeessss, hangat saat mengalir lewat kerongkongan, membuat otak menstimulus rasa nyaman.

    Mama begitu gembira menerima kopi pertama dariku. Denagn ekspresi penuh nikmat, beliau langsung menyeruput kopi panas tersebut.

    "Pas." Ia tersenyum, senyum yang membuatku terpana.

    Keakraban kemudian terjalin. Aku dan Mama menikmati televisi berdua, mengomentari tokoh yang ada dalam sinetron tersebut. Tertawa dan menggerutu bersama. Lalu, usai sinetron, Mama mengisahkan sebuah kisah yang belum pernah diceritakannya, tentang Din, adikku.

    "Waktu hamil Din, Mama ngidam kopi. Bubuk kopi campur gula sering Mama kudap, bak camilan lezat. Padahal kalau dipikir-pikir, apa enaknya nyemil bubuk kopi? Yah, namanya juga orang hamil." Mama menatapku. Kemudian katanya, "Waktu hamil kamu, Mama ngidamnya susu. Makanya kulitmu putih, tidak seperti Din: hitam."

    Kami kemudian tertawa. Kami, orang kesehatan yang masih memercayai mitos. Dan sejak itu, aku ikut jatuh cinta pada kopi dan sering menikmatinya agar membuatku bersemangat mengerjakan setumpuk tugas kuliah yang tiada henti. Kemudian berlanjut hingga sekarang, menemaniku begadang. Hiyaaa ...

    ReplyDelete

  55. Novel yang disuka: "Yang Kedua". Aku mendapatkannya karena diberi oleh Nyi PD di http://www.facebook.com/photo.php?fbid=452428418152711&set=a.433264086735811.104214.100001566713195&type=3&src=http%3A%2F%2Fm.ak.fbcdn.net%2Fsphotos-h.ak%2Fhphotos-ak-snc6%2F10026_452428418152711_934631097_n.jpg&size=432%2C438

    Sebelum membaca, kutebak2 isinya. "Ah paling juga cinta segitiga: selingkuh-kembali pada yang pertama-bahagia." Nyatanya ... Membacanya membuatku teringat berbagai kontes menyanyi yang ada di negeri ini, apa mungkin inspirasinya dari situ? Lalu kisah dalam rumah tangga yang membuatku semakin mengerti akan pentingnya komitmen dan kesetiaan.

    Vienna-Haris-Dave, tiga tokoh yang berhasil membuatku sedikit emosi saat menikmatinovel setebal 243 halaman ini. Haris yang tidak layak-disebut-suami bukan saja tokoh imajinatif sebab tokoh ini banyak ditemui di masyarakat. Lelaki yang 'malas' bekerja dan mempunyai 'kartu AS' istri hingga tunduk dan tak berdaya. Lalu muncul tokoh Dave yang walau terkesan sebagai orang ketiga namun pahlawan dan pelipur lara Vienna. Andai waktu dapat terulang, Vienna pasti tak berharap dipertemukan Dave lebih cepat hingga tak bertemu Haris.

    Sebuah novel yang sarat dengan pesan untuk kelangsungan rumah tangga. Dinikmati para lajang agar bisa mempelajari dan memiliki mindset tentang keharmonisan rumah tangga. Disukai para istri sebab mungkin mewakili suara hati. Dan para pria juga bisa belajar dari sini bagaimana caranya menjadi suami dan imam yang 'baik'.

    Nama FB: Tha Artha
    twitter: @ArthaAmalia

    Share info di:
    __twitter: https://mobile.twitter.com/ArthaAmalia/status/320999134201008128?p=p
    __ fb: http://www.facebook.com/tha.artha.9/posts/508152022580350

    terima kasih atas event ini ^^ sukses selalu ya Mbak :)

    ReplyDelete
  56. 1. done

    2. done

    3. pengalaman pas minum kopi? wah banyak mbak, ceritanya setahun yang lalu itu aku cerita-cerita sama temenku, tentang minum kopi, padahal aku gak terlalu suka sama kopi, sedangkan dia doyan banget, tiap hari bisa minum kopi, padahal kami masih SMA. suatu hari dia pulang dari liburan, dia bawain aku bingkisan berupa kopi, aku gaktau itu kopi dari mana asalnya, tapi akhirnya aku minum juga dirumah dan aku kasih ke papaku untuk dicicipi. papaku tanya itu minuman dari mana, aku jawab aja, "itu kopi dari australia, pa! dikasih temenku"
    padahal dia gak pernah ngasi tau aku darimana kopi itu berasal, ya jadi aku jawab aja kaya gitu soalnya kan dia habis liburan dari australia.

    eh ternyata papaku ketawa, kayanya ada sesuatu yang aneh deh, tp beliau ga mau cerita.

    pas masuk sekolah, temnaku nanya
    "gimana, enak?"
    "kopinya enak banget!"

    dan dia juga tertawa mendengar omonganku.
    lalu diapun bercerita, kalau itu buka kopi, tapi kakao!!!
    yah, malu deh aku sama papaku, ngaku-ngaku sih u,u

    memang gampang tertipu saya ini, dasarnya gak begitu demen kopi, tapi yaah sekarang udah agak suka kok, hehe (kok curhat)maaf mbak kalo garing;)

    4. aku suka banget hati memilihnya kamu, mbak. isinya keren, latarnya simpel, di Jakarta, tokoh-tokoh yang tercipta juga spesifik dan ceritanya gak disitu-situ aja, pas aku pertama liat covernya langsung suka, warnanya catchy bgt, isinya juga bagus, nilai moralnya nyampe dan gak lebay. sukses deh buat kamu mbak:)


    twitter: @witrs
    fb: Cyrilla Ailamsor

    ReplyDelete
  57. Kopi cukup familiar di keluargaku. Kakekku dulu penyuka kopi hitam, waktu kecil, aku sering mencicipnya. Ayah dan ibuku jiga penikmat kopi, jadilah anaknya yang satu ini juga penikmat kopi. Di keluargaku, ada tradisi morning tea, yah walaupun yang diminum belum tentu teh, malah lebih sering kopi, aku menamakannya morning tea. Sekitar jam 5 pagi kami duduk bersama, mengobrol sebentar sambil menikamati camilan dan kopi. Aku sendiri paling menyukai kopi susu.

    Selain di minum pagi, aku paling sering menikmati kopi di malam ujian. Sebagai tipe orang pengantuk, kopi sangat membantuku agar mata tetap menyala sampai malam, hehe
    walaupun ada yang bilang kopi itu ada sisi negatifnya, aku tetap menyukainya. Bukankah semuanya ada sisi positif dan negatif. Asal kita tidak over saja, maka tidak akan jadi masalah..so, lets have a cup of coffe. :D

    Jujur, aku belum pernah membaca novel karya mbak, tapi dengan giveaway ini aku harap aku bisa mendapatkan novel tentang The Coffe Memory untuk melihat bagaimana coffe juga memberikan kenangan..wish me luck :)

    FB :Rini Nurul Hidayah
    twitter: @rini_nurul

    ReplyDelete
  58. Aroma kopi selalu mengingatkanku akan tragedi dua tahun lalu.
    "antara cinta dan benci ada dalam kopi itu"

    ibuku adalah wanita yang sudah lanjut usia, sudah kepala enam, beliau sangat menyukai kopi. Bisa di bilang sudah mencandu. Beliau di vonis memiliki penyakit ginjal akut, oleh karena itu dokter menyarankan agar konsumsi kopinya di kurangi. Aku dan keluarga tak henti-hentinya mewanti-wanti, agar ibu tidak menyentuh benda itu lagi. Sehari dua hari ibu bisa, tetapi belum genap seminggu tanpa sengaja ku pergoki ibu sedang menyeduh kopi. Tanpa ba bi bu langsung ku ambil gelas itu lalu ku buang. Semua persedian yang beliau belipun aku buang. Aku bukan tak sayang ibu, aku hanya terlalu sayang, jadi aku dengan sangat tega melakukanya.

    Ibu menangis, ibu tak mau makan, bicara bahkan tak mau keluar kamar. Semua keluarga khawatir dan bingung. Terlebih aku. Aku sangat menyesal telah membuat ibu begini. Akhirnya setelah dibujuk dan dirayu, ibu mau berbicara.
    Kopi adalah jiwaku, aku tak mampu berpisah dengannya. Sudah hampir 50 tahun lebih dia menemaniku. Kenapa kalian tega memisahkanya dariku. Kopi adalah jembatan kehidupan kita, kopi yang membuatku bertemu dengan ayahmu. Kopi membuatmu sekolah dan mengenal cinta. Sekali saja dalam seminggu apa aku tak boleh merindu? Mati dan hidupku di tangan Tuhan, bukan kopi penyebabnya. Tolonglah, jangan pisahkan aku denganya lagi. Setelah ayahmu aku tak punya, kau rampas pula kenangan-kenangan itu??
    Dengan terisak ibu mengadu. Duhai ibu, aku memang bodoh, egois. Yang kupikirkan hanyalah rasa sayangku seorang. Rasamu ku acuhkan?
    Semenjak itu, aku tak pernah melarang ibu untuk minum kopi. Beliau pun masih sehat sampai detik ini.

    Ternyata tipis sekali rasa benci dan cinta yang kusimpan di antara kopi itu. Hm, bu aku mencintaimu.

    Hm, oia aku juga pernah baca bukuunya mba ni, yang hati memilih. Jujur aku suka buku yang romantis, dan aku rasa buku ini ngena bgt sama sikon aku waktu itu. Ceritanya mengalir dan mba iawani Elyta ini Selalu bikin rahasia dari kehidupan tokohnya yang membuat pembaca penasaran. Buku ini juga menginspirasi saya loh.. “open your heart to
    unexpected love…” bener bgt. Buku yang cocok buat kita yg lagi dilema. He menarik. Suka quote yg ini "Cinta tak pernah memaksa,
    Cintaa itu menguatkan
    Membutuhkanmu, menginginkanmu
    menjadi penguatku,
    Ikhlas dengan apapun keputusanmu"

    fb:dini handayani
    blog: dinie handayani
    tweeter: @diniismyname

    ReplyDelete
  59. Buat mbak Shabrina WS : ya yaiyalah pasti PING yang disukai, duet dengan siapa duu dong hahaha *kabooorr..
    Buat mbak Lyta selamat memilih siapa pemenangnyaa huhuhu aku baca koq padha keren2 semuaaa yaaa..

    ReplyDelete
  60. Aku tau kopi itu akan terasa manis jika diberi gula. Tapi, Aku mau yang murni. Kopi tanpa gula. Tiap kali aku ingin meminumnya, aku lantas mengaduknya terus menerus. Tidak hanya air yang menjadi tidak tenang, bahkan kopi yang sudah pahit pun menjadi lebih pahit rasanya. Kala itu, aku memang tidak tau. Tapi, kini aku menyadarinya. Hidup sudah begitu. Sili berganti masalah datang menghampiri. Aku yakin ada penyelesaiannya dari setiap masalah, setidaknya membuat masalah enggan menghampiri. Karenanya, aku berharap kopi yang manis akan tetap manis dan kopi yang sudah pahit tidak menjadi lebih pahit.
    Membuatkan kopi untuk Ayah adalah salah satu keinginanku. Aku harap tidak hanya menjadi wacana, dan aku akan meyakinkan diriku untuk mewujudkannya walau aku terkadang malu.

    Fb: Fifi Aryanti
    Twitter: @FifiAryanti
    blog: http://fifiarya.blogspot.com/

    ReplyDelete
  61. Kopi yaa? Hmm.. Seingatku orang pertama yang membuatku mengecap rasa kopi itu adalah ibu. Ayah lebih suka teh manis meski dengan gula yang sedikit. Ibu sering menyeruput kopi hitam di kala senja, ditemani pisang goreng buatannya. Aku pernah diam2 mencicipi kopi hitam itu. Rasanya unik: pahit yang bercampur manis. Namun ibu takkan membuatkan kopi hitam untukku. Si hitam akan menjelma menjadi coklat karena telah bercampur susu.

    Sekarang tak ada lagi ibu. Selamat tinggal hitam. Yang ada hanya kopi susu instant, teman di kala rasa kantuk menyerang.

    ***

    Sejujurnya aku baru baca dua buku Mba Lyta: Ping! dan Persona non Grata. Tapi aku cukup tau karya2 yg lain apa aja berikut temanya. Kesimpulanku setelah membaca karya2 Mba Lyta: aku suka penulis yang mau bersusah payah melakukan riset. Dan Mba Lyta jago banget ngerisetnya. Nggak banyak loh penulis yang bisa keluar dari zona profesinya.

    Sukses terus buat Riawani Elyta. Moga aku berkesempatan lagi mereview karya2mu #uhuk #kode XD

    nama FB: Sari Yulianti
    Twitter: @akuaisemangka

    ReplyDelete
  62. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  63. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  64. nama akun twitter:@inase_michaelis FB:Regina Kencono Putri
    aku ikutan,ya kak
    pengalamanku yang paling berkesan dengan kopi adalah pengalaman pas masih kecil,sekitar tk atau sd atau bahkan belum sekolah
    dulu aku sekeluarga sering ikut acara jalan sehat yang diadakan tidak hanya di sekitar rumah kami,tapi juga yang diadakan kantor papaku dan di daerah lain
    kalau jalan sehat beberapa kali aku dapat hadiahnya,hehehehe
    saat itu keluargaku dapat paket kopi besar lengkap dengan creamer,jaman dulu kopi dengan creamer sudah jadi minuman yang enak banget
    waktu itu aku yang disuruh papa dan mama buat maju menukarkan hadiah itu dengan kupon jalan sehatnya
    pulangnya kami segera mencoba minum kopi hadiah itu dan enak sekali,pengalaman ini jadi yang paling berkesan dengan kopi karena aku dapatnnya bersama keluarga dan meminumnya bersama keluarga,dapat hangat dari kopi dan dari kebersamaan keluarga,kalau ingat sampai sekarang rasanya senang banget waktu itu
    kopi menjadi salah satu minuman kesukaanku karena selalu sedang bersama orang-orang tercinta pas minum kopi :)

    ReplyDelete
  65. Kopi ya? Kopi buatku itu sama halnya dengan Novel dan Komik, Ketiganya telah menjadi bagian dalam hidupku. Separuhnya aku. Bagi aku, kopi bukanlah hanya sekedar bubuk halus hitam pekat dengan 1 1/2 sdt gula dan diseduh dengan air mendidih yang menguarkan aroma yang begitu memikat sebelum menyesapnya. Kopi adalah salah satu bentuk perjuangan, kesabaran,kegigihan dan kerja keras petani kopi seperti Opung (nenek) aku. Aku bersyukur aku pernah tahu bagaimana proses pembuatannya dari benih hingga menjadi bubuk halus 'Kopi Sidikalang'. Semua pengalaman itu aku dapat dari Opungku ketika aku berlibur ke kampung halamanku. Mengenal pohon kopi yang ternyata tingginya menyamaiku, menanam benih muda, memetik kopi yang sudah merah di pohon, mengupas kulitnya melalui Huller (alat pengupas), menjemurnya hingga benar-benar kering selama berhari-hari demi menghasilkan kualitas kopi yang layak konsumsi. Untuk anak se-usiaku kala itu saja hal itu pasti teramat sangat melelahkan, bagaimana bisa opungku yang sudah memasuki kepala 6 itu sanggup mengerjakan semuanya? Dari situ aku mulai memahami betapa besarnya perjuangan seorang petani kopi dalam memproduksi kopi hasil ladang mereka. Karena itulah aku mencintai seduhan yang satu itu.

    Beberapa orang yang kerap bertamu ke rumah, sering sekali memintaku menyeduhkan kopi, karena mereka bilang rasanya 'pas' seperti yang mereka mau. Padahal aku hanya meraciknya seperti aku biasa membuatkan kopi untukku. Dan ketika aku membantu tanteku menjaga kantinnya di Rs. Beberapa orang bapak2 kerap sekali meminta aku saja yang menyeduhkan kopi untuk mereka, karena rasa kopiku enak. Senangnya tiada tara ><. Lewat kopi jugalah aku mengenal dia, kesamaan selera membuat kami lebih dekat satu sama lain, memiliki banyak obrolan. Dan saya berterima kasih karena itu.

    twitter: @tertersiester FB: Ester Marina Marbun

    ReplyDelete