8 Tips Efektif Mendampingi Anak Belajar di Rumah selama Pandemi

Pandemi Corona yang terjadi hampir di seluruh belahan dunia saat ini telah mengubah kehidupan normal yang kita jalani bertahun bahkan berpuluh tahun lamanya, menjadi kehidupan yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Sejumlah aktivitas harus dilakukan dari rumah, seperti bekerja, beribadah hingga sekolah dan kuliah.


Pemanfaatan teknologi pun digiatkan untuk mengatasi kendala-kendala yang terjadi. Aplikasi meeting online menjadi aplikasi yang banyak di-download di samping bimbel online oleh para pelajar dan mahasiswa. Orang tua pun dituntut untuk menjadi guru dadakan bagi anak-anak yang belajar di rumah. Terutama bagi anak-anak yang masih membutuhkan bimbingan, seperti yang duduk di tingkat PAUD hingga sekolah dasar.


Tentunya, sedikit banyak kegiatan ini membawa perubahan dalam keseharian kita, khususnya buat kita yang memiliki anak-anak usia sekolah. Agar tidak keteteran mendampingi anak-anak di rumah sembari bisa mengerjakan aktivitas lain seperti bekerja dan mengurusi rumah, berikut beberapa tips yang bisa kita terapkan:

1.  Buat pembagian jadwal belajar anak yang disesuaikan dengan tingkatan sekolah
Bagi orang tua yang memiliki anak lebih dari satu tentunya membutuhkan pengaturan jadwal yang harus disesuaikan dengan tingkatan sekolah anak. Dan anak-anak yang lebih membutuhkan pendampingan biasanya adalah anak yang belum bisa mengakses gawai sebagai sarana berkomunikasi dengan pihak sekolah.


Sementara bagi anak yang lebih besar, pendampingan bisa dilakukan dengan pengawasan. Misalnya dengan menetapkan waktu belajar anak selama empat jam dalam sehari mulai dari jam 8 hingga jam 12 dengan waktu istirahat misalnya 30 menit.


Sementara pada anak yang lebih kecil, tentunya dengan waktu yang lebih singkat. Misalnya anak usia sekolah dasar, dua hingga tiga jam sehari dan anak di tingkat TK dan PAUD cukup 30 menit saja dan sisanya biarkan mereka bermain sambil belajar, misalnya saja menggambar atau membuat kreasi.


2.     Buat jadwal pelajaran sesuai kesepakatan dengan anak
Tidak harus mengikuti jadwal anak saat di sekolah. Kita bisa memilih dan mengkomunikasikan pelajaran apa yang ingin dipelajari anak dalam satu hari tersebut. Hal ini terutama berlaku bagi anak yang butuh pendampingan saat belajar. Misalnya hari ini cukup belajar tema saja, keesokan harinya belajar bahasa asing dan seterusnya.



3. Buat ringkasan pelajaran anak dan jelaskan dengan seefisien mungkin
Kita bisa membaca materi pelajaran anak dan membuat resume serta memilih materi yang menjadi inti pembelajaran untuk kemudian dijelaskan kepada anak. Cara ini juga membuat waktu menjadi efektif.

Selain itu temukan pula cara menerangkan pelajaran agar anak tak merasa jemu atau tertekan saat belajar dengan orang tua.


4. Kurangi semua akses saat mendampingi anak agar anak bisa berkonsentrasi
Banyaknya akses seperti televisi hingga gawai ataupun gangguan dari anak-anak yang masih kecil bisa mengganggu konsentrasi anak untuk belajar. Oleh karenanya, kita bisa mengkondisikan agar selama proses belajar tersebut, tidak ada televisi yang hidup, kecuali jika digunakan untuk mengakses pelajaran, tidak sambil melakukan pekerjaan lain dan meminta anak-anak yang lebih kecil untuk melakukan aktivitas lainnya.

Dengan demikian, waktu belajar akan lebih efektif dan kita bisa melanjutkan aktifitas lainnya setelah memberi pendampingan kepada anak.


5.   Beri pemahaman kepada anak terutama yang masih kecil bahwa mereka bukan sedang liburan
Jelaskan kepada semua anak-anak bahwa saat ini kita tidak sedang liburan, tetapi melakukan aktivitas belajar di rumah sehingga mereka harus tetap belajar sesuai proses pembelajaran di sekolah misalnya menghapal kosakata asing, mengerjakan ujian dengan jujur dan memahami materi dengan baik.


6.     Minta setiap anggota keluarga agar mau bekerjasama dengan baik
Bicarakan dan diskusikan kegiatan pembelajaran di rumah ini dengan semua anggota keluarga dan sepakati bagaimana pembagian waktu untuk semua anggota keluarga. Terutama untuk keluarga dengan anak-anak yang bersekolah lebih dari satu.


Tegaskan bahwa orang tua juga harus tetap bekerja dan tidak selalu bisa mendampingi aktivitas mereka sehingga dibutuhkan kerjasama yang baik dari semua anggota keluarga.


7.  Tetap melakukan rutinitas sehari-hari dengan jam yang hampir sama
Tetap bangun di subuh hari dan tidur di waktu yang sama seperti saat bersekolah termasuk jam untuk sarapan, makan siang dan makan malam sehingga anak-anak tidak merasa bahwa mereka sedang liburan.

Baca : Saat Pandemi Berakhir, Tetap Teruskan 5 Kebiasaan Positif Ini


8.     Komitmen namun tidak kaku 
Poin selanjutnya adalah meminta komitmen dari semua anggota keluarga untuk menepati perjanjian yang telah dibuat. Tekankan pula bahwa pelanggaran akan berpengaruh pada aktivitas yang lain dan mengganggu kegiatan anggota keluarga lainnya.



Sepakati pula sejumlah konsekuensi yang harus dilakukan saat tidak menepati jadwal yang ada. Misalnya dengan mengganti jam pelajaran ditambah melakukan pekerjaan rumah di luar kewajibannya.



Tidak semua orang tua bisa bekerja di rumah sehingga bisa mendampingi anak-anaknya untuk belajar di rumah. Tetapi selalu ada jalan keluar agar anak tetap bisa disiplin dalam belajar. Demikian pula bagi orang tua yang harus berjibaku mencari sumber penghasilan lain karena mengalami PHK atau penghasilan yang menurun karena terdampak pandemi Covid-19 ini. 

Baca : Pentingnya Pola Pikir Positif untuk Meningkatkan Imunitas Melawan Covid 19


Kita tentu tidak mau berada dalam situasi ini selamanya. Tetapi kita pun tidak tahu kapan situasi ini akan berakhir. Oleh karenanya, mau tidak mau kita harus berdamai dengan keadaan dan berusaha menjalankan kewajiban baru kita tersebut. Dan yang paling utama adalah tetaplah bersabar dan berdoa serta libatkan semua anggota keluarga untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah agar pandemi ini segera berakhir dan aktivitas bisa kembali normal.



Sumber gambar :

freepik.com

No comments